Bantuan Gempa NTT Tembus 253 Ton, Distribusi ke Flores Terus Dikebut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT terus bergerak memasuki hari kelima pascabencana. Hingga Rabu (19/8/2026), pemerintah mencatat 253 ton logistik telah dikirim melalui jalur udara untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah Flores.
Pemerintah kini memperkuat distribusi agar bantuan yang sudah terkumpul tidak berhenti di posko. Dua titik utama disiapkan di Labuan Bajo dan Maumere untuk menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang terdampak.
Dari Labuan Bajo, bantuan diarahkan ke Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara posko Maumere menjadi jalur distribusi menuju Sikka, Ende, Nagekeo, serta wilayah lain yang membutuhkan.
Pengiriman terbaru dilakukan Rabu dini hari. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberangkatkan lima pesawat TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 04.00 WIB dengan membawa 65 ton logistik.
Sebelum pemberangkatan, Teddy bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan rombongan memeriksa langsung Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001. Mereka memastikan bantuan telah masuk ke dalam pesawat dan siap diterbangkan ke NTT.
“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy.
Pengiriman melalui udara sudah berlangsung sejak hari pertama bencana. Pada tahap awal, pemerintah mengangkut 27 ton logistik. Jumlah tersebut kemudian terus bertambah hingga mencapai 253 ton pada hari kelima.
Logistik yang dikirim mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.
Setibanya di wilayah Flores, bantuan tidak hanya mengandalkan pesawat angkut. Pemerintah menggunakan helikopter dan pesawat Cassa untuk menjangkau daerah tertentu, sementara jalur laut dan darat juga dimanfaatkan.
“Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat,” ujar Teddy.
Tiga KRI TNI AL juga telah berada di kawasan terdampak untuk mendukung penanganan bencana. Satu kapal rumah sakit dijadwalkan segera bergabung. Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan jalur darat menuju wilayah terdampak sudah dapat dilalui sejak hari kedua setelah bencana.
Pemerintah juga menambah kekuatan personel di lapangan. Hingga Rabu pagi, hampir 10.000 personel TNI dan Polri berada di Pulau Flores, termasuk personel yang sebelumnya bertugas di wilayah tersebut dan tambahan pasukan dari luar Flores.
Teddy menegaskan pemerintah terus memantau penanganan bencana agar bantuan yang dikirim segera diterima masyarakat.
“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat, relawan, dan masyarakat yang ikut membantu proses penanganan bencana di NTT. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
