Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Pakar Seni Budaya Khususnya Wayang Golek yang Tinggal di Santa Cruz, AS Komentari Soal Seni Budaya Sunda Ini

Pakar Seni Budaya Khususnya Wayang Golek yang Tinggal di Santa Cruz, AS Komentari Soal Seni Budaya Sunda Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
  • visibility 3.424
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, San Francisco, Amerika Serikat – Kesenian wayang golek rupanya digemari di tengah-tengah warga lokal maupun asing di San Francisco Bay Area. Buktinya adalah Kathy Foley, seorang pakar seni budaya khususnya wayang golek yang tinggal di Santa Cruz, AS yang sukses mempromosikan kesenian Indonesia dari tahun ke tahun, khususnya seni Sunda dan wayang golek ke publik AS. Keahliannya mengenai wayang tidak saja cara memainkan dengan penghayatan dan intonasi suara yang tepat, namun dirinya juga seorang profesor yang menekuni budaya Sunda, tinggal berpuluh-puluh tahun di Jawa Barat, sehingga tidak heran mampu menghayati pembawaan seluruh karakter wayang yang ditampilkannya.

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa menjadi dalang dalam memainkan kesenian wayang golek di depan publik AS khususnya di San Francisco Bay Area”, kata Kathy Foley di hadapan ratusan tamu yang datang dalam pertunjukan bertajuk “Wayang Golek – The Stunning World of Sundanese Rod Puppets Theatre” di Wisma Indonesia, San Francisco (22/10).

Kathy Foley mengangkat cerita dan pesan kearifan dalam kehidupan manusia mikrokosmos dalam alam makrokosmos terutama mengenai manusia sebagai entitas mikrokosmos yang bermasyarakat dan berbudaya. Cerita tersebut juga digabungkan dengan beberapa kisah Mahabharata dan Ramayana hingga dakwah Islam serta cerita rakyat (folkore) dan legenda di tengah masyarakat Sunda atau Priangan seperti Sangkuriang dan Mundinglaya Dikusumah. “Saya sangat antusias menyiapkan pertunjukan ini dan tidak mengira antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan kehadiran ratusan orang dari berbagai kalangan di San Francisco pada acara budaya Indonesia ini”, ujar guru besar emeritus UC Santa Cruz tersebut.

Konjen RI San Francisco, Prasetyo Hadi, mengungkapkan pertunjukan wayang golek ini memang sudah lama dinanti. “Ini merupakan pertama kalinya KJRI San Francisco menggelar pertunjukan wayang golek kepada khalayak publik AS setelah kita mendengar beberapa tokoh seni dan budaya lokal bahkan para akademisi berbagai universitas terkemuka di AS, khususnya San Francisco Bay Area, bertanya-tanya kapan pertunjukan wayang golek digelar oleh KJRI“, kata Prasetyo.

Kegiatan pertunjukan wayang golek ini tidak seperti biasanya. Pertunjukannya disesuaikan dengan segmentasi audiens yang hadir yang mayoritas adalah orang asing yang terdiri dari mitra kerja asing, para pakar/akademisi, serta pelaku dan penggiat seni dan budaya lokal dan asing di AS khususnya San Francisco. “Pertunjukan wayang golek kali ini meliputi presentasi edukasi mengenai sejarah, nilai falsafah, cerita, serta pelajaran karakter dan watak beberapa tokoh wayang, serta pertunjukan sinoptik wayang golek yang membawa kisah cerita pertarungan baik dan buruk antara pandawa dan kurawa” tambahnya.

Dituturkan pula bahwa diplomasi seni dan budaya harus lebih tepat sasaran menyasar pihak-pihak asing terutama mereka yang belum banyak mengenal dan mendalami budaya Indonesia. “Dengan kehadiran yang hampir semuanya didominasi oleh orang asing dan bahkan para akademisi, hal tersebut akan semakin memberikan harapan diplomasi budaya lebih mengena pada sebanyak-banyaknya masyarakat asing setempat sehingga tercipta cultural awareness dan nation branding tentang keberagaman budaya Indonesia.” ujar Prasetyo.

Pertunjukan wayang golek penting untuk semakin melestarikan salah satu seni tradisional dunia yang dimiliki Indonesia sejalan dengan penetapan wayang golek oleh UNESCO sebagai salah satu Mahakarya Warisan Kemanusiaan Lisan dan Nonbendawi dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) bersama dengan wayang kulit dan wayang klitik, pada 7 November 2003. Di samping itu, pelestarian budaya Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dunia melalui pertunjukan wayang golek seperti ini diharapkan akan semakin meningkatkan penghormatan dunia internasional terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Konsul Pensosbud, Mahmudin Nur Al-Gozaly, menyampaikan bahwa acara diplomasi budaya seperti yang dipertunjukan oleh seorang pakar asing yang menyasar orang-orang asing merupakan salah satu strategi yang penting untuk dilakukan Perwakilan RI San Francisco sebagai media untuk semakin mempromosikan kekayaan dan keberagaman Indonesia yang multikultural.​[***]

 

Sumber/foto: KJRI San Francisco/Kemlu RI​

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halte Transmusi Banyak Rusak, Pengguna Transportasi Umum Tidak Nyaman

    Halte Transmusi Banyak Rusak, Pengguna Transportasi Umum Tidak Nyaman

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    KENYAMANAN para pengguna moda transportasi umum khususnya Bus Transmusi tampaknya mulai terganggu, hal itu dikarenakan banyaknya fasilitas umum yakni halte bus yang rusak karena kurang terawat. Kondisi ini cukup ironis mengingat Palembang dinilai dengan kota metropolis namun tak mampu menghadirkan fasilitas umum yang layak seperti di kota modern lainnya di Indonesia. Dari data yang dihimpun, […]

  • Manfaatkan Karya Jaya Jadi Terminal Multimoda

    Manfaatkan Karya Jaya Jadi Terminal Multimoda

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru untuk membuat terminal terpadu atau multimoda dengan memanfaatkan Terminal Tipe A Karya Jaya Kertapati Palembang yang saat ini telah ada nampaknya akan segera teralisasi. Hal itu terungkap, saat ia  menggelar rapat pembahasan terminal Karya Jaya bersama Kementerian Perhubungan melalui virtual, Rabu (16/9). “Kita bukan ingin membuat terminal baru tapi memanfaatkan […]

  • UB: Kampus Pertama Cetak Talenta AI yang Bisa Ubah Indonesia, Kampus di Palembang Kapan?

    UB: Kampus Pertama Cetak Talenta AI yang Bisa Ubah Indonesia, Kampus di Palembang Kapan?

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    UNIVERSITAS  Brawijaya [UB] Malang ibarat dapur raksasa tempat mahasiswa jadi koki ide,  mereka mengaduk kreativitas, menambahkan bumbu teknologi, dan voila, lahirlah produk AI yang bisa bikin Indonesia tersenyum bahkan sampai mahasiswa di Palembang kepo, “Kapan giliran kita?” Ya..kata -kata itu terdengar jelas di telinga saya kemarin salah satu tongkoran di kantin salah satu Universtas Termuka […]

  • Dugaan Insentif LPMD Sungai Lumpur Fiftif, Kades Tepis Tudingan, Semua Tidak Benar, Semua Intensif Kelembagaan & Perangkat Desa Sudah Dibayar

    Dugaan Insentif LPMD Sungai Lumpur Fiftif, Kades Tepis Tudingan, Semua Tidak Benar, Semua Intensif Kelembagaan & Perangkat Desa Sudah Dibayar

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.508
    • 0Komentar

    SERIKAT Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumsel, Kordinator Aksi, Yovi Maitaha kembali merilis sejumlah dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018 Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Menurut Yovi, penyelewengan terberat dari sejumlah dugaan praktik korupsi lainnya yakni berupa kegiatan yang diduga fiktif diantaranya Insentif LPMD sebesar […]

  • IRONI

    IRONI

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.793
    • 0Komentar

      Ironi… Saat matahari masih terbit dari timur, namun manusia disfungsi semakin menjamur. Saat dunia masih memperlihatkan rotasi, namun nalar dan nurani sudah mati. Saat semua ksatria sedang mempersiapkan perang, pemalas masih saja bangun siang. Ironi… Saat diskusi sudah hampir hilang, sindrom game online semakin terang benderang. Saat buku-buku ilmiyah dibandrol mahal, budaya kopi paste […]

  • Gubernur Apresiasi Ojek Online Tetap Tangguh dan  Bertahan di Tengah Pandemi

    Gubernur Apresiasi Ojek Online Tetap Tangguh dan  Bertahan di Tengah Pandemi

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.364
    • 0Komentar

    DITENGAH padatnya jadwal sebagai pemimpin daerah, Gubernur Sumsel H Herman Deru menyempatkan diri untuk menghadiri buka puasa bersama para pengurus DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Senin. Ditemani Danis cucunya, Gubernur Herman Deru datang dengan mengendarai sepeda motor di Sekretariat ADO Sumsel di Jalan Hoki Kampus Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Menurut […]

expand_less
WordPress Archive ProAuto – Car Detailing, Service & Shop WordPress Theme Probiz – Multipurpose Business and Corporate WordPress Theme Probiz – Portfolio WordPress Theme ProDent | Dental Clinic & Doctor WordPress Theme + Elementor + RTL Product Alerts for WooCommerce Product Bundles – Elementor WooCommerce WordPress Plugin Product Catalog Feed Pro by PixelYourSite Product Condition for WooCommerce Product Designer for PHP Standalone | Lumise Product Gallery Slider for Woocommerce | Twist