Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 1.043
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CINTA itu seandainya bisa dibordir, barangkali wujudnya adalah batik, kain satu ini bukan cuma jadi pembungkus tubuh, tapi juga bungkus sejarah, cinta, dan kadang… bungkusan kado nikahan, bahkan dulu, nenek kita masih nulis surat cinta pakai kertas minyak dan dikasih bunga kamboja kering di lipatan, batik sudah lebih dulu jadi kode etik estetika yang menempel di kulit Nusantara.

Bayangkan, kain batik itu ibaratnya rendang dalam dunia kuliner, tak bisa asal bikin, harus ada resep, cinta, dan waktu yang ditunggu sampai meresap.

Bak pepatah orang Jawa mengatakan “Urip iku kudu nduweni pola, aja mung nggo batik sembarangan”. Hidup itu harus punya pola, jangan asal pakai batik, apalagi batik printing yang dianggep asli, eh…, ternyata nyetaknya lebih cepat dari bikin mie instan.

Konon, batik dibuat sambil ngerumpi dan nyruput teh manis di teras rumah, sekarang, batik jadi incaran fashion show di Paris, disampirin di pundak bule, dan bikin kepala negara luar negeri manggut-manggut sambil bilang, “Beautiful and unique fabric!” (padahal lidahnya keseleo nyebut ‘Batik Pekalongan’).

Siapa sangka, Barack Obama pernah bilang kakeknya pakai batik, bahkan Michelle Obama  pernah pakai dress batik di acara resmi. Jangan lupa, Nelson Mandela sampai punya koleksi batik kayak emak-emak punya koleksi daster banyak, berwarna, dan selalu bikin nyaman.

Katanya, batik itu lembut di kulit, tajam di gaya, dan penuh filosofi, kurang lebih kayak mantan yang manis di ingatan, tapi pahit di kenyataan.

Dari Batik Tulis Lasem yang motifnya lebih ruwet dari percintaan LDR, sampai Batik Cirebon yang warnanya kayak pelangi habis hujan di musim galau, semua punya ciri khas. Batik Madura?, tabrak warna seenaknya, tapi malah kece!. Batik Papua? ada motif burung cendrawasih yang terbang lebih tinggi dari ekspektasi mantan terhadap kita.

Pokoknya, batik itu ibarat nasi goreng, di mana-mana ada, tapi rasa tiap daerah beda-beda. Ada batik yang motifnya melambangkan doa agar rejeki lancar, ada juga yang gambarnya kayak cerita sinetron kolosal panjang, rumit, tapi bikin nagih.

Seperti cinta sejati yang kadang kalah sama cinta berbudget, batik tulis dan batik cap mulai tergeser batik printing yang lebih murah dan cepat. Celakanya, yang palsu ini sering ngaku-ngaku asli, ibarat cowok ngaku kerja di bank, padahal cuma ambil ATM.

Kementerian Perindustrian bareng Yayasan Batik Indonesia dan sederet lembaga lainnya turun tangan. Mereka ngajarin cara bikin batik sesuai standar. Ada SNI, ada SKKNI, ada Batikmark, ada Sertifikasi Halal dan Industri Hijau, tujuannya jelas biar batik kita gak dikira corak tiruan di baju sisa ekspor.

Bayangkan, SNI untuk batik itu kayak SIM buat pengendara. Biar gak asal ngelaju. Batikmark itu cap cinta yang bilang “Ini asli, bukan palsu kayak hubungan kita waktu itu”. Sertifikasi hijau?, biar batik ramah lingkungan, bukan cuma ramah di mata netizen.

Tanggal 7 Juli kemarin, diadakan Webinar soal “Standardisasi pada Industri Batik”, bukan sekadar diskusi, tapi semacam kopdar batik dengan para ahli. Ada yang dari Balai Besar Standardisasi, ada asesor mutu, bahkan praktisi batik dari Yogyakarta.

Edukasi

Acara puncaknya?, pameran Gelar Batik Nusantara di Pasaraya Blok M, Jakarta, batik-batik dari berbagai daerah berkumpul, pamer gaya, saling unjuk motif, dan saling menyapa seperti reuni akbar keluarga besar Indonesia.

Bukan cuma ajang belanja, tapi edukasi, karena pembeli zaman now udah pintar. Mereka tanya “Ini batik asli atau KW super? Ini cap, tulis, atau print digital? Ini ramah lingkungan atau cuma ramah di IG?”.

Yang paling menarik batik ini 80% digerakkan oleh perempuan, dari ibu rumah tangga di Kampung Batik Trusmi, pengrajin di lereng Gunung Lawu, sampai kepala keluarga perempuan yang menghidupi anak-anaknya lewat canting dan malam.

Seperti kata Mbak Rini Handayani dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan “Industri batik itu bukan cuma soal kain, tapi soal ketahanan keluarga” Lah iya, dari batiklah anak-anak bisa sekolah, warung bisa buka, dan dapur tetap ngebul, meski harga cabe naik turun kayak drama Korea.

Batik bukan cuma simbol budaya, tapi juga peluang ekonomi, kalau dijaga mutunya, dibela standarnya, dan dijual dengan cerita, batik bisa jadi penyelamat ekonomi nasional. Ingat!, batik itu bukan sekadar motif, tapi narasi. Bukan sekadar gaya, tapi identitas.

Jangan heran kalau suatu hari nanti bule-bule pakai batik bukan cuma buat tampil etnik di festival seni, tapi juga buat rapat PBB, buat kondangan, atau bahkan buat main TikTok.

Pepatah titipan tetangga saya bilang “Batik yang asli itu bukan cuma terlihat indah, tapi terasa bermakna, seperti cinta yang walau rumit, tetap kita perjuangkan karena tahu nilainya”

Jadi, sobat kain dan pecinta wastra, yuk kita rawat batik, seperti kita rawat tanaman lidah mertua,  gak rewel, tapi harus diperhatikan, karena batik, bukan cuma peninggalan nenek moyang. Tapi juga tiket menuju masa depan yang penuh warna dan penuh gaya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepatan Realisasi Destinasi Wisata Baru Lubuklinggau

    Percepatan Realisasi Destinasi Wisata Baru Lubuklinggau

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.790
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima audiensi Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe di ruang tamu Kantor Gubernur Sumsel, kemarin. Dikesempatan itu Herman Deru  menyambut baik rencana pembangunan kawasan wisata terpadu di Lubuklinggau. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi akan membantu Pemda Lubuklinggau dalam proses pembuatan danau yang akan berfungsi sebagai lokasi […]

  • Di Hari Santri, HD Salut Anak-anak Bisa Ajarkan yang Tua Bersatu  

    Di Hari Santri, HD Salut Anak-anak Bisa Ajarkan yang Tua Bersatu  

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.718
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Puluhan ribu santri yang ada di Sumsel merayakan Hari Santri bersama Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung, kemarin. Gubernur pun memberi apreasiasinya, karena hari santri bisa dihadiri puluhan ribu santri, artinya menunjukan Sumsel kondusif dan religius, apalagi dengan dihadiri santri yang begitu ramai memadati Griya Agung. Ia sangat terharu dan salut, […]

  • ‘Sejak Awal Saya Dukung Dodi, Ada yang Berkhianat akan Ada Sanksi Tegas’

    ‘Sejak Awal Saya Dukung Dodi, Ada yang Berkhianat akan Ada Sanksi Tegas’

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.431
    • 0Komentar

    Dirinya menantang DPP Partai Hanura untuk menjatuhkan sanksi terhadapnya, jika memang dirinya dianggap salah.

  • Lautan Manusia, Lautan Maaf di Masjid Agung

    Lautan Manusia, Lautan Maaf di Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SABTU pagi kemarin, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo bukan sekadar tempat ibadah suasananya berubah menjadi lautan manusia,  datang  dan membawa satu tujuan yaitu itu pulang dengan fitrah. Sejak matahari belum sepenuhnya naik, jamaah sudah berdatangan dari berbagai penjuru Palembang, ada yang berjalan kaki, ada yang berboncengan, ada pula yang datang bersama keluarga besar. […]

  • EHFA, Black Dog Institute dan Yayasan Kesehatan Umum Kristen Sukses Selenggarakan Indonesia Mental Health & Suicide Prevention Movement 

    EHFA, Black Dog Institute dan Yayasan Kesehatan Umum Kristen Sukses Selenggarakan Indonesia Mental Health & Suicide Prevention Movement 

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Emotional Health For All (EHFA) bersama Black Dog Institute dan Yayasan Kesehatan Umum Kristen (YAKKUM) telah sukses menyelenggarakan Indonesia Mental Health & Suicide Prevention Movement: It Starts and Ends With Us di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka Lantai 3 pada Sabtu, 29 Oktober 2022.   Indonesia Mental Health & Suicide Prevention Movement […]

  • Bertabur Hadiah PS Palembang Gelar Turnamen Old Stars

    Bertabur Hadiah PS Palembang Gelar Turnamen Old Stars

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    GERAK cepat klub PS Palembang dalam menggaungkan sepakbola di kota pempek semakin menggema di seluruh pelosok daerah. Bahkan tim berjuluk Segentar Alam ini bakal menggelar turnamen old stars yang memperebutkan tropy bergilir Presiden PS Palembang. Selain itu banjir hadiah juga menjadikan turnamen yang bertajuk Betaji Cup 2021 itu semakin semarak meski hanya sebatas fun football. […]

expand_less
WordPress Archive Cloven – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Cluster – A Bold Portfolio WordPress Theme Coachee – Coaching Program Elementor Template Kit CoachFocus – Coaching & Online Courses WordPress Theme Coachi – Coaching & Online Courses WordPress Theme Coaching – Life And Business Coach WordPress Theme Coaching - Life And Business Coach WordPress Theme Coachkit – Life Coach Elementor Template Kit Coast - Luxury Hotel & Resort Elementor Template Kit Coastal Travel and Surf Grunge Template Kit