Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Bank Kaltimtara Kok Bisa? Kredit Jalan, Catatan Hilang?”

“Bank Kaltimtara Kok Bisa? Kredit Jalan, Catatan Hilang?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 1.916
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BARU-baru ini saya membaca rilis resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), awalnya cuma niat baca sebentar sambil ngopi, tapi ujung-ujungnya kopi saya dingin, jantung saya yang panas. Soalnya, cerita Bank Kaltimtara ini ibarat sinetron yang salah jam tayang bikin kaget, bikin geleng kepala, tapi tetap harus ditonton sampai habis.

Ibarat orang tua dulu bilang “Bila kabar buruk datang pagi-pagi, tandanya kita harus sarapan kesabaran”. Nah, saya jadinya sarapan dua piring. hehehe..

Konon ada pepatah lama bilang  “Kerbau bisa terperosok ke kubangan lumpur, manusia bisa ke kubangan godaan”. Kasus Bank Kaltimtara ini seperti kubangan yang dalamnya kelewatan.

Bukan lumpur hitam, tapi tumpukan dokumen kredit yang, menurut penyidik, sudah seperti novel fiksi, sebab kejadiannya dari November 2022 hingga Maret 2024, muncul 47 fasilitas kredit untuk 16 debitur. Namun catatan dan laporannya diduga tak sesuai kenyataan.

Ibaratnya, laporan keuangan itu mestinya jujur seperti kaca, bukan seperti kaca film 90% yang bikin semuanya gelap tapi tetap kelihatan samar-samar salahnya.

Misalnya nih… suasana kantor bank yang biasanya wangi kopi pagi, suara mesin hitung uang, dan laporan yang teratur rapi. walah.., akhirnya mendadak ada catatan palsu yang disisipkan dengan gaya “rahasia umum tapi pura-pura misteri”.

Kalau kata teman saya, ini bukan salah ketik, tapi salah niat. Kalau salah ketik, ya tinggal di-backspace. Tapi ini salah yang disimpan rapat seperti resep rahasia bakso beranak.

Ketika OJK melakukan pengawasan, pemeriksaan khusus, sampai penyidikan, ternyata jejaknya makin terang. Lalu OJK bekerja sama dengan Polda Kalimantan Utara.

Satu bawa payung hukum perbankan, satu lagi menghadap dengan pasal Tipikor. Persis duet dangdut di penghujung hajatan, satu jaga nada, satu jaga tempo, sama-sama bikin penonton (publik) terjaga.

OJK mengenakan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) UU Perbankan, sementara Polda Kaltara mengenakan Pasal 25 UU Tipikor.  Keduanya sepakat urus perkara yang sama, karena di dunia lembaga keuangan, kebenaran itu tak bisa ditawar seperti harga sayur di pasar.

Apalagi yang dirusak bukan cuma laporan bank, tapi kepercayaan masyarakat. Sekali kepercayaan retak, dilem lem paling mahal pun tak selalu membuatnya kembali seperti semula.

Kisah Bank Kaltimtara ini mengingatkan saya pada pepatah nenek.  “Air tenang menghanyutkan, laporan rapi bisa menenggelamkan” Kadang kesalahan terbesar justru bersembunyi di balik dokumen yang terlihat begitu baik, begitu rapi, sampai tidak ada orang curiga. Sama seperti kue tampak enak di etalase, tapi pas digigit ternyata kerasnya mengalahkan tekad move on.

Tapi yang patut diacungi jempol, kolaborasi OJK dan Polri ini seperti tim Avengers versi lokal, bukan untuk mengalahkan Thanos, tapi melawan catatan-catatan palsu yang entah bagaimana bisa lolos dari kewarasan pengawasan internal.

OJK menyatakan bahwa penyidikan mereka mendukung penuh proses Tipikor oleh Polda Kaltara, karena ketika negara dirugikan, prioritasnya jelas, kembalikan uang rakyat, bukan sekadar menghitung angka di laporan.

Di balik semua itu, ada pelajaran besar bagi seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Jangan mengira kalau masalah di Kalimantan Utara tak mungkin mampir ke Jawa, Sumatera, Sulawesi, atau Bali.

Api itu, jika kena angin, bisa loncat pagar, kata pepatah “Melihat rumah tetangga terbakar, jangan sibuk menonton cek dulu kompor rumah sendiri”.

Maksudnya, audit internal itu bukan formalitas, tapi pagar besi terakhir sebelum oknum mengambil jalan pintas.

Tegakkan integritas

Tidak sedikit BPD yang merasa aman karena punya nama “pembangunan daerah”. Padahal nama itu bukan jimat. “Daerah” tidak otomatis membuat manajemennya tahan godaan.

Justru posisi BPD itu rawan,  dituntut membantu pembangunan, tapi tetap harus patuh pada aturan perbankan yang ketat. Salah langkah sedikit, bisa terperosok seperti sandal kulit milik kakek yang putus saat naik motor.

Oleh sebab itu, mari kita jujur, sebab godaan memanipulasi laporan itu selalu ada. Kadang muncul dari target, dari tekanan, dari mental “yang penting cair dulu urusan belakangan” itu biasanya… tapi ingatlah!!, dalam perbankan, satu angka yang dimanipulasi saja sudah cukup untuk menggeser masa depan suatu lembaga.

Ibarat kita menggeser satu batu kecil di bendungan kelihatannya sepele, tapi nanti air bocor, bendungan jebol, dan kampung hanyut.

Apalagi, masyarakat sebagai nasabah dan pemilik dana, tentu ingin kejelasan dan keamanan. Mereka tidak meminta banyak, cuma ingin uangnya selamat, bunganya jelas, dan laporan bank tidak berubah menjadi fiksi ilmiah.

OJK pun sudah tegas menjaga integritas sektor keuangan itu bukan kerja satu hari. Butuh sinergi, koordinasi, dan kemauan untuk berkata “salah ya salah”

Selain itu, pelajaran lainnya untuk direksi dan pimpinan bank di mana pun, bahwa jabatan itu bukan mahkota emas. Jabatan itu lebih mirip rompi antipeluru hanya melindungi ketika dijalankan sesuai aturan, tapi kalau disalahgunakan bisa menjerumuskan pemakainya.

Direktur bank, pimpinan cabang, dan pejabat kredit itu bukan pesulap tidak boleh membuat angka hilang atau muncul sesuka hati.

“Kalau mau sukses, tegakkan integritas lebih tinggi dari target,” kata mentor saya dulu, hehe benar juga… target bisa berubah tiap tahun, tetapi integritas berubah sekali bisa hilang seumur hidup.

Jadi, kasus Bank Kaltimtara ini bukan sekadar soal 47 fasilitas kredit atau catatan laporan yang diduga dipalsukan. Ini soal kebocoran integritas yang, jika dibiarkan, bisa menular seperti kebiasaan buruk di grup arisan.

OJK dan Polri sudah memberikan contoh kolaborasi yang benar, tegas, terbuka, dan seirama, agar sektor keuangan tetap dipercaya, semua pihak harus memandang aturan bukan sebagai penghalang, tapi sebagai pagar keselamatan.

Semoga cerita ini menjadi pengingat bagi seluruh BPD dan lembaga keuangan di Indonesia.

“Belajarlah dari kesalahan sebelum dipaksa belajar oleh penegak hukum”, dan ingat pepatah terakhir untuk malam ini, “Orang bijak membaca laporan dengan jujur; orang nekat membaca laporan sambil menghapus baris yang tak ia suka”

Pada akhirnya, integritas itu seperti napas, selama dijaga, hidup terasa lega, sekali hilang, semuanya bisa berakhir sesak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Sudah Jadi Kewajiban Pemerintah Daerah

    Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Sudah Jadi Kewajiban Pemerintah Daerah

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

      MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian mengatakan air minum merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat, dan pelayanan yang wajib diberikan pemerintah daerah kepada warga p, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Apalagi warga Jakarta masih banyak mengandalkan sumber air tanah, sehingga akan mempengaruhi kondisi permukaan tanah di Jakarta. Hal itu disampaikan Mendagri dalam keterangan tertulis, […]

  • Ini Pangan Lokal Sumber Resiliensi Tubuh Melawan Covid 19

    Ini Pangan Lokal Sumber Resiliensi Tubuh Melawan Covid 19

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    PENINGKATAN gizi dan nutrisi individu saat ini menjadi penting untuk menghadapi infeksi virus Covid-19 dari berbagai varian baru. Karena vaksinasi membutuhkan waktu lama untuk menuju herd immunity seperti yang diharapkan, dengan pertimbangan mutase varian baru, efficacy vaksin, dan perilaku masyarakat. Beberapa negara justru kembali mengalami peningkatan kasus walau vaksinasi sudah mencapai lebih dari 70%. Dokter […]

  • Jalan Lebar & Dinding Ganda, Inovasi Desain Rumah Subsidi Berkualitas Tingkatkan Kenyamanan MBR

    Jalan Lebar & Dinding Ganda, Inovasi Desain Rumah Subsidi Berkualitas Tingkatkan Kenyamanan MBR

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    MASYARAKAT  Berpenghasilan Rendah (MBR) kini semakin dimanjakan dengan kehadiran rumah subsidi berkualitas yang bukan sekadar harga terjangkau, tapi juga mengedepankan kenyamanan rumah subsidi lewat inovasi desain. Mulai dari jalan lingkungan yang lebar, dinding ganda yang tahan panas dan kedap suara, hingga atap tinggi yang memberi ruang lega semuanya menjadi kunci utama agar rumah subsidi tidak […]

  • Pinginnya Pembangunan di Palembang Merata, Janji 18 Kecamatan & 108 Kelurahan Bakal Didatangi untuk Entaskan Persoalan Masyarakat, Fitri Bilang Semuanya Harus Merasakan Air Bersih, Jalan Bagus, Kesehatan, Lampu Jalan Terang Hingga Pelosok Kota Tidak Ada Lagi Yang Terkucilkan

    Pinginnya Pembangunan di Palembang Merata, Janji 18 Kecamatan & 108 Kelurahan Bakal Didatangi untuk Entaskan Persoalan Masyarakat, Fitri Bilang Semuanya Harus Merasakan Air Bersih, Jalan Bagus, Kesehatan, Lampu Jalan Terang Hingga Pelosok Kota Tidak Ada Lagi Yang Terkucilkan

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.317
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda berencana akan mendatangi 18 Kecamatan dan 108 Kelurahan di Palembang guna mendengar aspirasi masyarakat. “Kita akan evaluasi, akan dijalankan ke 18 Kecamatan dan 108 Kekurahan. semuanya akan kita datangi,”katanya dalam Rapat Evaluasi Aspirasi Kecamatan Sukarame, Rabu [23/6/2021]. Menurutnya, tujuan sebenarnya ingin diperoleh adalah untuk mengentaskan sebagai persoalan yang ada di […]

  • Seniman Mau Jadi Youtuber? Harus Punya Ilmu

    Seniman Mau Jadi Youtuber? Harus Punya Ilmu

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 5.409
    • 0Komentar

    KOMITE Film, Dewan Kesenian Palembang (DKP), menutup penampilan dari enam komite pada Sepekan Seni 2021. Komite Film mengadakan Talk Show dengan mengundang 2 konten kreator asal Palembang, bertempat di Guns Caffe Palembang. Ketua Komite Film, DKP Chrismadi Rahmawan mengutarakan, bahwa film dan konten kreator merupakan sama-sama bergerak di bidang audio visual. Sehingga pada Sepekan Seni […]

  • Panitia Asian Games Peroleh Bantuan Kendaraan Operasional dari Astra

    Panitia Asian Games Peroleh Bantuan Kendaraan Operasional dari Astra

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Panitia penyelenggara Asian Games 2018 atau INASGOC secara resmi mendapatkan dukungan ratusan kendaraan operasional untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan empat tahunan di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. Kepastian dukungan ini didapat setelah ada penandatangan kerja sama antara INASGOC yang diwakili Erick Thohir dengan PT Astra Internasional Tbk yang diwakili oleh Chief of Corporate […]

expand_less
WordPress Archive Constructo – Construction WordPress Theme Constructoor – Construction & Building Elementor Template Kit Constructor | Construction WordPress Constructor One – Construction WordPress Theme Construk – Construction Elementor Template Kit Consulenza – Counseling Therapy WordPress Theme Consuloan | Multipurpose Consulting WordPress Theme Consult Aid : Business Consulting And Finance WordPress Theme Consult Expert – Consulting WordPress Theme Consulta – Professional Business & Financial WordPress Theme