Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 619
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di era ketika orang lebih hafal lirik lagu di media sosial seperti TikTok daripada bait puisinya Chairil Anwar,  dua penyair nasional justru memilih jalan yang tidak populer.

Mereka datang ke Palembang bukan untuk bikin quotes estetik berlatar senja, tapi untuk membaca puisi. Bukan dibaca di layar, tapi dilafalkan pakai suara. Kadang salah intonasi, kadang terbata dan justru di situlah rasanya.

Dua penyair itu adalah Afnan Malay dan Joko Pranoto, datang dari Yogyakarta dan disambut hangat seniman Palembang dalam acara baca puisi “Rindu Dua Penyair 2026” di Gedung Kesenian Palembang. Acaranya digelar dadakan, tidak ada konsep ribet. Tidak ada target viral, tapi suasananya justru hidup.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Nasir Setra, menyebut acara ini lahir dari silaturahmi. “Ini acara dadakan saja, karena Mas Afnan dan Mas Joko datang ke Palembang, ya kita manfaatkan untuk bertemu seniman dan anak-anak sekolah,” katanya.

Kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam, sastra berjalan karena pertemuan, bukan proposal.

Palembang malam itu mendadak jadi ruang tamu sastra. Gedung Kesenian bukan sekadar bangunan, tapi tempat berkumpulnya kata-kata.

Ada penyair lokal seperti Anto Narasoma dan Eka Armawati, ada pendongeng Inug Nugroho, ada pembaca puisi muda, bahkan ada musik dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang. Lengkap, sastra rasa prasmanan tidak pilih-pilih.

Yang bikin suasana cair, dua penyair nasional ini tidak datang dengan sikap sok tinggi. Tidak ada jarak. Tidak ada gaya “puisi harus serius.” Mereka tertawa, menyemangati, dan membiarkan puisinya dibacakan siapa saja.

Pendongeng Inug Nugroho bahkan mengaku sudah akrab dengan suasana seperti ini. “Saya sudah dua kali terlibat acara dengan Mas Joko di Palembang. Dulu saya juga membacakan puisinya,” ujarnya sambil tertawa.

Puisi, rupanya, tidak selalu harus dibaca dengan wajah tegang.

Hal serupa disampaikan penyair Palembang, Eka Armawati, menurutnya, bekerja sama dengan Joko Pranoto selalu memberi pengalaman positif. “Mas Joko itu selalu memberi support kepada anak-anak sekolah yang saya ajak membaca puisinya,” kata Eka.

Di sini, puisi berhenti jadi teks dan berubah jadi pengalaman sebab selama ini, puisi sering dianggap rumit. Seolah-olah hanya boleh disentuh orang tertentu.

Padahal yang rumit sering kali bukan puisinya, tapi cara kita mendudukkannya. Puisi dipaksa berdiri di podium tinggi, padahal aslinya lebih nyaman duduk di bangku panjang, ngobrol santai.

Ketika Joko Pranoto berkata, “Saya masih harus banyak belajar,” kalimat itu terasa jujur. Bukan rendah diri, tapi kesadaran. Sastra bukan lomba siapa paling pintar, tapi siapa paling mau mendengar.

Sementara Afnan Malay mengaku terkesan dengan sambutan seniman Palembang. “Kami disambut dengan hangat. Maka saya dan Mas Joko akan berusaha tampil maksimal,” ujarnya.

Penyair Palembang

Ia juga menyebut beberapa penyair Palembang yang sudah ia kenal. Itu bukan basa-basi, tapi pengakuan bahwa sastra daerah punya posisi penting.

Yang menarik, acara ini tidak berhenti di panggung. Panitia berencana melakukan road show baca puisi ke sekolah-sekolah. Nasir Setra menegaskan tujuannya jelas memberi akses referensi sastra kepada pelajar. Ini langkah kecil, tapi dampaknya panjang.

Di tengah dunia yang makin ribut oleh notifikasi, puisi menawarkan jeda. Dan jeda itulah yang hari ini makin dibutuhkan. Anak-anak tidak butuh ceramah panjang soal pentingnya membaca. Mereka butuh contoh. Mereka butuh melihat bahwa kata-kata bisa hidup dan menyenangkan.

Lucunya lagi, di Palembang, puisi tidak alergi dangdut. Dua dunia itu bisa duduk satu panggung tanpa saling merasa paling seni. Ini pelajaran penting budaya tidak perlu saling menyingkirkan untuk terlihat berkelas.

Oleh sebab ini acara ini terkesan sederhana tapi penting sebab sastra tidak boleh eksklusif. Ia harus mau turun, mau berbaur, mau salah, mau tertawa, dari situlah cinta tumbuh.

Seperti pepatah  “air tenang menghanyutkan” Puisi memang tidak berisik, tapi diam-diam membentuk cara berpikir. Dan Palembang, lewat acara sederhana penuh tawa ini, membuktikan satu hal, selama masih ada orang yang mau membaca puisi dengan jujur, sastra tidak akan pernah kehilangan rumah.

Ia hanya sedang menunggu disapa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah COVID-19, Warga Perum Pesona Harapan Kalidoni, Kompak  Semprot Lingkungan dengan Disinfektan

    Cegah COVID-19, Warga Perum Pesona Harapan Kalidoni, Kompak  Semprot Lingkungan dengan Disinfektan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.161
    • 0Komentar

      SEJUMLAH Warga yang tinggal di Perum Pesona Harapan Tahap I, Jalan KH Azhari, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang kompak menyemprot lingkungan perumahan, guna mengantisipasi Virus Corana /COVID-19 yang tengah mewabah saat ini. Kegiatan ini atas gagasan mereka,dan kesadaran mereka untuk menjaga agar lingkungan perumahan tetap striil dari berbagai macam virus dan bakteri. Penyemprotan tersebut […]

  • Setelah  Jabar, Giliran Jatim Minta Disuplai Oksigen Dari Sumsel, Pemprov Siap

    Setelah  Jabar, Giliran Jatim Minta Disuplai Oksigen Dari Sumsel, Pemprov Siap

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    “KE Sungai Musi Kita Menyebrang, ke Pasar Kuto Kita Mencari Duren, Rasa Risau Menjadi Tenang,  Karena Wong Kito Kirim Oksigen” Itulah sebait pantun  ungkapan suka cita  Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil  setelah mendapatkan bantuan oksigen dari  Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Tak hanya itu, atas kontribusi kemanusiaan yang kepada masyarakat Jawa Barat (Jabar) tersebut, […]

  • Galaxy S25 Series Jadi Travel Buddy Terbaik, Dengan AI dan Kamera Paling Canggih

    Galaxy S25 Series Jadi Travel Buddy Terbaik, Dengan AI dan Kamera Paling Canggih

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bayangkan punya travel agent pribadi yang bisa ngelakuin banyak hal? Ternyata cukup miliki Galaxy S25 Series untuk rencanakan dan dokumentasikan perjalanan traveling   Buat kamu yang hobi traveling, Galaxy S25 Series bakal jadi device favorit yang bisa diandalkan untuk jadi travel buddy kamu. Smartphone ini dirancang untuk bisa memberikan pengalaman yang semakin mudah dan praktis dalam menjalani aktivitas sehari-hari, bahkan […]

  • Horee..! Semalam JSC Kedatangan Penghuni Baru, Mau Tahu ?

    Horee..! Semalam JSC Kedatangan Penghuni Baru, Mau Tahu ?

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.806
    • 0Komentar

    Manajemen bakal menjadikan JSC sebagai sarana wisata keluarga bisa segera terwujud setelah rusa ini beradaptasi.

  • Tokoh Pers Aristides Katoppo Tutup Usia

    Tokoh Pers Aristides Katoppo Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    JURNALIS senior Aristides Katoppo dikabarkan meninggal dunia hari ini, Minggu (29/9/2019). Ungkapan duka cita disampaikan sejumlah tokoh melalui akun Twitter. Salah satunya budayawan Sudjiwo Tejo. Melalui akun Twitternya @sudjiwotedjo mencuitkan `Mas Tides* met jalan.. sampai jumpa… #utangRasa`. Dalam cuitannya, Sudjiwo Tejo juga menuliskan keterangan Aristides Katoppo sebagai wartawan senior seperti melansir CNNIndonesia.com. Wartawan senior Goenawan Mohamad […]

  • Anggaran Sedang Diproses, Insentif Guru Honorer Segera Cair

    Anggaran Sedang Diproses, Insentif Guru Honorer Segera Cair

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    SEMPAT tertunda, Guru honorer di lingkungan sekolah SD dan SMP Kota Palembang akan segera menerima insentif yang sebelumnya sempat tertunda karena saat ini sedang diproses. Seperti diketahui, insentif senilai Rp 1 juta per bulan ini merupakan penghargaan dari Wali Kota untuk 2.700 tenaga honorer di sekolah SD ataupun SMP. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad […]

expand_less
WordPress Archive AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme Aira – Conditioning Airbnb Property Availability Checker (Forms)