Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Dari Bestie Jadi Ayang, Terus Jaga Bumi Agar Hidup Tenang

Dari Bestie Jadi Ayang, Terus Jaga Bumi Agar Hidup Tenang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 19 Feb 2022
  • visibility 2.416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KATA bestie dan ayang lagi hits di kalangan pengguna internet, apalagi bulan Februari identik dengan hari kasih sayang. Tapi lewat email ini kami bukan bermaksud untuk berbalas pantun. Kami kembali mengajak kamu untuk bersama-sama menjaga bumi.

Karena dampak Krisis Iklim semakin nyata di seluruh dunia.

Salah satunya akan berdampak pada Olimpiade Musim Dingin. Berdasarkan studi terbaru, gelaran yang kini sedang berlangsung di Beijing tersebut akan kesulitan mencari tuan rumah, apabila suhu bumi semakin meningkat akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Studi berjudul “Climate Change and the Future of the Olympic Winter Games: Athlete and Coach Perspectives” ini mengungkapkan bahwa hanya 1 dari 21 tempat yang aman digunakan untuk Olimpiade Musim Dingin nantinya, kalau emisi GRK masih terus meningkat di masa mendatang. Dan tempat itu adalah Sapporo, Jepang.

Selain olimpiade, Krisis Iklim dan semakin menghangatnya suhu bumi juga berdampak di Antartika.

Greenpeace menemukan kelompok penguin gentoo di Pulau Andersson – menjadi yang pertama tercatat di kepulauan yang belum dijelajahi di ujung utara Semenanjung Antartika. Sebelumnya lokasi ini dianggap terlalu dingin untuk penguin gentoo berkembang biak.

“Di Antartika, salah satu tempat paling terpencil di Bumi, kami melihat proses di mana spesies penguin ini menyebar ke habitat baru dan berkembang biak lebih jauh ke selatan: manifestasi biologis dari hilangnya es laut,” ujar Louisa Casson, Juru Kampanye Protect the Oceans Greenpeace.

 

Kalau kamu merasa Olimpiade Musim Dingin dan penguin adalah sesuatu yang jauh dan tidak perlu kamu khawatirkan, tunggu dulu.

Berdasarkan data BNPB hingga 16 Februari, total telah terjadi 578 bencana di tahun 2022, dengan banjir dan cuaca ekstrem jadi jenis bencana yang paling banyak terjadi. Angka ini meningkat dibandingkan data tahun 2021 sebanyak 386 pada rentang yang hampir sama, 1 Januari – 8 Februari.

Kita tentunya tidak berharap bencana datang semakin sering, apalagi sampai di rumah kita. Tapi bencana adalah dampak yang tidak terhindarkan dari Krisis Iklim.

Laporan Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Working Group I, yang dirilis pada Agustus lalu, sudah secara jelas menyatakan bahwa mengurangi emisi karbon dioksida dan GRK lainnya akan membatasi perubahan iklim. Manfaat udara yang bersih akan langsung dirasakan, tapi dibutuhkan 20-30 tahun untuk membuat suhu global menjadi stabil.

Dan ini hanya bisa dicapai jika dimulai aksi nyata sekarang, dengan beralih ke energi bersih dan terbarukan yang tidak hanya manis di bibir.

 

Untuk membahas lebih lanjut soal dampak Krisis Iklim, IPCC akan segera merilis hasil temuan dari Working Group II pada 28 Februari. Bagian kedua dari empat bagian penilaian IPCC terbaru ini akan melanjutkan laporan sebelumnya: berfokus pada dampak dari Krisis Iklim pada kehidupan manusia, tempat tinggal kita, mata pencaharian, dan ekosistem tempat kita bergantung.

Apa yang bisa kita harapkan untuk dipelajari dari laporan tersebut?

Di antaranya adalah soal bagaimana dampak dan risiko iklim akan meningkat dengan pemanasan lebih lanjut, dan bagaimana pilihan model pembangunan dan ekonomi mempengaruhi risiko tersebut. Baca selengkapnya di sini dan ikuti media sosial kami untuk mengetahui update tentang laporan IPCC terbaru.

Saatnya pemerintah di seluruh dunia mengambil kebijakan dengan mendengarkan sains. Kita masih punya waktu untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan permanen dan hidup dengan tenang. Tentunya, kami membutuhkan kamu untuk terus bersama-sama menyuarakan hal ini.[***]

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adanya Organisasi Pengelola Rumah Makan di Sumsel, Ini Harapannya

    Adanya Organisasi Pengelola Rumah Makan di Sumsel, Ini Harapannya

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyambut baik kehadiran organisasi Persatuan Pengelola Rumah Makan Minang (PPRMM) Sumsel. Wagub mengharap kehadiran PPRMM dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian di Provinsi Sumsel. “Kita sangat menyambut baik kehadiran dari PPRMM, semoga kehadiran disini memberikan kontribusi ekonomi di Sumsel,”kata Wagub Mawardi Yahya saat menerima Pengurus PPRMM di Ruang Tamu Wagub Sumsel, […]

  • Bertambah Lagi, Dua Orang Positif Covid 19 Di Palembang Meninggal

    Bertambah Lagi, Dua Orang Positif Covid 19 Di Palembang Meninggal

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid19) Provinsi Sumsel, Yusri membenarkan adanya dua orang atau kasus yang meninggal oleh virus Corona (Covid-19) . Hal itu dikatakannya saat memberikan keterangan melalui aplikasi zoom di Command Center Pemprov Sumsel, Sabtu (16/05/2020). Yusri mengatakan, orang atau kasus yang meninggal oleh Virus Corona (Covid19) di Provinsi Sumsel […]

  • Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

    Update COVID-19 Muba: Nihil Penambahan Kasus

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (26/2/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus per 26 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 26 Februari 2021 ada sebanyak 1022 kasus diantaranya 954 kasus sembuh. Kemudian, 26 masih dirawat, dan 42 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

  • Gandeng Dewan Riset Daerah untuk Tekan Stunting & Kemiskinan, Bikin Survei Kembangkan Potensi Desa, Muba Targetkan Kemiskinan Turun 13,20 %, Ini Programnya

    Gandeng Dewan Riset Daerah untuk Tekan Stunting & Kemiskinan, Bikin Survei Kembangkan Potensi Desa, Muba Targetkan Kemiskinan Turun 13,20 %, Ini Programnya

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba bekerjasama dengan Dewan Riset Daerah (DRD) Muba menginventarisir potensi di Desa Persiapan Toman Baru Kecamatan Babat Toman guna menekan angka stunting dan kemiskinan. “Upaya dan implementasi ini adalah sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten yang kita cintai ini,” ungkap Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Muba, Drs Yusuf Amilin […]

  • “Hukum Bukan Cuma Buat Orang Kota, PAI, Ayo Turun ke Desa, Sawah & Kebun!”

    “Hukum Bukan Cuma Buat Orang Kota, PAI, Ayo Turun ke Desa, Sawah & Kebun!”

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang berbeda di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (26/5/2025), bukan pernikahan anak pejabat, bukan pula reuni mantan aktivis kampus yang kini jadi tukang jual skincare. Tapi pelantikan Badan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Sumsel periode 2025–2030. Resmi, rapi, penuh toga, keren… tapi jangan salah, ini bukan sekadar pasang papan nama lalu […]

  • BUKU DIARI PAGI: Senandung Sunyi di Pagi yang Ogah Bangun -Sebuah Catatan dari Kompa Tua hingga Umbul-umbul Malu-malu

    BUKU DIARI PAGI: Senandung Sunyi di Pagi yang Ogah Bangun -Sebuah Catatan dari Kompa Tua hingga Umbul-umbul Malu-malu

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    SENIN pagi, ketika jarum jam menunjuk angka 7.25 WIB, dunia seolah terjebak dalam mode hibernasi yang enggan bangun. Suara manusia lenyap bak ditelan bumi, hanya ada si kompa tua setia yang mengeluarkan suara drek…drik…ngi…ngi seperti orkestra kuno yang sudah pensiun dini. Di tengah sunyinya pagi, justru kendaraan galon mondar-mandir bak pengantar pesan rahasia, menembus diamnya […]

expand_less
WordPress Archive Greenside – Golf Club & Academy Elementor Template Kit GreensKeeper – Gardening & Landscaping Responsive WordPress Theme GreenTech – Green Technology Services Elementor Template Kit Greenture – Environment / Non-Profit WordPress Theme Greenville | Private School & University Education WordPress Theme GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme