Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Sejarah Lebaran di Indonesia, Ini Ceritanya

Sejarah Lebaran di Indonesia, Ini Ceritanya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 14 Mei 2021
  • visibility 816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Moh Mahfud MD menyelenggarakan halalbihalal secara virtual dengan para menteri, kepala lembaga negara, dan sejumlah duta besar, Jumat (14/5/2021). Menko Polhukam bercerita soal sejarah Lebaran di Indonesia.

Budaya Lebaran, tutur Menko Polhukam, dimulai di era Syekh Makdum yang lebih dikenal dengan nama Sunan Bonang. Setiap selesai Ramadan dan Idulfitri, Sunan Bonang mengumpulkan para santri dan warga kampung. Sunan Bonang lalu berkata pada hadirin bahwa jika seseorang berpuasa dengan baik, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Allah. Orang itu kembali bersih, kembali fitri.

“Namun itu untuk dosa melanggar peraturan-peraturan Allah yang menjadi hak Allah. Tidak akan diampuni dosa kita, dan akan ditagih di akhirat kelak, kalau dosa sesama manusianya tidak di-tabayyun, tidak saling minta maaf, dan saling memberi maaf,” lanjut Menko Polhukam merekonstruksi perkataan Sunan Bonang.

Lalu Mbah Makdum atau Sunan Bonang juga mengajak santri-santrinya setiap hari Lebaran untuk membuat ketupat. Ketupat adalah nasi yang dibungkus daun kelapa yang masih muda. Sunan Bonang, kata Menko Polhukam, menjadikan ketupat itu sebagai simbol jatining nur (janur). Jatining nur adalah kondisi hati yang bersih karena sudah berpuasa.

“Ketupat juga disebut kupat, kalau dalam bahasa Jawa, kupat itu ngaku lepat, mengaku salah, dan meminta maaf. Kalau sudah punya hati yang bersih, jatining nur, dan sudah ngaku lepat, maka kamu akan mengalami apa yang dinamakan laku sing papat,” papar Menko Polhukam.

Laku sing papat memiliki arti empat keadaan. Keempatnya adalah lebar, lebur, luber, dan labur. Lebar artinya Lebaran atau selesai berpuasa. Lebur itu habis dosa, lebur dosanya, tak ada lagi dosa. Lalu luber, artinya memiliki pahala banyak karena banyak sedekah dan beramal. Lalu labur yang berarti bersinar mendapat cahaya dari Allah.

“Itulah intinya kenapa kita mengadakan Lebaran, mengadakan halalbihalal. Sehingga kalau misalnya saya punya salah pada saudara siapa pun yang ada di sini, ada Kepala BIN, ada Kabareskrim, ada Menkominfo dan sebagainya, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, sekaligus dalam pertemuan ini kita saling memberi maaf juga agar kita masuk ke laku sing papat: lebar, lebur, luber, dan labur,” kata Menko Polhukam.

“Tanpa itu, kita akan membawa dosa ke alam sana ketika kita kembali menghadap Allah. Maka kalau kita tidak saling minta maaf, itu akan dibawa ke akhirat dan akan ditagih, akan terjadi kompensasi pahala dan dosa. Yang pahalanya banyak jadi berkurang, yang dosanya sudah banyak ditambah dosa orang lain yang ditimpakan ke dia, demikian menurut hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah,” lanjut Menko Polhukam.

Kesimpulannya, kata Menko Polhukam, Lebaran adalah budaya Islam di Indonesia, bukan ajaran Islam primer. Pasalnya, di Alquran maupun hadits Nabi, tidak ada
dan Informatika RI.Kominfo (***)
Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pajak Muba, Tulang Punggung Pembangunan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

    Pajak Muba, Tulang Punggung Pembangunan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    PAJAK bukan sekadar angka di laporan keuangan atau lembaran kertas yang menumpuk di meja OPD. Pajak itu ibarat sayur asem yang pas bumbunya, kalau lengkap, rasanya nikmat, bikin tubuh sehat, dan bikin pembangunan daerah berjalan lancar; kalau ada yang bolos atau kurang “garamnya”, pembangunan jadi kurang nendang. Inilah yang sedang diupayakan Pemkab Muba, dengan koordinasi matang […]

  • Cita-cita Reformasi : Amanat untuk Presiden Terpilih

    Cita-cita Reformasi : Amanat untuk Presiden Terpilih

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    21 TAHUN sudah reformasi ditempuh oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi sebagian masyarakat mengalami kelupaan apa yang dikatakan sebagai reformasi. Reformasi yang kita kenal sebagai bangkitnya perlawanan ‘rakyat’Indonesia terhadap penguasa politik Orde Baru yang otoriter. Dalam kurun waktu 32 tahun rakyat dipinggirkan dan dilupakan, dan kini terlupakan. Bagaimana hak-hak dasar rakyat untuk turut menentukan pengelolaan kekayaan alam dan […]

  • Gandeng KPK, Paslon Kepala Daerah di Sumsel  Bakal Dibekalin  Pemilukada Berintegritas

    Gandeng KPK, Paslon Kepala Daerah di Sumsel  Bakal Dibekalin  Pemilukada Berintegritas

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Dan koordinasi rencana kerjasama pelaksanaan kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB).

  • Diberi lebel bukan daerah endemis malaria & Sertifikat Eliminasi Malaria, begini ungkap Pj Bupati Muba

    Diberi lebel bukan daerah endemis malaria & Sertifikat Eliminasi Malaria, begini ungkap Pj Bupati Muba

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) secara tegas dan lugas dinyatakan Kementerian Kesehatan menjadi daerah yang bukan wilayah endemis Malaria. Hal ini dipertegas dengan peraihan Sertifikat Eliminasi Malaria yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Budi Gunadi Sadikin pada puncak Peringatan Hari Malaria di Mandalika Lombok, Selasa (31/05/2022) lalu. “Ya, jadi hari ini secara […]

  • BMKG Jelaskan Hasil Analisa Gempa Donggala

    BMKG Jelaskan Hasil Analisa Gempa Donggala

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah akibat aktivitas sesar Palu Koro. “Memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Palu Koro,” kata Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko yang dihubungi di Jakarta, melansir Antara,Sabtu (29/9/2018). Dia mengatakan hasil analisis […]

  • Kompak, PNS Dinkominfo Muba, Input Sensusonline

    Kompak, PNS Dinkominfo Muba, Input Sensusonline

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    SENSUS penduduk online telah  dilaksanakan mulai 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak awal terlibat aktif sensus online ini. Bahkan aktif bersosialisasi agar seluruh masyarakat  Musi Banyuasin mencatatkan diri. Khusus  OPD Pemkab Muba dalm hal ini Dinas Kominfo untuk pun melakukan sensus penduduk online. Terpantau usai melaksanakan rutinitas apel pagi, […]

expand_less
WordPress Archive Drouge – Cosmetic Elementor Template Kit Drox – Agency & Portfolio WordPress Theme Druk – Printing Service WordPress Theme Dryze – Dry Cleaning & Laundry Service Elementor Template Kit DSK – Furniture Store WooCommerce WordPress Theme DT – Directory WordPress Plugin DT – Store Locator WordPress Plugin Dub – Music WordPress Theme Duha – Engineering & Industrial Elementor Template Kit Dulce – A Tumblr Style WordPress Theme