Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 3.022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT  di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (13/11/2025), suasananya mirip arisan emak-emak tapi versi resmi ramai, penuh wacana, dan tentu saja, banyak yang berharap “ada cairan keluar” bukan dari panci, tapi dari sumur minyak!.

Bedanya, kalau arisan biasa nunggu giliran dapat amplop, yang ini nunggu giliran dapat izin produksi.
Topiknya gurih, yaitu “Akselerasi Usulan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM Provinsi Sumsel”.

Katanya demi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Tapi di tengah senyum dan tepuk tangan itu, rakyat cuma punya satu pertanyaan sederhana “Yang gali siapa, yang dapat siapa?”.

Dalam rapat itu dibahas aturan baru dari pusat, intinya memberi peluang bagi daerah dan masyarakat untuk mengelola sumur tua secara resmi dan aman.

Tujuannya mulia, tapi rakyat sudah cukup sering dengar istilah “niat baik”, entah kenapa suka berhenti di lampu merah aturan.

Faktanya, Sumatera Selatan memang salah satu jadi gudangnya sumur tua di Indonesia.
Menurut berbagai catatan SKK Migas, hampir separuh potensi sumur tua di wilayah Sumatera bagian selatan ada di tanah ini.

Tapi ajaibnya, yang deras masih saja cuma keringat rakyatnya.
Minyaknya keluar dari bumi, tapi yang menetes ke dapur rakyat sering cuma cerita, ibarat punya kolam ikan, tapi yang makan malah burung yang lewat.

Dalam forum itu disebutkan bahwa kerja sama antara daerah, koperasi, dan perusahaan migas besar bakal dipercepat, dengan target Desember sudah ada hasil konkret.

Kata “akselerasi” memang kedengarannya keren, tapi di telinga rakyat sering berarti “cepat di awal, lambat di ujung”.

Biasanya yang jalan duluan malah spanduk dan seremoninya.
Proposalnya beredar, presentasi berkilau, tapi sumur di lapangan tetap sepi kayak warung kopi pas hujan deras.
Bahkan rakyat menunggu sederhana, jangan cuma cepat di janji, tapi juga cepat di bukti.

Pejabat dari kementerian menekankan pentingnya keselamatan dan lingkungan dalam pengelolaan migas rakyat.
Katanya, jangan sampai sumur tua malah jadi sumber bahaya baru.

Rakyat sih setuju, tapi sambil bergumam pelan. “Iya, alam dijaga, tapi tolong juga isi panci jangan terus berdebat sama dompet”.

Banyak sumur tua di Sumsel sekarang dikelola ala kadarnya.
Yang kerja di lapangan masih pakai peralatan seken, sementara urusan izinnya kadang muter kayak kipas angin rusak  bunyi mulu tapi gak nyala.
Kalau mau aman, ya amanin semuanya, mulai dari alamnya, manusianya, sampai alurnya.

Contoh sukses itu sebenarnya udah banyak.
Di Cepu dan Blora, sumur tua bisa hidup lagi lewat koperasi rakyat.

Mereka kerja bareng dengan sistem yang jelas, hasilnya dibagi adil, dan ekonomi lokal pun ikut bergeliat.
Di Texas, apalagi, komunitas lokal dapat porsi hasil minyak lewat program community share.

Sementara di Norwegia, hasil minyak disimpan di sovereign fund untuk masa depan rakyatnya,  minyaknya bisa habis, tapi kesejahteraannya gak ikut kering.

Tanah kaya

Dari mereka kita bisa belajar minyak boleh hitam, tapi pengelolaannya harus terang.
Karena kalau minyak keluar dari bumi, tapi nurani gak ikut naik ke permukaan, ya hasilnya tetap sama,  licin di atas, gersang di bawah.

Rakyat Sumsel sebenarnya gak minta banyak. Mereka cuma pengen kalau ada yang digali dari bumi, hasilnya jangan cuma mampir di berita. Sumur boleh tua, tapi cara berpikir jangan ikut tua.

Yang penting, rakyat jangan cuma diajak tepuk tangan saat peluncuran, tapi juga dilibatkan saat pelaksanaan.
Karena kalau semuanya berhenti di wacana, ya… hasilnya cuma sumur minyak yang aktif, tapi ekonomi rakyat tetap pasif.

Sumsel ini sebenarnya tanah kaya, tapi kekayaan itu baru berharga kalau bisa dirasakan banyak orang, bukan segelintir yang punya stempel. Bumi sudah rela dibor, masa hati manusianya gak bisa ikut terbuka?

Jadi, program pengelolaan sumur tua ini bisa jadi berkah besar kalau dijalankan dengan kepala dingin dan hati jernih.
Caranya? Libatkan rakyat sungguhan, bukan hanya nama koperasi di spanduk.
Buka laporan dan pembagian hasilnya seterang minyak tanah zaman dulu  biar semua paham, siapa yang dapat apa.
Lalu, dampingi UMKM dan koperasi dengan pelatihan nyata, bukan janji manis yang hilang di tikungan prosedur.

Kalau daerah lain seperti Cepu dan Blora bisa hidup dari sumur tua, atau Norwegia bisa menabung masa depan dari minyak,
masa Sumsel gak bisa? Wong tanahnya subur, rakyatnya ulet, cuma kadang sistemnya yang malas ikut kerja.

Intinya sederhana, kalau minyak dari perut bumi bisa mengalir sampai ke laut, mestinya akal sehat dan keadilan juga bisa mengalir sampai ke dapur rakyat.

Karena rakyat gak butuh panggung besar, mereka cuma pengen bukti kecil  bahwa saat bumi memberi, yang menikmati bukan cuma yang duduk di meja, tapi juga yang berkeringat di tanahnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaku Hilang Mata Pencarian, Ratusan Sopir Truk Angkutan Batubara Demo di Kantor Gubernur

    Ngaku Hilang Mata Pencarian, Ratusan Sopir Truk Angkutan Batubara Demo di Kantor Gubernur

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ratusan sopir truk angkutan batubara berunjuk rasa di kantor Gubernur Sumsel, mereka mengaku akibat dari pencabutan Pergub No.23 tahun 2012 sudah menghilangkan mata pencariannya. Menurut Koordinator Lapangan (korlap) Arismawan dalam orasinya Peratutan Gubernur Sumsel No.74 tahun 2018 tentang pencabutan peraturan Gubernur Sumsel No. 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara melalui […]

  • [Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

    [Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Bukan cuma teori dan seragam abu-abu, kini murid SMK bisa ngerasain jadi ‘engineer kece’ bareng Samsung Tech Institute. Dari ngoprek HP rusak sampai ngerti dunia industri beneran—ini baru namanya merdeka belajar! Kemerdekaan zaman now bukan lagi soal angkat bambu runcing, tapi soal kasih ruang buat anak muda nge-oprek mimpi dan nyambung kabel masa depan. Di […]

  • Targetkan 2025, 2 Juta Kendaraan Listrik Bisa Digunakan Masyarakat, Tahun Ini Pertamina Tambah 1.000 Green Energy Station

    Targetkan 2025, 2 Juta Kendaraan Listrik Bisa Digunakan Masyarakat, Tahun Ini Pertamina Tambah 1.000 Green Energy Station

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan dari hulu sampai hilir untuk memulai pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dalam rangka mencapai target net zero carbon emission pada tahun 2060. “Oleh sebab itu dengan didukung oleh ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai hilir, kita harapkan Negara kita Indonesia, nanti betul betul mampu merajai, menjadi produsen dari […]

  • Polri Ungkap Modus Kejahatan Via WhatsApp

    Polri Ungkap Modus Kejahatan Via WhatsApp

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Tindak Pidana Siber (Dittipidiber) Bareskrim Mabes Pori mengungkap modus kejahatan baru pemerasan lewat WhatsApp. Kamu wajib berhati-hati. Dikutip melalui akun Instragram resmi @SiberPolri mengungkapkan kronologis modus pemerasan tersebut. Pertama, pelaku kejahatan akan mengambil alih WhatsApp. Salah satu cara yang sering digunakan penjahat adalah meminta one time password (OTP) yang dikirim WhatsApp melalui SMS kepada […]

  • Ingat, Berdasarkan Aturan Nama Di KTP El Tidak Boleh Disingkat

    Ingat, Berdasarkan Aturan Nama Di KTP El Tidak Boleh Disingkat

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.512
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah mengeluarkan peraturan baru mengenai pencatatan nama di sejumlah dokumen kependudukan. Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri dalam Negeri 73/2022 tentang pencatatan nama pada dokumen kependudukan dan nama tidak boleh disingkat. Adapun ketentuan pada dokumen kependudukan yang dimaksud, yakni biodata penduduk, kartu keluarga, kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), surat keterangan kependudukan, akta pencatatan sipil […]

  • Gelaran GPDRR,  BNPB Hadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana

    Gelaran GPDRR, BNPB Hadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.585
    • 0Komentar

    DALAM rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait literasi dan edukasi kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadirkan mobil edukasi Penanggulangan Bencana (PB) di panggung Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) di gelaran Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Nusa Dua Bali, 23 – 28 Mei 2022 agar masyarakat bisa mendalami masalah bencana. Pantauan InfoPublik, Senin […]

expand_less
WordPress Archive Clix – Creative Digital Agency WordPress Theme Clloh Chosen Field for Elementor Form Clotya - Fashion Store eCommerce Theme CloudArcade – HTML5 / Web Game Portal CMS Cloudme Host - WordPress Hosting Theme Cloudy 7 – Hosting Service & WHMCS WordPress Theme Cloux | Game & Gaming Theme Cloven – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Cluster – A Bold Portfolio WordPress Theme Coachee – Coaching Program Elementor Template Kit