Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Festival Malay Food Cultural Ajak Milenial Cicipi Ragam Pindang Khas Sumsel

Festival Malay Food Cultural Ajak Milenial Cicipi Ragam Pindang Khas Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
  • visibility 1.688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan ragam budaya, dan setiap daerah nya mempunyai keunikan yang mampu menarik para wisatawan domestic maupun mancanegara. Salah satu daerah yang terkenal dengan ragam kulinernya ialah Kota Palembang, kota yang akrab di sebut sebagai Kota Pempek. Namun penting diketahui bahwa Kota Palembang tak hanya menyajikan pempek sebagai kuliner khas, tetapi ada juga pindang, mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pindang adalah Ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama.

Untuk melestarikan salah satu identitas budaya serta membangkitkan kembali industri kuliner tradisional, maka diperlukan wadah untuk mempromosikan kembali makanan khas nusantara salah satunya dengan menghadirkan festival kuliner, Festival Malay Food Cultural merupakan project dari Malay Decultural (MDC) Production yang dibuat oleh mahasiswa//I ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan Festival Malay Food Cultural ini bertajuk “traditional Culinary” yang diselenggarakan di Kopi Mibar, pada tanggal 19 Agustus 2023.

Festival Malay Food Cultural ini menyajikan berbagai jenis pindang, yakni, pindang SP Padang, pindang meranjat, pindang pegagan, tempoyak, serta berbagai jenis lalapan. Berbagai jenis pindang tersebut dihadirkan langsung oleh berbagai rumah makan yang turut serta menyukseskan festival ini, seperti Rumah Makan Pindang Bu Henny, Rumah Makan Dharmawanita, serta Rumah Makan Pindang Kurnia. Tak hanya itu dalam kegiatan ini juga menyajikan special performance seperti penampilan puisi dan pantun hingga menghadirkan band lokal yakni House Of Joy, juga didukung oleh tim Podcast Sans Uin Raden Fatah dan Komunitas Rumah Sriksetra.

Festival ini juga menghadirkan pakar budaya sekaligus sastrawan indonesia yakni Taufik Wijaya, menelisik dari materi yang di sampaikan beliau, ada beberapa kesimpulan yang didapat yakni pindang merupakan akulturasi budaya karena bumbu pindang berasal dari komoditas perdagangan di nusantara, seperti cabai yang berasal dari portugis, jahe dari china, dan kunyit dari india, serta berbagai bumbu-bumbu dari bermacam daratan yang mempresentasikan bahwa pindang merupakan makanan yang terdiri dari berbagai macam pengaruh Negara lain. Kedua yakni pindang merupakan media ekspresi para perempuan, hal ini dikarenakan dalam proses pembuatannya, para perempuan biasanya akan menceritakan dan berbagi informasi kepada sesama mereka di sela proses pembuatan pindang itu sendiri, kegiatan ini biasanya di sebut sebagai tradisi mindang oleh masyarakat Sumatera Selatan. Ketiga ramah lingkungan dan dapat di konsumsi semua lapisan masyarakat. Ramah lingkungan di karena bahan utama yakni ikan yang berasal dari sungai, sehingga dengan menjaga sungai berarti juga menjaga eksistensi pindang, jika sungai, daerah aliran sungai, mangrove di Sumatera Selatan rusak maka masakan berbahan ikan khususnya Pindang tentu akan terancam dan hal ini juga akan berpengaruh terhadap sumber ekonomi masyarakat.

Sasaran festival ini adalah kaum milenial atau anak muda, hal ini dtujukan agar kaum muda lebih mengenal makanan khas sumatera selatan dan melek terhadap kuliner pindang, dalam kegiatan ini kaum muda diberi ruang untuk mencicipi satu per satu jenis pindang yang dihidangkan. Tak hanya mencicipi tetapi juga diberikan informasi seputar jenis pindang, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian kaum muda terhadap kuliner khas Sumatera Selatan yang satu ini.

Putri aula tsabitah selaku ketua pelaksana menuturkan “diharapkan dengan festival ini dapat menambah wawasan anak muda, termasuk saya dan teman teman yang lain untuk lebih terbuka terhadap makanan tradisional, karena pada dasarnya makanan merupakan rumah bagi lidah kita, dengan lebih mengenal makanan tradisional berarti kita juga melestarikan identitas rumah, tempat kita berasal, kegiatan ini juga merupakan salah satu kepedulian kita sebagai generasi milenial terhadap kuliner melayu yang kian hari kian terlupakan oleh karena itu dengan terselenggarakan nya festival ini juga menjadi pembuka bagi kaum milenial untuk bisa mendalami dan melestarikan budaya kuliner khas sumatera selatan.” ujarnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oktober, Tol Kayuagung- Palembang Operasional Gratis

    Oktober, Tol Kayuagung- Palembang Operasional Gratis

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    KABAR gembira datang lagi bagi warga Provinsi Sumsel. Diperkirakan mulai awal bulan Oktober 2019 mendatang,  jalan Tol Trans Sumatera khusus ruas Kayuagung-Palembang akan segera difungsionalkan dan dibuka gratis untuk masyarakat umum. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru usai melakukan rapat bersama Menteri BUMN RI Rini Soemarno dan jajarannya di Kantor Kementrian BUMN […]

  • Ambil Bagianmu untuk Membuat Bumi yang Lebih Baik

    Ambil Bagianmu untuk Membuat Bumi yang Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    BULAN puasa identik dengan bulan penuh kebaikan. Di bulan ini juga kami ingin mengajak kamu berbuat lebih banyak demi kebaikan lingkungan.   Tahukah kamu kalau laporan Greenpeace tahun 2019 menyebutkan selama bulan Ramadan sampah bisa meningkat hingga 289 ton per hari di Jakarta? Selain sampah makanan yang memuncaki kategori terbesar dalam komposisi sampah di Jakarta, peningkatan ini […]

  • SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMSEL

    SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMSEL

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.564
    • 0Komentar

    Ketua Umum PKC PMII Sumsel menulis surat terbuka untuk Gubernur Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu(16/5/2020), surat terbuka itu meminta agar Gubernur sumsel untuk lebih agresif lagi terkait penanganan pandemi COVID- 19 dan lebih serius memikirkan banyak nyawa masyarakat di Sumsel. “Tidak boleh lagi hanya ada kata-kata, “ harmonisasi, aturan-aturannya sedang dipersiapkan” — tidak boleh […]

  • Perkuat Kerjasama Dibidang Tri Darma, FISIP UIN Raden Fatah Kunjungi Kab.Kuningan & MPR RI, Ini Hasilnya

    Perkuat Kerjasama Dibidang Tri Darma, FISIP UIN Raden Fatah Kunjungi Kab.Kuningan & MPR RI, Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.076
    • 0Komentar

    DALAM rangka pengembangan dan penguatan kerjasama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah melakukan Kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tim Fisip dikomandoi Dr. Kun Budianto, M.Si selaku Wakil Dekan III. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH,M.H. Pertemuan ini dalam rangka penguatan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya di […]

  • Pasca Gempa M7,5, Kepala BNPB Pimpin Rakor di Maluku

    Pasca Gempa M7,5, Kepala BNPB Pimpin Rakor di Maluku

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Ambon – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah tiba di Bandara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (12/1) pukul 07.00 waktu setempat. Kedatangan Kepala BNPB untuk memastikan upaya penanganan berjalan optimal pascagempa dengan magnitudo (M) 7,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Selasa (10/1) lalu. Kepala BNPB dijadwalkan […]

  • Pusri Alokasi Dana Riset  Senilai Rp 30 Miliar

    Pusri Alokasi Dana Riset  Senilai Rp 30 Miliar

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.635
    • 0Komentar

    Dalam riset banyak juga  menghasilkan produk-produk inovasi dari Pusri

expand_less
WordPress Archive Profile Builder Pro WordPress Profile Plugin Profile Card for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) Profile Card V2 – Addon for WPBakery Page Builder Progress Ads – WordPress Skippable Ads Plugin Progress Bar addon for Elementor Progress Loader — WordPress Site Preloader Progress Map, Draw a Search – WordPress Plugin Progress Map, List & Filter – WordPress Plugin Progress Map WordPress Plugin Progresser – Progress Bar and Progress Circle for Elementor