Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Saat Menjenguk Korban Tanjung Priok

Saat Menjenguk Korban Tanjung Priok

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
  • visibility 884
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSElTERKINI.CO.ID, PURWAKARTA – Ruang perawatan intensif itu terlihat sederhana. Selembar tirai hijau memisahkan ranjang setiap pasien. Di salah satu sisinya, pria 73 tahun lemah terbaring dengan selang-selang kecil melingkar di sekitar mulut dan tubuhnya. Di ujung ranjang tergantung papan bertulis nama sang pasien : Husen Sape.

Bagi khalayak, nama pria itu mungkin tak cukup kondang. Namun bagi penggiat Hak Asasi Manusia pasti akan langsung mengenalinya. Husen Sape, lelaki  berdarah Bugis itu adalah salah korban kekerasan pada Peristiwa Tanjung Priok, 34 tahun lalu.

Siti Aminah, Istri Husen beranjak saat menyadari kedatangan tamu. Dia langsung memeluk sang tamu,&NBSP, Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Kepresidenan yang datang berkunjung pada Rabu, 14 November 2018. Aminah berulangkali menyeka air matanya. Lalu mengajak Jaleswari  mendekati sang suami yang tergolek lemah.

“Pak, ada tamu pak. Ada yang menjenguk,” kata sang istri mengenalkan Jaleswari Pramodhawardani, Deputi Lima Kantor Staf Presiden,  di Rumah Sakit Daerah Purwakarta, Jawa barat. “Senang ya Pak ? Yang bapak tunggu-tunggu,” bisiknya lagi.

Menurut dokter yang merawat, Husen terserang stroke sejak beberapa hari lalu. “Untung rumah sakit ini ada BPJS, Bu. Kalau tidak ada,  bapak pasti kita pindahkan.  Kami tidak punya cukup uang. Kami hanya menebus obat-obat untuk syaraf saja. Yang lain gratis. Alhamdulillah…,” kata Aminah kepada Jaleswari.

Kehadiran Jaleswari pagi itu untuk menjenguk dan memberikan semangat pada Husen dan istrinya. “Saya ingin Pak Husen dan keluarga tahu, bahwa kami (pemerintah) sangat peduli, dan banyak yang ingin mengangkat beban korban (kekerasan HAM masa lalu) dengan segera,” kata Jaleswari.

Peristiwa Tanjung Priok, Jakarta Utara memang masih membekas dalam ingatan Husen dan keluarga. Bahkan di kakinya masih terlihat jelas bekas luka tembak akibat peristiwa itu.

Saat itu, Husen punya toko yang menjual alat tulis kantor dan seragam sekolah di Jalan Yos Sudarso Permai, Jakarta Utara. Tokonya habis dijarah massa saat itu dan tidak meninggalkan apapun untuk Husen dan keluarga.

Kasus Tanjung Priok ini merupakan salah satu peristiwa kekerasan yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Kasus ini bermula setelah penahanan empat orang pengurus masjid di daerah Tanjung Priok, 12 September 1984. Ribuan orang yang dipimpin Amir Biki menuntut pembebasan empat mubaligh tersebut. Namun yang terjadi kemudian bentrok pecah antara massa dan aparat. Massa telah dikepung pasukan bersenjata berat, dan kemudian diikuti dengan suara tembakan.

Korban pun berjatuhan. Menurut versi pemerintah saat itu, korban hanya 28 orang. Sementara masyarakat menyebutkan korban yang jatuh sekitar 700-an orang.

Pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, pemerintah membentuk Pengadilan HAM. Menurut hasil penyelidikan Komnas HAM peristiwa itu menewaskan 24 orang, 54 orang luka berat. Hingga kini pemerintah masih terus berupaya mencari solusi untuk penyelesaian kasus ini.

Bagi Jaleswari bersilaturahmi dengan Pak Husen bukanlah ritual kemanusiaan yang mengada-ada. “Pertemuan ini akan semakin menguatkan kesadaran  kami bahwa kami masih perlu lebih keras lagi dalam menuntaskan pekerjaan (menuntaskan berbagai persoalan HAM masa lalu),” kata Jaleswari.[**]

 

Penulis : KPS

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Targetkan Pembangunan Jembatan Air Betung Rampung Tahun Ini

    Sumsel Targetkan Pembangunan Jembatan Air Betung Rampung Tahun Ini

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meninjau rencana pembangunan Jembatan Air Betung Lingkar Timur, Dusun Alun Dua, Kelurahan Alun Dua dengan dana kurang lebih Rp35 miliar. Pengecekan secara spontan ini Ia lakukan sesaat setelah landin di Lapangan Bola dalam rangka kunjungan kerja di Kota Pagaralam, Kamis (6/2/2020). Peninjauan Jembatan Air Betung yang baru dibangun tiang penyangga […]

  • Jangan Lupa Nanti Malam, Partai Puncak Sepak Bola SEA Games, Mampukah Tim 22 Kalahkan Thailand  ?

    Jangan Lupa Nanti Malam, Partai Puncak Sepak Bola SEA Games, Mampukah Tim 22 Kalahkan Thailand  ?

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.057
    • 0Komentar

    Partai puncak SEA Games 2023 Kamboja cabang olahraga sepakbola, akan mempertemukan Tim U-23 Indonesia melawan Thailand. Dari 23 kali pertemuan, Garuda Muda meraih lima kemenangan, momen itu terjadi pada edisi 1979, 1989, 1991, 2011, dan 2019. sementara Thailand meraih 16 kemenangan dan dua kali imbang. “Besok adalah pertandingan puncak, kita dengan Thailand. Dalam kesempatan ini […]

  • Pemprov Buka PPPK Non Guru, Wagub Berikan Motivasi

    Pemprov Buka PPPK Non Guru, Wagub Berikan Motivasi

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya memotivasi peserta calon peserta Seleksi Kompetisi Dasar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK). Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan SKD bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 itu dilakukan hingga akhir September mendatang. Mawardi Yahya […]

  • Warga Desa Ini Sulap Limbah Jadi Pakan Ternak

    Warga Desa Ini Sulap Limbah Jadi Pakan Ternak

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Mososa adalah teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik menjadi murah (60% dibawah harga standar) kualitas SNI. Hal itu disampaikan Hary Agus Wibowo pemilik hak paten Teknologi Mososa saat dikonfirmasi di salah satu kediaman warga Desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais Kabupaten Muba (5/7/2019). Hary […]

  • tepian-sungai-musi

    Boleh Nian Walikota Kito Ni.. Tepian Sungai Musi Akan Dijadikan Seperti Kota Venezia – Italia

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    Boleh juga cita-cita dari Harnojoyo, Walikota Palembang, ia berkeinginan sekali menjadi Tepian Sungai Musi seperti Kota Venezia, Italia. Bahkan keinginan tersebut bisa saja terwujud karena kerja kerasnya tersebut sudah dia buktikan melalui program gotong royong.

  • Appier Lebihi Proyeksi Kuartal I, Laporkan Pertumbuhan Pendapatan yang Kuat

    Appier Lebihi Proyeksi Kuartal I, Laporkan Pertumbuhan Pendapatan yang Kuat

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    TAIPEI, TAIWAN – Media OutReach – Appier Group Inc (TSE: 4180), selanjutnya disebut Appier, hari ini mengumumkan hasil pendapatannya untuk kuartal pertama tahun fiskal 2023. Pertumbuhan Appier di kuartal pertama melebihi setahun penuh Bimbingan di tengah low season[1], sementara momentum bisnisnya meningkat sejak awal tahun. Penetrasi sukses perusahaan ke akun utama dan vertikal, serta pengembangan […]

expand_less
WordPress Archive Estatic – Real Estate Elementor Template Kit Esthetic – Wedding Photography Elementor Template Kit Estiene – Sweets & Bakery WordPress Theme Etc. – Creative Portfolio WordPress Theme Etchy – Print Shop WordPress Theme Eternal – Ecommerce Elementor Template Kit Eternitylogin All-in-One WordPress Login System Ethrik - Creative & NFT Affiliate WordPress Theme ETI – Fashion Store Elementor Template Kit Ettore – Fashion Store and Menswear WooCommerce WordPress Theme