Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » “Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

“Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 1.555
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU kamu pikir museum itu, cuma tempat lihat dinosaurus, lukisan Mona Lisa KW, atau patung pahlawan yang mukanya mirip dosen sejarah, pasti itu  salah besar, pasalnya saat ini, BPOM juga punya diorama alias museum mini yang isinya bukan koleksi fosil, tapi perjalanan lembaga yang tiap hari kerjaannya nyelamatin perut rakyat dari racun.

Yup, Diorama BPOM baru aja diresmikan sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, isinya bukan pajangan sembarangan, tapi potret panjang perjuangan orang-orang yang tiap harinya memastikan sambal terasi kita nggak bikin masuk IGD.

Dulu memang zaman belum ada teknologi canggih, pengawasan obat dan makanan tuh mirip kayak tes nyali, coba kalau kita pikir, deteksi bahan berbahaya cuma modal insting dan pengalaman kayaknya ini obatnya aneh deh, warnanya kebanyakan magenta. Namun sekarang, BPOM udah bisa ngecek sampai DNA patogen lewat sistem digital, karena  dulu peralatan mereka masih sekelas panci emak, sekarang udah setara laboratorium NASA, tinggal belum bisa ngirim mie instan ke Mars aja.

Menkes Budi dalam rilisnya dilaman kemkes bahkan bilang, tantangan ke depan makin gila, soalnya, selain manusia makin banyak, climate change alias perubahan iklim juga bisa bikin muncul patogen baru yang lompat dari binatang ke manusia. Lah, belum lagi selesai urusan makanan kadaluarsa, malah udah diserang virus lompat pagar.

Nah, si diorama ini bukan cuma buat gaya-gayaan, di dalamnya ada dua ruang utama, yang pertama adalah menampilkan peta kerja BPOM, filosofi logo, sampai struktur organisasi lewat LED TV. Lengkap dengan etalase bertema “BPOM Menjulang, Membumi, dan Mengakar”.

Ruang kedua isinya yakni lebih dramatis karena ada foto Kepala BPOM dari masa ke masa, kutipan para pimpinan, dokumentasi kegiatan, sampai miniatur seragam pegawai. Jadi, kalau kamu masuk ke situ, rasanya kayak jalan-jalan ke masa lalu sambil mikir “Oh, ini toh, orang-orang yang diam-diam nyelamatin hidup kita dari ciki oplosan”.

Kepala BPOM Taruna Ikrar bilang, diorama ini simbol penting buat akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik, singkat kata, “Biar masyarakat tahu, BPOM itu kerja, bukan cuma ngeluarin izin dan ngejar pedagang bakso boraks”.

Menkes Budi pun ngomong satu hal menarik, begini katanya, di masa depan, yang paling harus dilindungi duluan itu bukan cuma dompet, tapi perut anak-anak kita dari keracunan makanan,
dan ini bener banget, soalnya, kalau perut udah bermasalah, otak ikut mogok, dan bangsa bisa masuk masa suram, karena generasi mudanya sibuk antre di klinik.

Jadi jangan remehkan orang yang kerja di BPOM, mereka itu kayak “bodyguard tak terlihat” yang menjaga, agar kita bisa makan gorengan pinggir jalan tanpa harus berkenalan sama dokter IGD, sebab, ngomong-ngomong, sekarang BPOM juga lagi nunggu hasil assessment dari World Health Organization (WHO) Listed Authority, kalau lolos, Indonesia bakal naik kelas di panggung global. Istilah kasarnya, bukan cuma bisa ngawasin bakso di Pasar Kuto, tapi juga diakui dunia sebagai pengawas obat dan makanan yang kredibel.

Tambah Taruna Ikrar, ini bakal memperkuat posisi Indonesia di ekosistem global, sehingga diorama ini bukan sekadar nostalgia, tapi bukti kalau BPOM juga siap menghadapi masa depan.

Cermin besar

Ada pepatah bilang “Kalau tak tahu asal muasal, kau bisa tersesat di masa depan”, dengan mengarsipkan sejarahnya sendiri, BPOM nggak cuma nyimpan dokumen, tapi juga DNA perjuangan yang bisa jadi panduan generasi berikutnya.

Bayangin kalau semua lembaga negara ngarsipin sejarah kayak gini, mungkin kita nggak bakal heran tiap kali ada kebijakan aneh, soalnya arsipnya jelas dan bisa ditelusuri. Tapi ya… di negeri +62 ini, kadang arsip lebih cepat hilang daripada sandal di masjid.

Jadi, diorama ini bukan cuma tempat foto-foto buat Instagram kementerian, tapi cermin besar tentang perjalanan bangsa menjaga kesehatannya, dari zaman “cek warna obat” sampai “cek DNA mikroba,” semua tersusun rapi di balik kaca dan lampu LED.

Siapa sangka, akhirnya di balik etalase itu tersimpan kisah tentang dedikasi, ketelitian, dan tanggung jawab, karena menjaga obat dan makanan itu bukan pekerjaan biasa, itu soal moral, soal rasa kemanusiaan.

Kadang kita baru ingat BPOM pas makanan viral ditarik dari pasaran, padahal, mereka kerja 24 jam buat mastiin setiap suapan kita aman, diorama ini mengingatkan kita, bahwa pengawasan obat dan makanan bukan cuma urusan laboratorium, tapi urusan hidup dan mati.

Kata pepatah lagi “Lebih baik mencegah racun masuk perut, daripada sibuk update status dari rumah sakit”, oleh karena itu, kalau lain kali kamu makan mie instan, minum obat flu, atau beli skincare pemutih kilat, ingetlah, ada pasukan BPOM yang diam-diam berjaga, memastikan kamu tetap bisa tertawa, bukan muntah-muntah.

Mungkin, diorama itu adalah cara paling lucu dan cerdas untuk bilang “kami bukan cuma ngarsipin racun, tapi juga sejarah bagaimana bangsa ini belajar menjaga perutnya sendiri”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • King Faisal Specialist Hospital and Research Centre Umumkan Layanan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat

    King Faisal Specialist Hospital and Research Centre Umumkan Layanan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, RIYADH, Arab Saudi, Oct. 31, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Dalam sebuah perkembangan terobosan bagi Timur Tengah, King Faisal Specialist Hospital and Research Centre (KFSH&RC) telah memperkenalkan sebuah layanan yang disebut dengan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat (rWGS) sebagai bagian dari solusi perawatan kesehatannya. Layanan ini dirancang untuk membantu para dokter mendiagnosis penyakit langka dan genetis, […]

  • Penyandang Disabilitas Apresiasi Pemkab Muba, Terkait Apa ?

    Penyandang Disabilitas Apresiasi Pemkab Muba, Terkait Apa ?

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musibanyuasin [Muba] memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Perhatian khusus diberikan tersebut merupakan salah satu point dalam visi misi  Pemkab Muba. Salah satunya baru-baru ini terakomidirnya para atlet disabilitas yang perlakukan sama seperti atlet konvesional. Selain itu, terkait akses bagi difabel baik infrastruktur gedung maupun infrasturktur lainnya seperti pembangunan pendestrian disepanjang Kol. […]

  • Rintis Sejak 2017 Lalu, Muba Tetap Komit Dorong Energi Terbarukan, Bupati Muba : Isu Seksi di Dunia, Ini Alasannya

    Rintis Sejak 2017 Lalu, Muba Tetap Komit Dorong Energi Terbarukan, Bupati Muba : Isu Seksi di Dunia, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga Wakil Ketua ADPMET menyebutkan Muba akan terus maksimal dalam realisasi EBT. Biofuel atau pengolahan kelapa sawit menjadi bensin di Muba ini adalah bagian dari komitmen  mendorong energi baru terbarukan (EBT) berdasarkan potensi daerah, dan Muba sudah melaksanakan ini sejak tiga tahun yang lalu,” […]

  • Ekonomi Muba Bergantung di Dua Sektor Ini, Plt Bupati Muba : Harus Berfikir Realistis

    Ekonomi Muba Bergantung di Dua Sektor Ini, Plt Bupati Muba : Harus Berfikir Realistis

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    PEREKONOMIAN di Kabupaten Muba selama 20 tahun terakhir bergantung pada sektor pertambanga dan energi menyusul kontribusi dua sektor ini mencapai 53 % berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Muba. “Artinya tanpa Dana Bagi Hasil APBD Kabupaten Muba bisa rendah,”ungkap Beni Hernedi saat membuka secara resmi kegiatan Forum Ferangkat Daerah, dalam rangka penyempurnaan rancangan […]

  • 2 Venue JSC Rusak Berat akibat Hujan Angin, Kerugian ditafsir Rp20 Miliar

    2 Venue JSC Rusak Berat akibat Hujan Angin, Kerugian ditafsir Rp20 Miliar

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kerusakan sekitar 14 venue di Jakabaring Sport City [JSC] ditafsir mencapai Rp20 miliar menyusul, Sabtu sore [27/10/2018] hujan disertai angina kencang [putting beliung] melanda daerah tersebut. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan, nilai kerugian tersebut didapat berdasarkan perhitungan sementara terhadap kerusakan yang terjadi pada 14 venue di JSC. “Saya sudah pantau langsung, ada yang […]

  • BRI Bangko dan BPN Merangin Mulai Era Anggaran Digital

    BRI Bangko dan BPN Merangin Mulai Era Anggaran Digital

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MERANGIN – Pengelolaan keuangan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Merangin, Jambi mulai memasuki babak baru. Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bangko resmi memperkuat sistem transaksi digital melalui penerapan Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penerbitan KKP untuk mendukung pengelolaan Uang […]

expand_less
WordPress Archive Urna – All-in-one WooCommerce WordPress Theme Uruana – Multi Store Responsive WordPress Theme Urusin – Business Consulting Elementor Template Kit Use-your-Drive | Google Drive Plugin for WordPress User Profile Elementor User Role Editor Pro User Signup for Arforms Usernoise Pro Modal Feedback & Contact form UserPro – Community and User Profile WordPress Plugin UserPro DashBoard