Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 546
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BRO, Sumatera Selatan baru aja bikin dunia tepok jidat alias ternganga, bukan karena pesawat tiba-tiba bisa terbang sendiri, tapi karena kelapa lokal kita bakal jadi bahan bakar pesawat alias Bio-Avtur.

Iya, kelapa yang biasanya cuma jadi teman minum santai di pinggir jalan sekarang bisa bikin Boeing naik kelas!

Hebat nggak! karena kelapa naik kelas, mulanya dari  bahan untuk cemilan sekarang bakal jadi pilot.

Bahkan Gubernur H. Herman Deru, kalau naik motor aja bisa bikin rombongan kayak touring ke puncak Bukit Barisan, resmi menginjak gas groundbreaking PT Green Power Palembang di Tanjung Api-Api, Banyuasin, selasa (20/1/2026).

Kata beliau, “Ini bukan cuma pabrik, bro, energi fosil habis, kelapa jadi raja!”

Tapi jangan dulu senyum-senyum, bro. Kalau kita bongkar lebih dalam, proyek ini memang gila keren, tapi juga punya sisi gelap yang bisa bikin alis naik. Apalagi pabriknya aja seluas 9.500 m², investasi Rp310 miliar.

Diproyeksikan produksi 30.000 ton Crude Coconut Oil (CCO) per tahun, atau sekitar 100 ton per hari. Beratnya? jangan ditanya, sebab setara 50 gajah Afrika yang lagi ikut lomba tarik tambang!. hehehe..mantap!

Sisi positifnya jelas ekonomi lokal naik daun kelapa, pasalnya lebih dari 500 tenaga kerja terserap, rantai logistik petani kelapa dipangkas. Petani bisa senyum lebar tanpa mikir ongkos kirim sampai Jakarta.

Selain lingkungan lebih adem, sebab Bio-Avtur emisinya lebih rendah ketimbang avtur fosil. Boeing bisa terbang, Bumi nggak keringetan.

Tapi bro, ada sisi negatifnya juga dan tolong jangan di-skip, sebab bisa-bisa kelapa bisa mahal mendadak. Meski Banyuasin memang penghasil kelapa terbesar ke-6 di Indonesia.

Namun kalau pabriknya rakus banget, harga kelapa bisa melonjak setinggi-setinggi  tugu monas di Jakarta. Petani kecil yang tadinya santai panen bisa tiba-tiba jadi “penyedia bahan baku wajib.”

Apalagi limbah pabrik, musuh diam-diam,  setiap pabrik punya sisa produksi. Kalau limbah nggak dikelola baik, sungai bisa berubah jadi kolam aroma kelapa asam. Pepatah lama pas banget “Jangan sampai karena emas, desa jadi kelam.” itu harus dipikirkan juga.

Selain itu, karene teknologinya masih baru, jadi juga, Bio-Avtur masih relatif baru di Indonesia, bisa saja nantinya  mesin error atau produksi nggak stabil?. Bisa-bisa investasi Rp310 miliar cuma jadi cerita horor buat investor.

Tapi, tenang, bro… solusinya ada, pemerintah bisa bikin pelatihan petani kelapa supaya kualitas bahan baku tetap oke dan harga stabil. Disamping itu, perusahaan juga bisa bikin manajemen limbah modern, biar sungai tetap bening dan warga bisa mandi tanpa aroma kelapa busuk.

Diversifikasi produk kelapa juga penting, kalau Bio-Avtur slow, petani tetap bisa jual kopra, santan, atau minyak goreng.

Ekosistem harus jalan

Menurut Bupati Banyuasin, H. Askolani, hari ini bersejarah. “Banyuasin nggak cuma penghasil kelapa, tapi juga potensi energi masa depan,” kata beliau sambil senyum lebar. Tapi bro, senyum doang nggak cukup kalau manajemen risiko absen.

Kalau nggak hati-hati, bisa-bisa yang terbang cuma Boeing, tapi desa dan petani malah kena efek samping.

Oleh karena itu,  proyek ini besar, ambisius, strategis, tapi keberhasilan bukan cuma soal duit. Ekosistem harus jalan bareng, petani, pekerja lokal, lingkungan, dan teknologi.

Jadi kalau semuanya harmonis, ini bisa jadi warisan energi dan ekonomi untuk Sumsel, tapi kalau jalan sendiri-sendiri? bisa-bisa cuma jadi cerita lucu “dulu kelapa bikin pesawat, tapi sungai bau.”

Tapi tetap kita kasih jempol, sebab apa yang dilakukan PT Green Power Palembang merupakan  langkah berani menempatkan Sumsel di panggung energi global.

Positifnya jelas, kan lapangan kerja, inovasi ramah lingkungan, harga kelapa stabil dan negatifnya juga nyata, mungkin tekanan pada petani, risiko teknologi, potensi limbah. Namun dari semua itu solusinya tetap ada, tinggal eksekusi ketat dan kontrol disiplin.

So, bro, kalau lihat proyek ini, kita bisa ngakak, kagum, dan belajar sekaligus. Kaya pepatah lama “Kalau mau hasil manis, jangan takut pahitnya.”

Dan Bio-Avtur ini manisnya besar, pahitnya? Harus diantisipasi biar nggak bikin perut sakit… secara harfiah maupun finansial. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyoblos di TPS 008 Gambir, Jokowi : Sudah Nyoblos Plong..

    Nyoblos di TPS 008 Gambir, Jokowi : Sudah Nyoblos Plong..

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Capres Joko Widodo (Jokowi) optimistis memenangi Pilpres 2019. Tapi Jokowi tak mau menyebut prediksi perolehan suara. “Ya selalu dalam bekerja kita ini optimis terus,” kata Jokowi di TPS 008 Gambir, Jakarta Pusat, mengutip detik.com, Rabu (17/4/2019). Sebelum mencoblos, Jokowi mengaku bermain bersama cucu. Iriana Widodo, yang mendampingi Jokowi, langsung menyebut nama Sedah Mirah. “Main sama […]

  • Selain Sibuk Dengan Wabah Covid-19, Tak Kalah Penting Juga Penyakit Penular Ini Jadi Perhatian Serius Muba

    Selain Sibuk Dengan Wabah Covid-19, Tak Kalah Penting Juga Penyakit Penular Ini Jadi Perhatian Serius Muba

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    SAAT ini Pemkab Muba  terus konsen dalam penanganan dan pencegahan wabah COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia. Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA juga punya target kinerja lain. Dodi menargetkan  penyakit menular berbahaya lainnya seperti Malaria bisa terhindar di Bumi Serasan Sekate. “Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kedatangan tim Kementerian Kesehatan RI […]

  • Tantangan Bisnis Farmasi di Tengah Pandemi Covid 19

    Tantangan Bisnis Farmasi di Tengah Pandemi Covid 19

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.755
    • 0Komentar

    DI tengah Pandemi Covid19 yang  dalam kini sedang melanda penjuru negeri  yang tercinta, bahkan juga melanda hampir seluruh penjuru dunia, dampaknya hampir menyentuh ke barbagai sektor kehidupan, tidak hanya sektor kesehatan, bahkan  sudah berimbaske sektor ekonomi dan bisnis, terutama bisnisi pariwisata, juga sektor sosial kemasyarakatan bahkan keagamaan. Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan oleh rakyat miskin […]

  • Sudah Lebih dari 92 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Disuntikkan (26 Agustus 2021)

    Sudah Lebih dari 92 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Disuntikkan (26 Agustus 2021)

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    SUDAH lebih dari 92 juta dosis vaksin telah disuntikkan untuk vaksin dosis pertama dan dosis kedua dengan rincian 59.426.937 telah mendapatkan dosis pertama dan 33.357.347 yang sudah menerima dosis kedua. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia sendiri telah berlangsung sejak 13 Januari 2021 dan menargetkan 208.265.720 orang mendapatkan vaksinasi lengkap 2 dosis. Vaksin aman dan terbukti […]

  • “Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

    “Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.558
    • 0Komentar

    KALAU kamu pikir museum itu, cuma tempat lihat dinosaurus, lukisan Mona Lisa KW, atau patung pahlawan yang mukanya mirip dosen sejarah, pasti itu  salah besar, pasalnya saat ini, BPOM juga punya diorama alias museum mini yang isinya bukan koleksi fosil, tapi perjalanan lembaga yang tiap hari kerjaannya nyelamatin perut rakyat dari racun. Yup, Diorama BPOM […]

  • Utamakan Kualitas, Dapur Katering Embarkasi Palembang Terapkan FSMS

    Utamakan Kualitas, Dapur Katering Embarkasi Palembang Terapkan FSMS

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.424
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, PALEMBANG – Sebagai perusahaan yang dipercaya untuk memasok makanan untuk  Calon Jamaah Haji (CJH),perusahan katering CV Afzarki Permata Abadi sebagai pemenang lelang mengutamakan kualitas dengan menerapkan Food Safety Management System [FSMS]. Pada musim haji 2018 panitia Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Palembang lebih serius untuk menyediakan makanan yang bergizi dan berkualitas. “Untuk kali […]

expand_less
WordPress Archive DJ Rainflow | Music Band & Musician WordPress Theme Djaen – Restaurant Elementor Template Kit Djompo Kit – Senior Care Elementor Template Kit D’leh – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Dlisting – Real Estate WordPress Theme Docar – Repair Shop Elementor Template Kit Doccure – Doctor & Clinic Appointment Booking and Medical Management WordPress Theme Doccure – HTML Angular Vue & Laravel Clinic & Doctor Appointment Booking Template + Admin Dashboard Docle – Digital Agency Services Template Kit Docly - Documentation And Knowledge Base WordPress Theme with bbPress Helpdesk Forum