Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Wilayah Yang Dilalui Patahan Sesar Semangko, Sumbar Rawan Digoyang Gempa

Wilayah Yang Dilalui Patahan Sesar Semangko, Sumbar Rawan Digoyang Gempa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
  • visibility 3.666
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAM (31 tahun) hanya bengong. Dari luar rumahnya, ia hanya bisa melihat hunian yang sudah didiaminya bertahun-tahun rata dengan tanah.

Bencana itu terjadi Jumat (25/2/2022) pagi ketika Siam sedang sendirian di rumah. Sekitar pukul 08.39 WIB, Siam tiba-tiba merasakan dinding rumah bergetar. Tanah yang diinjaknya goyang kencang. Dengan rasa takut, ia lekas berlari keluar rumah.

Di luar ternyata sudah banyak warga yang berkumpul di tanah lapang. Siam bergabung. Sesaat kemudian, ia melihat tempat tinggalnya sudah hancur lebur. Pun beberapa rumah tetangganya.

Hari itu gempa berkekuatan 6,1 SR menggoyang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Data sementara menyebut, hingga Minggu (27/2/2022), gempa itu menyebabkan 11 orang meninggal, 4 orang hilang, 42 orang mengalami luka berat, 346 orang luka ringan, dan 13 ribu orang mengungsi.

Lindu yang mengguncang Pasaman itu bukan untuk yang pertama kali. Pada 1977, daerah ini juga pernah diguncang gempa berkekuatan 5,5 SR. “Sumbernya dari segmen Sumpur atau Angkola,” kata pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang Badrul Mustafa di Padang, Jumat (25/2/2022).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menyebut, lindu yang terjadi Jumat lalu itu terletak pada koordinat 0,14° LU; 99,94° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 kilometer Timur Laut wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat pada kedalaman 10 kilometer.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Sumatera,” kata Bambang, Jumat (25/2/2022).

Sumatera Barat memang masuk dalam daerah yang rawan digoyang lindu. Daerah ini dilalui oleh patahan geser Sesar Semangko. Sesar ini terdiri dari empat segmen. Yakni, segmen Sumpur yang merupakan lanjutan dari segmen Angkola dan Barumun; segmen Sianok; segmen Sumani dan segmen Suliti di Solok Selatan yang berhubungan dengan segmen Siulak di Kerinci.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikora, daerah ini memiliki sejarah lindu yang panjang. Beberapa di antaranya yakni:
– 26 Agustus 1835
Lokasi gempa berada di Padang. Tak ada dampak yang berat. Hanya kerusakan ringan dan retakan pada bangunan.
– 5 Juli 1904
Lokasi gempa di Silisori, Sumatera Barat. Gempa menyebabkan tsunami di pantai Silisori.
– 28 Juni 1926
Lokasi gempa berpusat di Padang Panjang, Sumatera Barat. Dampaknya lebih dari 345 orang meninggal dunia. Gempa juga menyebabkan bencana di sekitar Danau Singkarak, Danau Maninjau, Kabupaten Solok, Sawah Lunto, dan Arahan Panjang.
– 4 Februari 1971
Lokasi gempa di Sumatera Utara dengan magnitudo 6,3. Gempa berdampak pada kerusakan bangunan di Pasaman.
– 8 Maret 1977
Lokasi gempa di Pasaman. Gempa menyebabkan 737 rumah di Sinurat rusak.
– 7 Oktober 1995
Gempa berkekuatan 7 magnitudo. Gempa menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat, 1.310 luka ringan, dan 7.131 rumah rusak.
– 16 Februari 2004
Gempa di Tanah Datar dengan skala 5,6 magnitudo.
– 22 Februari 2004
Lokasi gempa di Pesisir Selatan dengan skala 6 magnitudo. Sejumlah orang dilaporkan meninggal dan mengalami luka-luka.
– 6 Maret 2007
Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Batu Sangkar. Gempa itu menelan 67 korban jiwa dan 826 orang mengalami luka. Sebanyak 43.719 bangunan di Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh dan Solok rusak.
– 30 September 2009
Gempa berskala 7,6 magnitudo terjadi di dekat Padang Pariaman. Sejumlah orang dilaporkan meninggal dan ribuan bangunan rusak.

Kerapnya lindu terjadi di daerah ini karena Sumatera Barat merupakan daerah yang dilalui sejumlah sesar. Mari kita mengenal sesar yang melalui daerah ini.

Mengutip bpbd.sumbarprov.go.id, potensi ancaman terbesar lindu di daerah ini bersumber dari Mentawai megathrust. Megathrust Mentawai ini di daerah subduksi pertemuan antara lempeng tektonik India-Australia dengan lempeng Eurasia. Ancaman lainnya bersumber dari Mentawai Fault System (MFS) dan Sumatera Fault System (SFS) atau lebih populer dengan istilah sesar Sumatera.

Sesar Sumatera ini yang disebut-sebut penyebab lindu yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu. Lalu apa itu sesar Sumatera?

Sesar Sumatera ini berada di darat. Ia membentang dari provinsi Lampung sampai ke Aceh sepanjang ±1900 km. Sejumlah kabupaten di Sumatera Barat dilewati sesar ini. Seperti Solok Selatan, Solok, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi dan Pasaman.

Sesar Sumatera terjadi akibat adanya lempeng India-Australia yang menabrak bagian barat pulau Sumatera secara miring. Akibatnya, terjadi tekanan dari pergerakan ini. Tekanan membentuk sesar Sumatera atau disebut juga ”The Great Sumatera Fault”.

Sesar ini membelah pulau Sumatera. Ia membentang mulai dari Lampung sampai Aceh dan nyambung hingga ke Laut Andaman hingga Burma. Patahan ini merupakan daerah rawan gempabumi dan tanah longsor.

Sesar Sumatera merupakan sesar strike slip berarah dekstral yang terdiri dari 20 segmen utama sepanjang tulang punggung Sumatera.

Jalur patahan Sumatera bisa dikenal dari penampakan bentang alam di sepanjang jalur. Bukit–bukit dan danau-danau yang ada di daerah itu menjadi penanda pernah terjadinya pergeseran itu.InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Survey: 72,4% Masyarakat Bersedia Divaksin COVID-19

    Hasil Survey: 72,4% Masyarakat Bersedia Divaksin COVID-19

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 605
    • 0Komentar

    TINGKAT penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19 mencapai 72,4% dan menunjukkan peningkatan dari penerimaan di bulan Januari yang sebesar 51%. Ini berdasarkan hasil survei nasional terbaru dari Charta Politika Indonesia (12-20 Juli 2021) yang melibatkan 1200 responden dari 34 provinsi. Jangan ragu untuk divaksin, karena vaksin sudah dipastikan aman dan mampu melindungi kita dari COVID-19. Untuk […]

  • Sarapan Berat, Hidup Melarat (Kolesterol), Kisah Pagi yang Berminyak & Berdampak

    Sarapan Berat, Hidup Melarat (Kolesterol), Kisah Pagi yang Berminyak & Berdampak

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    “Tak ada pagi tanpa nasi, tak ada kolesterol tanpa gorengan”–Pepatah rakyat dapur belakang, he..he.. JAM masih menunjukkan pukul 06.57, ayam tetangga belum sempat berkokok dua kali, tapi dapur sudah bergemuruh. Ada aroma daging sapi rebus, ayam goreng lengket, telur ceplok setengah gosong, dan sambal ulek level ‘neraka edisi Sumatera’. Pak Bowo, bapak dua anak, 52 […]

  • Wow, Investor Asing Tarik Dana dari RI Sebesar Rp41,02 Triliun

    Wow, Investor Asing Tarik Dana dari RI Sebesar Rp41,02 Triliun

    • calendar_month Minggu, 20 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.309
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun ini investor asing sudah menarik dana keluar sebesar Rp41,02 triliun. Pasalnya, dalam sepekan terakhir saja, investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp3,41 triliun. Apabila dilihat, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini mengalami perubahan 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin pada […]

  • Gencar Lakukan Ini, Muba Ingin Tangkap Peluang Penggunaan BBM Berbahan Fosil & Nabati

    Gencar Lakukan Ini, Muba Ingin Tangkap Peluang Penggunaan BBM Berbahan Fosil & Nabati

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Hilirisasi komoditas kelapa sawit menjadi hal yang gencar dilakukan Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. Hal ini juga merupakan skema untuk mengimbangi kebijakan Pemerintah   Pusat untuk menekan penggunaan penggunaan BBM berbahan fosil dan memanfaatkan BBM berbahan nabati yang salah satunya memanfaatkan pengolahan kelapa sawit.   Oleh sebab itu, Pj Bupati Apriyadi mendorong petani sawit […]

  • Kebijakan PPKM Darurat, Tujuh Satgas Diterjunkan Dalam Operasi Aman Nusa II, Dimana dan Apa Fungsi Ke-tujuh Satgas tersebut ?

    Kebijakan PPKM Darurat, Tujuh Satgas Diterjunkan Dalam Operasi Aman Nusa II, Dimana dan Apa Fungsi Ke-tujuh Satgas tersebut ?

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    DALAM rangka mendukung kebijakan PPKM Darurat, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Operasi Aman Nusa II lanjutan. hal tersebut melihat Pemerintah telah memutuskan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., saat membacakan amanat Kapolri di […]

  • Begini Kata Gubernur Terkait Jalan di Sumsel Belum Maksimal Diperbaiki

    Begini Kata Gubernur Terkait Jalan di Sumsel Belum Maksimal Diperbaiki

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Total keseluruhan jalan provinsi di Kabupaten dan kota se-Sumsel sepanjang 1.513.653 Km.

expand_less
WordPress Archive Woocommerce PayPal Digital Goods gateway WooCommerce PayPal Express Checkout and PayPal Credit WooCommerce PayPal Pro WooCommerce PayPal Website Payments Pro Hosted Solution WooCommerce Payplug Payment Gateway Extension WooCommerce Paytrail WooCommerce PDF Invoice, Packing Slip & Shipping Label WooCommerce PDF Invoices WooCommerce PDF Invoices & Packing Slips WooCommerce PDF Invoices Pro