Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 630
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di era ketika orang lebih hafal lirik lagu di media sosial seperti TikTok daripada bait puisinya Chairil Anwar,  dua penyair nasional justru memilih jalan yang tidak populer.

Mereka datang ke Palembang bukan untuk bikin quotes estetik berlatar senja, tapi untuk membaca puisi. Bukan dibaca di layar, tapi dilafalkan pakai suara. Kadang salah intonasi, kadang terbata dan justru di situlah rasanya.

Dua penyair itu adalah Afnan Malay dan Joko Pranoto, datang dari Yogyakarta dan disambut hangat seniman Palembang dalam acara baca puisi “Rindu Dua Penyair 2026” di Gedung Kesenian Palembang. Acaranya digelar dadakan, tidak ada konsep ribet. Tidak ada target viral, tapi suasananya justru hidup.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Nasir Setra, menyebut acara ini lahir dari silaturahmi. “Ini acara dadakan saja, karena Mas Afnan dan Mas Joko datang ke Palembang, ya kita manfaatkan untuk bertemu seniman dan anak-anak sekolah,” katanya.

Kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam, sastra berjalan karena pertemuan, bukan proposal.

Palembang malam itu mendadak jadi ruang tamu sastra. Gedung Kesenian bukan sekadar bangunan, tapi tempat berkumpulnya kata-kata.

Ada penyair lokal seperti Anto Narasoma dan Eka Armawati, ada pendongeng Inug Nugroho, ada pembaca puisi muda, bahkan ada musik dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang. Lengkap, sastra rasa prasmanan tidak pilih-pilih.

Yang bikin suasana cair, dua penyair nasional ini tidak datang dengan sikap sok tinggi. Tidak ada jarak. Tidak ada gaya “puisi harus serius.” Mereka tertawa, menyemangati, dan membiarkan puisinya dibacakan siapa saja.

Pendongeng Inug Nugroho bahkan mengaku sudah akrab dengan suasana seperti ini. “Saya sudah dua kali terlibat acara dengan Mas Joko di Palembang. Dulu saya juga membacakan puisinya,” ujarnya sambil tertawa.

Puisi, rupanya, tidak selalu harus dibaca dengan wajah tegang.

Hal serupa disampaikan penyair Palembang, Eka Armawati, menurutnya, bekerja sama dengan Joko Pranoto selalu memberi pengalaman positif. “Mas Joko itu selalu memberi support kepada anak-anak sekolah yang saya ajak membaca puisinya,” kata Eka.

Di sini, puisi berhenti jadi teks dan berubah jadi pengalaman sebab selama ini, puisi sering dianggap rumit. Seolah-olah hanya boleh disentuh orang tertentu.

Padahal yang rumit sering kali bukan puisinya, tapi cara kita mendudukkannya. Puisi dipaksa berdiri di podium tinggi, padahal aslinya lebih nyaman duduk di bangku panjang, ngobrol santai.

Ketika Joko Pranoto berkata, “Saya masih harus banyak belajar,” kalimat itu terasa jujur. Bukan rendah diri, tapi kesadaran. Sastra bukan lomba siapa paling pintar, tapi siapa paling mau mendengar.

Sementara Afnan Malay mengaku terkesan dengan sambutan seniman Palembang. “Kami disambut dengan hangat. Maka saya dan Mas Joko akan berusaha tampil maksimal,” ujarnya.

Penyair Palembang

Ia juga menyebut beberapa penyair Palembang yang sudah ia kenal. Itu bukan basa-basi, tapi pengakuan bahwa sastra daerah punya posisi penting.

Yang menarik, acara ini tidak berhenti di panggung. Panitia berencana melakukan road show baca puisi ke sekolah-sekolah. Nasir Setra menegaskan tujuannya jelas memberi akses referensi sastra kepada pelajar. Ini langkah kecil, tapi dampaknya panjang.

Di tengah dunia yang makin ribut oleh notifikasi, puisi menawarkan jeda. Dan jeda itulah yang hari ini makin dibutuhkan. Anak-anak tidak butuh ceramah panjang soal pentingnya membaca. Mereka butuh contoh. Mereka butuh melihat bahwa kata-kata bisa hidup dan menyenangkan.

Lucunya lagi, di Palembang, puisi tidak alergi dangdut. Dua dunia itu bisa duduk satu panggung tanpa saling merasa paling seni. Ini pelajaran penting budaya tidak perlu saling menyingkirkan untuk terlihat berkelas.

Oleh sebab ini acara ini terkesan sederhana tapi penting sebab sastra tidak boleh eksklusif. Ia harus mau turun, mau berbaur, mau salah, mau tertawa, dari situlah cinta tumbuh.

Seperti pepatah  “air tenang menghanyutkan” Puisi memang tidak berisik, tapi diam-diam membentuk cara berpikir. Dan Palembang, lewat acara sederhana penuh tawa ini, membuktikan satu hal, selama masih ada orang yang mau membaca puisi dengan jujur, sastra tidak akan pernah kehilangan rumah.

Ia hanya sedang menunggu disapa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transtudio Mini Palembang Mulai Ramai Dikunjungi Anak-anak dari Daerah

    Transtudio Mini Palembang Mulai Ramai Dikunjungi Anak-anak dari Daerah

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.820
    • 0Komentar

    Di Trans Studio Mini Palembang di antaranya Crazy Cab Coaster, Mini Train, Bumper Car, Newyork Swing, Sky Rider, Venture River dan Games Arena

  • CPNS OKI Ikut DIKLATSAR

    CPNS OKI Ikut DIKLATSAR

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    40 orang Calon Pengawai Negeri Sipil golongan II angkatan V Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) di Gedung Diklat Teluk Gelam, Selasa, (12/7). Para CPNS ini dibekali nilai-nilai Pancasila dan Kode Etik ASN. Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah, H.Husin, S.Pd., MM., M.Pd menyampaikan melalui DIKLATSAR ini setiap peserta […]

  • Jelang Ramadan, Pesan Wawako Saat OP Migor  : Warga Tak Perlu Panik, Ini Janjinya !

    Jelang Ramadan, Pesan Wawako Saat OP Migor  : Warga Tak Perlu Panik, Ini Janjinya !

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    RATUSAN warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ilir Barat 2 dan Kecamatan Gandus Palembang, mengantri panjang di halaman parkir Pasar Tradisional  Tangga Buntung Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang. Warga yang mengantri sejak pukul 09.00 WIB ini, guna memburu minyak goreng (migor) murah di operasi pasar yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perdagang. […]

  • Jalan Rusak Parah, Wawako Akan Panggil Dinas Terkait

    Jalan Rusak Parah, Wawako Akan Panggil Dinas Terkait

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Senin (17/1/2022) siang, tidak dapat menyembunyikan kekesalannya saat meninjau Jalan Siaran Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang. Jalan padat lalulintas  yang terletak persis didepan Pasar Satelit Perumnas Sako ini, kondisinya berlobang yang hampir disepanjang jalan pasar tersebut. Parahnya lagi, lobang jalan kini tergenang air yang sewaktu waktu dapat membahayakan penguna jalan. […]

  • Benahi Sirkuit Mandalika, Alat Berat Mulai Berdatangan

    Benahi Sirkuit Mandalika, Alat Berat Mulai Berdatangan

    • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    MANDALIKA Grand Prix Association (MGPA) bergegas membenahi sirkuit Mandalika. Berbagai alat berat yang akan dipakai untuk memperbaiki Pertamina Mandalika International Street Circuit mulai berdatangan dari berbagai daerah di pulau Jawa. Keterangan InfoPublik yang diterima, Sabtu (19/2/2022) menyebutkan bahwa sejak Jumat kemarin alat berat untuk memperbaiki aspal Sirkuit Mandalika diberangkatkan dari berbagai daerah di Pulau Jawa. […]

  • Pansus DPRD Sumsel Terima LKPJ Gubernur 2020, Wagub  Turut Menghadiri  

    Pansus DPRD Sumsel Terima LKPJ Gubernur 2020, Wagub Turut Menghadiri  

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.664
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya menghadiri rapat paripurna ke-28 DPRD Sumsel dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian Pansus-pansus terhadap LKPJ Gubernur tahun anggaran 2020. Dalam rapat yang dihadiri 42 orang anggota DPRD Sumsel ini, Wagub Mawardi menyambut baik atas laporan yang telah diberikan kelima pansus DPRD Sumsel terhadap LKPJ Gubernur tahun anggaran […]

expand_less
WordPress Archive AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme Aira – Conditioning Airbnb Property Availability Checker (Forms)