Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “EVIKA Turun ke Laut, Si Guru Galak Penjaga Ekosistem”

“EVIKA Turun ke Laut, Si Guru Galak Penjaga Ekosistem”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 2.812
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAUT Indonesia sekarang punya guru baru, dan bukan sembarang guru, lho kok bisa?  bisa dong, mau tahu! namanya EVIKA, tapi tenang aja bro.. nama itu dijamin, bukan nama artis FTV yang viral di TikTok, EVIKA  hanya kata singkatan dari Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan.

Program sakti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) punya kerjaan yaitu ngoreksi kelakuan manusia di laut!, itu sederhananya.

Kalau EVIKA jadi orang, mungkin dia tipe guru galak tapi peduli, hehehe!, yang nilainya gak bisa diminta naik, tapi kalau muridnya rajin, langsung dikasih bintang lima.

Bahkan ia juga nggak segan-segan untuk  menegur kawasan konservasi yang lalai menjaga laut, tapi diam-diam bangga kalau terumbu karang tumbuh subur dan ikan makin banyak, begitu asanya.

Oleh sebab itu, tahun ini, KKP resmi menambah 1,079 juta hektare kawasan konservasi laut baru, bikin totalnya jadi 30,99 juta hektare.

Targetnya sih besar dan  jelas, yaitu 10% wilayah laut terlindungi pada 2030, dan 30% di tahun 2045  dengan visi  30×45 alias “laut sehat pas Indonesia dewasa”.

Kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam keterangan resmi dilaman KKP, perluasan ini jadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan ekosistem laut, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan mangrove. Semuanya penting, kayak trio superhero penyelamat kehidupan bawah laut.

Bahkan perluasan kawasan konservasi kali ini mencakup Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Buru, Teonila Serua (Maluku), Aceh Selatan II, Aceh Timur, dan DKI Jakarta.

Kawasan ini ibaratnya “wilayah belajar” baru bagi EVIKA, tempat dia menilai siapa yang jaga laut dengan tulus, dan siapa yang masih suka buang sampah plastik sembarangan.

EVIKA memantau 117 kawasan konservasi laut di seluruh Indonesia, dan kabar baiknya, 13 kawasan sudah naik kelas jadi kategori berkelanjutan.

Nama-namanya keren semua, persis Raja Ampat, Nusa Penida, Laut Sawu, Pulau Padaido, Derawan, dan lainnya. Kalau ada raportnya, mereka pasti dikasih nilai A+ dengan stempel “Laut Teladan”.

Sebenarnya program ini gak dijalankan sendirian pasalnya KKP tetap berkolaborasi bareng, gak tanggung -tanggung banyak lembaga berkompenten di ajak gotong royong demi laut sehat, lembanga itu, seperti Bappenas, Kemenkeu, KLHK, BRIN, ATR/BPN, dan bahkan ada juga mitra konservasi seperti WWF, RARE, CTC, Konservasi Indonesia, dan WRI Indonesia.

Selain itu, pendanaannya juga datang dari segala penjuru, seperti  APBN, APBD, BLU, DAK, GEF-8, Blue Planet Fund, dan TFCCA, kayak mau bikin konser besar..hahaha!, tapi ya..gak bisa dipungkirin kalu mau sukses programnya harus begitu libat lembaga yang banyak dan dana… memang keren.

Bahkan juga, pokoknya, kalau ini tim sinetron, judulnya bisa  “Avengers: Infinity Laut” pasti banyak yang nonton..
Bedanya memang hanya cuma di kostum karena yang satu pakai baju selam, bukan jubah.

Oleh sebab itu, program konservasi ini bukan cuma buat gaya, tapi buat masa depan. Konsepnya ekonomi biru, intinya jaga lautnya, nikmati hasilnya gitu dong…akur.
Apalagi jika laut sehat, ikan banyak, nelayan senyum, turis datang, dan uang pun ngalir, karena laut itu bukan cuma tempat kerja, tapi juga tabungan masa depan.

Seperti kata pepatah bahari “siapa yang menanam mangrove, dia yang menuai ombak ramah”

Kebijakan ini bisa dibilang pukulan lembut  kayak tahu, tapi terasa telak untuk semua yang pernah anggap laut itu tak terbatas.
Sekarang, laut bukan cuma pemandangan, namun ruang hidup yang punya aturan dan penjaga.
Dan penjaganya itu bukan manusia, tapi sistem EVIKA, si guru galak yang menilai dengan data, bukan dengan drama.

Yang penting, konservasi ini jangan cuma proyek papan nama, harus jadi gerakan nasional menjaga laut, dari pejabat sampai bocah pantai yang suka main layangan di tepi dermaga.

EVIKA mungkin bukan manusia, tapi semangatnya manusiawi tegas, peduli, dan gak bisa ditipu, dengan tambahan kawasan konservasi baru, laut Indonesia makin punya harapan buat terus biru, sejuk, dan penuh kehidupan. Amin….

Karena laut yang dijaga bukan sekadar pemandangan, tapi janji masa depan yang tak boleh tenggelam.

Langkah KKP ini ibaratnya ngasih vitamin buat laut Indonesia, dulu laut kita sering masuk UGD karena limbah, pukat harimau, dan pembangunan tanpa rem. Sekarang, mulai ada tanda-tanda “pemulihan hati” di bawah ombak.

Tantangannya adalah cuma satu, yaitu konsistensi, pasalnya laut bukan proyek setahun, tapi perjuangan seumur hidup bangsa yang hidup di antara dua samudra.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nota Keuangan Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2021 Ditandatangani

    Nota Keuangan Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2021 Ditandatangani

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    DPRD Prov Sumsel dan Pemerintah Prov.Sumsel menandatangani Nota Kesepakatan bersama antara pimpinan DPRD Provinsi Sumsel Gubernur Sumsel terhadap perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan perubahan APBD tahun anggaran 2021 dalam Rapat Paripurna XXXVI DPRD Sumsel, Selasa (21/9/2021). Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati didampingi Wakil […]

  • Evaluasi Pemerintah Pusat, Sumsel Masuk Provinsi yang Berhasil Atasi Karhutla

    Evaluasi Pemerintah Pusat, Sumsel Masuk Provinsi yang Berhasil Atasi Karhutla

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.363
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan termasuk daerah yang dinilai berhasil dalam penanggulangan kasus Karhutla sepanjang Tahun 2020.  Hal itu sesuai dengan hasil raport yang dirilis pemerintah pusat  dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021, yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin 22 Februari 2021. “Dari raport seluruh provinsi tadi masih, Sumsel masuk yang terkecil […]

  • Ponpes Lahirkan Generasi Akhlakul Karima

    Ponpes Lahirkan Generasi Akhlakul Karima

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    “Pesantren ini ibarat tukang pande besi  mencetak generasi yang agamis. Yang lebih panting lagi ada keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum,” MASYARAKAT menitipkan anaknya untuk dididik Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Umum patut di apresiasi. “Pesantren ini ibarat tukang pande besi mencetak generasi yang agamis. Yang lebih panting lagi ada keseimbangan antara ilmu agama […]

  • Pengelolaan zakat dan infaq, BAZNAS Muba didorong tetap solid

    Pengelolaan zakat dan infaq, BAZNAS Muba didorong tetap solid

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Muba H Sandi Fahlepi sangat apresiasi dengan adanya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Musi Banyuasin. Kehadiran BAZNAS ini dapat mengkoordinir zakat-zakat dari para pegawai dan infaq. Hal tersebut diungkapkan oleh Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi saat audiensi bersama dengan Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Musi Banyuasin, […]

  • Komitmen Wujudkan Pemerintah Daerah Bersih Dan Berintegritas, Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

    Komitmen Wujudkan Pemerintah Daerah Bersih Dan Berintegritas, Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Inspektorat Kabupaten Muba menggelar Sosialisasi Anti Korupsi, dengan tema “Melangkah Bersama untuk Mewujudkan Pemerintah Daerah Bersih dan Berintegritas”. Bertempat di Hotel Grand Ranggonang Sekayu, Senin (11/12/2023). Plt Inspektur Kabupaten Muba SE MM melaporkan, latar belakang dan tujuan sosialisasi Anti Korupsi yakni, Pedoman penilaian pencegahan korupsi Pemerintah […]

  • Pesan Berantai Terkait Pembatasan yang Tersebar di Whatsapp adalah Hoax..

    Pesan Berantai Terkait Pembatasan yang Tersebar di Whatsapp adalah Hoax..

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    PESAN berantai WhatsApp terkait  batas operasional di ruas jalan wilayah kota Palembang hingga pukul 14.00 WIB dan setelah lewat dari waktu tersebut semua akses dan aktifitas ditutup disampaikan bahwa hal tersebut merupakan pesan berantai hoax yang sengaja disebar dengan tujuan yang belum diketahui, Senin (26/5/2020). Adapun isi dari pesan WhatsApp yang tersebar tersebut, yaitu “Besok […]

expand_less
WordPress Archive Ryse – SEO & Digital Marketing Theme Rythm – Rock Band Elementor Template Kit Rythmo | Arts & Music School WordPress Theme S2W - Import Shopify to WooCommerce - Migrate Your Store from Shopify to WooCommerce SaaSHub – Digital Product WordPress Theme Saasland – MultiPurpose WordPress Theme for Startup Saasland – Saas, Startup, Technology & IT Solutions WordPress Theme SaaSly – Startup Landing WordPress Theme Saasmax – Saas Startup WordPress Theme SaaSPro – Startup & SaaS WordPress Theme