Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Belajar Dari Pengalaman Gempabumi, Apa Yang Perlu Dipersiapkan ?

Belajar Dari Pengalaman Gempabumi, Apa Yang Perlu Dipersiapkan ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GEMPA BUMI dengan magnitudo (M) 6,1 menguncang beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 10 April 2021 lalu. Guncangan gempa dirasakan di 33 Kabupaten Kota mengakibatkan sebanyak 10 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, 6 orang luka sedang dan 97 orang luka ringan. Dampak gempabumi juga menyebabkan sejumlah kerusakan dengan kategori sedang hingga berat serta sebanyak 1.879 orang mengungsi.

Fenomena ini mendorong semua pihak untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama. Untuk itu, Tim Intelijen Penanggulangan Bencana (TIPB) mengangkat tema gempabumi Jatim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) hari ke dua pada Jumat (30/4).

TIPB yang terbentuk sejak tahun 2019 diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat dan melakukan evaluasi hingga menganalisis data yang merupakan hal penting dalam membuat strategi dan kebijakan. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati dalam sambutannya sekaligus membuka Rakor TIPB hari kedua.

“Saya rasa kita Tim Intelijen dapat memberikan analisis data, dan berharap dari Rakor ini dapat menjadi hal penting penentuan strategi dan kebijakan kebencanaan,” ujarnya melalui media daring.

Raditya juga mengajak stakeholder dan pemangku kebijakan untuk berani belajar dari kesalahan atau kekurangan dalam menghadapi bencana-bencana sebelumnya. Kesalahan dan kekurangan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian bencana yang lalu dapat dijadikan bahan pembelajaran yang sangat penting hingga ketangguhan masyarakat dapat terwujud.

Gempabumi Jatim merupakan contoh pembelajaran berharga bagi penanggulangan bencana. Kesiapan daerah Provinsi Jatim serta kerjasama dukungan dari berbagai pihak (pentaheliks) terbukti mampu menekan jatuhnya semakin banyak korban.

Tenaga Ahli Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono menyampaikan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana telah dibangun melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami dan Ekspedisi Destana Gempabumi.

“Terdapat Desa Tangguh Bencana sebanyak 746 yang sudah terdata. Kita juga mempunyai tenda edukasi bencana, mobil edukasi bencana dan membentuk sekertariat relawan penanggulangan bencana sebanyak 210 kelompok relawan,” ujar Suban, yang hadir secara fisik sebagai narasumber Rakor TIPB.

Ketangguhan masyarakat Jatim tetap harus ditingkatkan mengingat Jatim memiliki 8.501 desa dan 2.742 diantaranya termasuk dalam kategori rawan bencana tinggi. Berada dekat dengan pertemuan lempeng Indo – Australia, pergerakan lempeng tektonik membuat Jatim memiliki potensi kegempaan yang signifikan. Sepanjang tahun 2020, telah terjadi 248 kali gempabumi dan pada awal 2021 terjadi 89 kali di Jatim.

Hal tersebut diamini oleh Dr. Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Daryono memaparkan wilayah Jatim memiliki banyak pusat gempa yang tidak terletak di jalur sesar aktif. Setidaknya sejak tahun 1896 terdapat lebih dari 9 kali wilayah Malang dan sekitarnya diguncang gempa destruktif.

“Menarik untuk dicermati melihat data gempa Jawa Timur, bahwa sejak tahun 1950 semua gempa dengan kedalaman menengah (intermediate depth) di Jatim dengan magnitude 6.0-6.6 ternyata menimbulkan kerusakan dan kerugian,” jelas Daryono.

Hasil survey BMKG menunjukan bahwa faktor penyebab kerusakan bangungan rumah diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni konstruksi bangunan yang buruk tidak mengacu aturan bangungan tahan gempa, lokasi rumah terletak pada tanah lunak dan pemukiman yang terletak di lereng perbukitan. Sementara dalam konteks bahaya gempabumi jatuhnya korban jiwa sering terjadi akibat korban terjebak di reruntuhan bangunan. Untuk itu mitigasi kepada masyarakat terhadap bangunan tahan gempa dan strukturalnya sangat penting untuk menekan jatuhnya korban jiwa.(***)
Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa M6,1 Guncang Nias Selatan, Getaran Terasa hingga Padang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    Gempa M6,1 Guncang Nias Selatan, Getaran Terasa hingga Padang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah sekitar Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu (18/8) pukul 13.02 WIB. Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 29 kilometer. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 147 kilometer tenggara Kabupaten Nias Selatan. Meski cukup kuat, gempa Nias Selatan M6,1 ini tidak berpotensi […]

  • Awas !! Wako Palembang Bakal Sanksi & Denda yang Langgar Protokes Covid-19, Ini Nilainya

    Awas !! Wako Palembang Bakal Sanksi & Denda yang Langgar Protokes Covid-19, Ini Nilainya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PERATURAN Walikota (Perwali) Nomor 27 serta INPRES Nomor 6 yang isinya terkait pelanggaran terkait Protokol Kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 sudah ditandatangani Walikota Palembang Harnojoyo. Peraturan tersebut mulai disosialisasikan ke masyarakat dengan harapan masyarakat patuh dengan protokes. Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan siapa yang melanggar ada sanksi dan dendanya. Hal tersebut disampaikan Harnojoyo usai Rapat […]

  • Sinergi Eksekutif – Legislatif di Muba Hasilkan Banyak Capaian Positif

    Sinergi Eksekutif – Legislatif di Muba Hasilkan Banyak Capaian Positif

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.774
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex meyampaikan Penjelasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Muba Tahun Anggaran 2019 dan 2 (dua) Raperda Kabupaten Muba tahun 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (27/04/2020). Dalam Rapat Paripurna yang di pimpin oleh Ketua DPRD Muba Sugondo Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex […]

  • JK : Indonesia Tidak Bisa Dipisahkan dengan Ilmu Teknologi

    JK : Indonesia Tidak Bisa Dipisahkan dengan Ilmu Teknologi

    • calendar_month Senin, 12 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Adanya aplikasi ojek dalam jaringan (daring) atau online, merupakan salah satu bentuk inovasi yang memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini.

  • Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

      PEMERINTAH kota Palembang kembali memperketat sistem protokol kesehatan setelah tingkat status zona Orange berubah naik menjadi zona merah akibat penyebaran covid 19 yang masih marak dilingkungan masyarakat. Dari dampak tersebut, solat idul fitri ditahun 2021 ini ditiadakan bahkan aktivitas mudikpun dilarang. Usai rapat koordinasi melalui aplikasi virtual zoom dengan Kementerian Dalam Negeri membahas mengenai  […]

  • Pasca Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Polda Metro Jaya Kirim 150 Personel untuk Bantu Jaga Keamanan

    Pasca Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Polda Metro Jaya Kirim 150 Personel untuk Bantu Jaga Keamanan

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 549
    • 0Komentar

    KAPOLDA Polda Metro Jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., menjelaskan ratusan personel Polri itu terdiri dari anggota Brigadir Mobile (Brimob) dan Sabhara Polda Metro Jaya dan anggota Polres Tangerang. Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi di Blok C II Lapas Kelas I Tangerang itu berhasil dipadamkan selama 2 […]

expand_less
WordPress Archive Katerio – Magazine & Blog WordPress Theme Katy – Kids Birthday Party Planner & Invitation Elementor Template Kit Kawan – Law Firm Elementor Template Kit Kayleen | Blog & Magazine WordPress Theme Kayo – Clean and Simple Music WordPress Theme Kayoo – Wood Company Woocommerce Elementor Template Kit Kaywo – Furniture Services Elementor Template Kit Kazron – Photography Elementor WordPress Theme Kebun – Garden Service Elementor Template Kit Kedavra – Clean Multi-Concept Elegant Theme