Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » [Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

[Tekno + Edukasi ] Dari Obeng ke Oprek: Anak SMK Dapat ‘Kemerdekaan Teknologi’ di Samsung Tech Institute!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 746
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bukan cuma teori dan seragam abu-abu, kini murid SMK bisa ngerasain jadi ‘engineer kece’ bareng Samsung Tech Institute. Dari ngoprek HP rusak sampai ngerti dunia industri beneran—ini baru namanya merdeka belajar!

Kemerdekaan zaman now bukan lagi soal angkat bambu runcing, tapi soal kasih ruang buat anak muda nge-oprek mimpi dan nyambung kabel masa depan. Di tengah gegap gempita HUT RI ke-80, Samsung Tech Institute (STI) hadir kayak sambal di nasi goreng pedas, nendang, tapi bikin nagih. Sejak 2013, program ini udah ngajak anak-anak SMK dari Sabang sampai Jayapura buat belajar teknologi dengan cara yang gak ngebosenin, langsung praktek, bukan cuma ngafal teori dari fotokopian tiga ribu per lembar.

STI bukan les privat, tapi program serius dari Samsung Electronics Indonesia buat anak-anak SMK yang pengin ngerti cara kerja teknologi dari dalam. Mulai dari pelatihan teknis, praktek kerja lapangan (PKL), guest lecture, sampai pelatihan guru semuanya dikemas rapi kayak kado ulang tahun, tapi isinya masa depan.

Bayangin aja ada 67 SMK, 18.161 murid, dan 146 guru yang udah nyicipin asyiknya belajar langsung di bawah bendera STI. Dan yang bikin makin mantap, bukan cuma SMK di kota gede, tapi juga dari wilayah yang dulu suka dikira ‘jauh dari jangkauan sinyal’, kayak SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura. Gerald Samuel Mailopuw dari sana bilang

“Saya belajar bukan cuma soal nyolder HP, tapi juga kerja sama tim dan komunikasi. Dunia kerja tuh bukan cuma soal pinter, tapi soal bisa barengan.”

Menurut BPS, 81% lulusan SMK berhasil masuk dunia kerja dari 2022 sampai Agustus 2024. Lah, ini bukti nyata kalo pendidikan vokasi yang nyambung ke industri tuh ngaruh banget. STI jadi semacam jembatan dari ruang kelas ke dunia nyata. Kayak jembatan YouTube ke TikTok satu langkah kecil, tapi bisa viral (dan berguna).

Dr. Arie Wibowo Khurniawan dari Kemendikdasmen RI juga ikut angkat topi “Saya bangga dengan STI. Ini program nyata yang bukan cuma kasih pelatihan teknis, tapi juga bekal buat jadi SDM global”

Artinya, anak-anak SMK yang biasanya dikira cuma ‘jurusan praktik’, sekarang bisa ngebut bareng Tesla secara intelektual.

Coba dengar cerita Amalia Putri Dewi Cahyani dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri “Saya nggak cuma belajar teori, tapi juga langsung praktek di Samsung. Rasanya kayak dapet cheat code buat dunia kerja”

Atau Rafel Felino Edwin dari SMK 11 Bekasi yang bilang “PKL di Samsung itu kaya tamasya industri. Saya ngeliat langsung sistem lintas divisi dan cara kerja real di perusahaan teknologi.”

STI bukan sekadar ngajarin nyolder. Anak-anak SMK dibekali employability skills kayak komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan menyelesaikan masalah. Alias: bukan cuma ngerti cara bongkar AC, tapi juga bisa ngejelasin kenapa hidup itu kadang bikin panas.

Menurut Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia “Setiap anak bangsa berhak berkembang. Program STI jadi jembatan dari mimpi ke kenyataan”

Samsung nggak cuma jual gadget, tapi juga ngecharge masa depan anak muda lewat pendidikan vokasi yang inklusif dan relevan.

Kalau dulu pahlawan kita berjuang bawa bambu, sekarang anak SMK bisa berjuang bawa obeng.
Kalau dulu merdeka itu bebas dari penjajahan, sekarang merdeka itu bebas memilih masa depan.
Dan lewat Samsung Tech Institute, generasi muda gak cuma diajarin cara kerja alat, tapi juga cara jadi pelaku industri digital masa depan.

Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang anak SMK-nya bisa nyervis HP sambil mikir kritis, bukan cuma bengong nunggu lulus.[***]/rilis Samsung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

    Lomba Lukis & Mewarnai Dua Pahlawan Sumsel, Lukis Dulu, Paham Belakangan

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    [Cara Gaul Mengenal Pahlawan]

  • Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Sumsel: Pemerintah Tak Bisa Pakai Feeling

    Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Sumsel: Pemerintah Tak Bisa Pakai Feeling

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pemerintah tidak bisa lagi mengambil kebijakan hanya berdasarkan perkiraan atau “feeling” semata. Semua keputusan pembangunan, menurutnya, harus berbasis data yang akurat. Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel saat melaunching Sensus Ekonomi 2026 di Griya Agung Palembang, Selasa (12/5/2026), yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Camat se-Sumatera Selatan. Menurutnya, sensus ekonomi memiliki […]

  • Wagub Sumsel : Wisudawan/wati PGRI Harus Taklukan  Persaingan Internasional

    Wagub Sumsel : Wisudawan/wati PGRI Harus Taklukan Persaingan Internasional

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.858
    • 0Komentar

    “Saya doakan pula kalian dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, karena kita sekarang harus siap berkompetisi di tingkat global atau MEA.”

  • Raperda Usulan Pemkab Muba & Prakarsa DPRD Bakal Dibahas Empat Pansus

    Raperda Usulan Pemkab Muba & Prakarsa DPRD Bakal Dibahas Empat Pansus

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    EMPAT Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Musi Banyuasin direncanakan akan dibahas oleh empat Panitia Khusus DPRD Muba dari tanggal 4-19 Desember 2019. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-9 dalam rangka tanggapan atau jawaban Bupati Muba terhadap pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Muba, dan tanggapan Fraksi-fraksi terhadap pendapat Bupati Muba, di Ruang Rapat […]

  • Polda Jateng dan Kodam Tambah 32 Bus untuk Evakuasi Warga Kudus, Ini Karena Lonjakan Covid Tinggi

    Polda Jateng dan Kodam Tambah 32 Bus untuk Evakuasi Warga Kudus, Ini Karena Lonjakan Covid Tinggi

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    KAPOLDA Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi ajak Pemda Kudus dan tokoh masyarakat untuk bahu membahu dalam menangani lonjakan angka covid-19 di wilayah Kudus, hal tersebut disampaikan Kapolda Jateng di Kodam IV Diponegoro Selasa (8/7/2021). Pada kegiatan tersebut Kapolda ditemani oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol M. Rudy Syafirudin dan […]

  • Bumi Perkemahan Gandus Minim Fasilitas

    Bumi Perkemahan Gandus Minim Fasilitas

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Gubernur Sumsel H. Herman Deru  menilai keberadaan Bumi Pekemahan Gandus masih minim fasilitas, bukan saja masalah penerangan listrik.  Namun juga ketersediaan air bersih. Hal tersebut diungkapkannya saat meninjau  Bumi Pekemahan Gandus, kemarin. “Hari ini saya ini liat langsung kondisi Bumi Perkemahan Gandus ini. Namanya juga belum ada. Makanya saya berinama awalnya  Sriwijaya. Saya harap […]

expand_less
WordPress Archive WPCode Pro – WordPress Code Snippets Plugin Wpcomomatic WordPress.com To WordPress Automatic Cross-Poster Plugin for WordPress WPCool – Notifications from CF7, WooCommerce to WhatsApp, Telegram, Discord WPCS – WordPress Currency Switcher Professional – Multi Currency wpDataTables – Tables and Charts Manager for WordPress wpDiscuz – Ads Manager wpDiscuz – Advanced Likers wpDiscuz – Comment Author Info wpDiscuz – Comment Search wpDiscuz – Embeds