Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Wajo Tunjukkan Strategi Perumahan Berkelanjutan 2025

Wajo Tunjukkan Strategi Perumahan Berkelanjutan 2025

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 1.364
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RUMAH itu ibarat tanaman, maka kawasan kumuh adalah tanah yang kering dan berdebu, tapi dengan pupuk yang tepat, air yang cukup, dan tangan yang rajin merawat, tanaman itu bisa tumbuh subur, harum, dan memberi buah. Begitulah yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, di mana program perumahan layak huni dan revitalisasi permukiman kumuh tidak sekadar “menata rumah”, tapi juga menumbuhkan ekonomi, produktivitas, dan kualitas hidup warganya. Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, sekitar 45.000 unit BSPS secara nasional dan porsi signifikan untuk Wajo, kabupaten ini menjadi laboratorium nyata strategi pemerintah menekan permukiman kumuh secara sistematis.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, bersama jajaran DPR RI, SMF, PNM, dan pemerintah kabupaten, meninjau langsung kawasan Wiring Tappareng.

Tujuan mereka jelas, memastikan setiap rupiah yang dikucurkan menghasilkan perubahan nyata. “Sebelum negara hadir, dan sesudah negara hadir,” kata Menteri Ara, menekankan perbedaan mencolok yang bisa dirasakan warga. Dan memang, hasilnya bukan sekadar cat baru di tembok atau atap genteng diganti, tetapi rumah-rumah yang dulu rapuh kini memberi perlindungan, kenyamanan, dan bahkan peluang ekonomi baru bagi penghuninya.

Renovasi rumah bukan hanya soal memperbaiki dinding yang retak atau atap bocor. Di Wajo, setiap rumah yang direnovasi lewat BSPS dan CSR SMF membawa efek domino ekonomi. Tukang bangunan lokal mendapat pekerjaan, pedagang material bangunan meningkat omzetnya, dan warga yang dulu tinggal di rumah tidak layak kini memiliki aset yang nilainya meningkat.

Pepatah lama mengatakan, “Rumahku adalah istanaku”, dan di sini, rumah layak huni benar-benar menjadi istana kecil yang menumbuhkan semangat kerja dan produktivitas.

Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang dulunya harus menempuh jarak jauh untuk mandi karena fasilitas sanitasi buruk, kini bisa lebih sehat dan hemat waktu.

Anak-anak pun bisa belajar dengan nyaman di rumah yang lebih aman, sehingga kualitas sumber daya manusia Wajo ikut terdongkrak. Properti layak huni, dalam konteks ini, berperan sebagai investasi sosial, bukan hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Apa yang membuat Wajo berbeda dari kabupaten lain? Data menunjukkan bahwa dari total 45.000 unit BSPS di Indonesia, Wajo mendapatkan porsi signifikan. Ini bukan kebetulan. Pemerintah tampak memilih Wajo sebagai pilot project karena tingkat kebutuhan tinggi sekaligus kesiapan lokal untuk kolaborasi antara pemerintah dan CSR.

Dalam konteks urban planning, strategi ini menarik Wajo menjadi studi kasus bagaimana perencanaan kawasan kumuh secara sistematis bisa membawa perubahan besar.

Setiap rumah direnovasi, setiap sanitasi dibenahi, dan setiap kawasan ditata, bukan hanya mempercantik pemandangan, tapi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan layak huni. Model ini bisa direplikasi di kabupaten lain bukan sekadar menyalurkan anggaran, tapi membangun blueprint revitalisasi yang bisa ditiru di seluruh Indonesia.

Revitalisasi permukiman di Wajo juga menekankan pentingnya keterlibatan warga dan pemangku kepentingan lokal. Dari Bupati Andi Rosman hingga Kepala Balai BP3KP Sulawesi III, semua bekerja sama memastikan program tepat sasaran. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan pentingnya kontinuitas program agar jumlah penerima manfaat terus bertambah.

Kunci suksesnya terletak pada keseimbangan antara program pemerintah (BSPS, APBN, APBD) dan kolaborasi CSR. Ini seperti pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Kolaborasi semacam ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tapi juga menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab di masyarakat.

Dari Wajo kita belajar bahwa properti bukan sekadar komoditas yang dijual-beli. Rumah yang layak huni bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi, peningkat kualitas hidup, dan pemantik produktivitas masyarakat. Renovasi rumah, perbaikan sanitasi, dan penataan kawasan ketiganya adalah investasi jangka panjang yang memberi dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi.

Kawasan kumuh yang dulu tampak seperti “tanah tandus” kini mulai bersemi. Anak-anak bermain di halaman yang aman, ibu rumah tangga bekerja lebih produktif, dan ekonomi lokal bergerak lebih cepat. Wajo menjadi contoh nyata bahwa pembangunan properti yang terencana dengan baik bisa menimbulkan efek domino positif.

Wajo membuktikan bahwa strategi perumahan berkelanjutan tidak melulu soal angka unit rumah direnovasi atau jumlah anggaran. Lebih dari itu, ini soal perencanaan kota, pemberdayaan ekonomi lokal, dan membangun kualitas hidup masyarakat. Dengan model kolaborasi pemerintah dan CSR, Wajo menunjukkan arah baru dalam urban planning di Indonesia: pembangunan properti yang memberi manfaat nyata bagi warga, sekaligus menjadi blueprint bagi kabupaten lain.

Seperti pepatah, “Air tenang menghanyutkan”. Wajo membuktikan bahwa perubahan yang tampak sederhana rumah direnovasi, sanitasi diperbaiki, kawasan ditata bisa membawa arus transformasi besar bagi masyarakat. Dan di sinilah letak keunikan Wajo bukan sekadar kabupaten dengan program rumah layak huni, tapi laboratorium hidup perumahan berkelanjutan di Indonesia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • All Star – Alex Noerdin Cup Dimulai di Muara Enim, Nonton Yuk!!

    All Star – Alex Noerdin Cup Dimulai di Muara Enim, Nonton Yuk!!

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kejuaraan sepakbola terbesar di Sumatera Selatan yang bertajuk Alex Noerdin Cup akan dimulai dari Kabupaten Muara Enim, Sabtu (4/1/2019). Turnamen ini akan dilaksanakan di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Sebanyak 34 mantan pemain sepakbola nasional tergabung di Timnas All Star ikut andil dalam turnamen tersebut. Diantaranya David Sulaksmono, David Albert, Suapri, Carrasco Gonzales, […]

  • Gugus Tugas Muba Evaluasi Protokes Jasa Usaha Pariwisata

    Gugus Tugas Muba Evaluasi Protokes Jasa Usaha Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba terus bekerja mendatangi beberapa sektor jasa usaha pariwisata dan venue-venue olahraga yang ada di Muba khususnya di Kecamatan Sekayu. Kedatangan mereka kali ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan sosialisasi terkait perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro […]

  • Duh.! Luar Biasa Sekali Mobile Robot Industri di The Wandering Earth 2 Ini

    Duh.! Luar Biasa Sekali Mobile Robot Industri di The Wandering Earth 2 Ini

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Revolusi industri mendorong roda sejarah secara perlahan ke depan, melalui perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan siklus siklus kehidupan yang tiada akhir, untuk mendorong kemajuan masyarakat manusia dalam koeksistensi fiksi ilmiah dan teknologi.   “Tidak peduli di mana hasil akhir membawa sejarah manusia, kami memutuskan untuk memilih harapan.” Pada tahun 2019, […]

  • Konsulat Amerika Tawarkan Dana Hibah untuk Sumsel

    Konsulat Amerika Tawarkan Dana Hibah untuk Sumsel

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin kembali kedatangan Konsulat dari Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P Salim di Griya Agung Rabu (20/9). Selain menindaklanjuti penjajakan kerjasama sebelumnya, mereka juga datang menawarkan bantuan dana hibah untuk pengembangan sejumlah proyek yang tengah berjalan di Sumsel.

  • Paripurna Penyampaian Penjelasan Rancangan Pandangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel 2022

    Paripurna Penyampaian Penjelasan Rancangan Pandangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel 2022

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Rapat Paripurna LXIV (64), Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dalam.acara penyampaian penjelasan rancangan peratiran daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2022, berjalan sukses. Sidang dipimpin langsung Hj RA Anita Noeringhati. SH. MH., wakil pimpinan H Muchendi Mahzarekki., serta Hj Kartika Sandra Desi, […]

  • CATATAN PINGGIR : Membangun Kota Palembang Itu Butuh Kerja Bareng

    CATATAN PINGGIR : Membangun Kota Palembang Itu Butuh Kerja Bareng

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pembangunan kota itu ibarat merakit sebuah mesin besar, tapi bukan sembarang mesin, ini mesin yang perlu perawatan rutin dan komponen yang pas supaya nggak macet. Bayangin aja Palembang ini kayak mobil balap Formula 1 yang harus bisa ngebut dengan lancar. Pemerintah itu adalah mesin dan pengemudi yang ngebut, masyarakat adalah bahan bakarnya yang harus […]

expand_less
WordPress Archive Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template Noha – A modern Agency WordPress Theme for Creatives Noisa – Music Producers, Bands & Events Theme for WordPress Noiz – Audio Store WooCommerce Elementor Template Kit Nokri – Job Board WordPress Theme Nolez – Education WordPress Theme Nomanic Objects – Charts Nomic – Corporate & Business Elementor Template Kit Nonprofit Charity WordPress Theme – ePress