Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

“Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 996
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Musi Banyuasin [Muba], asap itu seperti tamu tak diundang yang bandel, tiap tahun, ia datang seenaknya, bikin hidung pedih, mata perih, dan nama daerah tercoreng. Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) ibarat drama sinetron Ramadan sudah tahu alurnya, tetap saja tayang tiap tahun, bedanya, kalau sinetron bisa bikin baper, kalau Karhutbunlah bikin sesak nafas.

Baru-baru ini, Bupati Muba H. M. Toha menggelar Apel Siaga Karhutbunlah 2025, lengkap dengan tujuh arahan strategis yang terdengar manis, seperti resep kue lebaran ada sinkronisasi satgas, penegakan hukum, hingga program “Satu Desa Satu Pompa”.

Semuanya tampak rapi di atas kertas, tapi mari kita jujur, bukankah tiap tahun juga ada apel, ada komitmen, ada janji, tapi api tetap saja lebih cepat berlari ketimbang komitmen yang jalan di tempat?

Pepatah bilang, “Air beriak tanda tak dalam” Kadang janji dan seremonial penuh tepuk tangan justru seperti riak, heboh di permukaan tapi cetek di kedalaman. Pertanyaannya, kenapa Karhutbunlah masih jadi masalah klasik? Apakah kita kurang tegas, atau program yang dijalankan setengah hati hanya demi memenuhi syarat laporan tahunan?

Mari kita ibaratkan begini, kalau api itu maling, maka setiap tahun malingnya masuk lewat jendela yang sama, jam yang sama, tapi kita masih sibuk pasang pita di pagar depan. Bupati mengingatkan soal penegakan sanksi, tapi di lapangan, pembakaran pascapanen masih jadi rahasia umum, seperti orang pura-pura diet tapi malam-malam masih ngemil gorengan di dapur.

Kelemahan kita ada di eksekusi, Posko kebakaran, regu perusahaan, hingga pemanfaatan Dana Desa memang penting, tapi sering kali jalan seadanya. Ada posko, tapi petugasnya nongkrong main kartu. Ada regu perusahaan, tapi peralatannya lebih mirip alat camping. Ada Dana Desa, tapi pompanya karatan. Kalau begini, bagaimana api bisa kalah?

Namun, kita juga tak bisa melempar semua ke pundak pemerintah. Masyarakat pun harus sadar, membakar lahan itu mungkin dianggap “praktis”, tapi dampaknya tak sebanding dengan efisiensi sesaat. Ibarat orang malas nyapu, lalu sampahnya disapu ke bawah karpet akhirnya rumah tetap bau.

Perusahaan pun sama, jangan hanya sibuk menghitung laba, tapi lupa membekali regu pemadam. Kalau keuntungan dipetik dari tanah Muba, jangan biarkan tanah yang sama berubah jadi bara. Jangan sampai regu pemadam perusahaan hanya ada di papan nama, tapi kalau api muncul, yang turun malah warga sekitar bawa ember.

Padahal Pemkab Muba pernah punya gebrakan bagus, ingat beberapa tahun lalu, ada program Desa Mandiri Pangan dan Energi yang memanfaatkan limbah sawit jadi bahan bakar ramah lingkungan. Tujuannya jelas kasih jalan keluar biar masyarakat tak lagi membakar lahan untuk buka kebun. Ada juga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dilatih langsung teknik pemadaman dini dan diberi peralatan sederhana. Itu contoh nyata langkah konkret yang patut diacungi jempol.

Sayangnya, semangat itu sering kendor di tengah jalan, alat-alat yang dulu dibagikan, ada yang sekarang jadi jemuran baju. Pelatihan yang dulu gencar, lama-lama cuma jadi kenangan brosur. Padahal kalau konsisten, Muba bisa jadi role model nasional. Pepatah bilang, “Sepandai-pandai tupai melompat, kadang jatuh juga”. Begitu pula, sepandai-pandai Pemkab bikin program, kalau tak ada pengawasan berkelanjutan, ya tetap jatuh ke lubang asap yang sama.

Solusi? Pertama, jangan tunggu kemarau baru ribut, pencegahan harus jalan sepanjang tahun, bukan musiman. Kedua, keterlibatan semua pihak harus nyata, bukan sekadar daftar hadir di apel. Ketiga, inovasi lokal harus digali. Program “Satu Desa Satu Pompa” itu bagus, tapi pastikan pompa terawat, bukan sekadar pajangan. Keempat, perusahaan jangan cuma bikin laporan CSR, tapi benar-benar turun tangan dengan regu pemadam lengkap dan siap tempur.

Bupati Toha sudah mengingatkan  Karhutbunlah berdampak global, betul sekali, karena  asap Muba bisa terbang ke Jambi, bahkan bisa bikin Maskapai Internasional pusing. Jadi, kalau kita hanya setengah hati, dunia akan menilai Muba tak serius menjaga paru-paru bumi.

Mari kita ingat pepatah lama “Api kecil jadi kawan, kalau besar jadi lawan”, komitmen yang setengah matang sama saja dengan bara yang dibiarkan. Sekali ditiup angin, habis satu kampung. Maka, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus berpegangan tangan, bukan sekadar berjabat tangan di depan kamera.

Karhutbunlah di Muba jangan lagi jadi rutinitas tahunan, kalau janji dan arahan hanya berhenti di panggung apel, maka kita sedang mengulang kesalahan yang sama. Bupati, DPRD, aparat, perusahaan, hingga masyarakat harus berani menyalakan komitmen seterang mungkin, lebih terang dari api itu sendiri, sebab kalau tidak, kita hanya jadi penonton tetap di sinetron asap yang tak kunjung tamat.

Jangan lupa, pepatah Jawa mengingatkan, “Satekah-tekah ora bakal dadi sega” – usaha setengah-setengah takkan jadi nasi. Begitu pula, komitmen setengah hati takkan pernah memadamkan api.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSSN Berkunjung ke Muba, Ada Apa ?

    BSSN Berkunjung ke Muba, Ada Apa ?

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    PEMERINTAHKabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mendapat kunjungan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam rangka Asistensi Pembentukan “Computer Security Incident Response Team” Kabupaten Muba (Mubakab-CSIRT) yang dibentuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) sekaligus memberikan Sosialisasi Penanggulangan Insiden Siber pada Internal Pemerintah Daerah dihadapan seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Muba, rabu (11/09) di […]

  • Wong Sumsel Harus Aktif Sukseskan SP Online 2020

    Wong Sumsel Harus Aktif Sukseskan SP Online 2020

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    SENSUS Penduduk (SP) tahun 2020, dengan menggunakan data registrasi sebagai dasar menuju  penggunaan sensus penduduk online kini sudah di depan mata.  SP Online akan dilaunching langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret mendatang. SP ini sendiri merupakan pengumpulan data Sensus penduduk menggunakan tiga moda antara lain […]

  • Muba Bakal Gelar Seminar Neuroparenting bagi Tenaga Pendidik

    Muba Bakal Gelar Seminar Neuroparenting bagi Tenaga Pendidik

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan menggelar Seminar Neuroparenting “Pengasuhan Anak Berbasis Kinerja Otak” pada Rabu 25 September 2019 mendatang. Demikian disampaikan Kepala Disdikbud Kabupaten Muba, Musni Wijaya SSos MSi pada Rapat Persiapan Seminar Neuroparenting di Ruang Rapat Wiyata Dikbud Kabupaten Muba, Rabu (18/9/2019). “Tujuan digelarnya seminar ini untuk memberikan […]

  • Kejar Target Pembangunan Infrastruktur

    Kejar Target Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Sekretaris Derah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H Nasrun Umar, ingatkan kalangan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov. Sumsel untuk dapat memahami dan menjabarkan Visi dan Misi  Gubernur H Herman Deru dan Wakil Gubernur Ir H Mawardi Yahya. Hal tersebut diungkapkannya  dalam rapat terbatas yang digelar di ruang rapat bina praja, Palembang, Kamis […]

  • Dampak COVID, Pemerintah Terus Pulihkan Ekonomi Nasional, Gandeng 23 Merek Favorit Indonesia

    Dampak COVID, Pemerintah Terus Pulihkan Ekonomi Nasional, Gandeng 23 Merek Favorit Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    PANDEMI membuat membatasi mobilitas penduduk relatif terbatas untuk menekan penyebaran Covid-19. Pemerintah optimistis Indonesia akan berhasil mengatasi pandemi secara gotong royong antara pemerintah dan perusahaan swasta. Salah satunya melalui kampanye GRAB Bersatu untuk Indonesia dengan 23 merek favorit Indonesia bertajuk “Bawa Merdeka Untuk Semua”. “Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas inisiatif Grab dalam rangka menyambut […]

  • Usulan Raperda DPRD Palembang Ini Pasti Banyak Dukungan Masyarakat, Terkait Apa ?

    Usulan Raperda DPRD Palembang Ini Pasti Banyak Dukungan Masyarakat, Terkait Apa ?

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    “Insya Allah Palembang semakin berkah”

expand_less
WordPress Archive Lawnella – Gardening & Landscaping WordPress Theme Lawnia – Gardener & Landscaping Business Elementor Template Kit Lawone – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawride – Lawyer & Law Firm Elementor Template Kit Lawtarro – Attorney & Law Firm Elementor Template Kit LawTeral – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawwkit – Legal Practice Elementor Template Kit Lawyer Base – Law Firm & Attorney WordPress Lawyer Directory Lawyere – Legal & Attorney Elementor Template Kit