KRI dr. Soeharso Tangani 21 Pasien Pascagempa NTT, 3 Masih Dirawat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – KRI dr. Soeharso-990 telah menangani 21 pasien terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu (22/8). Tiga pasien di antaranya masih menjalani rawat inap di kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut.
Pasien yang ditangani mendapat beragam layanan, mulai dari operasi patah tulang, penanganan luka robek, rawat jalan hingga perawatan inap. Seluruh pelayanan kesehatan diberikan secara gratis sesuai kondisi dan prioritas medis.
KRI dr. Soeharso dikerahkan untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak gempa, termasuk daerah yang fasilitas kesehatannya mengalami gangguan. Kapal itu tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8), setelah berlayar dari Surabaya.
Layanan kesehatan di kapal tersebut didukung tenaga medis gabungan TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Pelayanan disiapkan selama 24 jam untuk menangani kebutuhan medis masyarakat terdampak.
KRI dr. Soeharso memiliki fasilitas IGD, ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium dan ruang perawatan. Dua ruang perawatan masing-masing memiliki kapasitas 20 tempat tidur untuk pasien laki-laki dan perempuan.
Selain menangani pasien di kapal, geladak KRI dr. Soeharso dapat digunakan sebagai landasan helikopter. Fasilitas ini mendukung evakuasi medis dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dengan kapasitas tersebut, KRI dr. Soeharso menjadi salah satu fasilitas kesehatan bergerak yang disiapkan untuk memperkuat penanganan medis masyarakat di wilayah terdampak gempa NTT. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
