Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Politik Indonesia Tidak Bergantung pada China, Hanya Bidang Ekonomi

Politik Indonesia Tidak Bergantung pada China, Hanya Bidang Ekonomi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
  • visibility 2.499
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASYARAKAT Indonesia tidak perlu berlebihan merespon kunjungan Wakil Presiden AS, Kamala Harris, ke Singapura dan Vietnam. Bagaimanapun juga Amerika Serikat tentu memiliki pertimbangan tersendiri mengapa Indonesia tidak masuk dalam daftar kunjungan Wapres Harris ke Asia Tenggara.

Wartawan senior dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menggarisbawahi sejumlah hal terkait dengan kunjungan tersebut.

Pertama, Amerika Serikat menghormati kredo politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Mengunjungi Indonesia di saat Amerika Serikat sedang berhadap-hadapan dengan kekuatan lain di kawasan, yakni Republik Rakyat China, tidak terlalu elok untuk dilakukan.

“Amerika Serikat menghormati kredo politik luar negeri kita yang diakui seluruh dunia, yakni bebas aktif,” ujar dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu, dalam dialog Indonesia Satu News yang dipandu Bursah Zarnubi, hari Selasa lalu (31/8).

Pembicara lain dalam diskusi itu adalah Managing Director Political Economy and Policy Studies, Prof Anthony Budiawan.

Kedua, kunjungan ke Asia Tenggara dilakukan Wapres Harris di tengah situasi panas di Laut China Selatan. Dengan demikian, Teguh mengatakan, dirinya dapat memahami bila Wapres Harris lebih memilih Vietnam.

“Karena Vietnam adalah salah satu negara claimant  (yang mengklaim perairan) di Laut China Selatan. Indonesia bukan negara claimant,” sambungnya.

Ketiga, menurut Teguh, kunjungan ke Vietnam itu juga dimaksudkan Amerika Serikat untuk memperlihatkan kepada masyarakat dunia bahwa negara itu bisa memiliki hubungan baik dengan negara lain yang di masa lalu pernah berperang dengan mereka.

Sinyal ini penting diperlihatkan setelah Amerika Serikat memutuskan meninggalkan Afghanistan baru-baru ini.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Teguh kerap mengatakan, keputusan Presiden Joe Biden meninggalkan Afghanistan bukan bentuk kekalahan. Biden menurutnya sedang berusaha memperbaiki reputasi AS yang rusak terutama di era Donald Trump.

*Tidak Bergantung pada China*

Di sisi lain, menurut Teguh, Amerika Serikat tidak terganggu dengan hubungan yang cukup baik antara Indonesia dengan China terutama di sektor ekonomi. Maka ini pun bukan alasan mengapa Kamala Harris tak singgah di Indonesia.

Amerika Serikat, sebutnya, tahu pasti bahwa Indonesia memiliki kepentingan pragmatis yang hari-hari ini hanya dapat dipenuhi dengan kerjasama dengan China. Dan itu tidak berarti Indonesia bergantung pada China.

Dia mencontohkan peta baru NKRI yang diumumkan di tahun 2017 lalu. Di dalam peta baru NKRI itu Indonesia memberikan nama baru untuk perairan di utara Pulau Natuna yang telah sah menjadi milik Indonesia. Namanya Laut Natuna Utara.

Pemerintah China sempat marah dan meminta nama itu dihapus. Tetapi sampai sekarang Indonesia tidak memenuhi permintaan itu.

“Saat ini Indonesia secara ekonomi terlihat membutuhkan China. Tetap secara politik, Indonesia tidak ke China juga,” tegas Teguh yang pernah menjadi Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan kini sedang menyelesaikan studi doktoral di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.

Oleh karena itu, Teguh juga mengatakan, daripada sibuk memikirkan apakah keputusan Kamala Harris tidak mengunjungi Indonesia adalah ancaman atas kedekatan dengan China, Indonesia lebih baik menyelesaikan pekerjaan rumah yang penting untuk meningkatkan nilai tawar di dalam pergaulan internasional.

Misalnya dengan sungguh-sungguh membangun sektor industri dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi bangsa yang menadahkan tangan, tetapi juga memiliki pengaruh lewat produk-produk yang dijual setidaknya ke negara kawasan.

*Berpotensi Disalip Vietnam*

Sementara Managing Director Political Economy and Policy Studies, Prof. Anthony Budiawan, memperkirakan Indonesia akan disalip oleh negara tetangga dalam hal pendapatan ekonomi.

“Vietnam baru membuka (membangun) ekonominya tahun 1986. Menurut perkiraan saya, tidak lama lagi pendapatan perkapita Vietnam akan melewati Indonesia,” kata Prof. Anthony.

Prof. Anthony memaparkan, pendapatan perkapita Vietnam saat ini memang masih di bawah 3 ribu dolar AS. Angka ini masih di bawah Indonesia yang memiliki pendapatan perkapita 3.850 dolar AS.

Kemungkinan Indonesia disalip Vietnam bukan isapan jempol. Hal tersebut antara lain merujuk pada manajemen hubungan Vietnam dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan China.

“Inilah hebatnya Vietnam, dia bisa maintan ekonomi dengan China dan AS. Ini sangat menarik. Kenapa Vietnam bisa memainkan peran begitu? Peran negara nonblok yang dulu dipegang Indonesia justru diambil alih oleh Vietnam,” tegasnya.

Berkat manajemen hubungan internasional yang baik dengan AS dan China, ekonomi Vietnam lebih baik dari Indonesia.

“Perdagangan Vietnam dan China lebih besar dari Indonesia-China, Begitu pun dengan AS, surplusnya bisa sampai 63 miliar dolar AS. Kita (Indonesia) cuma 10 miliar dolar AS tahun 2020,” lanjutnya.

“Jadi perjalanan ekonomi Indonesia dari tahun 1970-an sudah ketinggalan dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan sekarang Vietnam,” tandasnya.(***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasa Raharja Sumsel Bagikan 9.000 Masker

    Jasa Raharja Sumsel Bagikan 9.000 Masker

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan membagikan kurang lebih 9.000 masker, pada Rabu (25/8) TIM Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Kegitan pembagian masker ini dimulai dengan penyerahan masing-masing 1000 masker di Kantor Badan Pendapatan Daerah provinsi Sumatera Selatan, kemudian ke […]

  • Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Amankan Tembakau Sintetis 150 Kg

    Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Amankan Tembakau Sintetis 150 Kg

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    SATUAN Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan kembali mengungkap produsen narkotika jenis tembakau sintetis serta menangkap sejumlah pelaku di Kota Bogor. Total barang bukti yang disita mencapai 150 kilogram di Kota Bogor. “Kami butuh pemeriksaan lebih lanjut dan barang bukti ini lebih besar dari sebelumnya,” terang Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Azis Andriansyah, S.H., […]

  • Paripurna DPRD Palembang ke -3, Dewan Soroti Ini

    Paripurna DPRD Palembang ke -3, Dewan Soroti Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.736
    • 0Komentar

    LAPORAN Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Palembang tahun 2020  menjadi sorotan seluruh fraksi DPRD Kota Palembang. Poin menjadi sorotan tersebut, terkait perihal pencapaian 0% empat BUMD Kota Palembang yang dinilai patut dievaluasi kinerjanya. Hal itu terungkap saat Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang ke-3 Masa Persidangan I Tahun 2021 Membahas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban […]

  • Buka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke-IV di Kaimana Papua Barat, Kemenparekraf  Pesan Wujudkan Pariwisata  Papua Barat Berkualitas, Minta Pemda Masukkan Kaimana dalam Ripparnas  

    Buka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke-IV di Kaimana Papua Barat, Kemenparekraf  Pesan Wujudkan Pariwisata  Papua Barat Berkualitas, Minta Pemda Masukkan Kaimana dalam Ripparnas  

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.277
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, secara resmi membuka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) di GOR Kaimana, Papua Barat.   Dalam pembukaan yang dilaksanakan pada Senin (25/10/2021) malam ini, Sandiaga menyampaikan konferensi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi di Papua Barat serta pembukaan lapangan kerja seluas […]

  • Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    Hutan Indonesia: Paru-paru dunia yang selalu di bawah ancaman

    • calendar_month Minggu, 28 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.274
    • 0Komentar

        Indonesia memiliki salah satu hutan hujan tropis terbesar di seluruh dunia. Hutan hujan ini merupakan paru-paru dunia – tempat penyerapan karbon terjadi dan kemudian melepaskan oksigen untuk kita nikmati sehari-hari. Sayangnya, hutan Indonesia masih terus dihantui berbagai ancaman yang mengintai. Berikut beberapa ancaman terhadap hutan Indonesia di tahun 2023 ini:   Kebakaran hutan […]

  • Kaligrafi Terpanjang, 1.000 Siswa Palembang Bakal Pecahkan Rekor Muri

    Kaligrafi Terpanjang, 1.000 Siswa Palembang Bakal Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.247
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kota Palembang akan targetkan pecahkan rekor MURI kembali, kali ini kategori Kaligrafi terpanjang, dimana Kaligrafi berbahan kanvas sepanjang 500 meter tersebut, akan terbentang di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), pada 16 Maret 2019 nanti dan dibuat oleh siswa SD, SMP dan SMA se Kota Palembang. Kabag Kesra Kota Palembang, Reza Pahlevi, menerangkan start […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Marketplace daily deals addon plugin WooCommerce Measurement Price Calculator WooCommerce Measurement Price Calculator Plugin WooCommerce Membership Plugin WooCommerce Memberships WooCommerce Min/Max Quantities WooCommerce Min Max Quantity & Step Control WooCommerce – Minimum/Maximum Quantities WooCommerce Mirror Configurator – Custom Size & Frame Designer Plugin WooCommerce Mix and Match Products