Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 1.561
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASALAH rokok ilegal bukan soal asapnya, tapi efek sampingnya, sudah pasti yang utama merusak harga, mematikan usaha resmi, dan menggerogoti penerimaan negara sehingga pemusnahan jutaan batang rokok ilegal di Palembang, Jumat kemarin lebih mirip langkah penyelamatan pasar ketimbang sekadar penegakan hukum.

Di Aula Kantor Bea dan Cukai Palembang, ribuan dus barang ilegal yang selama ini hidup sembunyi-sembunyi akhirnya berkumpul di satu tempat.

Bukan untuk dilelang, apalagi diberi diskon akhir tahun, nasibnya satu, yaitu dimusnahkan, alias tamat dan  tidak ada bab lanjutan ( katanya…?).

Yang hadir pun saat acara itu lengkap, misalnya ada Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra datang mewakili pemerintah daerah.

Kalau diibaratkan, bukan kunjungan basa-basi, tapi tanda  urusan barang ilegal bukan cuma urusan pusat, melainkan urusan dapur daerah juga.

Apalagi perderan rokok ilegal ini selalu datang membawa satu janji manis, murah, namun murah versi ini mirip senyum orang mau minjem duit di depan pagar rumah, di belakang bikin masalah. Harga pasar jadi rusak, pedagang resmi tertekan, dan yang patuh aturan malah dianggap bodoh.

Coba misalnya pedagang yang bayar cukai, pajak, izin, dan retribusi, di sebelah lapaknya, muncul barang ilegal dengan harga banting.

Konsumen tentu tergoda bukan karena cinta, tapi karena dompet, lama-lama, yang jujur bisa gulung tikar, yang curang malah pesta.

Itulah benang merahnya sehingga negara masuk.

Sekda Sumsel H. Edward Candra menegaskan pemusnahan rokok ilegal merupakan bentuk nyata guna menjaga masyarakat dan pasar.

Selain itu, bukan hanya melindungi konsumen dari barang tak jelas kualitasnya, tapi juga ikut melindungi ekosistem usaha resmi, agar tidak hancur pelan-pelan.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim), Agus Yulianto, menjelaskan pemusnahan Barang Milik Negara hasil penindakan ini adalah bagian dari fungsi community protector.

Istilahnya itu memang rapi, tapi maknanya sederhana, yaitu negara tidak mau pasar dibiarkan liar.

Apalagi barang yang dimusnahkan bukan kaleng-kaleng, total angkanya luar biasanya 10.567.628 batang rokok ilegal dan ada juga 299,45 liter minuman beralkohol ilegal.

Jumlah tersebut bukan hasil razia semalam, melainkan akumulasi kerja panjang seperti rangkaian gerbong kereta api,  dan kerja yang jarang masuk berita, tapi dampaknya langsung terasa.

Penindakan ini juga menyelamatkan potensi kerugian negara, karena setiap batang rokok ilegal yang lolos, ada penerimaan yang ikut kabur dan kalau negara bocor di satu sisi, biasanya yang lain ikut kebanjiran.

Jadi, barang ilegal itu seperti angin masuk, tidak langsung bikin tumbang, tapi lama-lama bikin badan lemas. Pasar kehilangan keseimbangan, harga jadi tidak rasional, persaingan berubah jadi adu nekat.

Pepatah lama bilang, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga” dalam konteks ini, barang ilegal adalah nilanya.

Dibiarkan sedikit, lama-lama merusak semuanya. Oleh karena itu pemusnahan barang ilegal salah satunya rokok ini bukan reaksi emosional, tapi tindakan preventif.

Pola dagang curang

Kehadiran Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan Hisar Siallagan dan Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Al Fajri Zabidi menegaskan isu ini lintas sektor, barang ilegal bukan cuma urusan ekonomi, namun juga keamanan dan ketertiban sosial.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, di sini kelihatan bedanya antara slogan dan kerja nyata.

Asta Cita tidak berhenti di baliho pinggir jalan atau slide presentasi, karena program itu  turun ke aula, ke lapangan, ke barang bukti.

Pemusnahan ini adalah wujud kecil dari komitmen besar, negara hadir untuk melindungi yang benar, bukan memanjakan yang curang. Karena kalau aturan hanya jadi pajangan, pasar akan belajar satu hal curang lebih menguntungkan daripada patuh.

Oleh sebab itu, api pemusnahan itu bukan sekadar menghabiskan rokok dan miras ilegal, yang ingin dibakar adalah polanya.

Pola dagang curang, pola cari untung cepat dengan risiko sosial yang ditanggung ramai-ramai.

Bagi pelaku usaha legal, ini sinyal,  negara belum angkat tangan, bagi konsumen, ini pengingat bahwa murah tidak selalu aman.

Dan bagi yang masih nekat bermain di jalur ilegal, cepat atau lambat, semua akan ketemu tungku.

Pasar yang sehat bukan hasil doa semata, karena pasar yang sehat itu lahir dari aturan yang ditegakkan dan konsistensi yang dijaga.

Kalau dibiarkan, pasar akan memilih jalan termudah, bukan jalan terbaik.

Seperti kata orang tua dulu, “air keruh jangan dibiarkan, nanti ikan mabuk”.

Oleh sebab itu, pemusnahan barang ilegal ibaratnya, upaya untuk menjernihkan air sebelum semua ikut mabuk.

Pemusnahan barang ilegal di Palembang mungkin selesai dalam hitungan jam. Tapi dampaknya diharapkan panjang, harga lebih stabil, usaha resmi lebih bernapas dan  negara tidak terus-terusan bocor.

Jadi kegiatan ini bukan soal membakar barang, melainkan untuk menjaga akal sehat pasar, di Sumatera Selatan.

Jumat ini, negara memilih untuk tegas, agar tidak menyesal besok.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ini ASN dan PTT Muba Peroleh THR

    Hari Ini ASN dan PTT Muba Peroleh THR

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    PEGAWAI Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel bisa lebih lega. Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR), hari ini Bila sebelumnya, Bupati Dodi memastikan pegawai menerima THR pada 24 Mei nanti, namun tunjangan untuk berhari raya tersebut akan masuk ke […]

  • MCI 2023, Promosikan Kelezatan Kuliner Indonesia di Lisabon, Ini Respon Mantan Duta Besar Portugal untuk Indonesia

    MCI 2023, Promosikan Kelezatan Kuliner Indonesia di Lisabon, Ini Respon Mantan Duta Besar Portugal untuk Indonesia

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.782
    • 0Komentar

    Lisabon, Portugal – Dalam suasana musim semi yang indah, Mercado Culinário Indonésio 2023 sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Mei 2023. Bertempat di halaman KBRI Lisabon, acara kuliner tahunan ini bertujuan untuk mempromosikan kelezatan kuliner Indonesia di Portugal. Edisi Mercado Culinário Indonésio kali ini cukup special karena mengundang partisipasi dari negara-negara ASEAN yaitu Filipina dan Thailand, yang […]

  • Skema KUR di BSB Martapura Berujung Tiga Tersangka

    Skema KUR di BSB Martapura Berujung Tiga Tersangka

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    TIM Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur, periode 2020–2023. Ketiga tersangka masing-masing berinisial KS selaku Pemimpin Cabang Martapura periode 2021–2022, SF selaku Pemimpin Cabang […]

  • Terkait Tarif, GARDA Nilai Grab Rugikan Mitra

    Terkait Tarif, GARDA Nilai Grab Rugikan Mitra

    • calendar_month Minggu, 12 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) menilai tarif Grab Indonesia belum manusiawi dan mengorbankan mitra driver. Ketua Garda Igun Wicaksono mengungkapkan fakta tarif dasar Grab yang berlaku di lapangan saat ini sebesar Rp1.200 per kilometer sampai dengan Rp1.800 per kilometer adalah tarif lama. “Bukti bahwa apa yang dinyatakan dan dirilis oleh perusahaan aplikasi […]

  • PPKM Level IV, Muba Ikutin Instruksi Mendagri, “Semua Warga Harus Patuhi Prokes”

    PPKM Level IV, Muba Ikutin Instruksi Mendagri, “Semua Warga Harus Patuhi Prokes”

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID-Menindaklanjuti Instruksi Mendagri No 25 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 COVID-19  di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi  PPKM Level IV, Senin (26/7/2021)  di Aula H Alex Noerdin. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui […]

  • 12 doa berbahasa Indonesia dari orang tua untuk anak, semoga bermanfaat

    12 doa berbahasa Indonesia dari orang tua untuk anak, semoga bermanfaat

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.517
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Berikut ini beberapa doa yang dapat orang tua panjatkan untuk anak-anak mereka, semoga bermanfaat menjadi anak-anak yang berguna bagi agama dan bangsa : Berikut doa-doanya : Doa agar anak menjadi anak yang saleh/salehah: “Ya Allah, jadikanlah anakku/anak-anakku sebagai anak yang shaleh/shalehah. Berikanlah mereka iman yang kuat, keteguhan dalam menjalankan ibadah, dan kesadaran untuk […]

expand_less
WordPress Archive Paper Plane – Modern WordPress Blog Theme Paperino Garage – Mechanic Elementor Template Kit Paperio – Responsive and Multipurpose WordPress Blog Theme PaperMag – NewsPaper Magazine WordPress Theme Papr – Newspaper News WordPress Theme Paradise Slider – Responsive Bootstrap Carousel Plugin Parador – Hotel Booking WordPress Theme Parallax One Page Builder WordPress Plugin Paras – Business Coach for Women Elementor Template Kit Parax – Creative Agency Elementor Template Kit