Tempat Melihat Pesawat Kini Jadi Wisata Baru, Mengapa Bandara View Dilirik?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Tempat melihat pesawat kini mulai berkembang menjadi pilihan wisata alternatif bagi masyarakat, sebab bukan hanya menjadi aktivitas bagi pencinta dunia penerbangan, kawasan dengan pemandangan langsung aktivitas pesawat ini berpotensi menjadi destinasi wisata baru menghadirkan ruang rekreasi, spot fotografi, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Konsep ini membuat Bandara View mulai dilirik sebagai salah satu gagasan penataan kota di sejumlah daerah, termasuk Kota Palembang.
Selama ini memang, bandara lebih dikenal sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat membuat fungsi kawasan sekitar bandara mulai berkembang.
Bahkan orang biasanya mencari pengalaman wisata yang sederhana, terjangkau, dan bisa dinikmati bersama keluarga. Melihat pesawat lepas landas, mengabadikan momen fotografi, atau hanya untuk menikmati suasana terbuka menjadi aktivitas yang memiliki daya tarik tersendiri.
Fenomena tempat melihat pesawat sebagai ruang rekreasi bukan hanya soal menikmati lalu lintas penerbangan.
Lebih jauh, konsep ini menempatkan bagaimana sebuah kawasan dapat memiliki fungsi tambahan ketika ditata dengan baik. Area yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari infrastruktur transportasi dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Potensi itu menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Palembang mengusulkan pembangunan Bandara View melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Program tersebut ditawarkan kepada dunia usaha sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan penataan kota melalui kolaborasi bersama.
Usulan Bandara View dibahas dalam rapat Forum TJSL Kota Palembang dipimpin Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, di Ruang Rapat Musi Bapperida Kota Palembang. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang diharapkan dapat memperoleh dukungan dari perusahaan yang tergabung dalam forum tersebut.
Selain Bandara View, Pemkot Palembang juga menawarkan beberapa program lain, seperti pembangunan panggung kreatif dan Skate Park Arena, penataan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Demang Raya, penataan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), halte dan pedestrian, penyediaan 2.040 kotak sampah untuk seluruh kelurahan, serta bantuan tenda payung bagi pedagang di kawasan Kambang Iwak.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan kota tidak harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan dari dunia usaha melalui program CSR dinilai dapat menjadi salah satu cara menghadirkan fasilitas publik yang lebih cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Isnaini Madani mengatakan, Pemkot Palembang berupaya menawarkan program yang dapat menjadi solusi bagi perusahaan dalam menyalurkan tanggung jawab sosialnya.
“Kita memang harus kreatif. Membangun kota tidak semata-mata harus menggunakan anggaran pemerintah saja. Kita juga berharap dukungan dari perusahaan melalui program CSR,” ujar Isnaini.
Ruang kumpul masyarakat
Jika terealisasi, Bandara View berpotensi memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar tempat melihat pesawat. Kawasan tersebut dapat menjadi ruang berkumpul masyarakat, lokasi kegiatan komunitas, hingga tempat tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
Kehadiran pengunjung dalam jumlah lebih banyak dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Pedagang makanan dan minuman, UMKM, hingga usaha kreatif lainnya dapat ikut berkembang ketika sebuah ruang publik memiliki daya tarik dan dikelola secara baik.
Namun, membangun kawasan tempat melihat pesawat juga membutuhkan perencanaan yang matang. Faktor keamanan penerbangan, kenyamanan pengunjung, kebersihan, fasilitas umum, area parkir, serta penataan pedagang menjadi bagian penting agar kawasan tersebut benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.
Selain itu, konsep Bandara View juga perlu dikemas sebagai pengalaman wisata yang menarik. Tidak cukup hanya menyediakan lokasi untuk melihat pesawat, tetapi perlu didukung fasilitas yang membuat masyarakat nyaman berkunjung, seperti area duduk, ruang hijau, jalur pejalan kaki, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Realisasi program Bandara View sendiri masih menunggu proses pembahasan dari masing-masing perusahaan yang tergabung dalam Forum TJSL. Pemkot Palembang tidak menetapkan batas waktu tertentu karena setiap perusahaan perlu melakukan kajian dan mendapatkan persetujuan dari manajemen maupun kantor pusat.
Oleh sebab itu, Bandara View setidaknya nanti menjadi sebuah kota yang dapat menciptakan daya tarik baru, dengan memanfaatkan potensi yang sudah ada.
Aktivitas sederhana seperti melihat pesawat, muncul peluang menghadirkan ruang publik yang lebih hidup, mendukung ekonomi masyarakat, dan memperkuat wajah kota.
Jika dikembangkan secara tepat, tempat melihat pesawat bukan lagi sekadar hiburan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari konsep wisata perkotaan yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
