Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 3.009
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT  di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (13/11/2025), suasananya mirip arisan emak-emak tapi versi resmi ramai, penuh wacana, dan tentu saja, banyak yang berharap “ada cairan keluar” bukan dari panci, tapi dari sumur minyak!.

Bedanya, kalau arisan biasa nunggu giliran dapat amplop, yang ini nunggu giliran dapat izin produksi.
Topiknya gurih, yaitu “Akselerasi Usulan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM Provinsi Sumsel”.

Katanya demi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Tapi di tengah senyum dan tepuk tangan itu, rakyat cuma punya satu pertanyaan sederhana “Yang gali siapa, yang dapat siapa?”.

Dalam rapat itu dibahas aturan baru dari pusat, intinya memberi peluang bagi daerah dan masyarakat untuk mengelola sumur tua secara resmi dan aman.

Tujuannya mulia, tapi rakyat sudah cukup sering dengar istilah “niat baik”, entah kenapa suka berhenti di lampu merah aturan.

Faktanya, Sumatera Selatan memang salah satu jadi gudangnya sumur tua di Indonesia.
Menurut berbagai catatan SKK Migas, hampir separuh potensi sumur tua di wilayah Sumatera bagian selatan ada di tanah ini.

Tapi ajaibnya, yang deras masih saja cuma keringat rakyatnya.
Minyaknya keluar dari bumi, tapi yang menetes ke dapur rakyat sering cuma cerita, ibarat punya kolam ikan, tapi yang makan malah burung yang lewat.

Dalam forum itu disebutkan bahwa kerja sama antara daerah, koperasi, dan perusahaan migas besar bakal dipercepat, dengan target Desember sudah ada hasil konkret.

Kata “akselerasi” memang kedengarannya keren, tapi di telinga rakyat sering berarti “cepat di awal, lambat di ujung”.

Biasanya yang jalan duluan malah spanduk dan seremoninya.
Proposalnya beredar, presentasi berkilau, tapi sumur di lapangan tetap sepi kayak warung kopi pas hujan deras.
Bahkan rakyat menunggu sederhana, jangan cuma cepat di janji, tapi juga cepat di bukti.

Pejabat dari kementerian menekankan pentingnya keselamatan dan lingkungan dalam pengelolaan migas rakyat.
Katanya, jangan sampai sumur tua malah jadi sumber bahaya baru.

Rakyat sih setuju, tapi sambil bergumam pelan. “Iya, alam dijaga, tapi tolong juga isi panci jangan terus berdebat sama dompet”.

Banyak sumur tua di Sumsel sekarang dikelola ala kadarnya.
Yang kerja di lapangan masih pakai peralatan seken, sementara urusan izinnya kadang muter kayak kipas angin rusak  bunyi mulu tapi gak nyala.
Kalau mau aman, ya amanin semuanya, mulai dari alamnya, manusianya, sampai alurnya.

Contoh sukses itu sebenarnya udah banyak.
Di Cepu dan Blora, sumur tua bisa hidup lagi lewat koperasi rakyat.

Mereka kerja bareng dengan sistem yang jelas, hasilnya dibagi adil, dan ekonomi lokal pun ikut bergeliat.
Di Texas, apalagi, komunitas lokal dapat porsi hasil minyak lewat program community share.

Sementara di Norwegia, hasil minyak disimpan di sovereign fund untuk masa depan rakyatnya,  minyaknya bisa habis, tapi kesejahteraannya gak ikut kering.

Tanah kaya

Dari mereka kita bisa belajar minyak boleh hitam, tapi pengelolaannya harus terang.
Karena kalau minyak keluar dari bumi, tapi nurani gak ikut naik ke permukaan, ya hasilnya tetap sama,  licin di atas, gersang di bawah.

Rakyat Sumsel sebenarnya gak minta banyak. Mereka cuma pengen kalau ada yang digali dari bumi, hasilnya jangan cuma mampir di berita. Sumur boleh tua, tapi cara berpikir jangan ikut tua.

Yang penting, rakyat jangan cuma diajak tepuk tangan saat peluncuran, tapi juga dilibatkan saat pelaksanaan.
Karena kalau semuanya berhenti di wacana, ya… hasilnya cuma sumur minyak yang aktif, tapi ekonomi rakyat tetap pasif.

Sumsel ini sebenarnya tanah kaya, tapi kekayaan itu baru berharga kalau bisa dirasakan banyak orang, bukan segelintir yang punya stempel. Bumi sudah rela dibor, masa hati manusianya gak bisa ikut terbuka?

Jadi, program pengelolaan sumur tua ini bisa jadi berkah besar kalau dijalankan dengan kepala dingin dan hati jernih.
Caranya? Libatkan rakyat sungguhan, bukan hanya nama koperasi di spanduk.
Buka laporan dan pembagian hasilnya seterang minyak tanah zaman dulu  biar semua paham, siapa yang dapat apa.
Lalu, dampingi UMKM dan koperasi dengan pelatihan nyata, bukan janji manis yang hilang di tikungan prosedur.

Kalau daerah lain seperti Cepu dan Blora bisa hidup dari sumur tua, atau Norwegia bisa menabung masa depan dari minyak,
masa Sumsel gak bisa? Wong tanahnya subur, rakyatnya ulet, cuma kadang sistemnya yang malas ikut kerja.

Intinya sederhana, kalau minyak dari perut bumi bisa mengalir sampai ke laut, mestinya akal sehat dan keadilan juga bisa mengalir sampai ke dapur rakyat.

Karena rakyat gak butuh panggung besar, mereka cuma pengen bukti kecil  bahwa saat bumi memberi, yang menikmati bukan cuma yang duduk di meja, tapi juga yang berkeringat di tanahnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda: Lebih Perhatikan Aktivitas Berkesenian

    Sekda: Lebih Perhatikan Aktivitas Berkesenian

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.926
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M. Hum menegaskan akan lebih memperhatikan aktivitas berkesenian di kota Palembang. Hal itu disampaikan Sekda saat menerima audiensi Pengurus Dewan Kesenian Palembang (DKP) di ruang kerjanya Selasa (4/8/2020). Ratu Dewa mengaku sejak mahasiswa di UIN Raden Fatah dulu juga termasuk aktif di bidang seni. Dia adalah pendiri […]

  • Percepatan Vaksinasi Covid-19, Polda Kepri Luncurkan Program Nasi Kapau, Apa Itu Nasi Kapau ?

    Percepatan Vaksinasi Covid-19, Polda Kepri Luncurkan Program Nasi Kapau, Apa Itu Nasi Kapau ?

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    DALAM rangka percepatan pelaksanaan program Vaksinasi Covid-19 di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Polda Kepri meluncurkan Program “Nasi Kapau” (Vaksinasi Jangkau Pulau-pulau). Program ini dilaksanakan mengigat wilayah Provinsi Kepri yang 96 % terdiri dari lautan dengan pulau-pulau yang berpenghuni. Senin (21/6/2021). Dalam kegiatan Peninjauan pelaksanaan Program “Nasi Kapau” Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si., […]

  • Biar Gak Ada Dirugikan, Kadin : Perlu Ada Edukasi E- Commerce dalam Transaksi COD

    Biar Gak Ada Dirugikan, Kadin : Perlu Ada Edukasi E- Commerce dalam Transaksi COD

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    DAMPAK dari minimnya edukasi terhadap e-commerce ke masyarakat seringkali berujung pada kasus perselisihan antara kurir pengiriman paket e-commerce kepada konsumen yang melakukan transaksi e-commerce dengan pembayaran COD. Hal ini diungkapkan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga menjabat Ketua Umum Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel dalam Dalam rangkaian Free Online […]

  • Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan listrik R2 di Indonesia, Gojek &TBS Energi Utama Bentuk Perusahaan Patungan

    Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan listrik R2 di Indonesia, Gojek &TBS Energi Utama Bentuk Perusahaan Patungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    GOJEK platform layanan mobile on-demand terkemuka di Asia Tenggara, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TBS), perusahaan energi terintegrasi terkemuka di Indonesia mengumumkan pembentukan perusahaan patungan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Usaha patungan, yang dikenal sebagai Electrum, akan bertindak sebagai platform di mana kedua perusahaan akan mengembangkan infrastruktur untuk kendaraan listrik roda […]

  • Tuntut Tutup SMS Secara Permanen, Aliansi Masyarakat Desa Lorok & HMI MPO Cabang Palembang Darussalam Datangani Kantor Bupati OI

    Tuntut Tutup SMS Secara Permanen, Aliansi Masyarakat Desa Lorok & HMI MPO Cabang Palembang Darussalam Datangani Kantor Bupati OI

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.494
    • 0Komentar

    ALIANSI  Masyarakat Desa Lorok dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam mendatangi Kantor Bupati yang terletak di KPT Tanjung Senai Inderalaya, Rabu (27/10/2021). Mereka menuntut Pemkab Ogan Ilir agar menutup PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) secara permanen. Spanduk berpilox merah bertuliskan ‘, Tutup PT SMS dan Cabut Izin Operasinya’, ‘Pemenuhan Hidup Sehat Masyarakat […]

  • Berhasil Lakukan First Fire Unit 1, PLTGU Jawa-1 Diklaim Jadi PLTGU Terintegrasi Terbesar di Asia Tenggara, Begini Penjelasan Corporate Secretary Pertamina NRE

    Berhasil Lakukan First Fire Unit 1, PLTGU Jawa-1 Diklaim Jadi PLTGU Terintegrasi Terbesar di Asia Tenggara, Begini Penjelasan Corporate Secretary Pertamina NRE

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    PLTGU Jawa-1 sudah mencapai milestone First Fire pada 23 Februari 2022 untuk Unit 1 dan akan segera disusul untuk Unit 2. Pembangkit berbahan bakar gas terbesar di Asia Tenggara ini diharapkan dapat Commercial Operation Date (COD) pada semester ini. First Fire adalah penyalaan perdana atau biasa juga dikenal dengan istilah first ignition unit power block […]

expand_less
WordPress Archive Clix – Creative Digital Agency WordPress Theme Clloh Chosen Field for Elementor Form Clotya - Fashion Store eCommerce Theme CloudArcade – HTML5 / Web Game Portal CMS Cloudme Host - WordPress Hosting Theme Cloudy 7 – Hosting Service & WHMCS WordPress Theme Cloux | Game & Gaming Theme Cloven – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Cluster – A Bold Portfolio WordPress Theme Coachee – Coaching Program Elementor Template Kit