Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Drama Laut Penuh Jebakan & Gaji Lima Juta

Drama Laut Penuh Jebakan & Gaji Lima Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 824
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Langit Selat Malaka pagi itu mendung. Angin laut berembus malas, seolah ingin menyampaikan kabar, ada tamu tak diundang sedang nyulap ikan kita jadi ringgit. Tapi sayangnya, hari itu juga jadi hari sial bagi dua kapal berbendera Malaysia yang diam-diam nyari untung di laut Indonesia, lengkap dengan jaring haram dan awak yang bukan warga tetangga, tapi anak-anak kampung sebelah.

“Bang, itu di radar keliatan titik mencurigakan,” ujar Letda Ikan julukan kocak untuk Komandan KP Hiu 16, si kapal pengawas yang sudah kenyang laut asin.

“Kau yakin itu bukan kapal tongkang bawa batu bara?”
“Enggak, Bang. Geraknya zig-zag. Itu bukan tongkang, itu pemain.”

KP Hiu 16 pun menambah kecepatan. Mesin menderu, lambung kapal memecah gelombang. Suasana mendadak seperti film laga. Kalau disinetron, mungkin sudah masuk backsound dramatis dan slow-motion awak kapal yang siap pasang seragam patroli.

Dalam jarak 1 mil laut, tampak dua kapal. Bendera Malaysia berkibar malas di tiang pendek, tapi yang lebih mencolok, jaring trawl menggantung seperti labirin maut bagi ikan-ikan kecil.

KP Hiu 16 memberi peringatan melalui radio, tapi yang di sana malah angkat tangan kayak lomba joget 17-an. Tak lama, kedua kapal disergap.

“Mana surat-surat kapal?”
“Tak ado, Bang,” jawab salah satu awak dengan logat Medan yang kental, sambil ngelirik temannya yang sibuk menyembunyikan rokok seludupan.

“Lah… kau orang Indonesia kok naik kapal Malaysia nyolong ikan di laut sendiri?”
“Ceritanya panjang, Bang. Tapi intinya, gaji di sana lima juta sebulan. Nakhoda bisa sepuluh. Di sini, paling-paling jadi nelayan honorer.”

Dialog itu seperti tamparan pakai sirip ikan pari. Sakitnya bukan di kulit, tapi di rasa harga diri sebagai bangsa yang lautnya kaya tapi dijarah dari dalam.

Rupanya, anak-anak muda dari Tanjung Balai Asahan itu nekad menyeberang secara ilegal ke Malaysia. Modalnya? Seratus ribu untuk rokok dan dua juta buat bayar “agen penyebrang laut bayangan”. Semuanya demi menyambung hidup.

“Kami cuma cari makan, Bang. Trawl itu bukan ide kami, itu bos kapal,” ucap ABK yang masih remaja, wajahnya belum selesai pubertas tapi sudah kenyang garam dan hukum.

Kedua kapal itu pun diamankan. Barang bukti 450 kilogram ikan campur, dua unit kapal, satu tumpuk jaring trawl ilegal, dan segudang alasan.

“Kerugian negara dari dua kapal ini capai 19,9 miliar,” kata Ipunk, si Direktur Jenderal yang kini lebih sering dipanggil “Pak Komando Laut”.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Pak Syamsu Rokman, sudah bersiap memproses kasus ini dengan Undang-Undang terbaru. Ancaman? Penjara delapan tahun plus denda 1,5 miliar. Ibarat orang mancing, niatnya dapat ikan, ujungnya malah dapat sel besi.

Dalam lima bulan terakhir saja, 13 kapal asing nyaris menjadikan laut kita sebagai dapur rumah tangga mereka. Mulai dari Filipina, Vietnam, China, sampai Malaysia. Tapi syukurlah, KP-KP kita masih sigap. Kalau laut ini gadis cantik, para kapal asing itu adalah mantan-mantan posesif yang ogah move on.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono pun sudah tegas: patroli ditingkatkan, satelit dipasang, teknologi disulap jadi mata-mata laut. Semuanya demi satu hal laut bukan tempat buat yang ngutil.

Peristiwa di Selat Malaka ini bukan sekadar soal dua kapal ditangkap. Ini cerminan dari sebuah ironi anak bangsa yang nyari sesuap nasi di negeri tetangga, justru kembali ke tanah air sebagai pelanggar hukum.

Kita perlu lebih dari sekadar kapal patroli. Kita butuh perut yang kenyang di darat, agar anak-anak laut tak lagi melaut ke tempat yang salah. Kita butuh pendidikan, perlindungan, dan harga diri.

Dan seperti pepatah lama “Yang nyolong di kebun orang, bisa kena lemparan. Tapi yang nyolong di kebun sendiri dan pura-pura enggak kenal, itu lebih menyakitkan,”

Kalau laut ini punya mulut, dia pasti sudah teriak, “Hei anakku, jangan cuma jadi penonton saat rumahmu dijarah. Waktunya jadi penjaga. Karena lautmu bukan laut mereka,”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

    AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    ORANG bilang, dunia ini sudah masuk era digital, tapi kalau di Bali, dunia digital itu kini sudah siap “menari” bersama Tari Kecak. Bayangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan cuma jadi urusan server dingin dan kabel optik, tapi hadir sebagai teman baru yang ikut menjaga budaya dan pariwisata Pulau Dewata. Langkah Universitas Udayana meluncurkan […]

  • Masyarakat Muba Bangga Berkebaya dan Gambo Muba

    Masyarakat Muba Bangga Berkebaya dan Gambo Muba

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.409
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SEKAYU, MUBA- Heboh, sejumlah perempuan di Kabupaten Musi Banyuasin berlenggak lenggok kenakan kebaya dan Gambo sambil bergoyang dengan gembira pada perayaan Hari Ulang Tahun Adhyaksa ke 63 di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, Jumat (14/07/2023). Kegiatan yang bertajuk “Fun Walk Berkebaya” salah satu upaya yang digaungkan oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Muba […]

  • Seluruh Kecamatan di Muba Salurkan BLT Dana Desa Masyarakat Terdampak Covid-19

    Seluruh Kecamatan di Muba Salurkan BLT Dana Desa Masyarakat Terdampak Covid-19

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    MENJALANI  amanah dan kerja ikhlas terkait Instruksi dari Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Jajaran Satuan Gugus Tugas Kabupaten Musi Banyuasin, setiap Kecamatan bersama Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam). Tim  bergerak  tepat,  cepat melakukan penyaluran bantuan di saat kondisi pandemi Covid-19. Tim beranggotakan hingga  level […]

  • Partai Cuekin Himbauan, Bawaslu, Akhirnya Dicopot Alat Peraga

    Partai Cuekin Himbauan, Bawaslu, Akhirnya Dicopot Alat Peraga

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Partai Peserta Pemilu  di Empat Lawang harus rela alat praga kampanye  (APK) dicopot Bawaslu. Pencopotan itu  di back up ke Polisian dan Satpol PP,  menyusul adanya Surat himbauan  yang di layangkan Bawaslu. Namun himbuan tersebut, banyak di cuekin parta. Sasaran giat Bawaslu  dimana masih banyaknya APK partai peserta pemilu yang masih […]

  • Satgas Tegaskan Kebijakan PPKM Bersifat Wajib

    Satgas Tegaskan Kebijakan PPKM Bersifat Wajib

    • calendar_month Jumat, 8 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    DAERAH yang menolak menerapkan Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali diperintahkan segera mematuhi. Karena daerah yang diperintahkan untuk menerapkan PPKM adalah bagian dari daerah zona merah atau risiko tinggi.  “Bagi pihak manapun yang menolak kebijakan dari pusat yang disusun berdasarkan data ilmiah untuk segera mengindahkan instruksi pemerintah, karena instruksi ini bersifat wajib,” tegas […]

  • BPKH Miliki Kewenangan Kelola Dana Haji

    BPKH Miliki Kewenangan Kelola Dana Haji

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    SEBAGAI lembaga yang melakukan pengelolaan keuangan haji, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memiliki fungsi layaknya manajer investasi atas dana haji yang dititipkan untuk dikelola agar bermanfaat dan berkembang. Oleh karena itu, untuk menjalankan fungsi tersebut dengan baik, BPKH perlu menyusun strategi pengelolaan yang tepat agar dana yang dititipkan dapat memberikan kemaslahatan yang berkelanjutan. “BPKH harus […]

expand_less
WordPress Archive AffiliateWP – Vanity Coupon Codes AffiliateWP WordPress Plugin AffiliateWP – Zapier for AffiliateWP Affirm - Marketing & Digital Agency WordPress Theme Affliction – Multipurpose Minimal WordPress WooCommerce Theme AforApple – Kids Education & LMS WordPress Theme Age Checker for WordPress Age Verification for WordPress Agencium | Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Agency Cynic – Digital Agency, Startup Agency, Creative Agency WordPress Theme