Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 650
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan, seorang kakek, sebut saja Mbah Sahroni, pagi-pagi sudah berdandan rapi, semprot minyak rambut sampai wangi semeja, tujuannya bukan ngapel, bukan juga nyalon buat ngurus BPJS, namun tujuan sederhana mau ke masjid. Sayangnya, begitu sampai di halaman, tangga masjid menyambut seperti ninja tinggi, curam, dan tak ada pegangannya. Mau salat, tapi berasa ikut uji nyali.

Beginilah nasib lansia dan penyandang disabilitas di sebagian besar masjid kita, semangatnya sudah di surga, tapi fisiknya tertahan di pelataran. Padahal, dalam agama, semua umat punya hak yang sama untuk mendekat ke Tuhan, entah yang jalannya pakai tongkat, kursi roda, atau cuma kuat duduk di kursi plastik warung kopi.

Program “Gerakan Majelis Fasholatan” dan “1.000 Masjid Inklusif” dari Kementerian Agama itu bisa dibilang, seperti es degan di tengah padang pasir, segar dan sangat dibutuhkan. Alih-alih cuma bangun masjid gede buat kontes arsitektur, kini negara mulai mikir, “Eh, kita ini punya warga yang butuh masjid bukan cuma buat selfie, tapi juga buat sujud tanpa harus manjat dulu”.

Gerakan Fasholatan misalnya, bukan nama aliran musik Arab dangdut, tapi majelis yang ngajarin cara salat dengan baik dan benar, sasarannya? para lansia yang sering salat pakai feeling. Bacaan salatnya kadang kayak ngucapin password Wi-Fi tetangga, nggak jelas tapi penuh harapan, mereka malu nanya, takut dikira pikun. Padahal bukan pikun, cuma ingin memastikan bahwa sujudnya benar-benar menuju Tuhan, bukan sekadar olahraga ringan.

Lalu datanglah para penyuluh dan penghulu dari KUA, bersatu dengan pengurus masjid dan pesantren, mereka bikin pengajian khusus, ngajarin ulang gerakan dan bacaan salat dengan lembut. Tidak ada kata “telat” dalam memperbaiki ibadah. Kata orang tua, “Lebih baik belajar salat di usia senja daripada pamer ibadah tapi belum tentu lulus revisi malaikat”.

Sementara itu, program 1.000 Masjid Inklusif lebih keren lagi. Ini bukan proyek bangun masjid pakai Wi-Fi dan lampu disko, tapi masjid yang benar-benar mikirin umat, ada kursi salat buat lansia, tempat wudu rendah buat yang pakai kursi roda, sampai juru bahasa isyarat buat jamaah tuli, baru namanya ibadah tanpa diskriminasi.

Bayangkan betapa nikmatnya jadi jamaah yang disambut dengan fasilitas, bukan ditantang dengan rintangan. Masjid yang benar-benar mengamalkan Islam sebagai rahmat bagi semesta, bukan hanya tempat hafalan khutbah yang isinya tiap Jumat itu-itu saja, seperti kata pepatah “Masjid yang mulia bukan yang besar bangunannya, tapi yang luas hatinya”.

Jangan salah, program ini bukan cuma soal fisik bangunan, soal bagaimana agama hadir untuk semua, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, sampai bilang masjid itu jangan cuma jadi tempat salat, tapi juga pusat layanan umat, dari ilmu sampai ekonomi, kalau bisa, masjid jadi seperti miniatur dunia yang penuh kasih, bukan cuma tempat ceramah, tapi juga tempat curhat rohani dan urusan duniawi.

Coba pikirkan masjid jadi tempat cek tensi, cek keimanan, dan cek harga sembako. Ada bimbingan lansia, pelatihan keterampilan difabel, sampai kursus “cara jadi menantu idaman versi ustaz”. Wah…., lengkap sudah!

Kalau masjid hanya ramah bagi yang muda dan sehat, maka itu bukan masjid, itu klub yoga. Tapi kalau masjid bisa menyambut Mbah Sahroni yang jalan pelan-pelan sambil bawa bekal roti sobek, atau Ibu Salamah yang datang naik kursi roda sambil senyum malu-malu, maka di situlah keimanan tumbuh subur, seperti daun singkong yang tak butuh pupuk mahal tapi tetap hijau.

Program ini seolah berkata “Surga itu bukan buat yang paling cepat ke masjid, tapi buat yang paling tulus niatnya, meski datangnya sambil digandeng cucu”. Bantu mereka, karena siapa tahu… kelak kitalah yang jalan ke masjid sambil dicolek tongkat.

Bantu juga masjid jadi tempat yang bukan cuma ramah bagi para ustaz viral, tapi juga bagi yang lututnya sudah bunyi krek tiap sujud, karena dalam Islam, “tidak sempurna iman seseorang sampai ia memudahkan jalan bagi saudaranya meski cuma dari tempat wudu ke sajadah”.

Jangan sampai rumah ibadah jadi rumah rintangan, biarlah Mbah Sahroni bisa salat dengan tenang, tanpa harus jungkir balik kayak atlit senam lantai, karena yang kita cari bukan sekadar sajadah empuk, tapi ridha Allah SWT, bisa dimulai dari masjid yang punya akses untuk semua.

Aamiin, dan salam dari jamaah saf belakang….[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DKR: Siswa Miskin Depok Butuh Dispensasi Disdik Jabar Agar Bisa Sekolah Negeri

    DKR: Siswa Miskin Depok Butuh Dispensasi Disdik Jabar Agar Bisa Sekolah Negeri

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 851
    • 0Komentar

    ANIMO masyarakat miskin kota Depok cukup besar untuk mendaftar kesekolah negeri. Untuk itu diperlukan dispensasi dari Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, agar semua siswa miskin diterima di sekolah negeri. Demikian dikatakan oleh Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan kepada pers di Depok Rabu (9/6). Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, menurut laporan yang diterima oleh DKR […]

  • 58,2 juta Penduduk Indonesia Telah Mendapatkan Vaksin Booster COVID-19

    58,2 juta Penduduk Indonesia Telah Mendapatkan Vaksin Booster COVID-19

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Per 12 Agustus 2022, sebanyak 58,2 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksin booster COVID-19. Diketahui juga bahwa 202,9 juta orang telah mendapat Vaksin Dosis 1 dan 170,4 juta telah mendapat Vaksin Dosis 2. Segera lengkapi vaksinasi COVID-19 dengan booster sebagai bagian perlindungan diri dan sekitar. Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #TetapPakaiMasker #CuciTanganPakaiSabun #VaksinHarusLengkap

  • Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Sudah Realokasi & Refocusing APBD 2020

    Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Sudah Realokasi & Refocusing APBD 2020

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 704
    • 0Komentar

    MESKI Kab. Musibanyuasin [Muba] bukan salah daerah di Sumsel yang perlu dipantau pusat, namun Muba sudah menyiapkan diri terkait  rencana penerapan tatanan hidup baru alias new normal life yang digaungkan pemerintah sejak beberapa pekan terakhir. Presiden Joko Widodo beberapa kali meminta masyarakat berdamai dengan virus corona selama vaksin dan obat belum ditemukan. Disadari, pandemi corona […]

  • Yang Menang ‘Kampung Hias’ Siap- siap Dikunjungi Pelancong Saat Asian Games

    Yang Menang ‘Kampung Hias’ Siap- siap Dikunjungi Pelancong Saat Asian Games

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang –  Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan kampung yang menang dalam lomba ‘Kampung Hias’ akan dikunjungi para pelancong baik domestik, maupun mancanegara saat Asian Games, Agustus mendatang. “Kampung yang menjadi juara siap-siap saja dikunjungi wisatawan pada saat Asian Games nanti, ungkap Alex,” saat menyerahkan hadiah pemenang Lomba Kampung Hias Asian Games yang dilaksanakan bersamaan […]

  • Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu Persembahkan Medali Emas Olimpiade

    Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu Persembahkan Medali Emas Olimpiade

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    PASANGAN Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah di Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka tampil sebagai ganda putri Indonesia pertama yang sukses merebut medali emas di Olimpiade. Tak cuma itu, torehan tersebut sekaligus menjaga tradisi medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis. Kejutan demi kejutan dipersembahkan Greysia/Apriyani. Setelah tampil menjadi ganda putri Indonesia pertama yang mengamankan tiket semifinal […]

  • Muba Percepat Penyampaian SPPT PBB-P2

    Muba Percepat Penyampaian SPPT PBB-P2

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kabupaten Musi Banyuasin mempercepat penerbitan dan penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB-P2) pada 11-19 Maret 2019. “Tahun ini penyampaian SPPT PBB-P2 lebih awal dari tahun sebelumnya dan dilaksanakan selama 1 minggu untuk 15 kecamatan,”tutur Kepala BPPRD Muba, H Riki Junaidi, AP, M.Si, kemarin. Diharapkan dengan […]

expand_less
WordPress Archive Infiniterent – Car Rental Elementor Template Kit Infinity Fashion – WooCommerce Elementor Template Kit Infinity – One Page WordPress Theme InfixEdu School – School Management System Software InfixTeam – Team Showcase WordPress Plugin Influence Marketing – SEO & Digital Agency Elementor Template Kit Influencer – Magazine & Blog WordPress Theme Influos – Influencer Agency Elementor Template Kit Info Box For WPBakery Page Builder Infobox for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer)