Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Sejarah Lebaran di Indonesia, Ini Ceritanya

Sejarah Lebaran di Indonesia, Ini Ceritanya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 14 Mei 2021
  • visibility 815
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Moh Mahfud MD menyelenggarakan halalbihalal secara virtual dengan para menteri, kepala lembaga negara, dan sejumlah duta besar, Jumat (14/5/2021). Menko Polhukam bercerita soal sejarah Lebaran di Indonesia.

Budaya Lebaran, tutur Menko Polhukam, dimulai di era Syekh Makdum yang lebih dikenal dengan nama Sunan Bonang. Setiap selesai Ramadan dan Idulfitri, Sunan Bonang mengumpulkan para santri dan warga kampung. Sunan Bonang lalu berkata pada hadirin bahwa jika seseorang berpuasa dengan baik, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Allah. Orang itu kembali bersih, kembali fitri.

“Namun itu untuk dosa melanggar peraturan-peraturan Allah yang menjadi hak Allah. Tidak akan diampuni dosa kita, dan akan ditagih di akhirat kelak, kalau dosa sesama manusianya tidak di-tabayyun, tidak saling minta maaf, dan saling memberi maaf,” lanjut Menko Polhukam merekonstruksi perkataan Sunan Bonang.

Lalu Mbah Makdum atau Sunan Bonang juga mengajak santri-santrinya setiap hari Lebaran untuk membuat ketupat. Ketupat adalah nasi yang dibungkus daun kelapa yang masih muda. Sunan Bonang, kata Menko Polhukam, menjadikan ketupat itu sebagai simbol jatining nur (janur). Jatining nur adalah kondisi hati yang bersih karena sudah berpuasa.

“Ketupat juga disebut kupat, kalau dalam bahasa Jawa, kupat itu ngaku lepat, mengaku salah, dan meminta maaf. Kalau sudah punya hati yang bersih, jatining nur, dan sudah ngaku lepat, maka kamu akan mengalami apa yang dinamakan laku sing papat,” papar Menko Polhukam.

Laku sing papat memiliki arti empat keadaan. Keempatnya adalah lebar, lebur, luber, dan labur. Lebar artinya Lebaran atau selesai berpuasa. Lebur itu habis dosa, lebur dosanya, tak ada lagi dosa. Lalu luber, artinya memiliki pahala banyak karena banyak sedekah dan beramal. Lalu labur yang berarti bersinar mendapat cahaya dari Allah.

“Itulah intinya kenapa kita mengadakan Lebaran, mengadakan halalbihalal. Sehingga kalau misalnya saya punya salah pada saudara siapa pun yang ada di sini, ada Kepala BIN, ada Kabareskrim, ada Menkominfo dan sebagainya, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, sekaligus dalam pertemuan ini kita saling memberi maaf juga agar kita masuk ke laku sing papat: lebar, lebur, luber, dan labur,” kata Menko Polhukam.

“Tanpa itu, kita akan membawa dosa ke alam sana ketika kita kembali menghadap Allah. Maka kalau kita tidak saling minta maaf, itu akan dibawa ke akhirat dan akan ditagih, akan terjadi kompensasi pahala dan dosa. Yang pahalanya banyak jadi berkurang, yang dosanya sudah banyak ditambah dosa orang lain yang ditimpakan ke dia, demikian menurut hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah,” lanjut Menko Polhukam.

Kesimpulannya, kata Menko Polhukam, Lebaran adalah budaya Islam di Indonesia, bukan ajaran Islam primer. Pasalnya, di Alquran maupun hadits Nabi, tidak ada
dan Informatika RI.Kominfo (***)
Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Pendidikan Islam, Ketua DPW Perindo Datangi Ponpes

    Peduli Pendidikan Islam, Ketua DPW Perindo Datangi Ponpes

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Peduli terhadap pendidikan agama, Ketua DPW Perindo Sumsel yang juga bakal calon Gubernur Sumsel Febuar Rahman mendatangi dan mengapresiasi pondok pesantren.

  • Dukung Rapid Test Antigen, Muba Punya 3 Unit BSC, Mau Tahu Keunggulannya ?

    Dukung Rapid Test Antigen, Muba Punya 3 Unit BSC, Mau Tahu Keunggulannya ?

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.437
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Banyuasin Azmi Dariusmansyah mengatakan, rapid test antigen ini biasanya hanya digunakan di lingkup kerja laboratorium saja. Selain jarang yang menggunakan, harga alat rapid test antigen ini juga sangat tinggi. Untuk penyediaan BSC atau ruangan tempat pemeriksaan pasien, harus membeli dengan harga lebih dari Rp200 juta per unitnya. Ada tiga unit […]

  • Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan, Gubernur Padukan Potensi Wisata  dan Kearifan Lokal Pagar Alam

    Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan, Gubernur Padukan Potensi Wisata  dan Kearifan Lokal Pagar Alam

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    PAGAR ALAM dikenal sebagai salah satu daerah yang memilki potensi wisata alam yang luar biasa di Provinsi Sumsel sehingga perlu dikelola secara maksimal. Keindahan alam tersebut harus didorong dengan kearifan lokal dan kuliner khas sehingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota yang berada di kaki Gunung Dempo tersebut. Karena itu Gubernur […]

  • Kunjungi korban kebakaran, Pj Bupati Muba ingatkan warga ancaman bencana di musim kemarau

    Kunjungi korban kebakaran, Pj Bupati Muba ingatkan warga ancaman bencana di musim kemarau

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Sebuah rumah warga di Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu mengalami kebakaran, Jum’at (11/8/2023) sekitar pukul 21:45 WIB. Plt Camat Sekayu Edi Haryanto SH MSi mengatakan, kebakaran yang terjadi telah menghanguskan rumah milik Syaiful Anwar bin umar (65) tersebut, diduga akibat masalah dari kabel tiang listrik ke rumah korban. “Alhamdulillah api berhasil dipadamkan oleh Petugas […]

  • SAPMA PP Diajak untuk Ciptakan Tenaga Kerja Mandiri

    SAPMA PP Diajak untuk Ciptakan Tenaga Kerja Mandiri

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.565
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Derun yang juga sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Wilayah Pemuda Pancasila Sumsel, mengajak seluruh anggota Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila menjadi pekerja yang berdaya saing, pekerja  cerdas  dan inovatif. “Saya mengajak  para anggota SAPMA sebagai  pemegang estapet  menjadi  pekerja yang berdaya saing, menjadi pekerja yang cerdas dan […]

  • Muba Kembali Dipercaya Tuan Rumah Motoprix 2019

    Muba Kembali Dipercaya Tuan Rumah Motoprix 2019

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Motorprix 2019 seri ke empat Region Sumatera. Demikian disampaikan Plt Kadispopar, Muhammad Fariz SSTP MSi pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Kejuaraan Motoprix 2019 di Ruang Rapat Randik, Kamis (8/8/2019). “Motoprix merupakan agenda nasional yang akan diagendakan seri ke empat bakal digelar di Sirkuit Skyland, tepatnya […]

expand_less
WordPress Archive Drouge – Cosmetic Elementor Template Kit Drox – Agency & Portfolio WordPress Theme Druk – Printing Service WordPress Theme Dryze – Dry Cleaning & Laundry Service Elementor Template Kit DSK – Furniture Store WooCommerce WordPress Theme DT – Directory WordPress Plugin DT – Store Locator WordPress Plugin Dub – Music WordPress Theme Duha – Engineering & Industrial Elementor Template Kit Dulce – A Tumblr Style WordPress Theme