Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

“Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 987
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Musi Banyuasin [Muba], asap itu seperti tamu tak diundang yang bandel, tiap tahun, ia datang seenaknya, bikin hidung pedih, mata perih, dan nama daerah tercoreng. Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) ibarat drama sinetron Ramadan sudah tahu alurnya, tetap saja tayang tiap tahun, bedanya, kalau sinetron bisa bikin baper, kalau Karhutbunlah bikin sesak nafas.

Baru-baru ini, Bupati Muba H. M. Toha menggelar Apel Siaga Karhutbunlah 2025, lengkap dengan tujuh arahan strategis yang terdengar manis, seperti resep kue lebaran ada sinkronisasi satgas, penegakan hukum, hingga program “Satu Desa Satu Pompa”.

Semuanya tampak rapi di atas kertas, tapi mari kita jujur, bukankah tiap tahun juga ada apel, ada komitmen, ada janji, tapi api tetap saja lebih cepat berlari ketimbang komitmen yang jalan di tempat?

Pepatah bilang, “Air beriak tanda tak dalam” Kadang janji dan seremonial penuh tepuk tangan justru seperti riak, heboh di permukaan tapi cetek di kedalaman. Pertanyaannya, kenapa Karhutbunlah masih jadi masalah klasik? Apakah kita kurang tegas, atau program yang dijalankan setengah hati hanya demi memenuhi syarat laporan tahunan?

Mari kita ibaratkan begini, kalau api itu maling, maka setiap tahun malingnya masuk lewat jendela yang sama, jam yang sama, tapi kita masih sibuk pasang pita di pagar depan. Bupati mengingatkan soal penegakan sanksi, tapi di lapangan, pembakaran pascapanen masih jadi rahasia umum, seperti orang pura-pura diet tapi malam-malam masih ngemil gorengan di dapur.

Kelemahan kita ada di eksekusi, Posko kebakaran, regu perusahaan, hingga pemanfaatan Dana Desa memang penting, tapi sering kali jalan seadanya. Ada posko, tapi petugasnya nongkrong main kartu. Ada regu perusahaan, tapi peralatannya lebih mirip alat camping. Ada Dana Desa, tapi pompanya karatan. Kalau begini, bagaimana api bisa kalah?

Namun, kita juga tak bisa melempar semua ke pundak pemerintah. Masyarakat pun harus sadar, membakar lahan itu mungkin dianggap “praktis”, tapi dampaknya tak sebanding dengan efisiensi sesaat. Ibarat orang malas nyapu, lalu sampahnya disapu ke bawah karpet akhirnya rumah tetap bau.

Perusahaan pun sama, jangan hanya sibuk menghitung laba, tapi lupa membekali regu pemadam. Kalau keuntungan dipetik dari tanah Muba, jangan biarkan tanah yang sama berubah jadi bara. Jangan sampai regu pemadam perusahaan hanya ada di papan nama, tapi kalau api muncul, yang turun malah warga sekitar bawa ember.

Padahal Pemkab Muba pernah punya gebrakan bagus, ingat beberapa tahun lalu, ada program Desa Mandiri Pangan dan Energi yang memanfaatkan limbah sawit jadi bahan bakar ramah lingkungan. Tujuannya jelas kasih jalan keluar biar masyarakat tak lagi membakar lahan untuk buka kebun. Ada juga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dilatih langsung teknik pemadaman dini dan diberi peralatan sederhana. Itu contoh nyata langkah konkret yang patut diacungi jempol.

Sayangnya, semangat itu sering kendor di tengah jalan, alat-alat yang dulu dibagikan, ada yang sekarang jadi jemuran baju. Pelatihan yang dulu gencar, lama-lama cuma jadi kenangan brosur. Padahal kalau konsisten, Muba bisa jadi role model nasional. Pepatah bilang, “Sepandai-pandai tupai melompat, kadang jatuh juga”. Begitu pula, sepandai-pandai Pemkab bikin program, kalau tak ada pengawasan berkelanjutan, ya tetap jatuh ke lubang asap yang sama.

Solusi? Pertama, jangan tunggu kemarau baru ribut, pencegahan harus jalan sepanjang tahun, bukan musiman. Kedua, keterlibatan semua pihak harus nyata, bukan sekadar daftar hadir di apel. Ketiga, inovasi lokal harus digali. Program “Satu Desa Satu Pompa” itu bagus, tapi pastikan pompa terawat, bukan sekadar pajangan. Keempat, perusahaan jangan cuma bikin laporan CSR, tapi benar-benar turun tangan dengan regu pemadam lengkap dan siap tempur.

Bupati Toha sudah mengingatkan  Karhutbunlah berdampak global, betul sekali, karena  asap Muba bisa terbang ke Jambi, bahkan bisa bikin Maskapai Internasional pusing. Jadi, kalau kita hanya setengah hati, dunia akan menilai Muba tak serius menjaga paru-paru bumi.

Mari kita ingat pepatah lama “Api kecil jadi kawan, kalau besar jadi lawan”, komitmen yang setengah matang sama saja dengan bara yang dibiarkan. Sekali ditiup angin, habis satu kampung. Maka, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus berpegangan tangan, bukan sekadar berjabat tangan di depan kamera.

Karhutbunlah di Muba jangan lagi jadi rutinitas tahunan, kalau janji dan arahan hanya berhenti di panggung apel, maka kita sedang mengulang kesalahan yang sama. Bupati, DPRD, aparat, perusahaan, hingga masyarakat harus berani menyalakan komitmen seterang mungkin, lebih terang dari api itu sendiri, sebab kalau tidak, kita hanya jadi penonton tetap di sinetron asap yang tak kunjung tamat.

Jangan lupa, pepatah Jawa mengingatkan, “Satekah-tekah ora bakal dadi sega” – usaha setengah-setengah takkan jadi nasi. Begitu pula, komitmen setengah hati takkan pernah memadamkan api.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

    Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Diangkat itu enak. Tapi kalau sudah diangkat, jangan lupa turun juga turun ke masyarakat, maksudnya, bukan turun jabatan, karena sejatinya, yang diangkat hari ini adalah pundak, bukan dagu. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, baru saja meresmikan 3.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama, dan seremoni ini digelar megah di The Sultan […]

  • “Anak Ketawa di Taman, Emak Ketawa di Arisan, Kita Ketawa Baca Tajuk Ini”

    “Anak Ketawa di Taman, Emak Ketawa di Arisan, Kita Ketawa Baca Tajuk Ini”

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    ANAK-anak bukan cuma butuh susu dan Wi-Fi, tapi juga kota yang layak buat tumbuh tanpa drama,  Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, kemarin tampil bak presenter acara lawas “Jejak Petualang”, ikut langsung Verifikasi Lapangan Evaluasi Kota Layak Anak (KLA). Tapi tenang, ini bukan verifikasi KTP, apalagi verifikasi password Wi-Fi tetangga, ini verifikasi serius setengah offline setengah […]

  • Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Jemaah Haji Indonesia, Ada Skuter & Kursi Roda untuk Tawaf & Sai, Mau Tahu Sewanya !

    Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Jemaah Haji Indonesia, Ada Skuter & Kursi Roda untuk Tawaf & Sai, Mau Tahu Sewanya !

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Makkah (Kemenag) -, Mudah-mudah bermanfaat untuk jamaah haji Indonesia yang membutuhkannya, ada layanan sewa skuter dan kursi roda di Masjidil Haram untuk Tawaf dan atau Sai. Jemaah yang membutuhkan, bisa memanfaatkan layanan ini saat akan Tawaf dan atau Sai. Haji adalah ibadah fisik. Saat umrah misalnya, jemaah harus Tawaf dan Sai. Tawaf dilakukan dengan mengitari Kabah […]

  • Diskominfo OKI fasilitasi pengusaha media majang produknya di E-Katalog pengadaan barang jasa

    Diskominfo OKI fasilitasi pengusaha media majang produknya di E-Katalog pengadaan barang jasa

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,OKI – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir memfasilitasi para pelaku usaha media cetak, elektronik dan online memajang produknya pada etalase E-Katalog Lokal pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan […]

  • Bus Air Bakal Hidupkan Wisata Sungai Musi

    Bus Air Bakal Hidupkan Wisata Sungai Musi

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Bantuan 5 Bus air dari pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan RI bakal menghidupkan wisata air Sungai Musi saat Asian Games, Agustus mendatang. 5 Bus air tersebut masing-masing senilai Rp 2,2 miliar akan berlayar mengitari Sungai Musi untuk para pelancong baik domestik maupun dunua. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyerahkan secara langsung kepada pemerintah […]

  • Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

    Perkuat Kemandirian Ponpes, Kemenag Latih Agribisnis Ratusan Santri

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.374
    • 0Komentar

    PROGRAM Penguatan Kemandirian Pesantren yang digagas Menag Yaqut Cholil Qoumas terus bergulir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan agribisnis untuk penguatan ekonomi pesantren. Tahun ini, ada 109 pesantren yang menjadi target pelatihan. Giat ini akan digelar dalam tiga angkatan untuk memastikan prosesnya berjalan dengan protokol kesehatan dan disiplin 5M di tengah pandemi. Angkatan […]

expand_less
WordPress Archive Lawnella – Gardening & Landscaping WordPress Theme Lawnia – Gardener & Landscaping Business Elementor Template Kit Lawone – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawride – Lawyer & Law Firm Elementor Template Kit Lawtarro – Attorney & Law Firm Elementor Template Kit LawTeral – Legal & Law Firm Elementor Template Kit Lawwkit – Legal Practice Elementor Template Kit Lawyer Base – Law Firm & Attorney WordPress Lawyer Directory Lawyere – Legal & Attorney Elementor Template Kit