Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Bank Kaltimtara Kok Bisa? Kredit Jalan, Catatan Hilang?”

“Bank Kaltimtara Kok Bisa? Kredit Jalan, Catatan Hilang?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 1.901
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BARU-baru ini saya membaca rilis resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), awalnya cuma niat baca sebentar sambil ngopi, tapi ujung-ujungnya kopi saya dingin, jantung saya yang panas. Soalnya, cerita Bank Kaltimtara ini ibarat sinetron yang salah jam tayang bikin kaget, bikin geleng kepala, tapi tetap harus ditonton sampai habis.

Ibarat orang tua dulu bilang “Bila kabar buruk datang pagi-pagi, tandanya kita harus sarapan kesabaran”. Nah, saya jadinya sarapan dua piring. hehehe..

Konon ada pepatah lama bilang  “Kerbau bisa terperosok ke kubangan lumpur, manusia bisa ke kubangan godaan”. Kasus Bank Kaltimtara ini seperti kubangan yang dalamnya kelewatan.

Bukan lumpur hitam, tapi tumpukan dokumen kredit yang, menurut penyidik, sudah seperti novel fiksi, sebab kejadiannya dari November 2022 hingga Maret 2024, muncul 47 fasilitas kredit untuk 16 debitur. Namun catatan dan laporannya diduga tak sesuai kenyataan.

Ibaratnya, laporan keuangan itu mestinya jujur seperti kaca, bukan seperti kaca film 90% yang bikin semuanya gelap tapi tetap kelihatan samar-samar salahnya.

Misalnya nih… suasana kantor bank yang biasanya wangi kopi pagi, suara mesin hitung uang, dan laporan yang teratur rapi. walah.., akhirnya mendadak ada catatan palsu yang disisipkan dengan gaya “rahasia umum tapi pura-pura misteri”.

Kalau kata teman saya, ini bukan salah ketik, tapi salah niat. Kalau salah ketik, ya tinggal di-backspace. Tapi ini salah yang disimpan rapat seperti resep rahasia bakso beranak.

Ketika OJK melakukan pengawasan, pemeriksaan khusus, sampai penyidikan, ternyata jejaknya makin terang. Lalu OJK bekerja sama dengan Polda Kalimantan Utara.

Satu bawa payung hukum perbankan, satu lagi menghadap dengan pasal Tipikor. Persis duet dangdut di penghujung hajatan, satu jaga nada, satu jaga tempo, sama-sama bikin penonton (publik) terjaga.

OJK mengenakan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) UU Perbankan, sementara Polda Kaltara mengenakan Pasal 25 UU Tipikor.  Keduanya sepakat urus perkara yang sama, karena di dunia lembaga keuangan, kebenaran itu tak bisa ditawar seperti harga sayur di pasar.

Apalagi yang dirusak bukan cuma laporan bank, tapi kepercayaan masyarakat. Sekali kepercayaan retak, dilem lem paling mahal pun tak selalu membuatnya kembali seperti semula.

Kisah Bank Kaltimtara ini mengingatkan saya pada pepatah nenek.  “Air tenang menghanyutkan, laporan rapi bisa menenggelamkan” Kadang kesalahan terbesar justru bersembunyi di balik dokumen yang terlihat begitu baik, begitu rapi, sampai tidak ada orang curiga. Sama seperti kue tampak enak di etalase, tapi pas digigit ternyata kerasnya mengalahkan tekad move on.

Tapi yang patut diacungi jempol, kolaborasi OJK dan Polri ini seperti tim Avengers versi lokal, bukan untuk mengalahkan Thanos, tapi melawan catatan-catatan palsu yang entah bagaimana bisa lolos dari kewarasan pengawasan internal.

OJK menyatakan bahwa penyidikan mereka mendukung penuh proses Tipikor oleh Polda Kaltara, karena ketika negara dirugikan, prioritasnya jelas, kembalikan uang rakyat, bukan sekadar menghitung angka di laporan.

Di balik semua itu, ada pelajaran besar bagi seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Jangan mengira kalau masalah di Kalimantan Utara tak mungkin mampir ke Jawa, Sumatera, Sulawesi, atau Bali.

Api itu, jika kena angin, bisa loncat pagar, kata pepatah “Melihat rumah tetangga terbakar, jangan sibuk menonton cek dulu kompor rumah sendiri”.

Maksudnya, audit internal itu bukan formalitas, tapi pagar besi terakhir sebelum oknum mengambil jalan pintas.

Tegakkan integritas

Tidak sedikit BPD yang merasa aman karena punya nama “pembangunan daerah”. Padahal nama itu bukan jimat. “Daerah” tidak otomatis membuat manajemennya tahan godaan.

Justru posisi BPD itu rawan,  dituntut membantu pembangunan, tapi tetap harus patuh pada aturan perbankan yang ketat. Salah langkah sedikit, bisa terperosok seperti sandal kulit milik kakek yang putus saat naik motor.

Oleh sebab itu, mari kita jujur, sebab godaan memanipulasi laporan itu selalu ada. Kadang muncul dari target, dari tekanan, dari mental “yang penting cair dulu urusan belakangan” itu biasanya… tapi ingatlah!!, dalam perbankan, satu angka yang dimanipulasi saja sudah cukup untuk menggeser masa depan suatu lembaga.

Ibarat kita menggeser satu batu kecil di bendungan kelihatannya sepele, tapi nanti air bocor, bendungan jebol, dan kampung hanyut.

Apalagi, masyarakat sebagai nasabah dan pemilik dana, tentu ingin kejelasan dan keamanan. Mereka tidak meminta banyak, cuma ingin uangnya selamat, bunganya jelas, dan laporan bank tidak berubah menjadi fiksi ilmiah.

OJK pun sudah tegas menjaga integritas sektor keuangan itu bukan kerja satu hari. Butuh sinergi, koordinasi, dan kemauan untuk berkata “salah ya salah”

Selain itu, pelajaran lainnya untuk direksi dan pimpinan bank di mana pun, bahwa jabatan itu bukan mahkota emas. Jabatan itu lebih mirip rompi antipeluru hanya melindungi ketika dijalankan sesuai aturan, tapi kalau disalahgunakan bisa menjerumuskan pemakainya.

Direktur bank, pimpinan cabang, dan pejabat kredit itu bukan pesulap tidak boleh membuat angka hilang atau muncul sesuka hati.

“Kalau mau sukses, tegakkan integritas lebih tinggi dari target,” kata mentor saya dulu, hehe benar juga… target bisa berubah tiap tahun, tetapi integritas berubah sekali bisa hilang seumur hidup.

Jadi, kasus Bank Kaltimtara ini bukan sekadar soal 47 fasilitas kredit atau catatan laporan yang diduga dipalsukan. Ini soal kebocoran integritas yang, jika dibiarkan, bisa menular seperti kebiasaan buruk di grup arisan.

OJK dan Polri sudah memberikan contoh kolaborasi yang benar, tegas, terbuka, dan seirama, agar sektor keuangan tetap dipercaya, semua pihak harus memandang aturan bukan sebagai penghalang, tapi sebagai pagar keselamatan.

Semoga cerita ini menjadi pengingat bagi seluruh BPD dan lembaga keuangan di Indonesia.

“Belajarlah dari kesalahan sebelum dipaksa belajar oleh penegak hukum”, dan ingat pepatah terakhir untuk malam ini, “Orang bijak membaca laporan dengan jujur; orang nekat membaca laporan sambil menghapus baris yang tak ia suka”

Pada akhirnya, integritas itu seperti napas, selama dijaga, hidup terasa lega, sekali hilang, semuanya bisa berakhir sesak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diberi Kado Istimewa di HUT OKI-75 dari Gubernur, Bupati Bakal Fokus Pembaikan Infrastruktur di Cengal

    Diberi Kado Istimewa di HUT OKI-75 dari Gubernur, Bupati Bakal Fokus Pembaikan Infrastruktur di Cengal

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan memberi kado istimewa pada peringatan hari jadi ke 75 Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan perbaikan infrasturuktur jalan kabupaten. “Kalu sudah Pak Iskandar yang bekendak aku dak biso nolak, Gubernur bantu 1 digit dana provinsi untuk infrastruktur di anggaran perubahan 2020” ungkap Gubernur dihadapan Paripurna Istimewa DPRD OKI dalam rangka peringatan hari jadi […]

  • 800 Kg Ikan, 10 Peti Telur & vitamin Untuk Dapur Umum Covid-19

    800 Kg Ikan, 10 Peti Telur & vitamin Untuk Dapur Umum Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    TP PKK Sumsel memberikan bantuan ikan dan telur, juga vitamin untuk dapur umum gugus tugas Covid-19, dan diterima langsung Kepala Bekangdam II/Sriwijaya Kolonel CBA Benny Tampubolon bertempat di Bekangdam II/ Sriwijaya. “Ini kami serahkan bantuan ikan sebanyak 800 kilogram dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga ada 10 peti telur dari PKK Sumsel, serta vitamin untuk […]

  • LRT Palembang Jadi Model Pengembangan LRT se-Indonesia

    LRT Palembang Jadi Model Pengembangan LRT se-Indonesia

    • calendar_month Kamis, 8 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    Sehingga terjadi kesinambungan penyelenggaraan LRT pasca Asian Games.

  • Gandeng Tenaga Ahli Puslatbang KASN, OKI  Susun Standar Kompetensi Jabatan Administrator

    Gandeng Tenaga Ahli Puslatbang KASN, OKI Susun Standar Kompetensi Jabatan Administrator

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    MANAJEMEN ASN Diperlukan untuk membentuk ASN yang berintegritas, profesional, dan maksimal dalam perannya sebagai pelayan masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014, Manajemen ASN haruslah diselenggarakan berdasarkan sistem merit. Sistem merit sendiri merupakan kebijakan manajemen ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Guna menjalankan amanat Undang-undang dan peraturan pemerintah serta memenuhi […]

  • Kerja keras Dinas Perkebunan & Peternakan Kab.OKI, ini penyebab kematian mendadak ratusan kerbau

    Kerja keras Dinas Perkebunan & Peternakan Kab.OKI, ini penyebab kematian mendadak ratusan kerbau

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah melakukan sejumlah langkah mitigasi terkait kematian mendadak ratusan kerbau pada beberapa kecamatan di Kabupaten OKI beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan, S. STP, M. Si mengatakan pihaknya telah melakukan uji sampel untuk memastikan penyebab kematian kerbau secara mendadak tersebut. […]

  • HPN, Arus Jurnalisme ClikBait Perlu Dikendalikan

    HPN, Arus Jurnalisme ClikBait Perlu Dikendalikan

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    ARUS jurnalisme clickbait semakin marak dalam beberapa tahun terakhir ini terutama di berbagai media online, untuk menjaring pembaca banyak dalam waktu singkat. Namun, hal itu penting dikendalikan agar pers makin sehat dan bersih. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, menyatakan arus jurnalisme itu, harus dikendalikan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan pers nasional. “Pers […]

expand_less
WordPress Archive Constructo – Construction WordPress Theme Constructoor – Construction & Building Elementor Template Kit Constructor | Construction WordPress Constructor One – Construction WordPress Theme Construk – Construction Elementor Template Kit Consulenza – Counseling Therapy WordPress Theme Consuloan | Multipurpose Consulting WordPress Theme Consult Aid : Business Consulting And Finance WordPress Theme Consult Expert – Consulting WordPress Theme Consulta – Professional Business & Financial WordPress Theme