Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Wamenag Minta PTKI Lebih Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

Wamenag Minta PTKI Lebih Responsif, Beri Solusi Masalah Bangsa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
  • visibility 707
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menggarisbawahi pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam merespon persoalan sosial keagamaan.

Untuk itu, Wamenag minta PTKI tidak hanya reaktif, tapi lebih responsif dan berkontribusi dalam merumuskan beragam solusi atas persoalan bangsa.

“Persoalan bangsa, khususnya di bidang sosial keagamaan, membutuhkan respon dari kita yang tidak bersifat reaktif belaka, melainkan harus berdasar pada pertimbangan empirik hasil riset,” terang Wamenag saat membuka International Conference on Islamic Studies (ICIS) secara virtual, kemaren.

Dilansir dari Kemenag.go.id, acara ini digelar oleh Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dengan Tema Besar: “Islam and Sustainable Development”. Selaku Keynote Speaker adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 yaitu Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A dan Wapres KH Ma’ruf Amin yang diwakili oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas.

“Civitas akademika PTKI tidak boleh menjadi menara gading yang terlalu asyik ma’syuk dengan penelitian atau diskusi yang hanya bermanfaat buat pribadi atau kampus sendiri saja, tanpa memberi kontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah sosial, politik, keagamaan, dan kebangsaan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia secara keseluruhan,” sambungnya.

Wamenag juga berharap peserta konferensi dapat memikirkan kontribusi yang bisa diberikan untuk perdamaian dunia. Menurutnya, era keterbukaan global telah melahirkan sejumlah tantangan di kalangan masyarakat muslim, baik Indonesia maupun Asia Tenggara.

Tantangan itu antara lain: menguatnya politik identitas, menularnya gagasan populisme dari belahan bumi lain, bergesernya kecenderungan keagamaan menjadi lebih konservatif, ditambah dengan kepentingan politik yang menunggangi. “Ini adalah beberapa contoh dinamika masyarakat yang dalam level tertentu telah mengakibatkan terciptanya segregasi sosial,” pesan Wamenag.

“Kita wajib merespon tantangan semacam itu. Dunia kini semakin menyadari bahwa Muslim Nusantara memiliki kekhasan tersendiri dalam merespon konservatisme dan ekstremisme berbasis keagamaan. Perjalanan sejarah dan peradaban Islam di kawasan ini telah mengajarkan kepada kita betapa para ulama Nusantara sesungguhnya telah mewariskan nilai-nilai wasathiyah yang telah lama mengakar dalam berbagai tradisi, budaya, dan agama yang ada,” jelasnya.

Untuk itu, Wamenag mengajak para sarjana dan peneliti Indonesia untuk memupuk kepercayaan diri dalam mempromosikan dan menjadikan Islam Wasathiyah sebagai harapan masa depan peradaban dunia. “Mari kita buktikan bahwa praktik keagamaan yang kita miliki ini telah mampu menciptakan masyarakat yang toleran, rukun, serta sekaligus solutif menghadapi berbagai tantangan global, khususnya tantangan ekstrimisme dan terorisme,” tegasnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cintai Produk Lokal, BI Gandeng Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM

    Cintai Produk Lokal, BI Gandeng Pemerintah Ajak Masyarakat Belanja Produk UMKM

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) bersinergi dengan Pemerintah menyelenggarakan kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok sebagai rangkaian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Seri 1. Kegiatan Belanja Bersama merupakan bentuk konkrit dukungan para pemangku kebijakan terhadap produk-produk UMKM, khususnya dari NTB, sebagai tema utama dari penyelenggaraan KKI 2021 Seri 1. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk senantiasa […]

  • Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.272
    • 0Komentar

        Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di seluruh dunia. Hutan hujan ini merupakan paru-paru dunia – tempat penyerapan karbon terjadi dan kemudian melepaskan oksigen untuk kita nikmati sehari-hari. Sayangnya, hutan Indonesia masih terus dihantui berbagai ancaman yang mengintai. Berikut beberapa ancaman terhadap hutan Indonesia di tahun 2023 ini:   Kebakaran hutan […]

  • Jelajahi Dunia Gaming Baru dengan Samsung Odyssey OLED G9

    Jelajahi Dunia Gaming Baru dengan Samsung Odyssey OLED G9

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Pre-Order mulai dari 18 Agustus – 10 September 2023, konsumen berkesempatan mendapat bonus potongan harga dan Samsung QLED TV senilai hingga Rp. 17.999.000 Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics Indonesia resmi menghadirkan monitor gaming Odyssey OLED G9 (G93SC), yang telah disempurnakan ke Indonesia. Ini merupakan DQHD OLED monitor pertama dengan kecepatan response time 0.03ms (GtG) memberikan gamers […]

  • “Hujan Buatan, Doa Alam & Petaka Korek Gas, Langit Disuruh Lembur demi Karhutla”

    “Hujan Buatan, Doa Alam & Petaka Korek Gas, Langit Disuruh Lembur demi Karhutla”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 552
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below)     LANGIT punya jam kerja?, mungkin ia, ya,,, bahkan sekarang sudah over shift, dari tanggal 13 sampai 17 Juli 2025, awan-awan diangkut pakai pesawat dan disemprot garam, demi menurunkan hujan buatan. Tujuannya bukan untuk menyiram bunga cinta yang layu, tapi lahan gambut yang sudah mulai […]

  • Merawat Tradisi Gotong Royong

    Merawat Tradisi Gotong Royong

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN zaman telah membawa manusia menuju peradaban yang semakin maju, tetapi bukan berarti harus meninggalkan akar kebudayaan yang telah lama ada di tengah masyarakat yang bersifat positif termasuk diantaranya budaya gotong royong “Perkembangan zaman jangan sampai menggerus budaya gotong royong yang telah melembaga dan mengakar di kehidupan masyarakat kita, kegiatan kita hari ini adalah upaya […]

  • Polres Banyuasin PTDH 4 Personil dan 9 Personil Peroleh Perhargaan  

    Polres Banyuasin PTDH 4 Personil dan 9 Personil Peroleh Perhargaan  

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.768
    • 0Komentar

    “Ini motivasi bagi yang lain, baik buruk kinerja ada penghargaan semua, untuk yang berprestasi kita berikan penghargaan berupa Piagam kepada 9 personil yang berprestasi dalam  mengungkap kasus Karhutla, dan bagi yang meninggalkan tugas juga kita hargai dengan PTDH,”

expand_less
WordPress Archive Tecz – IT Solutions & Technology WordPress Theme Teeno – App Landing WordPress Theme Tehno - IT Solution & Service Elementor template Kit Tekhub – Technology & AI Startup WordPress Theme Teknocraft - Dark Theme Technology Blog Template Kit Tekone – IT Solutions & Technology WordPress Theme Tekup – Technology & IT Solutions Services WordPress Theme Tekz – Technology & IT Solutions WordPress Theme Telce – Creative Agency Elementor Template Kit Tempa – The Luxury Hotel WordPress