Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Masih Perlukah Ujian Nasional ?

Masih Perlukah Ujian Nasional ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Mar 2019
  • visibility 2.056
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELAKSANAAN Ujian Nasional bagi siswa SMP/MTs dan SMA/MA/SMK tahun 2019 sebentar lagi. Para siswa mulai sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tahunan tersebut. Seperti tahun kemarin, ada dua jenis Ujian Nasional dilaksanakan, yaitu berbentuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Meskipun Ujian Nasional bukan lagi sebagai penentu kelulusan siswa, tetap saja Ujian Nasional masih menyisakan persoalan bagi dunia pendidikan. Pro dan kontra pelaksanaan Ujian Nasional tetap saja ada. Wacana penghapusan Ujian Nasional terbuka kembali setelah salah satu kandidat calon wakil presiden menyampaikan wacana tersebut di acara Debat Cawapres beberapa waktu yang lalu.

Wacana penghapusan Ujian Nasional sudah beberapa kali mengemuka di ruang publik. Bahkan, sampai demonstrasi tuntut penghapusan Ujian Nasional telah beberapa kali dilakukan oleh banyak pihak yang sangat peduli dengan pendidikan. Namun demikian, Ujian Nasional tetap dilaksanakan walau kadar penentu kelulusan bagi siswa sudah berubah.

Saat ini memang Ujian Nasional tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa. Pihak sekolah juga mempunyai wewenang tehadap kelulusan siswanya. Namun demikian, tetap saja Ujian Nasional tetap menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan. Pemerintah tetap berpegang teguh pada prinsip pemetaan pendidikan. Artinya, seberapa jauh hasil yang didapat dari pembelajaran di sekolah seluruh penjuru Nusantara ini. Dari hasil penyelenggaraan Ujian Nasional, nantinya akan diambil langkah kebijakan selanjutnya untuk kepentingan Pendidikan.

Terdapat beberapa permasalahan terkait pelaksanaan Ujian Nasional ini,  di antaranya, Ujian Nasional dilaksanakan serentak dan seragam termasuk soal-soal yang diujikan. Padahal, sekolah yang fasilitasnya lengkap, terutama di kota tidak akan sama dengan sekolah yang sarana dan prasarananya masih minim seperti di desa dan daerah pelosok. Jadi, pemerataan pendidikan harus diutamakan terlebih dahulu dari sisi fasilitas sekolah tersebut.

Kemudian, penyelenggaraan Ujian Nasional memerlukan anggaran yang cukup mahal. Artinya, anggaran biaya penyelenggaraan Ujian Nasional tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan melengkapi sarana dan prasarana sekolah yang masih minim fasilitas pendidikan tersebut.

Selanjutnya, Ujian Nasional hanya mengukur kecerdasan kognitif siswa. Ujian Nasional mengabaikan aspek yang lain seperti faktor emotif dan psikomotor. Seharusnya, tingkat kecerdasan siswa juga harus sebanding dengan karakter yang baik dimiliki siswa. Padahal, pendidikan berkorelasi juga dengan pembelajaran karakter siswa. Karena itu, berbicara tentang pendidikan karakter, berapa waktu yang lalu terdapat beberapa kasus yang berhubungan dengan karakter siswa yang tidak mencerminkan sebagai kepribadian seorang siswa. Seperti beberapa siswa yang tidak sopan dan berlaku kurang ajar terhadap guru mereka yang sedang dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas.

 

Selain itu, hasil Ujian Nasional yang diperoleh siswa tidak terlalu berpengaruh terhadap syarat untuk siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dalam artian hasil Ujian Nasional tidak berpengaruh terhadap keinginan siswa melanjutkan kembali ke perguruan tinggi. Siswa masih akan melaksanakan ujian kembali untuk diterima di perguruan tinggi. Kalau diadakan Ujian Nasional sebaiknya hasilnya dapat dijadikan sebagai pertimbangan syarat untuk diterima di perguruan tinggi. Jadi, ada keterkoneksian antara hasil Ujian Nasional dengan syarat diterima di perguruan tinggi.

Terlepas dari masih perlu tidaknya Ujian Nasional diadakan, yang paling utama adalah adalah bagaimana langkah dan strategi pengambil kebijakan ke depan, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini. Pendidikan di Indonesia harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang telah memasuki era revolusi industri 4.0. Jadi, masih perlukah diadakan Ujian Nasional? [**]

 

Oleh  : Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Kemarau, Pasaman Malah Diterjang Banjir, 1 Warga Dicari

    Musim Kemarau, Pasaman Malah Diterjang Banjir, 1 Warga Dicari

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Di saat sejumlah wilayah Indonesia tengah menghadapi musim kemarau, hujan deras justru mengguyur Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Air sungai meluap dan menerjang permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Jumat (18/9) sore. Dalam laporan BNPB dilaman resminya dikutip minggu ini, menjelaskan banjir tersebut menyisakan persoalan serius hingga Jumat malam, satu warga […]

  • Produk BBM yang Dinikmati Masyarakat Pasti Sesuai Spek, Ini 7 Proses Quality Control  Pertamina

    Produk BBM yang Dinikmati Masyarakat Pasti Sesuai Spek, Ini 7 Proses Quality Control  Pertamina

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.922
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta  – Bertugas menyalurkan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga,  Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memiliki setidaknya 7 (tujuh) proses Quality Control sebagai langkah memastikan seluruh produknya sesuai spesifikasi dan  memenuhi standar yang telah ditentukan. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa, proses Quality  Control ini dimulai sejak produk BBM […]

  • Palembang siap gelar“World Music Jazz Festival 2024”, Jawab Pj. Walikota Alasan Pilih Musik Jazz

    Palembang siap gelar“World Music Jazz Festival 2024”, Jawab Pj. Walikota Alasan Pilih Musik Jazz

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.666
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam waktu dekat berencana menggelar “World Music Jazz Festival 2024”. Para musisi musik jazz kelas dunia nantinya akan tampil memeriahkan acara yang berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB) ini.   Pj Wali Kota A Damenta mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya mengangkat wisata dan heritage Kota Palembang.   […]

  • Upayakan ‘Oplet’ Terintegerasi dengan Moda Transportasi LRT

    Upayakan ‘Oplet’ Terintegerasi dengan Moda Transportasi LRT

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang kedepan berupaya untuk mengintegerasikan seluruh moda transportasi ke Lintas Rel Terpadu /LRT, khususnya angkutan umum oplet, langkah ini diambil guna memaksimalkan angkutan umum di Kota Palembang. Selain itu, keberadaan moda transportasi yang ada saat ini, diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi para pengguna, baik dari keamanan, maupun kenyamanan. Dalam waktu […]

  • Diingatkan,  Biaya Berobat Ditanggung Pemkab Muba bukan Gratis

    Diingatkan,  Biaya Berobat Ditanggung Pemkab Muba bukan Gratis

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Sekayu– Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Kabupaten Musi Banyuasin yang terdiri dari Sekretaris Daerah Muba, Kepala BPJS Kesehatan cabang Palembang, Asisten I Sekda, OPD terkait melaksanakan Rapat Pembahasan Cakupan kepesertaan JKN-KIS Dalam Pasaca Universal Health Coverage wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Semester I Tahun 2019, Kamis (21/03/2019). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Andi Ashar AAK menjelaskan sejak […]

  • Di Muba, Selama 3 Bulan, Veteran & Janda Veteran Peroleh Bantuan Rp1,8 Juta

    Di Muba, Selama 3 Bulan, Veteran & Janda Veteran Peroleh Bantuan Rp1,8 Juta

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab. Muba memberikan bantuan kepada veteran dan janda veteran untuk meringankan beban selama terdampak covid-19. Menurut Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA anggarannya sebesar Rp131 juta untuk  73 veteran dan janda veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)  di Kabupaten Muba. Penyerahan Bantuan Sosial Tunai untuk para veteran ini  […]

expand_less
WordPress Archive Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit Ewebot – Marketing SEO Digital Agency Ewed – Wedding WordPress Theme EXA Loopmatic – Spin Anything! (For Elementor) EXA Navigator – Fullscreen Menu for Elementor EXA Showcase – Modern Image Gallery for Elementor ExchangePress | Crypto Exchanges List & Pages for WordPress Exclusive FlipBook WordPress Plugin Execoore – Tech & Fintech Crypto Elementor Template Kit Exertion – Architecture & Interior Design WordPress Theme