Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 433
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT dunia sibuk perang dagang, wong Palembang tetap sibuk jualan pempek, kalimat itu mungkin terdengar seperti gurauan, tapi denyutnya terasa nyata di sudut-sudut dan pinggiran kota Palembang, termasuk di kawasan 3-4 Ulu, Seberang Ulu I.

Di sana, asap dapur UMKM Pempek dan Kelempang Rizkyanti tetap mengepul, seolah tak terlalu peduli pada riuh rendah isu geopolitik yang kerap bikin pasar global berdebar.

Baru-baru ini, suasana dapur itu sedikit berbeda, ada tamu penting yang datang, siapa lagi kalau bukan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.

Bersama jajaran Pemerintah Kota Palembang, ia melakukan kunjungan bahkan menjadi semacam jembatan antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan.

Di sela aktivitas produksi, Wamen Perdagangan melihat langsung bagaimana pempek dibuat, dari adonan ikan dan sagu, proses pengulenan, hingga akhirnya tersaji hangat.

Ia juga mencicipi hasilnya, sebuah simbol sederhana bahwa kebijakan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada rasa yang bisa dinikmati, bukan sekadar angka yang dilaporkan.

Kunjungan ini, menurut Dyah Roro Esti, bukan hanya  seremoni sebab pemerintah pusat, katanya, ingin memastikan UMKM benar-benar mendapat dukungan konkret agar bisa naik kelas. Salah satu bentuknya adalah membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke ritel modern.

Langkah itu sudah mulai terlihat, salah satunya produk UMKM yang dikunjungi, kini difasilitasi agar bisa masuk ke jaringan ritel seperti Alfamart.

Bagi pelaku usaha kecil sendiri, hal ini bukan hanya tambahan etalase, melainkan pintu masuk ke ekosistem perdagangan yang lebih besar dengan standar kualitas, kemasan, hingga konsistensi produksi yang lebih ketat.

Namun, dibalik kabar baik itu, ada cerita lain yang tak selalu muncul ke permukaan, seperti masuk ke ritel modern bukan perkara mudah. Ada standar yang harus dipenuhi, biaya yang harus disiapkan, hingga kemampuan menjaga pasokan secara berkelanjutan sehingga di soal inilah banyak UMKM sering kali mulai terseok. Pemerintah memang hadir, tapi pelaku usaha juga dituntut berlari lebih kencang.

Realita Lapangan

Di sinilah menariknya melihat UMKM Palembang, mereka seperti sudah terbiasa hidup dalam dua dunia, satu kaki berpijak di tradisi, satu lagi mencoba menapak di sistem modern.

Oleh karena itu perlu menjaga resep turun-menurun,  selain itu tuntutan pasar memaksa mereka beradaptasi, dari kemasan yang lebih menarik hingga strategi pemasaran digital.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menambahkan kondisi ekonomi kota saat ini relatif stabil. Bahkan, geliatnya terlihat cukup kuat meski dunia sedang tidak baik-baik saja.

Indikasinya bisa dilihat dari hal sederhana, keramaian warga, uji coba Car Free Night di kawasan Sudirman, misalnya, bukan hanya jadi ruang rekreasi, tapi juga pasar dadakan yang menghidupkan roda ekonomi. Orang datang untuk olahraga, tapi pulangnya sambil bawa belanjaan.

Di situlah, UMKM kembali menunjukkan daya tahannya, mereka tidak menunggu pasar datang tetapi mereka  mendatangi pasar.

Meski begitu, tantangan tetap ada, sebab isu global seperti kenaikan harga bahan baku, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan pola konsumsi pelan-pelan ikut terasa dampaknya.

Mungkin tidak langsung menghantam, tapi cukup untuk membuat pelaku usaha harus berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan.

Oleh sebab itu,  perlu dukungan pemerintah yang  lebih bukan saja akses pasar.

Selain itu, pendampingan berkelanjutan, kemudahan perizinan, hingga stabilitas harga bahan baku menjadi faktor yang tak kalah penting. Tanpa itu, naik kelas bisa menjadi hanya slogan yang sulit dicapai.

Namun, di tengah segala keterbatasan, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu semangat bertahan. UMKM Palembang sudah terlalu akrab dengan naik-turun keadaan, dari krisis ekonomi, pandemi, hingga sekarang terkait bayang-bayang ketidakpastian global dan semua itu pernah mereka lalui.

Mungkin karena itu, mereka tidak mudah panik,  selama dapur masih bisa menyala dan pembeli masih datang, roda usaha harus terus berputar. Soal geopolitik, biarlah jadi urusan para pemimpin dunia.

Di tingkat bawah, yang penting adalah bagaimana hari ini bisa tetap jualan, besok masih bisa produksi, dan lusa tetap punya pelanggan.

Kunjungan Wamen Perdagangan pada akhirnya, menjadi pengingat  ada jarak yang harus terus dijembatani.

Antara kebijakan dan kebutuhan, antara harapan dan kenyataan, dan di tengah semua itu, pempek tetap digoreng, adonan tetap diuleni, dan transaksi tetap terjadi masyarakat dari kalangan bawah dan tas tetap menikmatinya, karena di Palembang, ekonomi tidak selalu bicara besar, ekonomi cukup hadir dalam satu piring pempek dan cuka untuk menghidupi banyak orang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUD Kayuagung Terus Pantau ODP Covid-19

    RSUD Kayuagung Terus Pantau ODP Covid-19

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.506
    • 0Komentar

    SEORANG pasien  dalam pengawasan (ODP) virus corona asal Kabupaten Ogan Komering Ilir yang diisolasi  rumah sakit umum daerah (RSUD) Kayuagung semakin membaik. Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan membenarkan hal tersebut. “Satu orang yang kemarin dalam pengawasan kini menjalani isolasi di RSUD Kayuagung. Kondisinya semakin membaik” jelas Iwan di Media Center Gugus […]

  • Dari “Boleh Pinjam Pulpen?” ke Startup Dunia: CBL, Budaya Belajar & Aksi Dagelan Talenta Digital Indonesia

    Dari “Boleh Pinjam Pulpen?” ke Startup Dunia: CBL, Budaya Belajar & Aksi Dagelan Talenta Digital Indonesia

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    KALAU dulu di kelas kita cuma berani bilang, “Boleh pinjam pulpen?” atau paling banter ikut lomba menulis karangan tanpa ide yang jelas, kini ada sesuatu yang bikin pelajar Indonesia meroket lebih cepat daripada WiFi di kampus elit Challenge-Based Learning (CBL) di Apple Developer Academy @BINUS Bali. Ya…., akademi ini bukan cuma ajang buat belajar coding […]

  • Aksi Damai di Empat Lawang Berujung Ricuh

    Aksi Damai di Empat Lawang Berujung Ricuh

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Empat Lawang – Puluhan masa dari salah satu caleg yang menduga kecurangan pileg saat pemilu 2019 di Empat Lawang akhirnya berakhir ricuh. Massa yang awalnya mengelar aksi damai sekitar pukul 11.00 WIB namun sekitar pukul 16.30  WIB-17.00 WIB berhasil memasuki ruang pleno di Kantor DPRD empat Lawang dan di awali bentrok dengan aparat keamanan Selasa (7/5/2019). Massa yang menuntut […]

  • Patut Anda Ketahui Tentang Kanker Sel Darah

    Patut Anda Ketahui Tentang Kanker Sel Darah

    • calendar_month Rabu, 10 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.906
    • 0Komentar

    LEUKEMIA, atau kanker sel darah, adalah kanker darah dan sumsum tulang, keganasannya menyebabkan produksi abnormal sel-sel darah tertentu. Ketika sel darah yang tidak sehat mengaliri sel-sel sehat, fungsi darah mulai terhenti. Penyakit ini bisa menjadi lebih buruk dengan cepat jika Anda menderita leukemia akut; penyakit ini dapat berkembang perlahan dan memburuk dari waktu ke waktu […]

  • Menristek Tawarkan Dua Pola untuk Muba

    Menristek Tawarkan Dua Pola untuk Muba

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.929
    • 0Komentar

    SETELAH  mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yakni diantaranya Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI, kini realisasi pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) di Muba yang di inisiasi Bupati Muba Dr H Dodi Reza juga mendapat dukungan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)RI. Hal ini terjawab setelah Bupati Muba Dr H Dodi Reza […]

  • Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    Sungai Kalibener Meluap Akibatkan Tanggul Jebol, 15 Unit Rumah Terendam Air

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    LUAPAN anak sungai Kalibener menyebabkan tanggul yang berbatasan dengan perumahan Karang Pucung Permai di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas jebol. Jebolnya tanggul disebabkan tingginya curah hujan selama lebih dari 3 jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan kemarin. Menurut laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, melansir situs resmi bnpn, minggu,  jebolnya tanggul menyebabkan sedikitnya 15 […]

expand_less
WordPress Archive Haney – Beekeeping and Honey Shop Theme Hanga - Construction & Building Elementor Template Kit Hangar – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Hanio – Honey & Sweets Store WordPress Theme Hanio - Sweets & Pastry Shop WordPress Theme Hanoistore – Supermarket Responsive WooEcommerce WordPress Theme Hanta – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Happy Elementor Addons Pro Happy Events – Holiday Planner & Agency WordPress Theme Happy Files Pro GPL