Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 642
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan, seorang kakek, sebut saja Mbah Sahroni, pagi-pagi sudah berdandan rapi, semprot minyak rambut sampai wangi semeja, tujuannya bukan ngapel, bukan juga nyalon buat ngurus BPJS, namun tujuan sederhana mau ke masjid. Sayangnya, begitu sampai di halaman, tangga masjid menyambut seperti ninja tinggi, curam, dan tak ada pegangannya. Mau salat, tapi berasa ikut uji nyali.

Beginilah nasib lansia dan penyandang disabilitas di sebagian besar masjid kita, semangatnya sudah di surga, tapi fisiknya tertahan di pelataran. Padahal, dalam agama, semua umat punya hak yang sama untuk mendekat ke Tuhan, entah yang jalannya pakai tongkat, kursi roda, atau cuma kuat duduk di kursi plastik warung kopi.

Program “Gerakan Majelis Fasholatan” dan “1.000 Masjid Inklusif” dari Kementerian Agama itu bisa dibilang, seperti es degan di tengah padang pasir, segar dan sangat dibutuhkan. Alih-alih cuma bangun masjid gede buat kontes arsitektur, kini negara mulai mikir, “Eh, kita ini punya warga yang butuh masjid bukan cuma buat selfie, tapi juga buat sujud tanpa harus manjat dulu”.

Gerakan Fasholatan misalnya, bukan nama aliran musik Arab dangdut, tapi majelis yang ngajarin cara salat dengan baik dan benar, sasarannya? para lansia yang sering salat pakai feeling. Bacaan salatnya kadang kayak ngucapin password Wi-Fi tetangga, nggak jelas tapi penuh harapan, mereka malu nanya, takut dikira pikun. Padahal bukan pikun, cuma ingin memastikan bahwa sujudnya benar-benar menuju Tuhan, bukan sekadar olahraga ringan.

Lalu datanglah para penyuluh dan penghulu dari KUA, bersatu dengan pengurus masjid dan pesantren, mereka bikin pengajian khusus, ngajarin ulang gerakan dan bacaan salat dengan lembut. Tidak ada kata “telat” dalam memperbaiki ibadah. Kata orang tua, “Lebih baik belajar salat di usia senja daripada pamer ibadah tapi belum tentu lulus revisi malaikat”.

Sementara itu, program 1.000 Masjid Inklusif lebih keren lagi. Ini bukan proyek bangun masjid pakai Wi-Fi dan lampu disko, tapi masjid yang benar-benar mikirin umat, ada kursi salat buat lansia, tempat wudu rendah buat yang pakai kursi roda, sampai juru bahasa isyarat buat jamaah tuli, baru namanya ibadah tanpa diskriminasi.

Bayangkan betapa nikmatnya jadi jamaah yang disambut dengan fasilitas, bukan ditantang dengan rintangan. Masjid yang benar-benar mengamalkan Islam sebagai rahmat bagi semesta, bukan hanya tempat hafalan khutbah yang isinya tiap Jumat itu-itu saja, seperti kata pepatah “Masjid yang mulia bukan yang besar bangunannya, tapi yang luas hatinya”.

Jangan salah, program ini bukan cuma soal fisik bangunan, soal bagaimana agama hadir untuk semua, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, sampai bilang masjid itu jangan cuma jadi tempat salat, tapi juga pusat layanan umat, dari ilmu sampai ekonomi, kalau bisa, masjid jadi seperti miniatur dunia yang penuh kasih, bukan cuma tempat ceramah, tapi juga tempat curhat rohani dan urusan duniawi.

Coba pikirkan masjid jadi tempat cek tensi, cek keimanan, dan cek harga sembako. Ada bimbingan lansia, pelatihan keterampilan difabel, sampai kursus “cara jadi menantu idaman versi ustaz”. Wah…., lengkap sudah!

Kalau masjid hanya ramah bagi yang muda dan sehat, maka itu bukan masjid, itu klub yoga. Tapi kalau masjid bisa menyambut Mbah Sahroni yang jalan pelan-pelan sambil bawa bekal roti sobek, atau Ibu Salamah yang datang naik kursi roda sambil senyum malu-malu, maka di situlah keimanan tumbuh subur, seperti daun singkong yang tak butuh pupuk mahal tapi tetap hijau.

Program ini seolah berkata “Surga itu bukan buat yang paling cepat ke masjid, tapi buat yang paling tulus niatnya, meski datangnya sambil digandeng cucu”. Bantu mereka, karena siapa tahu… kelak kitalah yang jalan ke masjid sambil dicolek tongkat.

Bantu juga masjid jadi tempat yang bukan cuma ramah bagi para ustaz viral, tapi juga bagi yang lututnya sudah bunyi krek tiap sujud, karena dalam Islam, “tidak sempurna iman seseorang sampai ia memudahkan jalan bagi saudaranya meski cuma dari tempat wudu ke sajadah”.

Jangan sampai rumah ibadah jadi rumah rintangan, biarlah Mbah Sahroni bisa salat dengan tenang, tanpa harus jungkir balik kayak atlit senam lantai, karena yang kita cari bukan sekadar sajadah empuk, tapi ridha Allah SWT, bisa dimulai dari masjid yang punya akses untuk semua.

Aamiin, dan salam dari jamaah saf belakang….[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Optimistis Perluasan PPKM Mikro Membawa Dampak Positif, Ini Upaya Tekan Penyebaran Covid

    Satgas Optimistis Perluasan PPKM Mikro Membawa Dampak Positif, Ini Upaya Tekan Penyebaran Covid

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    LAJU penularan virus Covid-19 di tingkatan Rukun Tetangga (RT) terus menunjukkan perbaikan. Hal ini ditandai dengan jumlah zona hijau yang semakin meningkat dan persentasenya mencapai 97%. Dan pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) yang melakukan penanganan Covid-19 di tingkatan terkecil. “Terkait tren perkembangan zonasi risiko […]

  • Permudah masyarakat bikin KIS, Ini dilakukan Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Semuanya gratis, kalau  ada iming-iming memberi uang, itu pungli !

    Permudah masyarakat bikin KIS, Ini dilakukan Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Semuanya gratis, kalau  ada iming-iming memberi uang, itu pungli !

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Walikota Ratu Dewa menegaskan warga tidak dikenakan biaya apapun dalam mengurus berbagai jenis dokumen kependudukan semuanya gratis, jika mengiming-iming memberi uang itu termasuk pungli. Imbuan tersebut disampaikannya saat jumput bola  mempermudah masyarakat dalam pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta dokumen kependudukan lainnya, Kamis (21/3/2024). “Warga tidak dikenakan biaya apapun dalam mengurus berbagai […]

  • Cetak Insan Cinta Al-Quran, Maksimal 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

    Cetak Insan Cinta Al-Quran, Maksimal 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Palembang – Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang diusung Gubernur  H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya diharapkan dapat mencetak generasi cinta Al Quran sejak dari usia dini. “Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang telah berjalan   diminta dapat dimaksimalkan oleh para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) dengan harapan desa desa yang […]

  • Kali ke- 20 Program Bedah Rumah Dilakukan Pemkot & Baznas Palembang untuk Bantu Masyarakat Kecil di Pelosok Palembang,Berminatkah ?, Ratu Dewa Ungkap Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Kali ke- 20 Program Bedah Rumah Dilakukan Pemkot & Baznas Palembang untuk Bantu Masyarakat Kecil di Pelosok Palembang,Berminatkah ?, Ratu Dewa Ungkap Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.203
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berkerjasama melalui program Badan Amil Zakat (Baznas) melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat kecil yang ada dipelosok Kota Palembang guna meringankan beban di masa pandemic Covid-19 melalui Program Bedah Rumah. Kali ini  warga Kelurahan Sako yang sudah puluhan tahun menunggu rumah yang cukup memperihatinkan kondisinya kini sudah layak huni. Menurut Sekertaris Daerah kota […]

  • Manggala Agni Daops Lahat Launching Patroli Terpadu

    Manggala Agni Daops Lahat Launching Patroli Terpadu

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    Merapi – Manggala Agni Daops Lahat Melaunching Patroli Terpadu guna mengumpulkan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan [Karhutlah].Launching tersebut dilaksanakan di Kantor Daops Lahat, Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat Sumsel, Kamis (2/5/2019). Dalam acara tersebut dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain,  melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat, mendatangi sasaran terpilih dan memberikan sosialisasi, penyuluhan serta membagikan brosur, leaflet. Selain itu juga […]

  • Samsung Electronics Luncurkan Galaxy Z Flip5 Retro Untuk Rayakan Warisan Inovasi

    Samsung Electronics Luncurkan Galaxy Z Flip5 Retro Untuk Rayakan Warisan Inovasi

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.427
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics memberi penghormatan kepada desain dan fitur inovatif SGH-E700 dengan peluncuran Galaxy Z Flip5 Retro, menandai 20 tahun kemajuan teknis Samsung Electronics hari ini mengumumkan bahwa mereka akan merilis Galaxy Z Flip5 Retro — ponsel edisi terbatas yang mewujudkan warisan inovasi Samsung — mulai 1 November di Korea, Inggris, Jerman, Spanyol, dan […]

expand_less
WordPress Archive Infiniterent – Car Rental Elementor Template Kit Infinity Fashion – WooCommerce Elementor Template Kit Infinity – One Page WordPress Theme InfixEdu School – School Management System Software InfixTeam – Team Showcase WordPress Plugin Influence Marketing – SEO & Digital Agency Elementor Template Kit Influencer – Magazine & Blog WordPress Theme Influos – Influencer Agency Elementor Template Kit Info Box For WPBakery Page Builder Infobox for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer)