Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Gempa NTT Mengguncang Palue, Bantuan Kemensos Dikirim via Helikopter dan Kapal Ferry

Gempa NTT Mengguncang Palue, Bantuan Kemensos Dikirim via Helikopter dan Kapal Ferry

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa NTT membuat Pulau Palue di Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius pemerintah. Dampak gempa di kawasan tersebut cukup parah sehingga bantuan kebutuhan darurat harus dikirim menggunakan helikopter dan kapal ferry.

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim berbagai kebutuhan untuk warga terdampak di Palue. Bantuan itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang masih menghadapi situasi darurat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kondisi di Palue cukup berat berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan.

“Di sana ternyata dampaknya sangat parah,” kata Agus Jabo.

Ia sebelumnya berada di Flores selama dua hari untuk melihat langsung penanganan bencana. Selain Palue, Agus juga meninjau Kabupaten Manggarai, termasuk Kecamatan Reok yang mengalami dampak cukup berat.

Menurut Agus, kebutuhan warga di sejumlah lokasi masih berfokus pada keperluan dasar. Makanan, tenda, pakaian, selimut, serta perlengkapan untuk perempuan dan anak menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Pemerintah juga masih mendata warga yang berada di lokasi sulit dijangkau. Saat ini terdapat tiga kondisi pengungsi yang menjadi perhatian, yakni mereka yang tinggal di shelter, pengungsi mandiri, dan warga yang berada di wilayah terisolir.

Akses menuju sejumlah lokasi terdampak juga belum sepenuhnya pulih. Longsor dan material batu menutup beberapa ruas jalan sehingga pemerintah perlu segera membuka kembali jalur tersebut.

Selain akses jalan, pemerintah turut menangani jaringan listrik dan sinyal komunikasi yang terdampak bencana.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 sendiri berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota. Di NTT, wilayah terdampak meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

Data hingga 18 Agustus mencatat 70 orang meninggal dunia dan 665 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 31.220 orang mengungsi, sedangkan 16.411 keluarga terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada 12.153 rumah. Sebanyak 6.578 rumah masuk kategori rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.

Sejumlah fasilitas publik ikut terdampak. Pemerintah mencatat kerusakan pada 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan, 116 fasilitas umum, 157 rumah ibadah, 171 kantor, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, satu gudang Bulog, 34 fasilitas lainnya, serta lima jembatan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos telah menyiapkan dukungan senilai Rp14,652 miliar untuk penanganan darurat gempa.

Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk 48 ton beras reguler senilai Rp672 juta, 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar, perlengkapan pengungsian dan dapur umum di tujuh titik senilai Rp5,167 miliar, serta buffer stock logistik senilai Rp4,518 miliar.

Kemensos juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban. Sebanyak 70 ahli waris korban meninggal akan menerima Rp15 juta per orang. Sementara 199 korban luka berat mendapat santunan Rp5 juta per orang.

Bantuan makanan terus berjalan di sejumlah wilayah. Kemensos mengoperasikan dapur umum di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai.

Dapur umum di Nagekeo menghasilkan sekitar 2.000 bungkus makanan per hari. Di Sikka jumlahnya mencapai 4.500 bungkus, sedangkan Manggarai sekitar 3.000 bungkus per hari.

Artinya, tiga dapur umum tersebut memasok sekitar 9.500 bungkus makanan setiap hari bagi masyarakat terdampak.

Kemensos juga menyalurkan 7.500 paket sembako. Rinciannya, 1.000 paket untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, dan 2.000 paket untuk Ngada.

Untuk kebutuhan darurat, pemerintah turut menyiapkan makanan siap saji, makanan anak, tenda, family kit, kids ware, kasur, selimut, pakaian, perlengkapan mandi, hingga lampu darurat.

Agus mengatakan pemerintah masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, Basarnas, Tagana, serta unsur penanganan bencana lainnya. Koordinasi diperlukan agar bantuan tidak hanya berhenti di lokasi yang mudah dijangkau.

Penanganan juga mencakup dukungan psikososial bagi warga terdampak. Tim Layanan Dukungan Psikososial Kemensos telah diterjunkan untuk membantu masyarakat menghadapi trauma dan memulihkan kondisi sosial setelah bencana.

Gus Ipul menegaskan bantuan pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Setelah kebutuhan penyelamatan, evakuasi, dan logistik terpenuhi, Kemensos akan melanjutkan dukungan melalui program pemulihan dan pemberdayaan.

Untuk saat ini, pemerintah masih memprioritaskan kebutuhan paling mendesak, terutama pangan, tempat pengungsian, akses menuju wilayah terdampak, serta keselamatan masyarakat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Kesehatan PSC 119 Intens Pantau Kesehatan Atlet Muba Pada Porprov XIV Sumsel 

    Tim Kesehatan PSC 119 Intens Pantau Kesehatan Atlet Muba Pada Porprov XIV Sumsel 

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tim Kesehatan PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin terus memantau stabilitas kebugaran dan kesehatan Atlet Muba, yang berlaga di Kabupaten Lahat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV/2023 Sumatera Selatan, yang digelar mulai 17-24 September 2023. Pada hari kedua ajang Porprov tersebut Tim Kesehatan PSC 119 Muba merekap sudah merawat kurang lebih […]

  • Polres Amankan 158 Kg Ganja Kering

    Polres Amankan 158 Kg Ganja Kering

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 597
    • 0Komentar

    SATUAN Reserse Narkoba Polres Gayo Lues kembali berhasil mengamankan tiga orang tersangka dengan 158 kilogram ganja kering saat hendak dibawa ke Medan melalui jalur Terangun-Abdya. Tiga orang tersangka turut diamankan dalam kasus tersebut. Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S.I.K., M.H., didampingi Kasat Narkoba Polres Gayo Lues, IPTU Darli, S.H., mengatakan, tiga orang yang […]

  • Tinjau Rumah Warga Tak Layak Huni, Ini Reaksi Wabup Lahat

    Tinjau Rumah Warga Tak Layak Huni, Ini Reaksi Wabup Lahat

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    SEBAGAI bentuk kepedulian dan pelaksanaan program kerja penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lahat, Wakil Bupati Lahat bersama OPD terkait meninjau salah satu rumah warga yang tidak layak huni di Desa Pagaruyung Kecamatan Kota Agung, Selasa (2/6/ 2020). Amrullah (40) beserta keluarga mendiami rumah tersebut bersama istrinya Nur dan empat orang anak, mereka menempati rumah yang […]

  • Persembahkan Empat Mendali, Kontingen  Anggar Sumsel Disambut  Sukacita

    Persembahkan Empat Mendali, Kontingen  Anggar Sumsel Disambut  Sukacita

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SETELAH berhasil mendulang empat mendali pada  ajang  Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, sebanyak 12 orang kontingen  Cabang Olahraga (Cabor) Anggar Provinsi Sumsel kembali selamat di kota Palembang. Kedatangan 12 kontingen Cabor Anggar ini di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Senin (11/10) pagi,  disambut  dengan penuh rasa sukacita oleh Kepala Dinas Pemuda dan […]

  • Pegiat Budaya Ini Sebut Kerajaan Sriwijaya Ada di Sini

    Pegiat Budaya Ini Sebut Kerajaan Sriwijaya Ada di Sini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.392
    • 0Komentar

    PUING Kerajaan Sriwijaya keberadaanya memang belum diketahui secara pasti, namun kerajaan yang terkenal luas kekuasaannya hingga ke Negara Asean itu diperkirakan berada di Kota Palembang. Pegiat Budaya, Dr. Erwan Suryanegara, M.Sn  menyebutkan kerajaan Sriwijaya yang berdiri pada abad ke-7 hingga 12 Masehi merupakan kerajaan Maritim, berada di daerah Lingkungan Pabrik Pupuk Sriwidjaja [Pusri] Palembang. Pegiat Budaya yang […]

  • “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

    DI Musi Banyuasin [Muba], asap itu seperti tamu tak diundang yang bandel, tiap tahun, ia datang seenaknya, bikin hidung pedih, mata perih, dan nama daerah tercoreng. Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) ibarat drama sinetron Ramadan sudah tahu alurnya, tetap saja tayang tiap tahun, bedanya, kalau sinetron bisa bikin baper, kalau Karhutbunlah bikin sesak nafas. […]

expand_less
WordPress Archive Platonic – Restaurant & Event WordPress Theme Play Time – Day Care & Kindergarten WordPress Theme PlayerX – Gaming and eSports WordPress Theme Playkits – Video Game Publisher & Shop Elementor Template Kit PlayLab – On Demand Movie Streaming Platform Playo – Directory & Listing, Community, WooCommerce Vendor, Multi-purpose WordPress Theme Playroom – Kids & Kindergarten WordPress Theme PlayTube IOS – Sharing Video Script Mobile IOS Native Application Playwize - Kids Education Elementor Template Kit Plazart – Construction Equipment WordPress Theme