Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Baca Dong ! “Kolaborasi Ekraf-Koperasi, Cinta Dua Dunia, Mirip Sinetron Tapi Lebih Berfaedah”

Baca Dong ! “Kolaborasi Ekraf-Koperasi, Cinta Dua Dunia, Mirip Sinetron Tapi Lebih Berfaedah”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • visibility 841
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada kalanya dua insan harus bersatu demi masa depan cerah. Bukan Rangga dan Cinta, tapi Koperasi dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Keduanya selama ini sering saling lirik, saling like story, tapi belum juga go public. Untunglah, sekarang mereka tampak siap menjalin hubungan lebih serius. bahkan sudah sampai ngobrolin rumah tangga bareng di kantor Kemenkop tanggal 16 April lalu.

Hadir pula dua ‘mak comblang’ utama Menteri Ekraf Teuku Riefky dan Menkop Budi Arie. Klopnya luar biasa. Ini bukan sekadar kolaborasi, ini sudah kayak tunangan. he..he..he!.

Bayangkan saja, di tengah tantangan ekonomi yang makin gesit macam pelari maraton pakai sepatu roda, Kemenekraf dan Kemenkop justru memilih duduk bareng dan mikirin masa depan bersama. Mereka ngomongin 8 pilar ASTA EKRAF yang kedengarannya kayak nama jurus pamungkas anime tapi isinya serius banget  dari penguatan kekayaan intelektual sampai penguatan kebijakan berbasis data. Lengkap, dari akar sampai daun.

Tapi bukan cuma itu. Mereka juga bahas soal koperasi subsektor ekraf, pendanaan LPDB, pelatihan digital marketing, sampai koperasi perfilman. Nah, ini dia koperasi perfilman. Kita belum tahu apakah nanti akan ada “Koperasi Sinetron Cinta Satu Emak” atau “Koperasi Produksi Film Indie dan Indomie”, tapi idenya cemerlang. Sebab perfilman itu padat karya dan padat tenaga. Kalau ada koperasi sebagai aggregator dana dan SDM, bisa jadi solusi buat para kreator yang selama ini kerja ngandelin semangat dan mie rebus.

Koperasi ini ibarat mangkok besar, tempat segala bahan bisa diracik jadi sajian istimewa. Sementara ekraf adalah isiannya ada fesyen, kriya, film, musik, kuliner, sampai konten kreator TikTok yang punya lighting lebih mahal dari kulkas. Nah, mangkok tanpa isi ya kosong. Tapi isi tanpa mangkok? Ya tumpah dong. Maka dari itu, hubungan ini penting, strategis, dan bisa jadi lokomotif pertumbuhan.

Biar koperasi dan ekraf nggak cuma saling kirim meme dan janji manis, tapi benar-benar menciptakan lapangan kerja seperti target Bappenas  27 juta lapangan kerja ekraf. Ini bukan main-main. Negara-negara maju sudah membuktikan kalau ekonomi kreatif yang kuat bisa jadi mesin pertumbuhan yang bertenaga kuda turbo.

Coba tengok Korea Selatan. Industri musik dan dramanya (K-pop dan K-drama) disokong oleh koperasi, asosiasi, dan sistem distribusi yang rapi. Mereka ngerti, satu lagu bisa jadi lapangan kerja buat puluhan orang dari produser, penari, sampai penjaga kamera.

Negeri para oppa ini bukan cuma jago bikin drama dan K-pop. Di balik bling-bling BTS dan BLACKPINK, ada sistem koperasi dan asosiasi yang rapi banget. Misalnya, koperasi konten digital yang bantu pendanaan produksi film, animasi, bahkan game. Pemerintahnya pun nggak pelit mereka kasih dana, pelatihan, sampai akses global lewat pameran budaya Korea.

Hasilnya? Satu boyband bisa jadi mesin ekspor nasional. Cuan masuk, lapangan kerja terbuka, ekonomi kreatif jalan terus. Koperasi di sana jadi tulang punggung, bukan cuma figuran.

Terus selanjutnya negara ini punya koperasi kreatif yang fokus di bidang desain, arsitektur, dan teknologi digital. Mereka mengelola coworking space, studio kolaboratif, bahkan menjual produk kreatif ke pasar global lewat platform koperasi. Yang menarik, sistem koperasi mereka mengutamakan demokrasi partisipatif, jadi bukan cuma bos yang kaya, tapi semua anggota koperasi ikut senang. Mirip gotong-royong versi digital.

Di Kanada, koperasi seni dan budaya berkembang pesat. Dari koperasi teater sampai koperasi pembuat film dokumenter, semua berjalan berkat dukungan sistem pembiayaan khusus dan regulasi yang ramah terhadap organisasi kolektif.

Mereka punya semacam LPDB versi maple syrup lembaga pendanaan khusus buat koperasi kreatif, dengan bunga rendah dan pendampingan legal gratis. Ini bikin seniman bisa fokus berkarya tanpa harus ngutang ke rentenir atau jadi korban paylater.

Indonesia punya bahan bakar melimpah  kreator muda, komunitas keren, budaya beragam, dan semangat digital yang nggak kalah. Tapi semua itu bisa jadi bubur kalau nggak dikawal dengan sistem yang kuat. Koperasi lah jalannya bukan koperasi jadul tempat simpan panci, tapi koperasi modern yang paham pasar, teknologi, dan kolaborasi.

Menteri Teuku Riefky udah bawa napas segar dengan ASTA EKRAF. Menkop Budi Arie juga udah siap jadi pengantin pria koperasi yang siap berumah tangga. Jangan sampai ini cuma jadi kawin kontrak program. Harus beranak pinak dalam bentuk lapangan kerja, brand kreatif lokal mendunia, dan desa-desa kreatif tumbuh subur.

Ekraf dan koperasi ibarat nasi goreng dan telur ceplok. Sendiri-sendiri enak, tapi kalau disatukan? Surga. Tapi ingat jangan cuma ditumis sebentar. Masak sampai matang, biar siap disajikan ke rakyat.

Kalau Korea bisa ekspor boyband lewat koperasi, masa kita nggak bisa ekspor kreator lokal lewat koperasi juga? Yuk, jangan cuma nonton. Ayo bantu ngadain resepsi besar-besaran buat pasangan Koperasi x Ekraf. Dan jangan lupa, bawa kado regulasi yang ramah dan pendanaan yang bermanfaat.

Kalau Indonesia ingin ke arah sana, ya jalan kolaborasi seperti ini kudu dirawat. Jangan sampai koperasi cuma jadi tempat simpan beras, dan ekraf cuma dianggap kerjaan anak muda yang “kerjanya ngedit video doang”.

Padahal dua-duanya punya potensi besar, bahkan bisa ngalahin sektor formal kalau digarap serius. Saatnya koperasi dan ekraf benar-benar disatukan dalam sebuah ekosistem cinta ekonomi rakyat. Jangan cuma jadi teman tapi mesra yang cuma muncul pas ada event dan foto bareng. Kalau bisa kawin, ya kawin. Kalau bisa jadi kekuatan ekonomi baru, kenapa harus malu?

Dukung koperasi jadi rumah besar ekraf. Biar pelaku kreatif nggak terus-terusan nyari modal ke rentenir digital dan pinjol bertopeng startup. Jadikan koperasi sebagai pelindung, pengayom, dan promotor. Biar industri kreatif kita bukan cuma hidup, tapi juga punya masa depan cerah secerah filter IG di jam 5 sore. Jangan sampai generasi kreatif kita cuma jago bikin konten tapi gak bisa bikin invoice. Ayo, kita kawinkan koperasi dan ekraf. Siapkan undangan, sewa tenda, dan pastikan nasi kotaknya cukup!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi Dampak Covid, Bantu Becak Bentor Hingga Modal Puluhan Juta

    Atasi Dampak Covid, Bantu Becak Bentor Hingga Modal Puluhan Juta

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.737
    • 0Komentar

    MASA Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi perekonomian, bahkan UMKM pun kena imbasnya.Butuh terobosan inovatif  agar perekonomian bisa jalan maksimal. Hal tersebut disampaikan Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam saat menjadi Narasumber pada Seminar dan Lokakarya Membangun Sinergi Para Pihak (Pemerintah Daerah,Pelaku Usaha, CSO dan Masyarakat) untuk KemajuanEkonomi Umat di Era New Normal (Covid-19) yang diselenggaraam […]

  • Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

    Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.227
    • 0Komentar

    VIRUS penyebab COVID-19 belum terbukti bisa menyebar via makanan, karena virusnya butuh inang atau jaringan hidup untuk bisa berkembang biak. Penyebaran utama COVID-19 adalah melalui droplet yang dihasilkan saat orang berbicara, batuk, atau bersin, yang masuk ke tubuh melalui mata, hidung, atau mulut. Walaupun begitu, kita bisa terapkan cara konsumsi makanan yang lebih aman sehingga […]

  • Nostalgia Sesama Pecinta Offroad, Mantan Gubernur Sumsel [SO] Berkunjung ke Muba

    Nostalgia Sesama Pecinta Offroad, Mantan Gubernur Sumsel [SO] Berkunjung ke Muba

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id, Muba – Gubernur Sumsel 2003-2008 Syahrial Oesman (SO), Selasa (11/10/2022) pagi sowan ke Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi.   Pembina Bedulur Land Rover Sumatera Selatan ini membawa kaos berwarna kuning yang merupakan identitas komunitas pecinta offroad dari Bedulur Land Rover.   “Pak Bupati Apriyadi ini pecinta olahraga offroad juga, jadi kami kesini nostalgia karena […]

  • Bawa 28 Kg Sabu dari Malaysia, Dua Pria Ini Kena Cegat di Bengkalis

    Bawa 28 Kg Sabu dari Malaysia, Dua Pria Ini Kena Cegat di Bengkalis

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Perjalanan dua pria yang diduga membawa puluhan kilogram sabu berakhir di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kabupaten Bengkalis, Riau. Keduanya, R W (28) dan H (29), diamankan tim gabungan Bea Cukai Bengkalis, Kanwil Bea Cukai Riau, dan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri setelah gerak-gerik mereka terpantau saat membawa narkotika menggunakan sepeda motor. Dari tangan […]

  • Menteri Nyatakan, Ada Empat Komitmen Indonesia Dalam Pengelolaan Air Dan Sanitasi

    Menteri Nyatakan, Ada Empat Komitmen Indonesia Dalam Pengelolaan Air Dan Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.206
    • 0Komentar

    MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, berperan aktif dalam Sector Ministers’ Meeting (SMM) 2022 yang terselenggara atas kerjasama Sanitation and Water for All (SWA) dan Pemerintah Republik Indonesia. Pada pembukaan SMM 2022, Rabu (18/05/2022) di Swissotel PIK Avenue Jakarta, Menteri Basuki menyatakan bahwa Indonesia melalui Kementerian PUPR berkomitmen secara serius dalam mengatasi […]

  • Gubernur Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan  Pelecehan  Mahasiswi  di Kampus Unsri

    Gubernur Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan  Pelecehan  Mahasiswi  di Kampus Unsri

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan, H. Herman Deru meminta aparat penegak  hukum tindak lanjuti  dengan tuntas terkait kasus dugaan asusila yang dilakukan oknum dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI). “Kita ada aparat hukum, dan silahkan dengan leluasa menyelidiki ini, saya juga tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi terlebih dikalangan intelektual ,” tuturnya ketika dibincangali awak media di Palembang, […]

expand_less
WordPress Archive Childit – Kindergarten Elementor WordPress Theme Children Charity – Nonprofit & NGO WordPress Theme Chinchilla – Pet WordPress Theme ChiroHeal – Chiropractor & Physiotherapy Wellness WordPress Theme Chirokind – Chiropractor And Physical Therapy WordPress Theme Chiropracto – Physical Therapy WordPress Theme Chit Club | Board Games Club & Anticafe WordPress Theme Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme Chloro – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Choicy - Digital Marketing Agency WordPress Theme