Sudah 54 Kali OMC, Hujan Belum Merata, Sumsel Kembali Gelar Sholat Istisqa
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sudah dilakukan 54 kali, tetapi hujan belum turun merata di Sumatera Selatan (Sumsel). Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menggelar Sholat Istisqa untuk kali keduanya sebagai ikhtiar menghadapi kemarau dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih mengancam sejumlah wilayah.
Sholat meminta hujan itu berlangsung di Halaman Griya Agung Palembang, kemarin dan diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan ketika sebagian wilayah Sumsel masih menghadapi kekeringan dan dampak karhutla. Asap dari kebakaran juga berpengaruh terhadap kualitas udara di sejumlah daerah.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan pemerintah sudah mengerahkan berbagai upaya untuk menghadapi kondisi tersebut. Namun, ia menyadari ada batas kemampuan manusia dalam menghadapi persoalan alam.
“Kekuatan kita sangat terbatas, kita hanya hamba yang berpasrah pada Yang Maha Kuasa. Ini tahapan ujian bagi kita, sementara usaha terbaik sudah kita lakukan,” kata Herman Deru.
Menurutnya, kondisi di lapangan cukup berat, sejumlah wilayah mengalami kebakaran, sementara daerah lainnya menghadapi kekeringan dan persoalan ketersediaan air.
Meski demikian, Herman Deru mengapresiasi seluruh personel satgas yang terus bekerja menangani karhutla. Pemerintah juga tidak berhenti melakukan langkah teknis, termasuk melalui OMC.
“ Saya berterima kasih kepada semua satgas yang telah berbuat banyak. Ini bentuk usaha kita, bahkan sudah 54 kali kita melakukan OMC. Namun, baru di beberapa titik saja hujan berhasil turun di Sumsel,” ujarnya.
Sholat Istisqa, tambahnya bukan berarti menghentikan upaya teknis yang selama ini dilakukan.
“Doa dan usaha tetap berjalan beriringan, terutama karena hujan menjadi salah satu faktor penting untuk membantu mengurangi dampak kekeringan dan karhutla,”ujarnya.
Pemprov Sumsel berharap hujan segera turun lebih merata. Selain membantu membasahi lahan yang kering dan mengurangi titik api, hujan juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara yang terdampak kabut asap.
Dia mengingatkan karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, pemerintah bersama satgas dan masyarakat harus menjaga kewaspadaan. Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran tetap berjalan sambil menunggu hujan yang diharapkan segera turun. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
