Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
  • visibility 2.816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal juga dengan G30S/PKI menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut disebut-sebut merupakan buah dari kehadiran Partai Komunis Indonesia atau PKI. Setelah sekian lama beroperasi dan bahkan sudah disambut dengan sistem “Demokrasi Terpimpin”, PKI diduga melakukan provokasi dan hendak melakukan kudeta terhadap Soekarno. Akibatnya, terjadilah peristiwa penculikan dan  terbunuhnya para jenderal. Jasad para jenderal tersebut ditemukan di sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Peristiwa ini terjadi pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965. Karenanya setiap tanggal 30 September, diperingati sebagai Hari Peringatan G30S/PKI untuk mengenang peristiwa tersebut dan para tokoh yang gugur. Hari peringatan bersejarah menjadi pengingat bahwa meski kemerdekaan telah diraih, kehidupan politik dan bernegara Indonesia dilalui dengan berbagai peristiwa dan perjalanan panjang yang tidak mudah. 

 

Mengupas Sejarah Melalui Sebuah Karya 

Sejarah Indonesia dengan berbagai peristiwa dan tokoh-tokoh di belakangnya yang mewarnai tumbuhnya bangsa Indonesia ini banyak melatarbelakangi lahirnya karya-karya inspiratif. Ada banyak contoh dalam dunia perfilman yang mengangkat latar belakang peristiwa bersejarah Indonesia. Sebut saja film Soekarno (2013), Kartini (2017), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Sang Pencerah (2010), hingga yang terbaru Buya Hamka (2023).

Tidak hanya dalam dunia perfilman saja, tetapi juga dalam karya tulis. Sejarah menginspirasi para penulis untuk membuat karya dengan latar belakang peristiwa bersejarah. Contohnya, buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang berlatar pada tahun 1998, lalu buku Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari yang berlatarkan pada masa Orde Baru, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatarkan pada zaman Hindia Belanda, lalu Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang berlatarkan masa penjajahan.

 

Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Peristiwa politik tahun 1965 yang menjadi masa kelam bagi bangsa Indonesia ini juga menginspirasi banyak karya fiksi lainnya. Sebut saja, buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Pulang karya Leila S. Chudori, serta Amba karya Laksmi Pamuntjak. Semuanya mengambil benang merah masa G30S atau isu yang berkaitan dengan PKI. Termasuk salah satu karya yang terbit secara digital di Cabaca berjudul Roekiah 1965 karya Roe ini yang memiliki kisah dengan berlatarkan politik 1965. 

“Buku Roekiah 1965 menceritakan perjalanan Roekiah dalam menggapai mimpinya yang terpendam, yakni menjadi pemain ludruk, juga menemukan ibunya yang belum pernah ia temui. Selama mewujudkan mimpinya, Roe mulai dituduh dan dicurigai sebagai simpatisan partai terlarang sampai dituduh sebagai gadis murahan yang menjual tubuh demi mendapat jalan ke panggung ludruk,” jelas  Arga Dara Ramadhani sebagai editor buku Roekiah 1965 saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).

Arga Dara Dara melanjutkan bahwa selain mengupas sisi gelap kejadian G30S pada masa 1965 (baik dari sisi ekonomi hingga psikologis) dan sesudahnya, buku ini memberikan warna baru dalam upaya sang tokoh untuk bisa menghidupkan kembali kesenian ludruk yang sempat dilarang pasca-pemberontakan. Pembentukan karakter yang konsisten dalam mencapai tujuannya, dari plot awal yang belum mengetahui kesenian ludruk hingga akhirnya bisa tampil untuk menyuarakan kebenaran dan kritik sosial atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat menjadi salah satu keunikan bagi buku ini. Selain itu, perjalanan Roekiah mencari sang Ibu yang sulit dicari jejaknya pasca-pemberontakan terjadi juga menjadi satu kelebihan tersendiri. Meski buku ini merupakan kisah fiktif, tapi ada satu kelompok tertentu pada masa itu yang memiliki kenangan kurang menyenangkan tentang bagaimana mereka kehilangan keluarga akibat gerakan pembantaian besar-besaran. 

“Selama ini ada banyak stigma yang kurang lebih bernada ‘novel digital itu nggak berkualitas’. Di Cabaca hal tersebut nggak berlaku karena hampir semua yang diterbitkan diawali dengan sistem seleksi naskah dan terdapat proses editorial,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).  Ia berharap, novel Roekiah 1965 yang penulisnya merupakan salah satu finalis Emerging Writers dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2021 ini bisa memberi warna dan perspektif baru terkait isu PKI dalam dunia literasi. Novel ini juga diharapkan dapat menginspirasi penulis Indonesia untuk lebih berani menelaah sejarah bangsa sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor dengan KPK, HD : Saya Bukan Mr Clean, Ingatkan, Tidak Ada Jual Beli Jabatan

    Rakor dengan KPK, HD : Saya Bukan Mr Clean, Ingatkan, Tidak Ada Jual Beli Jabatan

    • calendar_month Rabu, 5 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan Sekretaris Daerah (Sekda) Nasrun Umar membuka Rapat Koordinasi Teknis Manajemen ASN se Provinsi Sumsel yang diselenggarakan KPK RI, di Auditorium Bina Praja, Rabu (5/12/2018). Rapat ini diharapkannya dapat meningkatkan pencegahan korupsi di lingkungan Sumsel. “Saya bukan Mr Clean.  Sebagai Kepala Daerah […]

  • Bareng Warga NU, Gencarkan Vaksin dan Prokes

    Bareng Warga NU, Gencarkan Vaksin dan Prokes

    • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengapresiasi atas semaraknya Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-99 Hijriah di Kabupaten Muba, mengingat hampir semua desa di kecamatan dalam Kabupaten Muba memperingati Harlah tersebut. Sebelumnya di lakukan kegiatan sama di Kecamatan Babat Toman, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, dan Kecamatan Lalan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar dalam […]

  • Pandemi Covid Turun, Masyarakat Nggak Boleh Lengah

    Pandemi Covid Turun, Masyarakat Nggak Boleh Lengah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meminta jajarannya untuk tetap waspada menghadapi pandemi Covid-19 terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski tren kasus harian mulai menurun, dia meminta sejumlah daerah harus tetap dimonitor secara ketat untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus. “Bapak Presiden juga menekankan lima provinsi yang jumlah kasusnya sekarang sudah mulai melandai dan ada beberapa indikasi […]

  • Sukseskan Era Society 5.0,  PT Siapkan Ruang Kuliah Audio

    Sukseskan Era Society 5.0, PT Siapkan Ruang Kuliah Audio

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 623
    • 0Komentar

    TRANSFORMASI Pendidikan Indonesia di era revolusi industri 4.0 dan menuju era society 5.0 di Perguruan Tinggi (PT) mulai diterapkan di Indonesia sehingga tempat pendidikan itu harus menyiapkan ruang Audio. Upaya mendorong hal tersebut Kemenristekdikti pun terus mensosialisasikan penerapan tersebut. Hal ini diungkapkan dalam kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan, Riset dan […]

  • Jadi Percontohan Pengelolaan ZIS, Pansus VI DPRD Bangka Berguru di Muba

    Jadi Percontohan Pengelolaan ZIS, Pansus VI DPRD Bangka Berguru di Muba

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.817
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba dinilai sukses dalam pengelolaan zakat, infaq dan sodakoh (ZIS) ASN di lingkungan Pemkab Muba sehingga menarik Pansus VI DPRD Bangka untuk berguru di Muba. Hal ini dibuktikan dengan adanya Kunjungan Kerja Pansus VI DPRD Kabupaten Bangka beserta rombongan ke Kabupaten Muba dalam rangka Studi Banding Pengelolaan ZIS yang disambut langsung oleh Bupati Muba […]

  • Asian Games Momentum Dorong Daya Beli dan Komsumsi

    Asian Games Momentum Dorong Daya Beli dan Komsumsi

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan event Asian Games menjadi momentum dalam mendorong daya beli dan konsumsi Perhelatan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) […]

expand_less
WordPress Archive Academie – Education WordPress Theme Academist – Education & Learning Management System WordPress Theme Academix – Multipurpose WordPress Theme Academy LMS Offline Payment Addon Accalia | Dermatology Clinic & Cosmetology WordPress Theme + Elementor Accede – Digital Agency WordPress Theme Accentuate – A Professional Consulting WordPress Theme AccessPress Social Login AccessPress Social Pro Accommodo – Accommodation Travel WordPress Theme