Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CINTA itu seandainya bisa dibordir, barangkali wujudnya adalah batik, kain satu ini bukan cuma jadi pembungkus tubuh, tapi juga bungkus sejarah, cinta, dan kadang… bungkusan kado nikahan, bahkan dulu, nenek kita masih nulis surat cinta pakai kertas minyak dan dikasih bunga kamboja kering di lipatan, batik sudah lebih dulu jadi kode etik estetika yang menempel di kulit Nusantara.

Bayangkan, kain batik itu ibaratnya rendang dalam dunia kuliner, tak bisa asal bikin, harus ada resep, cinta, dan waktu yang ditunggu sampai meresap.

Bak pepatah orang Jawa mengatakan “Urip iku kudu nduweni pola, aja mung nggo batik sembarangan”. Hidup itu harus punya pola, jangan asal pakai batik, apalagi batik printing yang dianggep asli, eh…, ternyata nyetaknya lebih cepat dari bikin mie instan.

Konon, batik dibuat sambil ngerumpi dan nyruput teh manis di teras rumah, sekarang, batik jadi incaran fashion show di Paris, disampirin di pundak bule, dan bikin kepala negara luar negeri manggut-manggut sambil bilang, “Beautiful and unique fabric!” (padahal lidahnya keseleo nyebut ‘Batik Pekalongan’).

Siapa sangka, Barack Obama pernah bilang kakeknya pakai batik, bahkan Michelle Obama  pernah pakai dress batik di acara resmi. Jangan lupa, Nelson Mandela sampai punya koleksi batik kayak emak-emak punya koleksi daster banyak, berwarna, dan selalu bikin nyaman.

Katanya, batik itu lembut di kulit, tajam di gaya, dan penuh filosofi, kurang lebih kayak mantan yang manis di ingatan, tapi pahit di kenyataan.

Dari Batik Tulis Lasem yang motifnya lebih ruwet dari percintaan LDR, sampai Batik Cirebon yang warnanya kayak pelangi habis hujan di musim galau, semua punya ciri khas. Batik Madura?, tabrak warna seenaknya, tapi malah kece!. Batik Papua? ada motif burung cendrawasih yang terbang lebih tinggi dari ekspektasi mantan terhadap kita.

Pokoknya, batik itu ibarat nasi goreng, di mana-mana ada, tapi rasa tiap daerah beda-beda. Ada batik yang motifnya melambangkan doa agar rejeki lancar, ada juga yang gambarnya kayak cerita sinetron kolosal panjang, rumit, tapi bikin nagih.

Seperti cinta sejati yang kadang kalah sama cinta berbudget, batik tulis dan batik cap mulai tergeser batik printing yang lebih murah dan cepat. Celakanya, yang palsu ini sering ngaku-ngaku asli, ibarat cowok ngaku kerja di bank, padahal cuma ambil ATM.

Kementerian Perindustrian bareng Yayasan Batik Indonesia dan sederet lembaga lainnya turun tangan. Mereka ngajarin cara bikin batik sesuai standar. Ada SNI, ada SKKNI, ada Batikmark, ada Sertifikasi Halal dan Industri Hijau, tujuannya jelas biar batik kita gak dikira corak tiruan di baju sisa ekspor.

Bayangkan, SNI untuk batik itu kayak SIM buat pengendara. Biar gak asal ngelaju. Batikmark itu cap cinta yang bilang “Ini asli, bukan palsu kayak hubungan kita waktu itu”. Sertifikasi hijau?, biar batik ramah lingkungan, bukan cuma ramah di mata netizen.

Tanggal 7 Juli kemarin, diadakan Webinar soal “Standardisasi pada Industri Batik”, bukan sekadar diskusi, tapi semacam kopdar batik dengan para ahli. Ada yang dari Balai Besar Standardisasi, ada asesor mutu, bahkan praktisi batik dari Yogyakarta.

Edukasi

Acara puncaknya?, pameran Gelar Batik Nusantara di Pasaraya Blok M, Jakarta, batik-batik dari berbagai daerah berkumpul, pamer gaya, saling unjuk motif, dan saling menyapa seperti reuni akbar keluarga besar Indonesia.

Bukan cuma ajang belanja, tapi edukasi, karena pembeli zaman now udah pintar. Mereka tanya “Ini batik asli atau KW super? Ini cap, tulis, atau print digital? Ini ramah lingkungan atau cuma ramah di IG?”.

Yang paling menarik batik ini 80% digerakkan oleh perempuan, dari ibu rumah tangga di Kampung Batik Trusmi, pengrajin di lereng Gunung Lawu, sampai kepala keluarga perempuan yang menghidupi anak-anaknya lewat canting dan malam.

Seperti kata Mbak Rini Handayani dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan “Industri batik itu bukan cuma soal kain, tapi soal ketahanan keluarga” Lah iya, dari batiklah anak-anak bisa sekolah, warung bisa buka, dan dapur tetap ngebul, meski harga cabe naik turun kayak drama Korea.

Batik bukan cuma simbol budaya, tapi juga peluang ekonomi, kalau dijaga mutunya, dibela standarnya, dan dijual dengan cerita, batik bisa jadi penyelamat ekonomi nasional. Ingat!, batik itu bukan sekadar motif, tapi narasi. Bukan sekadar gaya, tapi identitas.

Jangan heran kalau suatu hari nanti bule-bule pakai batik bukan cuma buat tampil etnik di festival seni, tapi juga buat rapat PBB, buat kondangan, atau bahkan buat main TikTok.

Pepatah titipan tetangga saya bilang “Batik yang asli itu bukan cuma terlihat indah, tapi terasa bermakna, seperti cinta yang walau rumit, tetap kita perjuangkan karena tahu nilainya”

Jadi, sobat kain dan pecinta wastra, yuk kita rawat batik, seperti kita rawat tanaman lidah mertua,  gak rewel, tapi harus diperhatikan, karena batik, bukan cuma peninggalan nenek moyang. Tapi juga tiket menuju masa depan yang penuh warna dan penuh gaya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawali Sumsel Minta Inspektur Tambang Angkat Kaki, Minta Kewenangan Pengawasan Dikembalikan ke Provinsi

    Kawali Sumsel Minta Inspektur Tambang Angkat Kaki, Minta Kewenangan Pengawasan Dikembalikan ke Provinsi

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.079
    • 0Komentar

    PULUHAN  massa Kawal Lingkungan Hidup Indonesia Lestari (Kawali) Sumsel mendatangi Kantor Perwakilan Inspektur Tambang Sumsel Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (14/7). Kedatangan organisasi penggiat lingkungan tersebut guna menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kinerja Inspektur Tambang Sumsel. Mereka juga menuntut agar seluruh Inspektur Tambang yang merupakan perwakilan Kementerian ESDM tersebut angkat kaki dari […]

  • SURVEI Allianz ke-11 Sebut  Siber, Gangguan Bisnis, & Bencana Alam Jadi 3 Risiko Bisnis Teratas Secara Global pada Tahun 2022

    SURVEI Allianz ke-11 Sebut  Siber, Gangguan Bisnis, & Bencana Alam Jadi 3 Risiko Bisnis Teratas Secara Global pada Tahun 2022

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.386
    • 0Komentar

    JOHANNESBURG/LONDON/MUNICH/NEW YORK/PARIS/SAO PAULO/SINGAPORE – Bahaya siber menjadi perhatian terbesar bagi perusahaan secara global pada tahun 2022. Menurut Allianz Risk Barometer, ancaman serangan ransomware, pelanggaran data, atau pemadaman TI besar membuat perusahaan lebih khawatir daripada gangguan bisnis dan rantai pasokan, bencana alam, atau pandemi Covid-19, yang semuanya telah sangat memengaruhi perusahaan dalam satu tahun terakhir. Insiden […]

  • Baca Al Qur’an Sangat Baik Saat Ramadhan, Kenapa ?

    Baca Al Qur’an Sangat Baik Saat Ramadhan, Kenapa ?

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    DANREM 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji S.I.P., S.Sos mengatakan bahwa membaca Al Qur’an sangat baik pada Bulan Suci Ramadhan karena amal ibadah akan berlipat ganda. Dalam sambutannya saat membuka pelatihan Belajar Cepat Baca Qur’an menyampaikan, membaca Al Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Oleh karena itu membaca dan juga mempelajari Al Qur’an hukumnya […]

  • HUT 59, Pusri Palembang Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim

    HUT 59, Pusri Palembang Berbagi dengan 1.000 Anak Yatim

    • calendar_month Senin, 24 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    Palembang –  PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dalam rangkaian HUT ke -59 mengadakan acara bersama dengan 1.000 anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini dilaksanakan secara rutin, bukan saja pada HUT Pusri, namun setiap bulan suci ramadhan. Anak yatim yang di undang tersebut berasal dari 30 panti asuhan. “Kami ingin berbagi dalam memeriahkan HUT Pusri ini, bukan […]

  • Berangkat ke Barcelona, Cita-cita Ilham Terwujud, Terima Kasih Pak Wali..

    Berangkat ke Barcelona, Cita-cita Ilham Terwujud, Terima Kasih Pak Wali..

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.599
    • 0Komentar

    Ilham terpilih menjadi salah satu pemain sepak bola usia muda yang memperoleh beasiswa.

  • Wah .., Ada Program Pengungkapan Sukarela dari Ditjen Pajak, Apa Itu ?, Baca & Pahami !!

    Wah .., Ada Program Pengungkapan Sukarela dari Ditjen Pajak, Apa Itu ?, Baca & Pahami !!

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    MELALUI kegiatan Audiensi bersama Walikota Palembang, Ditjen Pajak (DJP) Kanwil Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (Sumsel Babel) sengaja menyampaikan salah satu program pelayanan kepada Wajib Pajak (WP) yang saat ini telah dijalankan, yakni Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Diketahui, PPS merupakan program yang memberikan kesempatan kepada WP untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum […]

expand_less
WordPress Archive Cloven – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Cluster – A Bold Portfolio WordPress Theme Coachee – Coaching Program Elementor Template Kit CoachFocus – Coaching & Online Courses WordPress Theme Coachi – Coaching & Online Courses WordPress Theme Coaching – Life And Business Coach WordPress Theme Coaching - Life And Business Coach WordPress Theme Coachkit – Life Coach Elementor Template Kit Coast - Luxury Hotel & Resort Elementor Template Kit Coastal Travel and Surf Grunge Template Kit