Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
  • visibility 1.828
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENDIDIKAN adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa sikap dan tata laku seseorang merupakan perilaku sesesorang atau kebiasaan seseorang. Perilaku tersebut apabila menyimpang dari kebiasaan yang baik dapat dikatakan perilaku tidak baik. Apabila dijabarkan lagi, perilaku tersebut dapat dikaitakan dengan moral seseorang.

Kalau kita lihat perkembangan pendidikan di Indonesai, teriutama yang berkaitan dengan moral peserta didik sangat memprihatinkan. Berita yang lagi hangat dibicarakan atau lagi viral di media massa berkenaan dengan perilaku siswa yang sudah keterlaluan terhadap guru dan juga termasuk orang yang berkerja di dalam ruang lingkup sekolah, seperti petugas kebersihan sekolah. Yang pertama adalah siswa yang marah terhadap gurunya yang telah menegurnya karena siswa tersebut berbuat onar di kelas.

Bahkan, di dalam video tersebut siswa membentak dan mencengkeram kerah baju gurunya. Peristiwa yang kedua, beberapa siswa mengeroyok pegawai kebersihan hingga terluka. Lebih miris lagi, salah satu orang tua siswa tersebut ikut mengeroyok petugas kebersihan itu. Bukannya menasehati anaknya, justru orang tua terlibat di dalam aksi yang tidak terpuji tersebut.

Perilaku para siswa di atas mencerminkan betapa moral mereka telah disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak terpuji. Mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perilaku sebagai seorang siswa yang terpelajar.

Seharusnya, perbuatan, sikap dan tutur kata sejalan dengan moral yang baik. Moral merupakan norma yang menetapkan perilaku yang harus diambil pada suatu saat sebelum kita dituntut bertindak (K. Bertens, 2002). Dalam kasus para siswa yang melakukan perbuatan tersebut, perbuatan mereka dapat dikatakan tidak bermoral karena moral dapat dinilai dari perbuatan baik atau buruk perilaku manusia itu sendiri. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakatan secara utuh.

Berbeda dengan pendidikan beberapa tahun silam, sebelum masa reformasi, siswa masih menjunjung tinggi nilai moral. Hampir jarang sekali kita mendengar dan menyaksikan siswa yang berani menentang guru. Siswa yang nakal akan diberi hukuman oleh guru mereka dan siswa pun tidak berani melakukan pembalasan terhadap guru. Hukuman yang diberikan guru kepada siswa yang bermasalah dan membuat keonaran di sekolah adalah wajar selagi hukuman tersebut bersifat mendidik.

Hal ini berbeda dengan pendidikan di era globalisasi. Perkembangan globalisasi telah memudahkan teknologi komunikasi yang memudahkan masyarakat termasuk siswa mendapat informasi dari mana saja di belahan bumi ini. Globalisai juga berdampak terhadap budaya.

Budaya westernisasi sedikit banyak telah mempengaruhi perilaku siswa. Sedikit banyak budaya Timur yang menjunjung tatakrama dan sopan santun mulai tergerus. Di sinilah pentingnya pendidikan moral. Pendidikan moral dimulai dari pendidikan keluarga. Sebisa mungkin dimulai dari anak usia dini.

Anak diajarkan dengan pembiasaan dari orang tua. Setelah anak sudah mulai berpikir logis, perlu ditanamkan nilai-nilai moral tentang kebaikan. Anak akan berproses menerima pengajaran moral tersebut sehingga saat mereka sudah dewasa akan dapat menilai baik dan buruk perbuatan yang dilakukannya.

Permasalahan dalam pendidikan di era globalisasi ini adalah sekolah terkadang lebih mengutamakan nilai kognitif, ketimbang nilai moral, lebih khusus lagi nilai-nilai agama. Kenyataan di lapangan seperti itulah yang sering terjadi. Seharusnya, tingkat keberhasilan nilai kognitif sebanding dengan nilai moral yang ditunjukkan oleh sekolah yang bersangkutan.

Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi permasalahan di atas. Siswa dengan mudah mendapatkan tontonan-tontonan kekerasan di daring. Tidak ada sekat, semuanya dengan mudah didapat. Semua yang didapat oleh siswa tersebut jika tidak ada penyaring atau filternya, ini akan menjadi hal yang dianggap biasa.

Pendidikan moral diselaraskan dengan nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Semua itu sebagai antisipasi agar siswa terhindar dari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama yang mereka yakini. Hal ini sebagai pondasi awal dan selanjutnya akan membentuk generasi yang bermoral dan berkualitas.[**]

 

Penulis : Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program “KM FT Berkurban”

    Program “KM FT Berkurban”

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    GUBERNUR Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik, M. Ikhsan Rivaldi, Jurusan Teknik Mesin 2017 menginisiasikan Program “KM FT Berkurban” setelah 5 periode kepengurusan BEM KM FT UNSRI absen dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1441 H. Project KM FT Berkurban berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa (ormawa) dan himpunan mahasiswa jurusan (hmj) dalam lingkup Fakultas Teknik. KM FT […]

  • 76 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Minta Semangat Gotong-Royong Harus Melekat Dalam Jiwa

    76 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Minta Semangat Gotong-Royong Harus Melekat Dalam Jiwa

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo mengatakan semangat gotong-royong yang diwariskan oleh para pendiri bangsa harus selalu melekat dalam jiwa. Sehingga, setiap tantangan yang dihadapi bangsa ke depan, dapat senantiasa diatasi oleh berbagai lapisan masyarakat. “Diwarisi oleh para pendiri bangsa akan selalu melekat dalam jiwa kita laksana api yang menyala-nyala,” ujar Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam […]

  • Gubernur : Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat   Miliki Peran Penting  Pertahankan Sumsel Zero Konflik

    Gubernur : Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat   Miliki Peran Penting  Pertahankan Sumsel Zero Konflik

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    MAJUNYA pembangunan fisik  dan  mental  spiritual di Sumatera Selatan (Sumsel) tentunya tak lepas dari peran serta para Tokoh Agama  (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) . Hal ini juga  tak lepas  dari sinergitas yang dibangun secara baik oleh  Gubernur  H Herman Deru. Bahkan untuk mengeratkan kekompakan serta  sinergi dengan tokoh  agama, Herman Deru  melakukan silaturahmi dengan […]

  • Asa dari DWP Kabupaten Muba saat rayakan HUT DWP ke- 23

    Asa dari DWP Kabupaten Muba saat rayakan HUT DWP ke- 23

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sekayu – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, bertempat di Gedung DWP Sekayu, Rabu (21/12/2022). perayaan kali ini mengusung tema “Membangun Perempuan Cerdas Untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital.”   Dalam sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ibu Franka Makarim yang dibacakan Ketua […]

  • PA Pengembangan Energi Terbarukan dengan Swiss Ditandatangani

    PA Pengembangan Energi Terbarukan dengan Swiss Ditandatangani

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.857
    • 0Komentar

    PROJECT Arrangement (PA) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan The State Secretariat for Economic Affairs of the Swiss Confederation diwakili Kurt Kunz, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN ditandatangani pada Rabu (2/12/2020) dengan lingkup pengembangan Energi Terbarukan. PA ini merupakan turunan serta tindak lanjut dari Nota […]

  • Gubernur  Harapkan Alumni STIQ Al- Lathifyyah  Terus Syiarkan Islam Dengan  Ilmu Al- Qur’an 

    Gubernur  Harapkan Alumni STIQ Al- Lathifyyah  Terus Syiarkan Islam Dengan  Ilmu Al- Qur’an 

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru hadiri Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Al- Lathifyyah Palembang, di Ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (21/5). Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku bangga kepada pendiri dan penurus STIQ Al-Qur’an Al-Lathifyyah yang mampu mendirikan STIQ pertama di Kota Palembang. “Bangga sekali rasanya bisa hadir disini secara langsung, rasa […]

expand_less
WordPress Archive Pasto – Restaurant & Cafe Responsive WordPress Theme Path WordPress Theme Patholab – Laboratory & Science Research WordPress Theme PathWell | A Senior Care Hospital WordPress Theme PathWell | Senior Care WordPress Theme PatioTime – Restaurant WordPress Theme Patker – Pet Care and Veterinary WordPress Theme Patte – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Pause – Blog & Magazine Elementor Template Kit Pawly – Responsive Pet Store WooCommerce Theme