Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

Penyair Nasional Turun ke Akar Rumput, Puisi Menyapa Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 612
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di era ketika orang lebih hafal lirik lagu di media sosial seperti TikTok daripada bait puisinya Chairil Anwar,  dua penyair nasional justru memilih jalan yang tidak populer.

Mereka datang ke Palembang bukan untuk bikin quotes estetik berlatar senja, tapi untuk membaca puisi. Bukan dibaca di layar, tapi dilafalkan pakai suara. Kadang salah intonasi, kadang terbata dan justru di situlah rasanya.

Dua penyair itu adalah Afnan Malay dan Joko Pranoto, datang dari Yogyakarta dan disambut hangat seniman Palembang dalam acara baca puisi “Rindu Dua Penyair 2026” di Gedung Kesenian Palembang. Acaranya digelar dadakan, tidak ada konsep ribet. Tidak ada target viral, tapi suasananya justru hidup.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, Nasir Setra, menyebut acara ini lahir dari silaturahmi. “Ini acara dadakan saja, karena Mas Afnan dan Mas Joko datang ke Palembang, ya kita manfaatkan untuk bertemu seniman dan anak-anak sekolah,” katanya.

Kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam, sastra berjalan karena pertemuan, bukan proposal.

Palembang malam itu mendadak jadi ruang tamu sastra. Gedung Kesenian bukan sekadar bangunan, tapi tempat berkumpulnya kata-kata.

Ada penyair lokal seperti Anto Narasoma dan Eka Armawati, ada pendongeng Inug Nugroho, ada pembaca puisi muda, bahkan ada musik dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang. Lengkap, sastra rasa prasmanan tidak pilih-pilih.

Yang bikin suasana cair, dua penyair nasional ini tidak datang dengan sikap sok tinggi. Tidak ada jarak. Tidak ada gaya “puisi harus serius.” Mereka tertawa, menyemangati, dan membiarkan puisinya dibacakan siapa saja.

Pendongeng Inug Nugroho bahkan mengaku sudah akrab dengan suasana seperti ini. “Saya sudah dua kali terlibat acara dengan Mas Joko di Palembang. Dulu saya juga membacakan puisinya,” ujarnya sambil tertawa.

Puisi, rupanya, tidak selalu harus dibaca dengan wajah tegang.

Hal serupa disampaikan penyair Palembang, Eka Armawati, menurutnya, bekerja sama dengan Joko Pranoto selalu memberi pengalaman positif. “Mas Joko itu selalu memberi support kepada anak-anak sekolah yang saya ajak membaca puisinya,” kata Eka.

Di sini, puisi berhenti jadi teks dan berubah jadi pengalaman sebab selama ini, puisi sering dianggap rumit. Seolah-olah hanya boleh disentuh orang tertentu.

Padahal yang rumit sering kali bukan puisinya, tapi cara kita mendudukkannya. Puisi dipaksa berdiri di podium tinggi, padahal aslinya lebih nyaman duduk di bangku panjang, ngobrol santai.

Ketika Joko Pranoto berkata, “Saya masih harus banyak belajar,” kalimat itu terasa jujur. Bukan rendah diri, tapi kesadaran. Sastra bukan lomba siapa paling pintar, tapi siapa paling mau mendengar.

Sementara Afnan Malay mengaku terkesan dengan sambutan seniman Palembang. “Kami disambut dengan hangat. Maka saya dan Mas Joko akan berusaha tampil maksimal,” ujarnya.

Penyair Palembang

Ia juga menyebut beberapa penyair Palembang yang sudah ia kenal. Itu bukan basa-basi, tapi pengakuan bahwa sastra daerah punya posisi penting.

Yang menarik, acara ini tidak berhenti di panggung. Panitia berencana melakukan road show baca puisi ke sekolah-sekolah. Nasir Setra menegaskan tujuannya jelas memberi akses referensi sastra kepada pelajar. Ini langkah kecil, tapi dampaknya panjang.

Di tengah dunia yang makin ribut oleh notifikasi, puisi menawarkan jeda. Dan jeda itulah yang hari ini makin dibutuhkan. Anak-anak tidak butuh ceramah panjang soal pentingnya membaca. Mereka butuh contoh. Mereka butuh melihat bahwa kata-kata bisa hidup dan menyenangkan.

Lucunya lagi, di Palembang, puisi tidak alergi dangdut. Dua dunia itu bisa duduk satu panggung tanpa saling merasa paling seni. Ini pelajaran penting budaya tidak perlu saling menyingkirkan untuk terlihat berkelas.

Oleh sebab ini acara ini terkesan sederhana tapi penting sebab sastra tidak boleh eksklusif. Ia harus mau turun, mau berbaur, mau salah, mau tertawa, dari situlah cinta tumbuh.

Seperti pepatah  “air tenang menghanyutkan” Puisi memang tidak berisik, tapi diam-diam membentuk cara berpikir. Dan Palembang, lewat acara sederhana penuh tawa ini, membuktikan satu hal, selama masih ada orang yang mau membaca puisi dengan jujur, sastra tidak akan pernah kehilangan rumah.

Ia hanya sedang menunggu disapa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Pandemi, Presiden Apresiasi Dukungan Ponpes terhadap Program Vaksinasi Covid-19

    Cegah Pandemi, Presiden Apresiasi Dukungan Ponpes terhadap Program Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 559
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Aceh dengan melakukan peninjauan vaksinasi di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’Arrif, Kabupaten Aceh Besar, Kemaren. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pondok pesantren yang telah mendukung para santri untuk mendapatkan suntikan vaksin sehingga d dapat terlindungi dari virus korona. “Kita ingin melindungi mereka semuanya, […]

  • Begini Ungkap Manajemen BSB Cabang Pendopo PALI Terkait Soal Ini

    Begini Ungkap Manajemen BSB Cabang Pendopo PALI Terkait Soal Ini

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.686
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel [BSB] Cabang Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) menjelaskan terkait Kantor tutup saat jam kerja, jumat pekan lalu. Darmiansyah, Kepala Cabang BSB Pali, melalui Dedy Iswanto Kepala Unit Bagian Umum, dan didampingi Bahruddin Pemimpin Kantor Kas Pasar menjelaskan  meskipun karyawan ada yang mengikuti Acara Sosialisasi Training Motivasi Cabang, namun pegawai tetap kerja […]

  • Siap-siap bakal ada program “bantu umak’ di Muba, Apa itu !

    Siap-siap bakal ada program “bantu umak’ di Muba, Apa itu !

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.770
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sekayu, Pemkab Muba akan meluncurka program yang dinamai “bantu umak”, program itu merupakan bantuan sosial tunai untuk masyarakat miskin extrem. Besarannya beragam mencapai masing masing Rp325.000 per jiwa. Bantuan total program ini mencapai Rp 31.991.700.000 bersumber dari APBD tahun anggaran 2023. Sebanyak  9.491 kepala keluarga atau mencapai 16 .406 jiwa warga miskin si […]

  • Ada Lokakarya Batik Week di Suva- Fiji

    Ada Lokakarya Batik Week di Suva- Fiji

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.682
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Suva, Fiji – KBRI Suva dan Fiji Arts Council beserta desainer lokal Rosie Emberson Semisi mengadakan Lokakarya Batik Week (25-26/10). Lokakarya pembuatan batik selama dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang. Batik Week memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar tentang seni batik dan pertukaran budaya. Acara ini menampilkan […]

  • Jaga Kelestarian di Muba Melalui Program Padat Karya

    Jaga Kelestarian di Muba Melalui Program Padat Karya

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi terus melakukan upaya pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kali ini melalui Dana Intensif Daerah (DID). Pemkab Muba mengajak puluhan warga terdampak COVID-19 untuk bersih-bersih Danau Siarak di Desa Tanah Abang Kecamatan […]

  • Netralitas ASN di Pilkada OKI Diuji, Bawaslu OKI Serahkan Kasus ke BKN

    Netralitas ASN di Pilkada OKI Diuji, Bawaslu OKI Serahkan Kasus ke BKN

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.437
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Setelah melalui serangkaian kajian mendalam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merekomendasikan dugaan pelanggaran netralitas Lurah Jua-jua, Abdullah, dilanjutkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII Palembang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diajukan oleh Tim Hukum dan Advokasi pasangan calon JADI (Dja’far Shodiq-Abdi Yanto SH MH) pada Selasa, […]

expand_less