Rabu, 26 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Saat Pandemi, Presiden Minta Lembaga Pendidikan Tinggi Kembangkan Inovasi

Saat Pandemi, Presiden Minta Lembaga Pendidikan Tinggi Kembangkan Inovasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • visibility 799
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANDEMI Covid-19 telah berdampak besar pada sejumlah sektor kehidupan, bukan hanya kesehatan dan ekonomi, melainkan juga pada dunia pendidikan. Proses pendidikan harus dijalankan dengan pembatasan interaksi dan pertemuan fisik. Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga merupakan sebuah ujian bagi ketangguhan bangsa untuk mengukur sejauh mana bangsa Indonesia mampu menghadapi tekanan di segala bidang, termasuk ketangguhan dunia pendidikan Indonesia.

Saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2021, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pandemi Covid-19 juga membuka langkah-langkah inovatif yang bisa dilanjutkan nantinya setelah pandemi usai.

“Kita memang harus berjuang membebaskan rakyat Indonesia dari ancaman Covid-19. Tetapi, masih banyak langkah-langkah inovatif yang muncul karena pandemi ini. Kita harus semakin mengembangkannya. Kita teruskan di pascapandemi nanti,” ujar Presiden Joko Widodo sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kemaren.

Menurut Presiden, pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi dan menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Perubahan lanskap sosial budaya, ekonomi, politik, mengalami perubahan besar akibat revolusi industri 4.0. Teknologi cloud computing, internet of things, artificial intelligence, big-data analytics, advanced robotics, hingga virtual reality telah membawa perubahan di semua bidang.

“Kita harus akui bahwa teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan telah terdisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam e-payment. Dunia kedokteran dan farmasi semakin terdisrupsi oleh healthtech. Profesional hukum juga mulai diguncang oleh recthtech. Dan dunia pendidikan telah terdisrupsi besar-besaran oleh edutech,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Presiden berpandangan bahwa lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions. Menurutnya, teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital.

Lebih jauh, pembelajaran digital bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapa pun, di mana pun, dan tentang apa pun. Pembelajaran dari para praktisi, termasuk pelaku industri, sangat penting untuk difasilitasi.

“Kurikulum harus memberikan bobot SKS yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. Eksposur mahasiswa dan dosen kepada industri teknologi masa depan harus ditingkatkan. Pengajar dan mentor dari pelaku industri, magang mahasiswa ke dunia industri, dan bahkan industri sebagai tenant di dalam kampus harus ditambah, termasuk organisasi praktisi lainnya juga harus diajak berkolaborasi,” paparnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga memandang bahwa lembaga pendidikan tinggi harus bekerja untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa, memecahkan masalah-masalah sosial dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan inovasi secara berkelanjutan. Perspektif kewirausahaan juga sangat penting agar perguruan tinggi bisa melakukan upaya secara berkelanjutan. Selain memperkokoh karakter kebangsaan berdasarkan Pancasila, para mahasiswa harus dididik dalam ekosistem tersebut, yaitu ekosistem yang mendorong socio-techno innopreneur, memecahkan masalah sosial dengan memanfaatkan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan.

Oleh karena itu, para mahasiswa harus difasilitasi untuk mampu bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi, harus mampu menjadi industriawan yang menciptakan lapangan kerja, mampu meningkatkan status sosial yang membuat dirinya naik kelas, dan menjadikan UMKM Indonesia juga naik kelas bersama-sama. Untuk memudahkan institusi kampus mewujudkan hal-hal tersebut, cara-cara baru harus dilakukan.

“Menurut saya, tugas itu akan jauh lebih ringan jika kita bersedia melakukannya dengan cara-cara baru. Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar adalah salah satu instrumen penting untuk itu. Mahasiswa bisa belajar kepada siapa saja, di mana saja yang dirasa penting untuk mempersiapkan masa depan mereka dan masa depan bangsa. Mahasiswa harus di-update dengan perkembangan terkini dan perkembangan ke depan,” ujar dia. Kominfo (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPPO Luncurkan Tantangan Inspirasi 2023, Investasikan USD 0.000 untuk Memanggil Solusi Teknis Inovatif

    OPPO Luncurkan Tantangan Inspirasi 2023, Investasikan USD $440.000 untuk Memanggil Solusi Teknis Inovatif

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

      SHENZHEN, CHINA – OPPO Research Institute, bersama dengan mitra global Qualcomm Technologies, GSMA 5G IN, Amazon Web Services, dan LinkedIn, mengumumkan peluncuran OPPO Inspiration Challenge 2023 pada Hari Senyum Sedunia. Berdasarkan proposisi merek “Inspiration Ahead”, OPPO dan mitra ekosistem teknologi globalnya bertujuan untuk menghadirkan solusi baru dan inovatif dalam kehidupan dengan menyediakan peluang pendanaan, […]

  • Greenpeace  

    Greenpeace  

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Wah, tahun 2022 sudah berakhir ya. Bagaimana perjalananmu tahun lalu,? Kami ucapkan selamat untuk kamu yang sudah berjuang untuk mewujudkan bucket list di tahun ini  Bagi Greenpeace Indonesia, tahun lalu memiliki tantangannya sendiri untuk melakukan kerja kampanye. Sepanjang tahun ini, tiada bulan dilewati tanpa kerja kampanye untuk memperjuangkan keselamatan lingkungan di Indonesia. Setiap kemenangan yang diraih […]

  • Sekda Nasrun Umar Rekomendasikan DWP Sumsel Tetap Kelola Aset Gedung Wanita

    Sekda Nasrun Umar Rekomendasikan DWP Sumsel Tetap Kelola Aset Gedung Wanita

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 851
    • 0Komentar

    SEKDA Sumsel H Nasrun Umar merekomendasikan kepada Pemprov Sumsel agar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel tetap menjadi pengelola aset milik pemprov yakni gedung wanita sriwijaya yang berlokasi di jalan Rajawali. Hal itu dikemukakan Nasrun Umar saat memimpin rapat membahas pengelolaan dan pemanfaatan aset gedung bersama DWP Sumsel dan OPD terkait di ruang rapat Sekda, Senin […]

  • Pemkot Palembang Perkuat Upaya Hapus Stigma ODGJ

    Pemkot Palembang Perkuat Upaya Hapus Stigma ODGJ

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMMSELTERKINI.CO.ID – Pemkot Palembang memperkuat upaya menghapus stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kesehatan jiwa. Langkah ini menjadi fokus dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM) Tahun 2026 digelar di Ruang Rapat Parameswara, Kamis (30/7/2026). Melalui forum itu, pemerintah kota ingin memastikan layanan kesehatan jiwa […]

  • Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

    Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    PERNAH dengar pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”?, Nah, pepatah itu sepertinya cocok banget buat menggambarkan bagaimana sebuah desa wisata bisa menjelma jadi magnet baru pariwisata di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025). Bukan karena jurus sulap ala pesulap topi tinggi, tapi karena adanya kolaborasi 5 pihak alias pentahelix, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan […]

  • Sotir Surat Suara, KPU Palembang Upah Masyarakat Rp100 per lembar

    Sotir Surat Suara, KPU Palembang Upah Masyarakat Rp100 per lembar

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang memperdayakan masyarakat untuk membantu menyotir dan melipat surat suara yang akan digunakan untuk Pilpres dan Pileg. Masyarakat yang membantu itu diberi upah Rp100 per lembar surat suara. Pantauan dilapangan, ratusan masyarakat yang melakukan penyotiran dan pelipatan surat suara dilakukan pengawasan dari petugas KPU, Bawaslu, Polisi hingga Sat Pol PP. […]

expand_less
WordPress Archive Social Share & Locker Pro Pack (W&B) Social Share & Locker Pro WordPress Plugin Social Share Page Views AddOn – WordPress Social Share top Bar AddOn – WordPress Social Store Locator – Reviews & Ratings Add-on Social Stream for WordPress — Add Facebook Youtube Instagram Feed to WordPress Social Timeline – WordPress Social Stream Social Wall Addon for UserPro Social Warfare – Pro SocialChef – Social Recipe WordPress Theme