Kapolda Rangkul 61 Kampus, Narkoba hingga Karhutla Jadi PR Sumsel
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemberantasan narkoba, penanganan premanisme, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama di Sumatera Selatan. Kepolisian pun membuka ruang kerja sama dengan kalangan akademisi untuk mendukung penanganan berbagai persoalan tersebut.
Langkah itu dilakukan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., melalui pertemuan dengan 61 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sumatera Selatan di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ballroom Lantai 7 Gedung Utama Mapolda Sumsel tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”.
Dalam forum itu, perguruan tinggi didorong mengambil bagian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Keterlibatan akademisi diharapkan tidak sebatas dukungan moral, tetapi juga melalui pemikiran, penelitian, dan kajian yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menangani persoalan di daerah.
Salah satu perhatian dibahas adalah karhutla. Polda Sumsel menyatakan tetap mengedepankan pencegahan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam penanganan perkara yang melibatkan korporasi.
Dukungan kalangan akademisi diharapkan dapat memperkuat pendekatan pencegahan melalui penelitian dan kajian lingkungan. Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan dapat membantu merumuskan langkah penanganan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Selain karhutla, peredaran narkoba dan premanisme juga menjadi isu yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Upaya penanganannya perlu berjalan seiring dengan edukasi, peningkatan kesadaran hukum, dan pembinaan generasi muda.
Kapolda Sumsel menegaskan, menjaga stabilitas keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan unsur masyarakat lainnya diperlukan untuk menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman serta mendukung kelancaran aktivitas sosial maupun ekonomi.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyambut baik keterbukaan Polda Sumsel dalam membahas persoalan sosial dan keamanan bersama perguruan tinggi.
Ia menyampaikan kesiapan kalangan akademisi untuk berkontribusi melalui sumbangan pemikiran, riset ilmiah, dan kajian yang solutif. Kontribusi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan masalah lingkungan, peredaran narkoba, serta pembinaan generasi muda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pertemuan tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi dan masukan dari dunia pendidikan.
Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berlanjut menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat edukasi dan mendorong penyelesaian persoalan secara bersama-sama.
Pertemuan itu turut dihadiri Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Iwan Sonjaya, S.I.K., para pejabat utama Polda Sumsel, para Kapolres jajaran, serta pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi se-Sumatera Selatan.
Pelibatan 61 perguruan tinggi menjadi ruang bagi kepolisian dan akademisi untuk menyatukan pemikiran dalam menghadapi persoalan daerah.
Ke depan, kontribusi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penanganan narkoba, premanisme, dan karhutla, sekaligus memperkuat situasi keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
