Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Suplai Batu Bara Mencukupi, PLN Jamin Listrik Aman

Suplai Batu Bara Mencukupi, PLN Jamin Listrik Aman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
  • visibility 2.416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PT PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Persero memastikan pasokan listrik di seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, bila suplai batu bara untuk pembangkit terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN Agung Murdifi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/1/2022).

“Kami memastikan pasokan daya listrik cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik siang maupun malam hari, meskipun di beberapa daerah mengalami peningkatan konsumsi listrik seiring dengan pulihnya perekonomian nasional,” kata Agung Murdifi.

Agung mengungkapkan regional Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) telah terjadi kenaikan beban puncak sebesar 300 megawatt dari sebelumnya 26,9 gigawatt menjadi 27,2 gigawatt.

Adapun daya mampu pasok mencapai 28,2 gigawatt, sehingga masih terdapat cadangan sekitar 1 gigawatt.

Saat ini, PLN masih memiliki pembangkit darurat sebesar 2,8 gigawatt yang siap dinyalakan bila diperlukan secara tiba-tiba.

“Begitu pula dengan sistem kelistrikan di luar Jamali saat ini masih dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup,” terang dia.

Menurut Agung, intervensi pemerintah melalui kebijakan larangan ekspor batu bara telah memberikan dampak positif terhadap pasokan batu bara ke pembangkit PLN.

Hingga kini, PLN telah mendapatkan komitmen pasokan dari tambang untuk menjaga keamanan produksi listrik.

Agung menuturkan, total kebutuhan batu bara untuk mencapai hari operasi ideal minimal 20 hari berkisar antara 16 sampai 20 juta metrik ton, sesuai tingkat kesuksesan pengiriman batu bara yang dipenuhi dari kontrak reguler maupun penugasan khusus dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kebutuhan ini secara bertahap akan dipenuhi sampai dengan 31 Januari 2022.

Selain itu, kebutuhan armada angkut untuk memenuhi masa operasi minimal 20 hari sampai dengan akhir Januari 2022 ini sebanyak 130 vessel shipment dan 711 tongkang shipment mulai terpenuhi secara bertahap dan akan segera merapat ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.

Ketersediaan kapal ini juga bisa terealisasi berkat dukungan Ditjen Perhubungan Laut dan Indonesian National Shipowners Association (INSA).

“Kami berkoordinasi dan komunikasi secara intens dengan Dirjen Perhubungan Laut dan INSA untuk memastikan kapal tersedia dan datang tepat waktu,” ucap Agung.

Saat ini, kondisi ketersediaan batu bara terus meningkat dan sudah mengalami perbaikan dibandingkan kondisi pada 31 Desember 2021.

Perseroan terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal pengangkut batu bara.

Berbagai upaya extra ordinary untuk percepatan proses bongkar muat batu bara ke pembangkit dipastikan melalui skema line up masing-masing unit pembangkit.

Dengan demikian, penerimaan batu bara akan berjalan efektif dan meningkatkan tingkat kesuksesan dari eksekusi atas komitmen penugasan dari pemerintah.

“Berbagai skema pengaturan produksi pada sistem kelistrikan kami lakukan agar listrik tetap menyala, misalnya untuk di Sistem Jamali, PLTU hanya dibebankan sekitar 74 persen dari total kapasitasnya. Ini dilakukan sambil menunggu kedatangan pasokan batu bara tambahan,” ujar Agung.

PLN terus berupaya meningkatkan stabilitas pasokan energi primer, khususnya batu bara agar dapat mencapai minimal 20 hari operasi serta mempertahankannya secara jangka panjang.

Sebagai langkah korektif dan memperkuat sistem, PLN terus mengembangkan aplikasi pemantauan batu bara yang ada di PLN saat ini, yaitu batu bara daring menjadi super sistem digital yang mampu memberikan peringatan dini terkait ketersediaan batu bara yang sudah mendekati level tertentu, sistem antrean loadingbatu bara.

Bahkan sampai pemantauan data pemasok dalam mengirimkan batu bara sesuai komitmen kontraktualnya.

Semua sistem administrasi akan dibuat digitalize yang terverifikasi dengan legal dan sah digunakan.

“Kami juga memastikan komitmen penugasan pemerintah dan pemenuhan kewajiban penyerahan batu bara atau DMO reguler akan dipenuhi oleh para mitra pemasok dengan memastikan setiap detil kebutuhan baik dari sisi kargo (volume batu bara) maupun dari sisi armada (vessel/tongkang) melalui pemantauan day per day,” tutur Agung.InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bengkulu Lepasliarkan Anak Penyu, Ada Berapa Ekor ?

    Bengkulu Lepasliarkan Anak Penyu, Ada Berapa Ekor ?

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melepasliarkan 145 ekor tukik (anakan penyu) di pantai Taman Wisata Alam (TWA) Air Hitam, Desa Sinar Laut, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubang TU) BKSDA Bengkulu Suharno, yang mewakili Kepala BKSDA Bengkulu mengungkapkan […]

  • Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    Rapat dengan PLN Palembang, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda hadiri pertemuan dengan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN UP3), Kamis (28/10/11). “Hari ini kita mengadakan rapat dengan PLN terkait masalah pelayanan PLN ke depan,” ujar Fitrianti setelah rapat yang diadakan di kantor BAPPEDA litbang kota Palembang. Rapat kali ini membahas kualitas pelayanan PLN selama ini […]

  • Muba Tidak Ada ABT, Apa Tanggapan DPRD Muba ?

    Muba Tidak Ada ABT, Apa Tanggapan DPRD Muba ?

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Pemkab Musi Banyuasin (Muba) tidak ada Anggaran Biaya Tambahan [ABT] karena tidak mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Mungkin Muba tahun ini satu-satunya daerah yang di Sumsel  yang tidak mengajukan, karena diduga terlambatnya pengajuan yang dilakukan Pemkab Muba melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sehingga tidak bisa dilakukan kesepakatan bersama […]

  • Potensi Cukup Besar, SumseI Seharusnya Diposisi Pertama Pangan Nasional, Bukan Urutan Lima

    Potensi Cukup Besar, SumseI Seharusnya Diposisi Pertama Pangan Nasional, Bukan Urutan Lima

    • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru terus berupaya memajukan sektor pertanian. Bahkan dia berkeyakinan jika sektor ini digarap dengan serius dengan keterlibatan semua elemen pemangku kebijakan  serta  dukungan  masyarakat maka Sumsel tidak hannya berada diperingkat lima  nasional seperti sekarang ini namun daerah ini  akan menjadi nomor satu penghasil secara nasional. “Seharusnya kita tidak berada […]

  • Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Minyak Nilam Jadi Kunci Hilirisasi

    Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Minyak Nilam Jadi Kunci Hilirisasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ekspor minyak atsiri Indonesia sepanjang 2025 mencatat lonjakan cukup besar. Nilainya mencapai USD 348,7 juta, naik 34,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka USD 259,5 juta. Dibalik kenaikan tersebut, minyak nilam menjadi salah satu komoditas yang punya prospek kuat untuk dikembangkan lebih jauh. Bukan hanya karena pasarnya sudah terbentuk, tetapi juga […]

  • Akan Sampai Kapan Kita “Business As Usual”?

    Akan Sampai Kapan Kita “Business As Usual”?

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    BULAN Oktober akan segera berlalu dan menyisakan 2 bulan di tahun 2021. Sayangnya, masalah Krisis Iklim di Indonesia belum menunjukan perubahan yang signifikan. Padahal target besar seperti pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dengan usaha sendiri mempunyai tenggat waktu hingga 2030. Menetapkan rencana pengurangan emisi yang ambisius untuk mengurangi separuh emisi global pada […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme MyThemeShop WooCart WordPress Theme MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier MyThemeShop WooCommerce Products Already Added To Cart Or Purchased MyThemeShop Woodie WordPress Theme MyThemeShop WooShop WordPress Theme MyThemeShop WordX WordPress Theme MyThemeShop WP Contact Widget MyThemeShop WP Google Translate