Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 11 – Planet CuanTapiCemas: Sarip & Bos yang Nggak Pernah Ketawa]

Sarip Petir, Kisah TKI Antargalaksi [BAB 11 – Planet CuanTapiCemas: Sarip & Bos yang Nggak Pernah Ketawa]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETELAH lulus magang makan hati di Planet Karmelia dan nyaris jadi bintang iklan obat stres, Sarip Petir akhirnya dipindah tugaskan ke Planet CuanTapiCemas planet yang katanya makmur luar biasa, tapi semua penghuninya jalan sambil gelisah dan pelipisnya berdetak kayak drum dugem.

“Selamat datang di Planet CTC, Pak Sarip,” kata robot sambutan, sambil menyerahkan goodie bag berisi buku saku motivasi, bubuk kopi 5x extra caffeine, dan kupon diskon psikolog daring.

Sarip, dengan keringat kecut dan semangat kayak wifi lemah, mencoba tersenyum.
“Ini planet kerja atau syuting sinetron azab?” gumamnya.

Hari pertama kerja, Sarip diperkenalkan pada bos barunya Pak Zen Damarwati bin Teguh Wasis.
Namanya Zen, tapi ekspresinya kayak baru ditilang Satpol PP pas lagi ganti oli di trotoar.

Wajahnya datar.
Matanya kayak kalkulator menghitung terus, tapi nggak pernah ada emosi.
Ketawanya? belum pernah ada saksi hidup yang lihat.
Bahkan CCTV aja bingung mau rekam bagian mana. “Selamat pagi, Pak,” sapa Sarip ramah.

Pak Zen cuma angguk. Satu kali. Tanpa suara. Tanpa tanda kehidupan selain nadi.

Sarip merasa seperti ngobrol sama patung dada Jenderal Soedirman.
Cuma lebih dingin.

Planet CuanTapiCemas dikenal dengan sistem kerjanya “Kerja Cuan Sistem Akhirat.”
Artinya kau kerja keras siang malam, bonusmu nanti… bisa jadi dibayar saat di akhirat.

Bos Pak Zen punya motto “Kalau kalian lelah, berarti kalian belum maksimal, kalau kalian pingsan, baru saya mulai percaya kalian kerja”

Sarip mulai rindu Planet Bumi, bahkan rindu emak jualan pempek di depan rumah sambil ngipas bara.

Jam kerja di sini dimulai jam 4 subuh waktu planet, selesai ketika matahari terbenam… di planet tetangga.
Kadang ada shift lembur  dimulai jam 1 malam, selesai saat ayam galaksi Andromeda berkokok.

“Bro, ini kerja apa gladi resik neraka level 2?” keluh Sarip pada teman satu kubikal, makhluk mirip semangka bersepatu roda bernama Tepo.

Tepo mengangguk sambil membuka lemari berisi vitamin, minyak angin, dan sabun mandi aroma relaksasi.
“Biasa, bro. Yang penting jangan ketawa di kantor. Pak Zen alergi”

Suatu hari, Sarip nekat.
Ia buka video lawak Minang di komputer kantor.
Tawa pelan mulai menggelitik kerongkongan.
Tepat saat ia nyengir lebar…

Pak Zen masuk.

“Sedang ada yang lucu?” tanya Pak Zen, dengan suara sejuk seperti AC rusak.

Sarip langsung menutup laptop dan refleks bilang, “Nggak Pak, saya lagi membaca data produktivitas tahun fiskal 5039”

Pak Zen hanya menatap, seperti kamera pengintai di mal nggak berkedip tapi bikin ciut nyali.
Ia lalu pergi… pelan-pelan… seperti bayangan masa lalu yang belum dimaafkan.

Keesokan harinya, semua kursi kerja diganti…
Dengan kursi pijat yang tidak bisa dipakai.

“Sebagai simbol kalian boleh lelah, tapi jangan pernah nyaman” kata memo internal dari HRD.

Sarip mulai menganggap kerja di tambang asteroid lebih masuk akal daripada ini.

Setiap gajian datang, para pekerja CuanTapiCemas dapat transfer nominal yang bikin mata terbelalak.
Tapi begitu saldo masuk, langsung disedot buat tagihan “Biaya Konsultasi Mental”, “Pajak Kebahagiaan”, dan “Donasi Rasa Syukur”.

Sarip pernah protes “Pak, kenapa hidup di sini kayak sinetron religi tapi nggak ada akhir bahagia?”

Pak Zen cuma membalas lewat email satu kalimat “Kesuksesan adalah penderitaan yang dijadwalkan”

Sarip mulai curiga, Pak Zen dulunya mungkin pernah kalah catur sama kucing, lalu trauma seumur hidup.

Akhirnya… Sebuah Ketawa

Suatu sore, saat semua karyawan sudah hampir jadi zombie karena lembur 72 jam, Sarip membawa kue ulang tahun ke ruang tengah.
Tulisan di atasnya “Selamat Ulang Tahun, Pak Zen, semoga bisa ketawa sekali aja”

Semua orang diam.
Hening.
Kue itu diletakkan di meja Pak Zen.
Semua menatap.
Sarip menunggu dengan harapan, kayak harapan gajian naik.

Dan…
Pak Zen melihat tulisan itu.
Membaca… pelan-pelan…

Lalu…

...tersenyum.
Sedikit.
Sebelah bibir.
Mekar tipis.
Tapi cukup untuk membuat seluruh kantor heboh seperti fans K-Pop lihat bias-nya jatuh di panggung.

“Kita berhasil, bro!” teriak Tepo.
“Dia… dia… dia ketawa dalam hati!”

Sarip pun meneteskan air mata entah karena haru atau karena akhirnya boleh pulang tidur.

Planet CuanTapiCemas mengajarkan satu hal penting “Kadang kerja keras itu perlu. Tapi kalau sampai senyum aja jadi barang mewah… lebih baik jualan bakso keliling di Bumi, asal bisa ketawa tiap hari”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Alternatif Terapi & Beberapa Pengobatan COVID-19 Kini Telah Dihapuskan, Alasannya!

    5 Alternatif Terapi & Beberapa Pengobatan COVID-19 Kini Telah Dihapuskan, Alasannya!

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    BEBERAPA alternatif terapi dan beberapa pengobatan COVID-19 kini telah dihapuskan dari pedomanan tatalaksana COVID-19 nasional terbaru. Seperti plasma konvalesen, Ivermectin, Hidroksiklorokuin, Azitromisin, dan Oseltamivir. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan bahwa penghapusan ini berdasarkan keputusan 5 organisasi profesi dokter. Diantaranya Perhimpunam Dokter Paru (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan […]

  • Ada ribuan honorer di Pemkab Muba, PJ Bupati tanya solusi apkasi terkait soal ini

    Ada ribuan honorer di Pemkab Muba, PJ Bupati tanya solusi apkasi terkait soal ini

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    SURAT Edaran Menpan-RB terkait penghapusan tenaga honorer mulai 28 November 2023 nanti menjadi perhatian serius Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. Betapa tidak, tercatat ada ribuan honorer atau PTT di lingkungan Pemkab Muba, hal ini membuat keprihatinan Pj Bupati Muba Apriyadi apabila penghapusan tenaga honorer mulai di implementasikan. “Jadi harus ada pertimbangan terkait surat edaran […]

  • Harga Naik, Pasar Ramai, Dompet Menangis

    Harga Naik, Pasar Ramai, Dompet Menangis

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menjelang Idul Adha, Pasar Randik Sekayu mendadak kayak konser dangdut kampung ramai, padat, dan penuh drama. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pun turun langsung, bak detektif belanja, memantau harga dan stok kebutuhan pokok. Tentu bukan untuk sekadar jalan-jalan atau beli pempek, tapi untuk memastikan harga tak melonjak macam kuda liar. Sidak yang dipimpin langsung  […]

  • KUA Segera Sosialisasikan, Vaksinasi  Tidak Batalkan Puasa

    KUA Segera Sosialisasikan, Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 625
    • 0Komentar

    SEBAGIAN masyarakat bertanya, bagaimana hukum vaksin Covid-19 saat menjalani puasa Ramadan. Apakah membatalkan puasa ataukah tidak?, Ini penjelasannya. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. Hal itu menurutnya sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa,” tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, […]

  • Sebelum Bertambah Parah, Dinkes Palembang Minta Masyarakat Kenali Gejala DBD Sejak Dini

    Sebelum Bertambah Parah, Dinkes Palembang Minta Masyarakat Kenali Gejala DBD Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Maaf bukan untuk menakut-nakuti, tetapi jika Demam Berdarah Dengue (DBD) tak bisa lagi ditanggulangi dan disembuhkan, penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Sebelum terlambat, ada baiknya masyarakat untuk mengenal gejala awal sehingga dapat melakukan pertolongan pertama bagi pengidap DBD. Kelapa Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. H. Letizia, M.Kes, melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palembang, dr. Fauzia, M.Kes […]

  • Wagub Sumsel Himbau Sekolah Ajak BPOM Periksa  Jajanan Anak di Kantin

    Wagub Sumsel Himbau Sekolah Ajak BPOM Periksa  Jajanan Anak di Kantin

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menghimbau agar pihak sekolah mengajak Balai Besar Pom (BPOM) Palembang untuk memeriksa jajanan anak-anak di kantin sekolah  agar layak di komsumsi. “BPOM sudah menyiapkan mobil laboratorim untuk memfasilitasi ini bahkan dengan cara itu bisa mengawasi secara langsung demi kesehatan anak-anak sekolah,” jelasnya saat membuka Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi […]

expand_less
WordPress Archive Still - Steel Factory & Manufacturing Elementor Template kit Stock Market & Forex Charts | WordPress Plugin Stock Photos – WordPress Plugin Stockholm – A Genuinely Multi-Concept Theme Stockie – Multi-purpose Creative WooCommerce Theme Stockton – Business & Financial Consulting WordPress Theme StockUpp Advanced Shipping for WooCommerce StockUpp – Split Order For WooCommerce Stocky – A Stock Photography Marketplace Theme Stocky – POS with Inventory Management & HRM