Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

Sajadah untuk Semua, Bayi Gendong Sampai Kakek Tongkat [Tempat Sujud Tak Kenal Usia & Raga]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 630
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan, seorang kakek, sebut saja Mbah Sahroni, pagi-pagi sudah berdandan rapi, semprot minyak rambut sampai wangi semeja, tujuannya bukan ngapel, bukan juga nyalon buat ngurus BPJS, namun tujuan sederhana mau ke masjid. Sayangnya, begitu sampai di halaman, tangga masjid menyambut seperti ninja tinggi, curam, dan tak ada pegangannya. Mau salat, tapi berasa ikut uji nyali.

Beginilah nasib lansia dan penyandang disabilitas di sebagian besar masjid kita, semangatnya sudah di surga, tapi fisiknya tertahan di pelataran. Padahal, dalam agama, semua umat punya hak yang sama untuk mendekat ke Tuhan, entah yang jalannya pakai tongkat, kursi roda, atau cuma kuat duduk di kursi plastik warung kopi.

Program “Gerakan Majelis Fasholatan” dan “1.000 Masjid Inklusif” dari Kementerian Agama itu bisa dibilang, seperti es degan di tengah padang pasir, segar dan sangat dibutuhkan. Alih-alih cuma bangun masjid gede buat kontes arsitektur, kini negara mulai mikir, “Eh, kita ini punya warga yang butuh masjid bukan cuma buat selfie, tapi juga buat sujud tanpa harus manjat dulu”.

Gerakan Fasholatan misalnya, bukan nama aliran musik Arab dangdut, tapi majelis yang ngajarin cara salat dengan baik dan benar, sasarannya? para lansia yang sering salat pakai feeling. Bacaan salatnya kadang kayak ngucapin password Wi-Fi tetangga, nggak jelas tapi penuh harapan, mereka malu nanya, takut dikira pikun. Padahal bukan pikun, cuma ingin memastikan bahwa sujudnya benar-benar menuju Tuhan, bukan sekadar olahraga ringan.

Lalu datanglah para penyuluh dan penghulu dari KUA, bersatu dengan pengurus masjid dan pesantren, mereka bikin pengajian khusus, ngajarin ulang gerakan dan bacaan salat dengan lembut. Tidak ada kata “telat” dalam memperbaiki ibadah. Kata orang tua, “Lebih baik belajar salat di usia senja daripada pamer ibadah tapi belum tentu lulus revisi malaikat”.

Sementara itu, program 1.000 Masjid Inklusif lebih keren lagi. Ini bukan proyek bangun masjid pakai Wi-Fi dan lampu disko, tapi masjid yang benar-benar mikirin umat, ada kursi salat buat lansia, tempat wudu rendah buat yang pakai kursi roda, sampai juru bahasa isyarat buat jamaah tuli, baru namanya ibadah tanpa diskriminasi.

Bayangkan betapa nikmatnya jadi jamaah yang disambut dengan fasilitas, bukan ditantang dengan rintangan. Masjid yang benar-benar mengamalkan Islam sebagai rahmat bagi semesta, bukan hanya tempat hafalan khutbah yang isinya tiap Jumat itu-itu saja, seperti kata pepatah “Masjid yang mulia bukan yang besar bangunannya, tapi yang luas hatinya”.

Jangan salah, program ini bukan cuma soal fisik bangunan, soal bagaimana agama hadir untuk semua, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, sampai bilang masjid itu jangan cuma jadi tempat salat, tapi juga pusat layanan umat, dari ilmu sampai ekonomi, kalau bisa, masjid jadi seperti miniatur dunia yang penuh kasih, bukan cuma tempat ceramah, tapi juga tempat curhat rohani dan urusan duniawi.

Coba pikirkan masjid jadi tempat cek tensi, cek keimanan, dan cek harga sembako. Ada bimbingan lansia, pelatihan keterampilan difabel, sampai kursus “cara jadi menantu idaman versi ustaz”. Wah…., lengkap sudah!

Kalau masjid hanya ramah bagi yang muda dan sehat, maka itu bukan masjid, itu klub yoga. Tapi kalau masjid bisa menyambut Mbah Sahroni yang jalan pelan-pelan sambil bawa bekal roti sobek, atau Ibu Salamah yang datang naik kursi roda sambil senyum malu-malu, maka di situlah keimanan tumbuh subur, seperti daun singkong yang tak butuh pupuk mahal tapi tetap hijau.

Program ini seolah berkata “Surga itu bukan buat yang paling cepat ke masjid, tapi buat yang paling tulus niatnya, meski datangnya sambil digandeng cucu”. Bantu mereka, karena siapa tahu… kelak kitalah yang jalan ke masjid sambil dicolek tongkat.

Bantu juga masjid jadi tempat yang bukan cuma ramah bagi para ustaz viral, tapi juga bagi yang lututnya sudah bunyi krek tiap sujud, karena dalam Islam, “tidak sempurna iman seseorang sampai ia memudahkan jalan bagi saudaranya meski cuma dari tempat wudu ke sajadah”.

Jangan sampai rumah ibadah jadi rumah rintangan, biarlah Mbah Sahroni bisa salat dengan tenang, tanpa harus jungkir balik kayak atlit senam lantai, karena yang kita cari bukan sekadar sajadah empuk, tapi ridha Allah SWT, bisa dimulai dari masjid yang punya akses untuk semua.

Aamiin, dan salam dari jamaah saf belakang….[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Staf ahli Pj Bupati OKI bicara manfaat & asanya Program “B2SA Goes to School”

    Staf ahli Pj Bupati OKI bicara manfaat & asanya Program “B2SA Goes to School”

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan bergizi kembali diperkuat melalui program “B2SA Goes to School” yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkab OKI Melalui Dinas KPTPH. Acara sosialisasi tersebut, yang dilaksanakan di SMKN 2 Kayuagung pada Jum’at (31/5/2024) dan di hari Kamis, (30/5/2024) kemarin dilaksanakan di […]

  • Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    Bupati OKI Sampaikan LKPJ Secara Virtual, Ini Capaian Kinerja

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE  menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun 2019 pada  Rapat paripurna DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (27/4/2020).   RAPAT tersebut digelar secara virtual lewat video conference sebagai bentuk penerapan physical distancing di tengah pandemi virus korona ini. Ketua DPRD OKI, Abdiyanto Fikri bersama wakil ketua […]

  • Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.193
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta kerjasama dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat guna percepatan pembangunan proyek nasional tol Padang-Pekanbaru agar cepat rampung. Ia mengharapkan, tidak ada lagi warga Sumbar yang mempertanyakan manfaat atau menolak pembangunan tol tersebut. Hal ini disampaikan Mahyeldi saat memberikan ceramah pada Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Masjid Raya Cimpua […]

  • “Wak Toha Patroli : ASN Kudu Kerja Bener, Bukan Cuma Duduk Manis, Ingatkan yang Satu Ini!”

    “Wak Toha Patroli : ASN Kudu Kerja Bener, Bukan Cuma Duduk Manis, Ingatkan yang Satu Ini!”

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Bupati Muba H. M. Toha alias Wak Toha lagi rajin blusukan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bukan buat sekadar dadah-dadah atau inspeksi formalitas, tapi buat ngecek langsung apakah pemerintahan Muba beneran on track atau malah mulai belok-belok ke jalur nggak jelas. Bareng Wakil Bupati Rohman, beliau keliling buat memastikan semua ASN disiplin, kerja […]

  • Tak Ingin Sumbang Pasien COVID-19, Bupati Muba Himbau Perusahaan Perhatikan Protokol Kesehatan

    Tak Ingin Sumbang Pasien COVID-19, Bupati Muba Himbau Perusahaan Perhatikan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN di Kab. Muba dihimbau untuk Perhatikan Protokol Kesehatan sehingga tak menjadi penyumbang pasien COVID-19 Hal itu, kata Bupati  Muba Dodi Reza Alex Noerdin, maksimal perusahaan ikut mencegah dan dan menangani Covid-19, setidaknya perusahaan pastikan  protokol Kesehatan diperlakukan untuk tenaga kerja. Dirinya menyadari ada puluhan perusahaan beroperasi di Muba. Untuk meminimalisir penularan wabah Covid-19 di […]

  • Kasih Penghargaan kepada Bupati OKI, Firli : Ingatkan Adanya Potensi Besar Kerugian Negara Jika Pengelolaan Aset Tanah & Bangunan Pemda Tidak Berjalan Baik

    Kasih Penghargaan kepada Bupati OKI, Firli : Ingatkan Adanya Potensi Besar Kerugian Negara Jika Pengelolaan Aset Tanah & Bangunan Pemda Tidak Berjalan Baik

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, berhasil melakukan sertifikasi untuk 126 bidang tanah miliknya pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) sepanjang tahun 2021. Atas capaian itu, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan disampaikan langsung Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri pada […]

expand_less
WordPress Archive Infiniterent – Car Rental Elementor Template Kit Infinity Fashion – WooCommerce Elementor Template Kit Infinity – One Page WordPress Theme InfixEdu School – School Management System Software InfixTeam – Team Showcase WordPress Plugin Influence Marketing – SEO & Digital Agency Elementor Template Kit Influencer – Magazine & Blog WordPress Theme Influos – Influencer Agency Elementor Template Kit Info Box For WPBakery Page Builder Infobox for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer)