Palembang Panas, Kabut Asap Masih Jadi Ancaman
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 28 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Cuaca panas dan kabut asap masih menjadi perhatian warga Palembang. Meski kualitas udara dilaporkan membaik dibandingkan kondisi ekstrem pada awal Oktober, masyarakat tetap perlu waspada terhadap paparan partikel halus yang dapat mengganggu kesehatan.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (19/10/2026) pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca tercatat berasap dengan suhu 30 derajat Celsius dan jarak pandang mencapai 5 kilometer.
Dalam prakiraan per jam berikutnya, jarak pandang diperkirakan berada di kisaran 3 kilometer. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi warga yang berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan.
Suhu udara Palembang juga diprakirakan mencapai sekitar 35–36 derajat Celsius pada siang hari. Perpaduan cuaca panas dan udara kabur membuat masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Data kualitas udara juga menunjukkan bahwa kondisi belum sepenuhnya aman. Pemantauan PM2.5 di Musi 2 pada Minggu (18/10/2026) pukul 14.00 WIB mencatat konsentrasi partikel halus sebesar 88,6 mikrogram per meter kubik, yang masuk kategori tidak sehat.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan, oleh karena itu, langit yang terlihat lebih terang tidak selalu berarti kualitas udara sudah aman.
Sebelumnya akhir pekan lalu, Pemerintah Kota Palembang membagikan 15.000 masker gratis secara serentak di sejumlah persimpangan jalan utama. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat yang tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai.
Pembagian masker merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam, dengan melibatkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan lampu merah Angkatan 66 dan Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I). “Kegiatan hari ini kita serentak, instruksi Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Kita membagikan masker di setiap persimpangan yang ada di Kota Palembang,” ujar Aprizal Hasyim.
Sebanyak 15.000 masker dibagikan langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Penerimanya meliputi pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, serta warga yang melintas di lokasi pembagian. Pemkot berharap masker dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Aprizal juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan membutuhkan keterlibatan pemerintah sekaligus kesadaran masyarakat.
Ia turut mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena dapat menambah asap dan mencemari udara.
“Kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Karena ini berpotensi menimbulkan asap, mencemari udara, serta mengganggu kesehatan,” pungkas Aprizal.
Pembagian masker menjadi salah satu langkah perlindungan bagi warga yang beraktivitas di jalan. Namun, upaya tersebut perlu diiringi dengan kebiasaan menjaga kesehatan dan mencegah munculnya sumber asap baru.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika udara berasap. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan perhatikan kondisi anak-anak, lansia, serta orang yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Warga juga diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran, aktivitas tersebut dapat memperburuk pencemaran udara.
Perkembangan cuaca dan kualitas udara Palembang tetap perlu dipantau melalui pembaruan BMKG. Meski kondisi udara menunjukkan perbaikan, kewaspadaan masyarakat masih diperlukan selama kabut asap dan cuaca panas berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
