Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
  • visibility 1.816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENDIDIKAN adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa sikap dan tata laku seseorang merupakan perilaku sesesorang atau kebiasaan seseorang. Perilaku tersebut apabila menyimpang dari kebiasaan yang baik dapat dikatakan perilaku tidak baik. Apabila dijabarkan lagi, perilaku tersebut dapat dikaitakan dengan moral seseorang.

Kalau kita lihat perkembangan pendidikan di Indonesai, teriutama yang berkaitan dengan moral peserta didik sangat memprihatinkan. Berita yang lagi hangat dibicarakan atau lagi viral di media massa berkenaan dengan perilaku siswa yang sudah keterlaluan terhadap guru dan juga termasuk orang yang berkerja di dalam ruang lingkup sekolah, seperti petugas kebersihan sekolah. Yang pertama adalah siswa yang marah terhadap gurunya yang telah menegurnya karena siswa tersebut berbuat onar di kelas.

Bahkan, di dalam video tersebut siswa membentak dan mencengkeram kerah baju gurunya. Peristiwa yang kedua, beberapa siswa mengeroyok pegawai kebersihan hingga terluka. Lebih miris lagi, salah satu orang tua siswa tersebut ikut mengeroyok petugas kebersihan itu. Bukannya menasehati anaknya, justru orang tua terlibat di dalam aksi yang tidak terpuji tersebut.

Perilaku para siswa di atas mencerminkan betapa moral mereka telah disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak terpuji. Mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perilaku sebagai seorang siswa yang terpelajar.

Seharusnya, perbuatan, sikap dan tutur kata sejalan dengan moral yang baik. Moral merupakan norma yang menetapkan perilaku yang harus diambil pada suatu saat sebelum kita dituntut bertindak (K. Bertens, 2002). Dalam kasus para siswa yang melakukan perbuatan tersebut, perbuatan mereka dapat dikatakan tidak bermoral karena moral dapat dinilai dari perbuatan baik atau buruk perilaku manusia itu sendiri. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakatan secara utuh.

Berbeda dengan pendidikan beberapa tahun silam, sebelum masa reformasi, siswa masih menjunjung tinggi nilai moral. Hampir jarang sekali kita mendengar dan menyaksikan siswa yang berani menentang guru. Siswa yang nakal akan diberi hukuman oleh guru mereka dan siswa pun tidak berani melakukan pembalasan terhadap guru. Hukuman yang diberikan guru kepada siswa yang bermasalah dan membuat keonaran di sekolah adalah wajar selagi hukuman tersebut bersifat mendidik.

Hal ini berbeda dengan pendidikan di era globalisasi. Perkembangan globalisasi telah memudahkan teknologi komunikasi yang memudahkan masyarakat termasuk siswa mendapat informasi dari mana saja di belahan bumi ini. Globalisai juga berdampak terhadap budaya.

Budaya westernisasi sedikit banyak telah mempengaruhi perilaku siswa. Sedikit banyak budaya Timur yang menjunjung tatakrama dan sopan santun mulai tergerus. Di sinilah pentingnya pendidikan moral. Pendidikan moral dimulai dari pendidikan keluarga. Sebisa mungkin dimulai dari anak usia dini.

Anak diajarkan dengan pembiasaan dari orang tua. Setelah anak sudah mulai berpikir logis, perlu ditanamkan nilai-nilai moral tentang kebaikan. Anak akan berproses menerima pengajaran moral tersebut sehingga saat mereka sudah dewasa akan dapat menilai baik dan buruk perbuatan yang dilakukannya.

Permasalahan dalam pendidikan di era globalisasi ini adalah sekolah terkadang lebih mengutamakan nilai kognitif, ketimbang nilai moral, lebih khusus lagi nilai-nilai agama. Kenyataan di lapangan seperti itulah yang sering terjadi. Seharusnya, tingkat keberhasilan nilai kognitif sebanding dengan nilai moral yang ditunjukkan oleh sekolah yang bersangkutan.

Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi permasalahan di atas. Siswa dengan mudah mendapatkan tontonan-tontonan kekerasan di daring. Tidak ada sekat, semuanya dengan mudah didapat. Semua yang didapat oleh siswa tersebut jika tidak ada penyaring atau filternya, ini akan menjadi hal yang dianggap biasa.

Pendidikan moral diselaraskan dengan nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Semua itu sebagai antisipasi agar siswa terhindar dari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama yang mereka yakini. Hal ini sebagai pondasi awal dan selanjutnya akan membentuk generasi yang bermoral dan berkualitas.[**]

 

Penulis : Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pilar Pencegah Korupsi

    Dua Pilar Pencegah Korupsi

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.871
    • 0Komentar

    ‘INDONESIA darurat korupsi’, bagaimana tidak? Hampir setiap hari kita disuguhkan berita tentang pelaku korupsi. Parahnya, virus korupsi banyak menjangkiti wakil rakyat, virus ini menyebar dari pusat sampai ke daerah perdesaan. Entah sudah berapa banyak pejabat pusat sampai kepala desa yang ditangkap gara-gara korupsi. Para wakil rakyat seolah kesurupan ‘hantu serakah’, alih-alih memikirkan nasib rakyat, mereka malah sibuk memperkaya diri sendiri dengan […]

  • Bentuk Tim Saber DBD, Basmi DBD

    Bentuk Tim Saber DBD, Basmi DBD

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

      KENDATI pandemi Covid-19 belum berakhir tidak membuat Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengendorkan pengawasan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dimana pada tahun sebelumnya Kecamatan Bayung Lencir termasuk daerah cukup tinggi pada kasus DBD. Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir membentuk tim sabu bersih (Saber) dalam memberantas DBD khusus di  Kecamatan Bayung […]

  • Pahlawan Tanpa Jubah

    Pahlawan Tanpa Jubah

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Sungai itu, seakan tahu betapa beratnya beban yang dipikul oleh Mahisa dan suaminya, Holian. Dua hari lalu, keduanya jatuh ke dalam arus yang tak kenal ampun. Desa Tanjung Agung Barat, Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan yang biasanya sunyi, mendadak riuh dengan suara teriakan dan langkah panik. “Mahisa! Holian! Di mana kalian?” suara Lita, anak muda […]

  • BNPT – Jepang Waspadai Teroris Melalui Media

    BNPT – Jepang Waspadai Teroris Melalui Media

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.062
    • 0Komentar

    BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus menggencarkan penanggulangan terorisme di media sosial melalui pendekatan lunak (soft approach) dan meningkatkan keamanan siber (cyber security) dengan melaksanakan kerjasama dengan Jepang. Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan untuk memperkuat upaya penanggulangan terorisme itu, pihaknya melakukan pertemuan bersama Counter Terrorism Unit-Japan (CTU-Japan), yang merupakan tindak lanjut diskusi Counter Terrorism […]

  • Kata Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi di Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVII

    Kata Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi di Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVII

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan kepala daerah se Indonesia menghadiri upacara pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otodap) XXVIII yang digelar di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024). Salah satu diantaranya adalah Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi yang hadir bersama para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia tersebut. Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otodap) XXVIII dihadiri langsung oleh […]

  • PT Pelindo Digabungkan, Ini  untuk Tingkatkan Daya Saing

    PT Pelindo Digabungkan, Ini untuk Tingkatkan Daya Saing

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan penggabungan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia terutama biaya logistik. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kemaren. “Apa yang ingin […]

expand_less
WordPress Archive Pasto – Restaurant & Cafe Responsive WordPress Theme Path WordPress Theme Patholab – Laboratory & Science Research WordPress Theme PathWell | A Senior Care Hospital WordPress Theme PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme