Uncategorized

Kita & Covid-19

Foto : istimewa

JUMLAHinfeksi kasus virus corona (covid-19) terus mengalami lonjakan dari hari ke hari. Kendati demikian, jumlah pasien yang meninggal terus meningkat dan yang dinyatakan sembuh dari virus corona juga terus mengalami peningkatan. Meski terdengar menggembirakan tetapi masayarakat masih ragu, karena kabar kesembuhan pasien Corona  itu masih mengundang keraguan.Pasalnya, dalam Situation Report yang dirilis organisasi kesehatan dunia WHO, Senin (3/2/2020), sama sekali tak ada pernyataan bahwa virus Corona sudah bisa ditangani.

WHO menyebut mereka masih, “melacak hal-hal penting yang belum diketahui (crucial unknowns) terkait keparahan klinis, tingkat penularan dan infeksi, opsi pengobatan, serta mengakselerasi pengembangan diagnostik, pengobatan terapeutik, dan vaksin.”Laporan WHO juga tidak menunjukan adanya data pasien yang sembuh. WHO hanya memaparkan jumlah pasien yang positif terinfeksi, pasien yang masih diduga terjangkit, serta pasien yang meninggal. dan ini menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah yang diharapkan masyarakat sebagai pelindung dan garda terdepan untuk menghadapi virus corona belum terlihat. Kesiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi polemic virus corona belum ada kejelasan serta Kepanikan di tingkat masyarakat itu tak lepas dari ketidakjelasan informasi pemerintah Indonesia dalam menanggapi wabah virus corona. Padahal, dalam dua bulan terakhir, setidaknya negara-negara di seluruh dunia melahirkan kebijakan masing-masing yang bisa dikatakan tegas terkait risiko wabah corona.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu (1/3) mengungkap ada pengawasan terhadap ratusan orang terkait covid-19. Sehari setelahnya, pada Senin (2/3) pagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan ada dua warga Depok yang jadi pasien positif corona.Dengan adanya pengumuman suspect virus corona di TV Nasional dapat diartikan bahwa berbanding terbalik ketika pemerintah menyatakan Indonesia negative virus corona. Dan yang lebih mencekam korban meninggal dan sakit terus meningkat bukan hanya di cina Negara-negara baru terkena  virus corona juga mengalami fluktuasi dan indonesia salah satunya.

Informasi wabah corona menjadi bayang-bayang dan menghantui kehidupan social masayarakat. Dimana Ketakutan dimulai dan dipenuhi rasa cemas dan berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Terlihat dengan suatu daerah dinyatakan adanya suspect virus corona, masyarakat panik dengan langsung memborong dan membeli kebutuhan diluar normal sehingga terjadi keributan dan saling berebut barang-barang konsumsi yang stock nya terbatas sehingga menimbulkan masalah baru yaitu bukan hanya virus corona yang membunuh tapi saudara sendiri yang punya uang berbondong-bondong memborong hingga stock barang kosong dimana dibunuh saudara sendiri dalam kelaparan. Perubahan kehidupan sosial berubah menjadi siapa yang kuat dia yang bertahan.

Ditambah sikap pemerintah tidak belajar dari polemic masker di cina dimana masyarakat kesulitan untuk mendapatkan masker jikapun ada itu pun sangat mahal. Terlihat wabah ini menjadi peluang bisnis bagi para pengusaha dan pedagang. Saat ini menjual masker baik masker dengan harga murah atau yang mahal bisa membuat keuntungan tersendiri. Apalagi jenis masker corona yakni N95 yang saat ini harganya meningkat pesat akibat pasokan yang terbatas. Harga masker ini sekarang sudah melambung menjadi jutaan per masker sehingga yang hanya bisa membeli masker hanya untuk orang yang memiliki finansial yang cukup baik.

Kemudian ekonomi secara global terganggu dimana nilai tukar Rupiah anjlok, banyak pengusaha yang rugi, kegiatan ekspor dan impor belum ada kejelasan sehingga menganggu neraca perdagangan,  perhotelan dan pariwisata ada yang tutup dan ada yang buka tetapi membatasi turis asing yang mengginap, sehingga akan berpengaruh pada pendapatan pajak dan devisa negara. jelas terlihat  virus corona Ini dampaknya panjang jadinya dan ancaman yang serius saat ini dari pada teroris.

 

Konsolidasi

Pemerintah  harus segera melakukan konsolidasi dengan berbagai instansi dalam dan luar negeri. Dalam konsep kebijakan publik, pemerintah bisa saja berdialog dan kembali menyatukan informasi menjadi sebuah kesatuan.Semua harus disatukan supaya “social trust” naik menjadi “public trust” yang mengakomodir seluruh aspek dan system sehingga tidak menimbulkan “panic trust”. Pemerintah tidak hanya untuk membeberkan jumlah pasien saja, melainkan memastikan langkah konkret pencegahan dan pengobatan risiko wabah virus corona.

Pemerintah juga bisa mengeluarkan satu protokol yang jelas dan satu komando untuk menangani risiko penyebaran virus Corona. Pemerintah harusnya bisa mengeluarkan protokol pencegahan terkait berbagai penyakit untuk diterapkan di lembaga dan masyarakat. Supaya apa? Supaya menghindari hoaks dan masyarakat tahu mana yang harus dipercaya. Protokol tersebut harus bisa diterapkan di lingkungan pemerintahan hingga direkomendasikan ke badan swasta serta memberikan masker dan hand sanitaizer  gratis kepada masyarakat agar bisa menambah public trust.

Selain masalah informasi pasien yang terduga maupun yang positif, masih ada informasi yang lebih penting yang dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan pemerintah baik pusat maupun daerah bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi mitigasi atau usaha pemerintah dengan keadaan terburuk.”Masyarakat itu sebenarnya ingin lebih diyakinkan bukan ada atau tidak ada. Tapi Apa yang sudah disiapkan pemerintah atau mitigasi terhadap kejadian ini bagaimana?. Mungkin masyarakat lebih membutuhkan informasi itu.[***]

 

Penulis : Badarudin Azarkasyi, MM

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com