Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » 22 OKP dan LSM Kawal Pilkada Palembang

22 OKP dan LSM Kawal Pilkada Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
  • visibility 1.935
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Terkait Deklarasi 22 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Palembang untuk mengawal dan mengawasi jalannya Pilkada jujur dan adil (Jurdil), diciderai oknum yang tak bertanggungjawab, ada indikasi kecurangan di dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota Palembang.

Seperti terungkap di Kelurahan 10 Ilir, dimana sebanyak 22 kotak suara. Terbagi 11 kotak untuk PilWako dan 11 untuk PilGub, dibongkar dan diacak-acak tanpa disaksikan saksi-saksi dari pasangan calon (Paslon), sedangkan oknum PPS beralasan untuk mengambil C1KWK.

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) DPD Sumsel, Syamsoedin Djoesman menegaskan, ini adalah salah satu contoh kecurangan Pilwako Palembang, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan kecurangan ini dilakukan tidak hanya 1 titik saja.

“Nah ini merupakan contoh kecurangan, apa sih tujuannya begitu, kalau bukan untuk curang dan silakan anda lihat sendiri sudah ada beberapa kotak yang terbuka. Pada temuan ini kita akan berkoordinasi dengan Panwaslu dan KPU sendiri, disinilah dituntut ketegasan KPU dan Panwaslu serta Banwaslu harus tegas menindak ini,”terangnya, Kamis (28/6/18) ketika ditemui wartawan di Kantor Kelurahan 10 Ilir.

Menurut Syamsoedin Djoesman, Deklarasi ke 22 OKP dan LSM tersebut terbukti dilanggar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Karena sesuai Deklarasi tergabung 22 OKP dan LSM mengawal dan mengawasi pilkada yang jurdil, ternyata kecurangan pilkada di tahun 2013 terulang kembali pada tahun 2018 ini, terhadap pelanggaran ini kami tidak tinggal diam, kami dari Aliansi Indonesia tidak memihak kiri kanan namun kita punya motto menegakkan keadilan dan kebenaran, selain itu setiap paslon punya advokasi tersendiri.

Terpisah Helmi, salah satu Tim Sukses Paslon Walikota Palembang dan Wakil Walikota Palembang, Sarimuda-Rozak mengatakan, bahwa telah mendapatkan laporan dari saksi saksi dilapangan, ada kecurangan yakni kotak suara telah dibuka dikelurahan 10 Ilir tanpa sepengetahuan saksi dari pasangan calon (paslon).

“Segel kotak suara sudah terbuka, kertas suara sudah dikeluarkan semua, dan barang bukti juga sudah tim kami simpan, disaksikan sama Panwaslu dan petugas PPS. Kabar ini kami dapatkan dari Yayan Group WA Tim kami katanya ‘Tolong bantuan untuk Kelurahan 10 Ilir, merapat ada kecurangan sehingga terjadi ribut besar”, dan untung teman-teman sudah hadir semua dikelurahan tersebut, sedangkan segel kotak suara sudah rusak semua,”ungkapnya.

Dia menambahkan, indikasi dugaan kecurangan ini yang buka kotak suara adalah orang KPPS alasannya dia membuka tersebut disuruh pihak kecamatan PPK untuk mengecek C1KWK, sedangkan mereka tidak di izinkan membuka kotak suara dikelurahan tanpa adanya saksi paslon.

“Kejadian itu sendiri sekitar pukul 16.00 Wib sore dan kami datang ketempat tersebut pukul 20.00 Wib, ketika kami datang 20 kotak suara sudah disegel kembali dan 2 kotak suara belum sempat disegel keburu ketahuan, hal ini kami tanyakan kepada bu Nur petugas KPPS, katanya memang sudah dibuka semua alasannya mau mengambil C1KWK, ini kan tidak dibenarkan kalau tidak disaksikan oleh saksi-saksi masing-masing paslon”,ucapnya.

Masih menurut Helmi, bukan hanya kelurahan 10 Ilir saja ditemukan kecurangan melainkan pada keluarahan Gandus dan Kelurahan Pakjo juga. “Jadi kami dari saksi tidak mau menghitung kembali surat suara, karena kotak suara sudah dibuka dan kami minta di disk (red,dibatalkan), atas temuan kecurangan pihak advokasi kami sudah melaporkan kecurangan ini pada KPU dan laporan kepolisian alhamdullilah sudah di tanggapi Polda Sumsel,”tandasnya.

Senada dengan itu, H Ismail Tim Sukses Pemenangan Pasangan Sari Muda dan Rozak menuturkan, kronologis penemuan kecurangan awalnya salah satu tim paslon pemenangan mendatangi setiap kelurahan untuk mengantarkan makanan kepada tim saksi pemantau kotak suara, pada saat itu ada informasi melalui ponsel bahwa kondisi di Kelurahan 10 Ilir kotak suara tidak aman. Karena adanya penyelewengan kotak surat suara oleh oknum KPPS, namun saat itu tidak ada yang berani menegur KPPS.

“Begitu saya masuk sempat buang air kecil dulu, berpikir untuk menenangkan emosi yang ada didalam diri saya, langsung saya bilang stop kepada oknum tersebut sampai delapan kali, kata saya ‘stop jangan diteruskan kamu salah kamu melanggar”,kenangnya.

Selain itu Ismail mengungkapkan, melihat amplop ditukar dan dimasukkan lagi, hal ini menurut mereka dengan alasan mengambil C1 tapi otomatis mereka menukar. “Sempat ribut mulut dengan oknum KPPS sedangkan 2 orang saya tidak ikut koment, karena tidak paham urusan tersebut. Tapi saya tidak terpancing terus saya ngomong sama oknum disaksikan PPS dan PPK, “Kalau memang kamu mau mengambil C1 kenapa tidak kamu ambil waktu di TPS, kenapa dimasukkan didalam kotak, kalau hanya dimasukkan 1 kotak oke, unsurnya tidak sengaja tapi kalau sudah 22 kotak itu bukan unsur tidak kesengajaan lagi, melainkan sudah unsur dengan sengaja”,ulasnya.

Masih menurut H Ismail walaupun 1 kotak oknum juga tidak boleh buka melainkan disaksikan saksi-saksi dari paslon. Apalagi ini sudah mengacak-acak 22 kotak, 11 kotak milik calon walikota dan 11 kotak lagi milik calon gubernur.

“Sewaktu mereka membuat berita acara ada si A ada si B dan ada si C, saya bantah saya tidak tau menahu mengenai ada si A ada si B dan ada si C yang pasti kalau ada orang didalam video saya, silakan saja buat menjadi saksi, tapi kalau sampai 7 orang yang tidak ada kaitannya didalam video ini percuma, akhirnya saya tidak tanda tangani berita acara tersebut, yang pastinya membuka kotak suara waktu rapat pleno di kecamatan, disitu dihadiri oleh saksi pasangan kandidat diluar dari itu sudah melanggar undang-undang,”papar Ismail.

Sementara Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Bambang S mengatakan, kedatangannya ke TPS Kelurahan 10 Ilir hanya mengecek mengenai keamanannya, karena katanya ada beberapa kotak suara yang tidak bisa digeser dan meyakinkan bahwa kotak-kotak suara itu aman dan tidak ada yang mengganggu.

Di soal mengenai ada pelanggaran di Kelurahan 10 Ilir, dirinya mengatakan, kalau memang ada pelanggaran terkait dengan pilkada sesuai dengan prosedur laporan Panwas setelah itu dari Panwas rekomendasinya seperti apa, kalau memang ada pelanggaran kaitannya dengan pidana ke polisi akan diterima secara administrasi.

“Personil yang diterjunkan sesuai dengan situasi karena kalau masyarakat disini datang menggruduk karena kantor ini ditutup, mungkin personil akan kita tambah, namun melihat situasi landai-landai (red,kondusif) seperti ini, yah mungkin hanya beberapa orang saja, nanti kita lihat perkembangannya,”pungkasnya. (Syarif)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Vaksin untuk Guru Masih Sangat Minim, Wawako Bakal Usulkan Lagi kepada Kemendik & Kemenkes

    Kuota Vaksin untuk Guru Masih Sangat Minim, Wawako Bakal Usulkan Lagi kepada Kemendik & Kemenkes

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menegaskan akan mengusulkan kembali kuota vaksin untuk para guru menyusul kuota  tersebut masih sangat minim. “Dari data yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang berjumlah 17 ribu mulai dari pegawai Disdik dan jumlah guru di Kota ini,sedangkan yang disuntik vaksin hanya berjumlah 800 vaksin,” kata Fitri, saat meninjau suntik vaksin […]

  • [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    [ Update ] Peringatan Dini Banjir Tanggal 19 Mei 2021

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    BERDASARKAN hasil analisis data dari BMKG dengan Impact Based Forecast (IBF) serta BNPB dengan InaRisk, maka perlu diwaspadai potensi Banjir pada tanggal 19 Mei 2021 di wilayah sbb: Status WASPADA BANJIR 1. Jawa Barat: Bandung, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cianjur, Majalengka, Tasikmalaya 2. Jawa Tengah: Wonogiri, Sragen. 3. Gorontalo: Gorontalo Utara. Rincian daerah berpotensi banjir dengan status […]

  • JSC Rayakan Akhir Tahun Bersama Penyandang Disabilitas

    JSC Rayakan Akhir Tahun Bersama Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    JSC menyiapkan bus untuk menjemput mereka dari panti dan membawa jalan-jalan di kompleks olah raga terpadu ini

  • Minum Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan COVID-19

    Minum Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan COVID-19

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah postingan Facebook yang menyatakan bahwa meminum minyak kayu putih dapat menyembuhkan COVID-19. Fakta: Meminum minyak kayu putih tidak dapat menyembuhkan COVID-19. Bahkan, jika diminum dalam jumlah banyak dapat menimbulkan efek keracunan, seperti keringat berlebihan, meningkatkan denyut jantung, mual, muntah, diare, pusing kepala, gangguan pernapasan, gangguan aliran darah, hingga alergi dermatitis kontak udara. Hati-hati […]

  • Sistem Merit Salah Satu Solusi Tuntaskan Reformasi Birokrasi, Iskandar : Bangun Manajemen Talenta

    Sistem Merit Salah Satu Solusi Tuntaskan Reformasi Birokrasi, Iskandar : Bangun Manajemen Talenta

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    BUPATI  Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE serius menuntaskan agenda reformasi birokrasi dijajaran ASN lingkungan Pemkab. OKI. Sejak Senin, (20/9/21) sebanyak 137 Pejabat Administrator dan 310 Pejabat Pengawas dilingkungan Pemerintah Kabupaten OKI mengikuti tes potensi dan kompetensi sebagai langkah awal penerapan manajemen talenta dan sistem merit bagi jajaran birokrat OKI. Tes bagi pejabat Administrator […]

  • Kuyung Kupek Muba Berhasil Jadi Wakil I Putra -Putri Sriwijaya 2019

    Kuyung Kupek Muba Berhasil Jadi Wakil I Putra -Putri Sriwijaya 2019

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    SETELAH  melewati proses seleksi dan karantina, akhirnya David Heydar dan Renanda Oktara yang merupakan wakil Kabupaten Muba berhasil meraih Wakil I pada Pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2019, Sabtu (12/10/2019) malam di Hotel Harper Palembang. Dalam kesempatan tersebut, David dan Renanda tampak sangat bangga dan bahagia, pasalnya Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza diwakili […]

expand_less
WordPress Archive Think AI – AI Startup & Technology WordPress Theme Thrive Apprentice Thrive Architect Thrive Clever Widgets Thrive Comments Thrive Headline Optimizer Thrive – Intranet & Community WordPress Theme Thrive Leads Thrive Optimize Thrive Ovation