Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
  • visibility 2.784
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal juga dengan G30S/PKI menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut disebut-sebut merupakan buah dari kehadiran Partai Komunis Indonesia atau PKI. Setelah sekian lama beroperasi dan bahkan sudah disambut dengan sistem “Demokrasi Terpimpin”, PKI diduga melakukan provokasi dan hendak melakukan kudeta terhadap Soekarno. Akibatnya, terjadilah peristiwa penculikan dan  terbunuhnya para jenderal. Jasad para jenderal tersebut ditemukan di sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Peristiwa ini terjadi pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965. Karenanya setiap tanggal 30 September, diperingati sebagai Hari Peringatan G30S/PKI untuk mengenang peristiwa tersebut dan para tokoh yang gugur. Hari peringatan bersejarah menjadi pengingat bahwa meski kemerdekaan telah diraih, kehidupan politik dan bernegara Indonesia dilalui dengan berbagai peristiwa dan perjalanan panjang yang tidak mudah. 

 

Mengupas Sejarah Melalui Sebuah Karya 

Sejarah Indonesia dengan berbagai peristiwa dan tokoh-tokoh di belakangnya yang mewarnai tumbuhnya bangsa Indonesia ini banyak melatarbelakangi lahirnya karya-karya inspiratif. Ada banyak contoh dalam dunia perfilman yang mengangkat latar belakang peristiwa bersejarah Indonesia. Sebut saja film Soekarno (2013), Kartini (2017), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Sang Pencerah (2010), hingga yang terbaru Buya Hamka (2023).

Tidak hanya dalam dunia perfilman saja, tetapi juga dalam karya tulis. Sejarah menginspirasi para penulis untuk membuat karya dengan latar belakang peristiwa bersejarah. Contohnya, buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang berlatar pada tahun 1998, lalu buku Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari yang berlatarkan pada masa Orde Baru, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatarkan pada zaman Hindia Belanda, lalu Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang berlatarkan masa penjajahan.

 

Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Peristiwa politik tahun 1965 yang menjadi masa kelam bagi bangsa Indonesia ini juga menginspirasi banyak karya fiksi lainnya. Sebut saja, buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Pulang karya Leila S. Chudori, serta Amba karya Laksmi Pamuntjak. Semuanya mengambil benang merah masa G30S atau isu yang berkaitan dengan PKI. Termasuk salah satu karya yang terbit secara digital di Cabaca berjudul Roekiah 1965 karya Roe ini yang memiliki kisah dengan berlatarkan politik 1965. 

“Buku Roekiah 1965 menceritakan perjalanan Roekiah dalam menggapai mimpinya yang terpendam, yakni menjadi pemain ludruk, juga menemukan ibunya yang belum pernah ia temui. Selama mewujudkan mimpinya, Roe mulai dituduh dan dicurigai sebagai simpatisan partai terlarang sampai dituduh sebagai gadis murahan yang menjual tubuh demi mendapat jalan ke panggung ludruk,” jelas  Arga Dara Ramadhani sebagai editor buku Roekiah 1965 saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).

Arga Dara Dara melanjutkan bahwa selain mengupas sisi gelap kejadian G30S pada masa 1965 (baik dari sisi ekonomi hingga psikologis) dan sesudahnya, buku ini memberikan warna baru dalam upaya sang tokoh untuk bisa menghidupkan kembali kesenian ludruk yang sempat dilarang pasca-pemberontakan. Pembentukan karakter yang konsisten dalam mencapai tujuannya, dari plot awal yang belum mengetahui kesenian ludruk hingga akhirnya bisa tampil untuk menyuarakan kebenaran dan kritik sosial atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat menjadi salah satu keunikan bagi buku ini. Selain itu, perjalanan Roekiah mencari sang Ibu yang sulit dicari jejaknya pasca-pemberontakan terjadi juga menjadi satu kelebihan tersendiri. Meski buku ini merupakan kisah fiktif, tapi ada satu kelompok tertentu pada masa itu yang memiliki kenangan kurang menyenangkan tentang bagaimana mereka kehilangan keluarga akibat gerakan pembantaian besar-besaran. 

“Selama ini ada banyak stigma yang kurang lebih bernada ‘novel digital itu nggak berkualitas’. Di Cabaca hal tersebut nggak berlaku karena hampir semua yang diterbitkan diawali dengan sistem seleksi naskah dan terdapat proses editorial,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).  Ia berharap, novel Roekiah 1965 yang penulisnya merupakan salah satu finalis Emerging Writers dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2021 ini bisa memberi warna dan perspektif baru terkait isu PKI dalam dunia literasi. Novel ini juga diharapkan dapat menginspirasi penulis Indonesia untuk lebih berani menelaah sejarah bangsa sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Kafilah Banyuasin Masuk Final MTQ Terbatas XXIX Tingkat Sumsel 

    Empat Kafilah Banyuasin Masuk Final MTQ Terbatas XXIX Tingkat Sumsel 

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.309
    • 0Komentar

    EMPAT Kafilah Kabupaten Banyuasin tembus final MTQ XXIX Tingkat Propinsi Sumatera Selatan tahun 2020 di Kota Palembang. Ke empatnya sangat berpeluang untuk menyumbangkan tropy bagi Kabupaten Banyuasin. Ke empat Kafilah tersebut,  M. Husni Mubarak cabang Tilawah dewasa putra, Khofwati Khoiriyah cabang tafsir bahasa Inggris putri, Yogi Yansen Helen cabang murratal remaja dan M. Sholeh finalis […]

  • 47 Mahsiswa Pertanian Unsri Magang di Muba, Sekda : Banyak Potensi SDA Disini,  Laboratorium Alam Bakal Memperkaya Khasanah Belajar

    47 Mahsiswa Pertanian Unsri Magang di Muba, Sekda : Banyak Potensi SDA Disini,  Laboratorium Alam Bakal Memperkaya Khasanah Belajar

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    SEBANYAK 47 Mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) kunjungi Kab. Muba guna melakukan program studi magang dengan melakukan pembinaan Desa. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi, melepas sebanyak 47 Mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) tersebut itu di Auditorium Pemkab Muba. Apriyadi mengatakan, Muba […]

  • 2.000 Peserta Bakal Ikut Fun Bike & Fun Run Bertajuk “No More Pain No More Less”

    2.000 Peserta Bakal Ikut Fun Bike & Fun Run Bertajuk “No More Pain No More Less”

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    SEBANYAK 2.000 peserta akan mengikuti Acara Charity berupa Fun Bike & Fun Run Bertajuk “No More Pain No More Less” yang diselenggarakan Yayasan Kanker Anak di Lapangan TVRI Palembang pada 16 Februari 2020 . Dalam kesempatan ini Para Pengurus Yayasan Kanker Anak Yang ada di Provinsi Sumatera Selatan ini memohon dukungan kepada Pemerintah Provinsi melalui […]

  • Pengurus APPERTI Wil.Sumsel-Babel Dilantik 

    Pengurus APPERTI Wil.Sumsel-Babel Dilantik 

    • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,Palembang – Pengurus Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI) Wilayah Sumatera Selatan Bangka Belitung Periode 2018-2022 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pusat APPERTI, Jurnalis Udin di Griya Agung, Selasa (24/4) malam. Pelantikan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Adapun pengurus terpilih yang dilantik masing-masing yakni Irzanita sebagai Ketua Umum APPERTI Sumsel Babel, Wakil Ketua Umum […]

  • 569 Warga Binaan Lapas Sekayu Dapat Remisi

    569 Warga Binaan Lapas Sekayu Dapat Remisi

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    SEBANYAK 569 Warga Binaan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sekayu mendapatkan Remisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75. Penyerahan Surat Keputusan Pemberian Remisi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex Noerdin kepada perwakilan warga binaan di Lapas Sekayu, Senin (17/8/2020). Selanjutnya Bupati Muba melakukan pembacaan sambutan […]

  • Begini Cara Dikbud Muba Tingkatkan Kompetensi Siswa

    Begini Cara Dikbud Muba Tingkatkan Kompetensi Siswa

    • calendar_month Selasa, 2 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [Dikbud] Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] menggelar Lomba MC dan Pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lomba tersebut dikuti sedikitnya 36 peserta dari perwakilan SMA/SMK di  Bumi Serasan Sekate, masing-masing 20 peserta mengikuti lomba MC dan sisanya 16 peserta lomba pidato. “Lomba ini diadakan untuk […]

expand_less
WordPress Archive Academie – Education WordPress Theme Academist – Education & Learning Management System WordPress Theme Academix – Multipurpose WordPress Theme Academy LMS Offline Payment Addon Accalia | Dermatology Clinic & Cosmetology WordPress Theme + Elementor Accede – Digital Agency WordPress Theme Accentuate – A Professional Consulting WordPress Theme AccessPress Social Login AccessPress Social Pro Accommodo – Accommodation Travel WordPress Theme