Kereta Kerap Bikin Macet, 5 Flyover di Muara Enim Mulai Dikebut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Perlintasan kereta api masih menjadi salah satu titik yang kerap menghambat arus lalu lintas di Kabupaten Muara Enim. Ketika kereta melintas, antrean kendaraan tak jarang mengular dan mengganggu konektivitas jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan flyover di lima titik perlintasan sebidang terus didorong. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah, DJKA dan PT KAI kini membahas percepatan proyek tersebut.
Perkembangan terbaru pembangunan flyover itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Kamis (8/10/2026).
Ada lima lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan flyover di Kabupaten Muara Enim, yakni JPL 123 Sudirman, JPL 99 Belimbing Pendopo, JPL 111 Ujan Mas, JPL 104 Gunung Megang I, dan JPL 106 Gunung Megang II.
Dari lima titik tersebut, pembangunan di JPL 123 Sudirman menjadi salah satu yang sudah menunjukkan progres fisik. Berdasarkan laporan per 4 Oktober 2026, pengerjaannya telah mencapai 21,858 persen.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan target fisik yang ditetapkan sebesar 21,830 persen.
Meski selisihnya tipis, capaian itu menjadi gambaran bahwa pekerjaan fisik di lokasi tersebut berjalan sesuai jalur yang ditargetkan.
Herman Deru meminta proses pembangunan tidak hanya mengejar percepatan pekerjaan di lapangan, tetapi juga memperhatikan persoalan yang muncul dalam proses pembebasan lahan.
Dia menerangkan penyelesaian persoalan dengan masyarakat perlu dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan yang mengedepankan solusi.
“Saya senang mendengar laporan progres pembangunannya. Saya berharap seluruh pihak, baik dari Pemprov Sumsel, DJKA, PT KAI, hingga Pemkab Muara Enim dapat terus berjalan bersama dan bersinergi,” kata Herman Deru.
Ia menjelaskan berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembangunan masih dapat diselesaikan melalui pembahasan bersama.
“Dari hasil pembahasan rapat hari ini, saya rasa tidak ada kendala besar yang tidak bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menilai keberadaan flyover akan memberi dampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas masyarakat.
Plt. Bupati Muara Enim Hj. Sumarni mengatakan tingginya frekuensi perjalanan kereta api selama ini menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi pengguna jalan, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.
Menurutnya pembangunan flyover dinilai penting untuk memperlancar konektivitas jalan nasional yang menghubungkan Muara Enim dengan wilayah lainnya.
” Pembangunan flyover ini sangat krusial bagi kelancaran arus lalu lintas masyarakat,” kata Sumarni.
Persoalan pembebasan lahan juga menjadi perhatian dalam percepatan proyek. Sumarni memastikan Pemkab Muara Enim siap membantu proses tersebut, termasuk memfasilitasi komunikasi dengan masyarakat.
“Mengenai kendala ganti rugi pembebasan lahan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap memfasilitasi secara maksimal dengan mengedepankan prinsip transparansi kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobi Rasyidin menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan flyover tersebut.
PT KAI berkomitmen mendukung pelaksanaan proyek agar pengerjaannya dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dengan lima titik perlintasan yang masuk dalam rencana, pembangunan flyover ini diharapkan tidak hanya mengurai antrean kendaraan saat kereta melintas, tetapi juga memperbaiki kelancaran konektivitas antarwilayah di Kabupaten Muara Enim.
Saat ini, perhatian utama diarahkan pada bagaimana persoalan lahan dan pekerjaan fisik dapat berjalan beriringan agar percepatan pembangunan tidak berhenti di meja rapat.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
