Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
  • visibility 2.793
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal juga dengan G30S/PKI menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut disebut-sebut merupakan buah dari kehadiran Partai Komunis Indonesia atau PKI. Setelah sekian lama beroperasi dan bahkan sudah disambut dengan sistem “Demokrasi Terpimpin”, PKI diduga melakukan provokasi dan hendak melakukan kudeta terhadap Soekarno. Akibatnya, terjadilah peristiwa penculikan dan  terbunuhnya para jenderal. Jasad para jenderal tersebut ditemukan di sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Peristiwa ini terjadi pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965. Karenanya setiap tanggal 30 September, diperingati sebagai Hari Peringatan G30S/PKI untuk mengenang peristiwa tersebut dan para tokoh yang gugur. Hari peringatan bersejarah menjadi pengingat bahwa meski kemerdekaan telah diraih, kehidupan politik dan bernegara Indonesia dilalui dengan berbagai peristiwa dan perjalanan panjang yang tidak mudah. 

 

Mengupas Sejarah Melalui Sebuah Karya 

Sejarah Indonesia dengan berbagai peristiwa dan tokoh-tokoh di belakangnya yang mewarnai tumbuhnya bangsa Indonesia ini banyak melatarbelakangi lahirnya karya-karya inspiratif. Ada banyak contoh dalam dunia perfilman yang mengangkat latar belakang peristiwa bersejarah Indonesia. Sebut saja film Soekarno (2013), Kartini (2017), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Sang Pencerah (2010), hingga yang terbaru Buya Hamka (2023).

Tidak hanya dalam dunia perfilman saja, tetapi juga dalam karya tulis. Sejarah menginspirasi para penulis untuk membuat karya dengan latar belakang peristiwa bersejarah. Contohnya, buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang berlatar pada tahun 1998, lalu buku Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari yang berlatarkan pada masa Orde Baru, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatarkan pada zaman Hindia Belanda, lalu Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang berlatarkan masa penjajahan.

 

Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Peristiwa politik tahun 1965 yang menjadi masa kelam bagi bangsa Indonesia ini juga menginspirasi banyak karya fiksi lainnya. Sebut saja, buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Pulang karya Leila S. Chudori, serta Amba karya Laksmi Pamuntjak. Semuanya mengambil benang merah masa G30S atau isu yang berkaitan dengan PKI. Termasuk salah satu karya yang terbit secara digital di Cabaca berjudul Roekiah 1965 karya Roe ini yang memiliki kisah dengan berlatarkan politik 1965. 

“Buku Roekiah 1965 menceritakan perjalanan Roekiah dalam menggapai mimpinya yang terpendam, yakni menjadi pemain ludruk, juga menemukan ibunya yang belum pernah ia temui. Selama mewujudkan mimpinya, Roe mulai dituduh dan dicurigai sebagai simpatisan partai terlarang sampai dituduh sebagai gadis murahan yang menjual tubuh demi mendapat jalan ke panggung ludruk,” jelas  Arga Dara Ramadhani sebagai editor buku Roekiah 1965 saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).

Arga Dara Dara melanjutkan bahwa selain mengupas sisi gelap kejadian G30S pada masa 1965 (baik dari sisi ekonomi hingga psikologis) dan sesudahnya, buku ini memberikan warna baru dalam upaya sang tokoh untuk bisa menghidupkan kembali kesenian ludruk yang sempat dilarang pasca-pemberontakan. Pembentukan karakter yang konsisten dalam mencapai tujuannya, dari plot awal yang belum mengetahui kesenian ludruk hingga akhirnya bisa tampil untuk menyuarakan kebenaran dan kritik sosial atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat menjadi salah satu keunikan bagi buku ini. Selain itu, perjalanan Roekiah mencari sang Ibu yang sulit dicari jejaknya pasca-pemberontakan terjadi juga menjadi satu kelebihan tersendiri. Meski buku ini merupakan kisah fiktif, tapi ada satu kelompok tertentu pada masa itu yang memiliki kenangan kurang menyenangkan tentang bagaimana mereka kehilangan keluarga akibat gerakan pembantaian besar-besaran. 

“Selama ini ada banyak stigma yang kurang lebih bernada ‘novel digital itu nggak berkualitas’. Di Cabaca hal tersebut nggak berlaku karena hampir semua yang diterbitkan diawali dengan sistem seleksi naskah dan terdapat proses editorial,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).  Ia berharap, novel Roekiah 1965 yang penulisnya merupakan salah satu finalis Emerging Writers dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2021 ini bisa memberi warna dan perspektif baru terkait isu PKI dalam dunia literasi. Novel ini juga diharapkan dapat menginspirasi penulis Indonesia untuk lebih berani menelaah sejarah bangsa sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • One Bangkok Raih Sertifikasi Platinum WiredScore Pertama di Thailand untuk Konektivitas Digital Terbaik di Kelasnya

    One Bangkok Raih Sertifikasi Platinum WiredScore Pertama di Thailand untuk Konektivitas Digital Terbaik di Kelasnya

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -BANGKOK, THAILAND  One Bangkok, distrik terintegrasi holistik terbesar di jantung kota Bangkok, telah menjadi proyek real estate pertama di negara tersebut yang memperoleh sertifikasi Platinum WiredScore– sertifikasi tertinggi dari WiredScore untuk menara perkantorannya. The One Bangkok District telah dirancang untuk memenuhi standar Wiredscore dan SmartScore memastikan penyewa pada stabilitas konektivitas digital untuk mendukung bisnis […]

  • Belum Bergerak, Uang Garuda Tetap Berada di Kisaran Rp13.938 per Dollar AS 

    Belum Bergerak, Uang Garuda Tetap Berada di Kisaran Rp13.938 per Dollar AS 

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (USD) masih berada dikisaran Rp19.938  di pagi ini mendekati Rp14.000 per dollar . Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (3/5/2018) pukul 08.49, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.950 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.938 per USD-Rp13.950 per […]

  • Gubernur Minta Aparat Keamanan Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    Gubernur Minta Aparat Keamanan Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru dalam amanatnya menyampaikan Menghadapi Lebaran maka peningkatan aktifitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat Musi-2021, kata gubernur saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2021 di Palembang, Rabu. Dirinya meminta TNI […]

  • Lindungi Warga dari Pinjaman Online, Kominfo Tutup Ribuan Platform Fintech Ilegal

    Lindungi Warga dari Pinjaman Online, Kominfo Tutup Ribuan Platform Fintech Ilegal

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.479
    • 0Komentar

    PINJAMAN online (pinjol) ternyata selain membawa berkah, juga bisa menjadi bencana bagi warga. Pinjol sejatinya adalah salah satu terobosan bagi warga yang tidak memiliki akses ke bank untuk mendapatkan pinjaman uang tunai melalui internet. Berkat teknologi, konsep meminjam uang tidak lagi melalui bank tetapi bisa melalui mekanisme financial technology (fintech) dengan menggunakan jaringan internet. Proses […]

  • Sempat Viral, Wawako Palembang Datangi Warga Sakit

    Sempat Viral, Wawako Palembang Datangi Warga Sakit

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mendatangi RSUD Palembang BARI , Senin (11/4/2022) untuk melihat salah satu warga yang sakit yang sempat viral di media sosial. Kedatangannya untuk melihat beberapa warga yang sakit, salah satunya Kakek Mustofa. Kakek berusia 70 tahun ini sempat viral di media sosial (Medsos), pada Minggu (10/04/2022). Ini lantaran kondisinya yang […]

  • Sajian Pempek Ber SNI 18.818 Buah Pecahkan Rekor MURI

    Sajian Pempek Ber SNI 18.818 Buah Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Rabu, 8 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.930
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sajian Pempek berSNI terbanyak 18.818 buah pecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia [MURI]. Acara yang diselenggarakan Badan Standardisasi Nasional (BSN) disaksikan juga oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya RI di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Rabu (8/8/2018). Arief Yahya, yang didampingi  Gubernur Sumsel, Alex Noerdin tampak bergantian membentuk adonan pempek adaan untuk digoreng […]

expand_less
WordPress Archive Academie – Education WordPress Theme Academist – Education & Learning Management System WordPress Theme Academix – Multipurpose WordPress Theme Academy LMS Offline Payment Addon Accalia | Dermatology Clinic & Cosmetology WordPress Theme + Elementor Accede – Digital Agency WordPress Theme Accentuate – A Professional Consulting WordPress Theme AccessPress Social Login AccessPress Social Pro Accommodo – Accommodation Travel WordPress Theme