Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 608
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di era ketika orang lebih hafal lirik lagu di media sosial seperti TikTok daripada bait puisinya Chairil Anwar,  dua penyair nasional justru memilih jalan yang tidak populer.

Mereka datang ke Palembang bukan untuk bikin quotes estetik berlatar senja, tapi untuk membaca puisi. Bukan dibaca di layar, tapi dilafalkan pakai suara. Kadang salah intonasi, kadang terbata dan justru di situlah rasanya.

Dua penyair itu adalah Afnan Malay dan Joko Pranoto, datang dari Yogyakarta dan disambut hangat seniman Palembang dalam acara baca puisi “Rindu Dua Penyair 2026” di Gedung Kesenian Palembang. Acaranya digelar dadakan, tidak ada konsep ribet. Tidak ada target viral, tapi suasananya justru hidup.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Nasir Setra, menyebut acara ini lahir dari silaturahmi. “Ini acara dadakan saja, karena Mas Afnan dan Mas Joko datang ke Palembang, ya kita manfaatkan untuk bertemu seniman dan anak-anak sekolah,” katanya.

Kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam, sastra berjalan karena pertemuan, bukan proposal.

Palembang malam itu mendadak jadi ruang tamu sastra. Gedung Kesenian bukan sekadar bangunan, tapi tempat berkumpulnya kata-kata.

Ada penyair lokal seperti Anto Narasoma dan Eka Armawati, ada pendongeng Inug Nugroho, ada pembaca puisi muda, bahkan ada musik dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang. Lengkap, sastra rasa prasmanan tidak pilih-pilih.

Yang bikin suasana cair, dua penyair nasional ini tidak datang dengan sikap sok tinggi. Tidak ada jarak. Tidak ada gaya “puisi harus serius.” Mereka tertawa, menyemangati, dan membiarkan puisinya dibacakan siapa saja.

Pendongeng Inug Nugroho bahkan mengaku sudah akrab dengan suasana seperti ini. “Saya sudah dua kali terlibat acara dengan Mas Joko di Palembang. Dulu saya juga membacakan puisinya,” ujarnya sambil tertawa.

Puisi, rupanya, tidak selalu harus dibaca dengan wajah tegang.

Hal serupa disampaikan penyair Palembang, Eka Armawati, menurutnya, bekerja sama dengan Joko Pranoto selalu memberi pengalaman positif. “Mas Joko itu selalu memberi support kepada anak-anak sekolah yang saya ajak membaca puisinya,” kata Eka.

Di sini, puisi berhenti jadi teks dan berubah jadi pengalaman sebab selama ini, puisi sering dianggap rumit. Seolah-olah hanya boleh disentuh orang tertentu.

Padahal yang rumit sering kali bukan puisinya, tapi cara kita mendudukkannya. Puisi dipaksa berdiri di podium tinggi, padahal aslinya lebih nyaman duduk di bangku panjang, ngobrol santai.

Ketika Joko Pranoto berkata, “Saya masih harus banyak belajar,” kalimat itu terasa jujur. Bukan rendah diri, tapi kesadaran. Sastra bukan lomba siapa paling pintar, tapi siapa paling mau mendengar.

Sementara Afnan Malay mengaku terkesan dengan sambutan seniman Palembang. “Kami disambut dengan hangat. Maka saya dan Mas Joko akan berusaha tampil maksimal,” ujarnya.

Penyair Palembang

Ia juga menyebut beberapa penyair Palembang yang sudah ia kenal. Itu bukan basa-basi, tapi pengakuan bahwa sastra daerah punya posisi penting.

Yang menarik, acara ini tidak berhenti di panggung. Panitia berencana melakukan road show baca puisi ke sekolah-sekolah. Nasir Setra menegaskan tujuannya jelas memberi akses referensi sastra kepada pelajar. Ini langkah kecil, tapi dampaknya panjang.

Di tengah dunia yang makin ribut oleh notifikasi, puisi menawarkan jeda. Dan jeda itulah yang hari ini makin dibutuhkan. Anak-anak tidak butuh ceramah panjang soal pentingnya membaca. Mereka butuh contoh. Mereka butuh melihat bahwa kata-kata bisa hidup dan menyenangkan.

Lucunya lagi, di Palembang, puisi tidak alergi dangdut. Dua dunia itu bisa duduk satu panggung tanpa saling merasa paling seni. Ini pelajaran penting budaya tidak perlu saling menyingkirkan untuk terlihat berkelas.

Oleh sebab ini acara ini terkesan sederhana tapi penting sebab sastra tidak boleh eksklusif. Ia harus mau turun, mau berbaur, mau salah, mau tertawa, dari situlah cinta tumbuh.

Seperti pepatah  “air tenang menghanyutkan” Puisi memang tidak berisik, tapi diam-diam membentuk cara berpikir. Dan Palembang, lewat acara sederhana penuh tawa ini, membuktikan satu hal, selama masih ada orang yang mau membaca puisi dengan jujur, sastra tidak akan pernah kehilangan rumah.

Ia hanya sedang menunggu disapa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suryo Eko Jabat Dirut PTBA, Bagikan Deviden 835 Miliar

    Suryo Eko Jabat Dirut PTBA, Bagikan Deviden 835 Miliar

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2020 di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (5/4/2021). Dalam RUPST tersebut, PTBA membagikan dividen sebesar Rp 835 miliar. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 35 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2020 sebesar Rp 2,4 triliun. Selain ditetapkannya pembagian […]

  • Pelatihan Migas Muba, Dari Nganggur Jadi Operator Hits!

    Pelatihan Migas Muba, Dari Nganggur Jadi Operator Hits!

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.368
    • 0Komentar

    SEKAYU, pagi itu memang rame bukan main. Di BLK Sekayu, ada 133 calon peserta Pelatihan Migas tahun 2025 lagi siap-siap tes tertulis, terdengar juga suara sepatu beradu lantai, gelak tawa, bisik-bisik peserta, bahkan ada yang nyanyi lirih, bersatu kayak orkestra kacau tapi harmonis. “Bro, bawa bolpoin warna hitam kan?” tanya Joni sambil menatap Tasrif yang […]

  • Serbu Stan Muba di Sriwijaya Expo, Warga Borong Produk Ini, Idul Fitri Kemaren Megawati & Puan-pun Sempat Memakainya   

    Serbu Stan Muba di Sriwijaya Expo, Warga Borong Produk Ini, Idul Fitri Kemaren Megawati & Puan-pun Sempat Memakainya   

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    PULUHAN booth berjejer rapi pada rangkaian Sriwijaya Expo di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC)  2-5 Juli 2021. Namun, hanya satu booth yang membuat pengunjung terpikat dari berbagai booth yang ada, yakni booth Gambo Muba. Suasana ini tampak jelas saat event Sriwijaya Expo dibuka Jumat (2/7/2021) malam. Tampak pengunjung dari berbagai daerah menyerbu booth Gambo Muba, […]

  • Palembang Ingin Tiru Bali,Tentang Apa Ya?

    Palembang Ingin Tiru Bali,Tentang Apa Ya?

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Konsep yang timbul dari pemikiran, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, untuk mewujudkan Palembang yang benar-benar bersih, rupanya akan semakin terwujud ke arah peraturan daerah (Perda) di Kota Palembang. “Tadi kita selesai rapat membahas konsep tentang sangsi dan efek jera bagi masyarakat yang buang sampah sembarangan, bersama Dinas terkait dan Sekda,” ujarnya di […]

  • Tekan Kecelakaan, Gubernur Bakal Benahi Sistem Transportasi Air di Sumsel

    Tekan Kecelakaan, Gubernur Bakal Benahi Sistem Transportasi Air di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 25 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Provinsi Sumatera Selatan berecana akan membenahi sistem tranportasi perairan guna menekan angka kecelakaan. Ia meminta Lanal Palembang dapat membantu membuat kajian khusus melalui Forum Group Discussion (FGD) yang membahas moda transportasi air  paling murah di dunia. “Kurangnya fasilitas rambu keselamatan lalulintas angkutan diperairan Sungai Musi, salah satu penyebabnya,”tutur Gubernur Sumsel H Herman […]

  • Tingkatkan Pelayanan Prima, Polda Jambi Launching Aplikasi Polisi Menyatukan Langkah Membangun Negeri

    Tingkatkan Pelayanan Prima, Polda Jambi Launching Aplikasi Polisi Menyatukan Langkah Membangun Negeri

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    KAPOLDA Jambi, Irjen. Pol. A. Rachmad Wibowo melaunching aplikasi Polisi Melangun (Menyatukan Langkah Membangun Negeri) yang digagas Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan di aula Polres Merangin, Kota Bangko, Kabupaten Merangin, belum lama ini. Aplikasi Polisi Melangun dengan motto Hadir, Berbuat, Bermanfaat tersebut, untuk membawa laju perubahan Polres Merangin dengan menerapkan manajemen transformasi atau perubahan […]

expand_less
WordPress Archive AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme Aira – Conditioning Airbnb Property Availability Checker (Forms)