Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

Perang Dagang Panas, ‘Wong Palembang’ Tetap Jualan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT dunia sibuk perang dagang, wong Palembang tetap sibuk jualan pempek, kalimat itu mungkin terdengar seperti gurauan, tapi denyutnya terasa nyata di sudut-sudut dan pinggiran kota Palembang, termasuk di kawasan 3-4 Ulu, Seberang Ulu I.

Di sana, asap dapur UMKM Pempek dan Kelempang Rizkyanti tetap mengepul, seolah tak terlalu peduli pada riuh rendah isu geopolitik yang kerap bikin pasar global berdebar.

Baru-baru ini, suasana dapur itu sedikit berbeda, ada tamu penting yang datang, siapa lagi kalau bukan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.

Bersama jajaran Pemerintah Kota Palembang, ia melakukan kunjungan bahkan menjadi semacam jembatan antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan.

Di sela aktivitas produksi, Wamen Perdagangan melihat langsung bagaimana pempek dibuat, dari adonan ikan dan sagu, proses pengulenan, hingga akhirnya tersaji hangat.

Ia juga mencicipi hasilnya, sebuah simbol sederhana bahwa kebijakan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada rasa yang bisa dinikmati, bukan sekadar angka yang dilaporkan.

Kunjungan ini, menurut Dyah Roro Esti, bukan hanya  seremoni sebab pemerintah pusat, katanya, ingin memastikan UMKM benar-benar mendapat dukungan konkret agar bisa naik kelas. Salah satu bentuknya adalah membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke ritel modern.

Langkah itu sudah mulai terlihat, salah satunya produk UMKM yang dikunjungi, kini difasilitasi agar bisa masuk ke jaringan ritel seperti Alfamart.

Bagi pelaku usaha kecil sendiri, hal ini bukan hanya tambahan etalase, melainkan pintu masuk ke ekosistem perdagangan yang lebih besar dengan standar kualitas, kemasan, hingga konsistensi produksi yang lebih ketat.

Namun, dibalik kabar baik itu, ada cerita lain yang tak selalu muncul ke permukaan, seperti masuk ke ritel modern bukan perkara mudah. Ada standar yang harus dipenuhi, biaya yang harus disiapkan, hingga kemampuan menjaga pasokan secara berkelanjutan sehingga di soal inilah banyak UMKM sering kali mulai terseok. Pemerintah memang hadir, tapi pelaku usaha juga dituntut berlari lebih kencang.

Realita Lapangan

Di sinilah menariknya melihat UMKM Palembang, mereka seperti sudah terbiasa hidup dalam dua dunia, satu kaki berpijak di tradisi, satu lagi mencoba menapak di sistem modern.

Oleh karena itu perlu menjaga resep turun-menurun,  selain itu tuntutan pasar memaksa mereka beradaptasi, dari kemasan yang lebih menarik hingga strategi pemasaran digital.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menambahkan kondisi ekonomi kota saat ini relatif stabil. Bahkan, geliatnya terlihat cukup kuat meski dunia sedang tidak baik-baik saja.

Indikasinya bisa dilihat dari hal sederhana, keramaian warga, uji coba Car Free Night di kawasan Sudirman, misalnya, bukan hanya jadi ruang rekreasi, tapi juga pasar dadakan yang menghidupkan roda ekonomi. Orang datang untuk olahraga, tapi pulangnya sambil bawa belanjaan.

Di situlah, UMKM kembali menunjukkan daya tahannya, mereka tidak menunggu pasar datang tetapi mereka  mendatangi pasar.

Meski begitu, tantangan tetap ada, sebab isu global seperti kenaikan harga bahan baku, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan pola konsumsi pelan-pelan ikut terasa dampaknya.

Mungkin tidak langsung menghantam, tapi cukup untuk membuat pelaku usaha harus berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan.

Oleh sebab itu,  perlu dukungan pemerintah yang  lebih bukan saja akses pasar.

Selain itu, pendampingan berkelanjutan, kemudahan perizinan, hingga stabilitas harga bahan baku menjadi faktor yang tak kalah penting. Tanpa itu, naik kelas bisa menjadi hanya slogan yang sulit dicapai.

Namun, di tengah segala keterbatasan, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu semangat bertahan. UMKM Palembang sudah terlalu akrab dengan naik-turun keadaan, dari krisis ekonomi, pandemi, hingga sekarang terkait bayang-bayang ketidakpastian global dan semua itu pernah mereka lalui.

Mungkin karena itu, mereka tidak mudah panik,  selama dapur masih bisa menyala dan pembeli masih datang, roda usaha harus terus berputar. Soal geopolitik, biarlah jadi urusan para pemimpin dunia.

Di tingkat bawah, yang penting adalah bagaimana hari ini bisa tetap jualan, besok masih bisa produksi, dan lusa tetap punya pelanggan.

Kunjungan Wamen Perdagangan pada akhirnya, menjadi pengingat  ada jarak yang harus terus dijembatani.

Antara kebijakan dan kebutuhan, antara harapan dan kenyataan, dan di tengah semua itu, pempek tetap digoreng, adonan tetap diuleni, dan transaksi tetap terjadi masyarakat dari kalangan bawah dan tas tetap menikmatinya, karena di Palembang, ekonomi tidak selalu bicara besar, ekonomi cukup hadir dalam satu piring pempek dan cuka untuk menghidupi banyak orang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Pemerintah Bangkitkan  Kinerja Industri Otomotif di Tanah Air di Masa Pandemi, 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

    Cara Pemerintah Bangkitkan  Kinerja Industri Otomotif di Tanah Air di Masa Pandemi, 21 Tipe Kendaraan Dapat PPnBM DTP

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.239
    • 0Komentar

    PEMERINTAH berupaya membangkitkan kinerja industri otomotif di tanah air agar kembali bergeliat karena merupakan salah satu sektor yang terkena dampak signifikan dari pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan dan stimulus dirancang guna meningkatkan pembelian dan produksi kendaraan sehingga akan mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Instrumen yang siap diimplementasikan yakni pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif […]

  • Ekonomi Membaik, Presiden Tetap Ingatkan Prokes Harus Diutamakan

    Ekonomi Membaik, Presiden Tetap Ingatkan Prokes Harus Diutamakan

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    TAHUN 2021 merupakan tahun yang penuh dengan ketidakpastian dan penuh dengan kompleksitas masalah yang bertubi-tubi datang karena dampak masalah pandemi covid. Namun tahun 2022 akan menjadi momentum karena Indonesia berada dalam fase penting pemulihan ekonomi dengan indikator-indikator ekonomi terus menunjukkan perbaikan, stabilitas perekonomian dan sistem keuangan tetap terjaga dengan baik, dan serta fondasi yang kuat […]

  • Akhiri Kepengurusan, Ini Laporan IMMUBA  

    Akhiri Kepengurusan, Ini Laporan IMMUBA  

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) periode 2016-2018 sebentar lagi akan mengakhiri kepengurusannya, Organisasi mahasiswa ini langsung melaporkan program kerja yang telah mereka jalankan. IMMUBA beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka menyampaikan laporan program kerja kepengurusan Immuba. Selasa (6/11/2018). Selama 2 tahun terakhir IMMUBA telah melakukan Tournament Futsal antar Universitas se-Sumsel, […]

  • Rasain, Sudah Tahu Polisi Di Lawan, Door…Keok Dech

    Rasain, Sudah Tahu Polisi Di Lawan, Door…Keok Dech

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung,- Residivis kambuhan, Mahad [25]akhirnya keok juga, saat aparat kepolisian menghadiahinya dengan sebutir timah panas tepat di pangkal lengan kanannya. Ia melawan aparat dengan mencoba melukai salah satu aparat yang hendak menangkapnya dengan sebilah senjata tajam dengan mengunuskan senyatanya itu ke petugas. Penangkapan yang penuh dramatis itu cukup menyita energi, tapi dengan tindakan terukur dan […]

  • Jelang Asian Games, Antisipasi Karhutla Harus Kerja Ekstra

    Jelang Asian Games, Antisipasi Karhutla Harus Kerja Ekstra

    • calendar_month Rabu, 11 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Dibutuhkan komitmen bersama dan kerja ekstra dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat memasuki musim kemarau di Sumsel yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus bersamaan dengan Asian Games XVIII Tahun 2018. Sekretaris Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan YB Satya Sananugraha mengatakan, Asian Games ini merupakan perhelatan yang sangat besar. Suksesnya […]

  • SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

    SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.855
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan SI-ALAM (Sistem Informasi Lahan untuk Masyarakat) dalam sebuah acara di Grand Atyasa Palembang, dipimpin langsung oleh Gubernur H. Herman Deru, selasa, 9 Desember 2025. Acara itu sekaligus menjadi momen penyerahan penghargaan Kelompok Tani Hutan Terbaik Sumsel 2025, yang diumumkan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin. Turut hadir Direktur Ikraf Indonesia […]

expand_less
WordPress Archive Haney – Beekeeping and Honey Shop Theme Hanga - Construction & Building Elementor Template Kit Hangar – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Hanio – Honey & Sweets Store WordPress Theme Hanio - Sweets & Pastry Shop WordPress Theme Hanoistore – Supermarket Responsive WooEcommerce WordPress Theme Hanta – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Happy Elementor Addons Pro Happy Events – Holiday Planner & Agency WordPress Theme Happy Files Pro GPL