Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
  • visibility 1.811
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENDIDIKAN adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa sikap dan tata laku seseorang merupakan perilaku sesesorang atau kebiasaan seseorang. Perilaku tersebut apabila menyimpang dari kebiasaan yang baik dapat dikatakan perilaku tidak baik. Apabila dijabarkan lagi, perilaku tersebut dapat dikaitakan dengan moral seseorang.

Kalau kita lihat perkembangan pendidikan di Indonesai, teriutama yang berkaitan dengan moral peserta didik sangat memprihatinkan. Berita yang lagi hangat dibicarakan atau lagi viral di media massa berkenaan dengan perilaku siswa yang sudah keterlaluan terhadap guru dan juga termasuk orang yang berkerja di dalam ruang lingkup sekolah, seperti petugas kebersihan sekolah. Yang pertama adalah siswa yang marah terhadap gurunya yang telah menegurnya karena siswa tersebut berbuat onar di kelas.

Bahkan, di dalam video tersebut siswa membentak dan mencengkeram kerah baju gurunya. Peristiwa yang kedua, beberapa siswa mengeroyok pegawai kebersihan hingga terluka. Lebih miris lagi, salah satu orang tua siswa tersebut ikut mengeroyok petugas kebersihan itu. Bukannya menasehati anaknya, justru orang tua terlibat di dalam aksi yang tidak terpuji tersebut.

Perilaku para siswa di atas mencerminkan betapa moral mereka telah disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak terpuji. Mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perilaku sebagai seorang siswa yang terpelajar.

Seharusnya, perbuatan, sikap dan tutur kata sejalan dengan moral yang baik. Moral merupakan norma yang menetapkan perilaku yang harus diambil pada suatu saat sebelum kita dituntut bertindak (K. Bertens, 2002). Dalam kasus para siswa yang melakukan perbuatan tersebut, perbuatan mereka dapat dikatakan tidak bermoral karena moral dapat dinilai dari perbuatan baik atau buruk perilaku manusia itu sendiri. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakatan secara utuh.

Berbeda dengan pendidikan beberapa tahun silam, sebelum masa reformasi, siswa masih menjunjung tinggi nilai moral. Hampir jarang sekali kita mendengar dan menyaksikan siswa yang berani menentang guru. Siswa yang nakal akan diberi hukuman oleh guru mereka dan siswa pun tidak berani melakukan pembalasan terhadap guru. Hukuman yang diberikan guru kepada siswa yang bermasalah dan membuat keonaran di sekolah adalah wajar selagi hukuman tersebut bersifat mendidik.

Hal ini berbeda dengan pendidikan di era globalisasi. Perkembangan globalisasi telah memudahkan teknologi komunikasi yang memudahkan masyarakat termasuk siswa mendapat informasi dari mana saja di belahan bumi ini. Globalisai juga berdampak terhadap budaya.

Budaya westernisasi sedikit banyak telah mempengaruhi perilaku siswa. Sedikit banyak budaya Timur yang menjunjung tatakrama dan sopan santun mulai tergerus. Di sinilah pentingnya pendidikan moral. Pendidikan moral dimulai dari pendidikan keluarga. Sebisa mungkin dimulai dari anak usia dini.

Anak diajarkan dengan pembiasaan dari orang tua. Setelah anak sudah mulai berpikir logis, perlu ditanamkan nilai-nilai moral tentang kebaikan. Anak akan berproses menerima pengajaran moral tersebut sehingga saat mereka sudah dewasa akan dapat menilai baik dan buruk perbuatan yang dilakukannya.

Permasalahan dalam pendidikan di era globalisasi ini adalah sekolah terkadang lebih mengutamakan nilai kognitif, ketimbang nilai moral, lebih khusus lagi nilai-nilai agama. Kenyataan di lapangan seperti itulah yang sering terjadi. Seharusnya, tingkat keberhasilan nilai kognitif sebanding dengan nilai moral yang ditunjukkan oleh sekolah yang bersangkutan.

Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi permasalahan di atas. Siswa dengan mudah mendapatkan tontonan-tontonan kekerasan di daring. Tidak ada sekat, semuanya dengan mudah didapat. Semua yang didapat oleh siswa tersebut jika tidak ada penyaring atau filternya, ini akan menjadi hal yang dianggap biasa.

Pendidikan moral diselaraskan dengan nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Semua itu sebagai antisipasi agar siswa terhindar dari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama yang mereka yakini. Hal ini sebagai pondasi awal dan selanjutnya akan membentuk generasi yang bermoral dan berkualitas.[**]

 

Penulis : Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga BSD Sako Manfaatkan Latdur untuk Bercocok Tanam, Walkot Palembang : Camat Lain Gimana ?

    Warga BSD Sako Manfaatkan Latdur untuk Bercocok Tanam, Walkot Palembang : Camat Lain Gimana ?

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang mengapresiasi kelompok swadaya masyarakat Komplek Bumi Sako Damai (BSD) Kecamatan Sako yang telah membuat ide kreatif dalam memanfaatkan lahan tidur dengan cara bercocok tanam. Ditengah kondisi pandemi saat ini, inovasi serta ide kreatif yang digagas oleh sekompok masyarakat tersebut merupakan langkah awal untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan pangan saat ini. Hal ini dibenarkan […]

  • Marinus Wanewar Pilih Persis Solo, Muba United Gigit Jari

    Marinus Wanewar Pilih Persis Solo, Muba United Gigit Jari

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    KENDATI kompetisi Liga 2 belum bergulir namun geliat bursa transfer pemain semakin gencar dilakukan kontestan tim baik dari Liga 1 maupun kast kedua Liga 2. Hal itulah yang dirasakan manajemen klub Muba Babel United. Klub berjuluk Laskar Ranggonang itu harus gigit jari lantaran pemain incarannya Marinus Wanewar yang sebelumnya digadang-gadang telah sepakat bergabung dengan MBU memastikan […]

  • Menkumham RI  : Ini  ‘Legacy’ Terbaik Gubernur Sumsel, Apa Aja ?

    Menkumham RI  : Ini  ‘Legacy’ Terbaik Gubernur Sumsel, Apa Aja ?

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Mulai dari Ligh Rail Transit (LRT) yang sudah mendahului Jakarta dan pembangunan rumah sakit berkelas international. 

  • Gubernur Sumsel Raih Penghargaan Honorary Head Coach dari Jr.NBA 

    Gubernur Sumsel Raih Penghargaan Honorary Head Coach dari Jr.NBA 

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Alex Noerdin  raih penghargaan sebagai Honorary Head Coach atau Pelatih Kepala Kehormatan dari Junior National Basketball Association (Jr.NBA), Senin (3/9/2018). Penghargaan pertama kali di Asia ini diserahkan langsung oleh  Associate Vice President – Global Marketing Partnerships NBA Asia Limited Jim Wong. Penghargaan ini merupakan wujud terimakasih atas dukungan Gubernur Sumsel […]

  • Komunikasi Ratu Dewa dengan BPKAD terkait soal kesejahteraan guru

    Komunikasi Ratu Dewa dengan BPKAD terkait soal kesejahteraan guru

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat [Pj] Walikota Palembang Ratu Dewa mengaku sudah berkomunikasi  dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPKAD) terkait kesejahteraan guru, yakni agar insentif para guru dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah yang selanjutnya disebut BOSDA untuk dipercepat pencairanya. “Jika urusan seperti ini saya selalu utamakan untuk kesejahteraan guru. Dalam pembelajaran diera digitalisasi, tentunya guru harus […]

  • Terjadi Pertengahan April, RI Kencam Kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa

    Terjadi Pertengahan April, RI Kencam Kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 623
    • 0Komentar

    INDONESIA mengecam aksi kekerasan bersenjata oleh pasukan Israel terhadap warga Palestina kompleks Masjid Al Aqsa, Kota Yerussalem atau Al Quds pada 15 April 2022 karena itu perbuatan tidak manusiawi. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam akun Twitter resmi, Sabtu (16/4/2022). “Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus […]

expand_less
WordPress Archive Pasto – Restaurant & Cafe Responsive WordPress Theme Path WordPress Theme Patholab – Laboratory & Science Research WordPress Theme PathWell | A Senior Care Hospital WordPress Theme PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme