Gempa M 7,7 Rusak RSUD Aeramo, Kemenkes Kerahkan Dokter Spesialis dan Tambah Tenda Darurat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemkes.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kerusakan yang terjadi di RSUD Aeramo setelah gempa bermagnitudo 7,7 membuat dukungan layanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo diperkuat. Kementerian Kesehatan mengerahkan tim dokter spesialis sekaligus menyiapkan tambahan tenda untuk menopang pelayanan medis selama kondisi rumah sakit belum sepenuhnya pulih.
Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8) berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo untuk memastikan operasional pelayanan tetap berjalan. Tim juga bersama petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) memeriksa kondisi ruang perawatan yang terdampak guna memastikan area yang digunakan tenaga kesehatan dan pasien tetap aman.
Dari hasil koordinasi tersebut, RSUD Aeramo membutuhkan tambahan tenda untuk mendukung operasional layanan darurat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan medis tetap tersedia di tengah kondisi bangunan rumah sakit yang mengalami kerusakan.
Dukungan tenaga medis juga diperkuat. Tim yang bertugas di Nagekeo terdiri atas dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, serta satu dokter umum. Mereka didukung perawat dengan kompetensi di bidang instalasi gawat darurat, anestesi, dan kamar operasi.
Para tenaga kesehatan itu berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang. Dukungan tambahan disiapkan melalui tim back up dari RS Kariadi.
Kesiapsiagaan juga diperluas ke RSUD Ende. Tim medis yang berada di sana disiapkan untuk membantu operasional RSUD Aeramo jika kebutuhan pelayanan meningkat akibat dampak lanjutan gempa.
Untuk menunjang penanganan di lapangan, tim EMT membawa sejumlah logistik kesehatan. Bantuan tersebut meliputi vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus HS NS, serta 400 pasang sarung tangan medis.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan pemerintah bergerak cepat setelah fasilitas kesehatan terdampak gempa. Menurut dia, pengiriman tim dan pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk menjaga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selain di RSUD Aeramo, Kemenkes juga menyiapkan RS Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Kedua fasilitas tersebut ditujukan untuk menopang pelayanan medis sekaligus membantu proses pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.
Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan masih memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan berikutnya. Langkah tersebut dilakukan agar fungsi pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan secara bertahap di tengah proses pemulihan pascagempa. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
