BMKG Latih 35 Nelayan Palembang Baca Cuaca Sebelum Melaut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melatih 35 nelayan Palembang terdiri atas 25 nelayan dan 10 penyuluh Dinas Perikanan, guna bisa membaca cuaca sebelum melaut
Program dilaksanakan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Sumatera Selatan 2026 di Kota Palembang.
Dengan progral itu diharapkan tak salah membaca perubahan cuaca sebab bisa membawa risiko bagi nelayan saat mencari ikan.
Oleh sebab itu kemampuan memahami informasi meteorologi menjadi bekal penting sebelum perahu meninggalkan tepian sungai.
Pelatihan tersebut diarahkan agar nelayan tidak hanya mengandalkan pengalaman saat melaut, tetapi juga mampu menggunakan informasi cuaca sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu dan aktivitas penangkapan ikan.
Kegiatan dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani. Ia mengapresiasi BMKG, khususnya Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, serta Dinas Perikanan dan pihak lain yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurut Isnaini, Sungai Musi dan wilayah perairan di Palembang bukan hanya bagian dari bentang alam kota.
Dia menambahkan, perairan tersebut juga menopang kebutuhan pangan, mata pencaharian, serta kehidupan sosial masyarakat.
Namun, lanjutnya aktivitas perikanan tidak lepas dari ancaman perubahan cuaca. Kondisi angin, gelombang, hujan, dan faktor meteorologi lainnya dapat memengaruhi keselamatan maupun kelancaran kegiatan nelayan.
“Informasi mengenai kecepatan dan arah angin, tinggi gelombang, curah hujan, serta kondisi cuaca lainnya perlu menjadi pertimbangan sebelum maupun selama menjalankan aktivitas perikanan,” ujar Isnaini.
Ia berharap SLCN 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan menjadi kebiasaan, terutama dengan memeriksa informasi cuaca sebelum memutuskan berangkat melaut.
Dengan bekal tersebut, nelayan diharapkan dapat mengenali potensi bahaya lebih awal, mempertimbangkan waktu melaut, dan mengambil keputusan yang lebih tepat ketika kondisi perairan berubah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, S.T., M.Si., menilai pemahaman terhadap karakteristik perairan perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan informasi meteorologi.
Sungai Musi memiliki peran strategis bagi masyarakat Sumatera Selatan. Bagi nelayan, memahami kondisi sungai dan perubahan cuaca merupakan bagian penting dari aktivitas mencari nafkah sehari-hari.
Pengalaman yang dimiliki nelayan, menurut Siswanto, perlu didukung informasi cuaca yang akurat dan mudah dipahami. Dengan demikian, keputusan di lapangan dapat mempertimbangkan kondisi alam yang terus berubah.
“Melalui SLCN 2026, BMKG berupaya memperkuat pemahaman nelayan dan penyuluh perikanan agar mampu menggunakan informasi cuaca sebagai salah satu dasar dalam menentukan aktivitas melaut,” ujarnya.
Program ini juga mendorong pemanfaatan layanan informasi cuaca maritim serta memperkuat kemampuan penyuluh dalam menyampaikan informasi kepada kelompok nelayan. Peran penyuluh menjadi penting agar manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai informasi cuaca dan penerapannya dalam kegiatan perikanan, dengan dukungan narasumber dari BMKG dan Dinas Perikanan.
Sebanyak 10 penyuluh yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada nelayan lainnya. Langkah ini menjadi salah satu cara memperluas akses masyarakat terhadap informasi cuaca yang dapat membantu mengurangi risiko saat melaut.
Kegiatan SLCN Sumatera Selatan 2026 di Palembang turut dihadiri Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Dr. Wandayantolis, S.Si., M.Si., serta Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, S.Si.
Melalui pelatihan ini, BMKG dan Pemerintah Kota Palembang berharap semakin banyak nelayan yang menjadikan informasi cuaca sebagai bagian dari persiapan melaut. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan mendukung keselamatan kerja, produktivitas penangkapan ikan, dan keberlanjutan usaha perikanan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
