Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

SELAMAT HARI BUKU : Kalau Literasi Jadi Gaya Hidup, Pasti Kita Gak Asal ‘Bacot’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 638
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada yang bilang, “Kalau mau lihat masa depan suatu bangsa, tengoklah bagaimana anak mudanya memperlakukan buku.” Tapi di negeri ini, buku sering diperlakukan kayak mantan gebetan cuma dibuka pas kangen, lalu ditinggalin pas udah nemu yang lebih viral. Padahal buku itu bukan sambal, yang cuma dicolek pas makan mie instan kehidupan. Buku itu semacam nasi padang makin digali, makin lengkap lauknya!

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mungkin paham betul soal ini. Dalam perayaan Hari Buku Nasional ke-23 di Taman Ismail Marzuki, beliau nggak cuma datang buat poto-poto sama rak buku, tapi juga nendang wacana ke level yang lebih kreatif. “Di setiap halaman buku terdapat daya cipta, imajinasi, dan dedikasi yang harus dihargai,” ucapnya.

Nah lho, itu bukan sekadar quote Instagram, tapi bahan bakar buat menghidupkan ekonomi kreatif.

Coba kita renungkan negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Korea Selatan itu bukan tiba-tiba hebat karena rakyatnya sering pamer OOTD atau suka makan ramen. Tapi karena dari kecil mereka digembleng cinta buku. Anak SD di sana bisa bedain Kafka dari K-pop.

Sementara di sini, masih ada yang nyangka Franz Kafka itu brand kopi kekinian. Salah siapa? Ya tentu bukan salah ibu mengandung.

Finlandia warganya baca buku kayak kita ngopi tiap pagi, wajib, Norwegia, pemerintahnya beli ribuan buku dari penulis lokal buat dibagikan gratis ke perpustakaan, di Jepang buku manga aja bisa jadi bahan pelajaran moral dan sejarah dan Belanda setiap tahun ada program naik kereta gratis asal bawa buku! Coba bayangkan kalau di sini begitu, bisa penuh kereta dengan orang sok-sokan baca buku resep masakan.

Kata orang bijak yang sok filosofis dari warung kopi sebelah kantor. “Buku itu seperti sandal jepit, kalau hilang satu, kita pincang. Tapi kalau dibaca semua, kita bisa lari jauh.”
Meski analoginya rada absurd, tapi ngena juga. Karena literasi itu bukan cuma soal membaca, tapi soal membiasakan kepala untuk mikir, bukan cuma mikir caption TikTok.

Menteri Teuku Riefky juga menyinggung bahwa tulisan dan penerbitan bisa jadi pintu masuk ke subsektor kreatif lain film, animasi, bahkan game. Lah iya, siapa sangka film “Laskar Pelangi” itu asalnya dari buku? Atau webtoon Korea yang jadi drama mewek nasional? Semuanya berawal dari selembar halaman.

Lalu kenapa kita masih ragu menghargai buku dan penulis? Di luar negeri, nulis buku bisa jadi pekerjaan tetap, di sini… nulis buku kadang kayak main tebak-tebakan nasib laku enggak, dibaca enggak, dicetak ulang… ya, belum tentu.

Untunglah perayaan kali ini nggak sekadar seremoni megang buku biar kelihatan intelek. Ada baca bareng, diskusi literasi, book signing, dan tentunya momen buat berswafoto bersama penulis, supaya postingan medsos kita nggak cuma isinya kopi dan kucing.

Di sisi lain, Hafidz Muksin dari Kemendikdasmen juga bilang bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan ekonomi kreatif penting banget. Ini bukan sekadar duet kaya Raisa dan Afgan, tapi sinergi yang bisa bikin anak-anak kita naik kelas  bukan cuma secara akademik, tapi juga mental dan imajinasi.

Jadi mari kita akhiri era di mana buku cuma jadi properti dekorasi rak belakang Zoom meeting. Sudah waktunya buku dibaca, ditulis, dan dihargai. Kalau perlu, kasih royalti ke penulis lebih besar dari hadiah lomba makan kerupuk Agustusan.

Karena bangsa yang besar bukan cuma butuh jalan tol dan bandara, tapi juga jalan pikiran dan landasan imajinasi. Dan semua itu, masih berawal dari satu benda sederhana yang sering dilupakan buku. Intinya, kalau mau Indonesia jadi negara keren dan maju, jangan cuma ngomong soal ‘digital’ tapi lupa pentingnya literasi, karena tanpa literasi, digital juga cuma gawai tanpa otak.

Mari rayakan Hari Buku bukan sekadar tanggal merah di kalender budaya, tapi sebagai panggilan untuk bangkitkan semangat baca dan tulis. Indonesia Emas 2045 bukan cuma dibangun pakai semen dan baja, tapi juga dengan tinta, kata-kata, dan imajinasi. Karena buku memang bukan sambal, tapi jelas bisa bikin kepala kita makin hangat dan hidup makin nikmat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampal Ban Sepi, Ingin Pakai Narkoba, Palak Sopir Truk

    Tampal Ban Sepi, Ingin Pakai Narkoba, Palak Sopir Truk

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    KARENA sudah kecanduan narkoba jenis sabu, seorang pemuda warga Kecamatan Gunung Megang bernama Melyadi (33) nekat memalak sopir truk yang melintas. Modusnya dengan mengejar korban menggunakan motor, memberhentikannya dan mengangancam korban dengan menggunakan pisau. Penangkapan pelaku sendiri berawal dari viralnya tindakan pelaku memalak sopir truk di media sosial pada Sabtu (24/04/2021) lalu. Berkat video tersebut, […]

  • Ditjen PHU Umumkan daftar nama Jemaah Haji Khusus yang berhak melunasi biaya haji tahun ini

    Ditjen PHU Umumkan daftar nama Jemaah Haji Khusus yang berhak melunasi biaya haji tahun ini

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.380
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Direktorat Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama membuat terobosan dalam operasional haji 1446 H/2025 M. Ditjen PHU mengumumkan daftar nama Jemaah Haji Khusus yang berhak melunasi biaya haji tahun ini. Hal ini ditegaskan oleh Dirjen PHU Hilman Latief dalam rapat daring bersama Staf Khusus Menteri Agama, Sekretaris Ditjen PHU Arfi Hatim, […]

  • Fitri Ajak Camat Belajar Mengolah Sampah di Kecamatan Kalidoni

    Fitri Ajak Camat Belajar Mengolah Sampah di Kecamatan Kalidoni

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    MENINDAK lanjuti program mengatasi penumpukan sampah yang semakin banyak dan kurangnya pengelolaan disetiap Kecamatan kota Palembang, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda secara langsung menghadirkan 18 camat untuk melihat secara langsung bagimana proses peleburan sampah. Hal ini dibenarkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda,  sengaja saya mengajak seluruh camat yang ada di kota Palembang ini untuk melihat bagaimana […]

  • Mengenang 40 Hari Wafatnya Putri Gubernur Sumsel, Leanpuri Center And Foundation Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal

    Mengenang 40 Hari Wafatnya Putri Gubernur Sumsel, Leanpuri Center And Foundation Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga selaku  orang tua Almarhumah (Almh)  Hj. Percha Leanpuri berharap Leanpuri Center & Foundation yang digagas Almh tetap  berkontribusi untuk masyarakat Sumsel. “Leanpuri Center and Foundation yang pernah diinisiasi  Hj Percha tidak boleh berhenti. Dan tetap dilanjutkan dalam memberikan bantuan sosial pada masyarakat,” tegas Herman Deru saat […]

  • Hari Lalu Lintas ke -66, Polri Siap Menuju Perubahan 5.0,Begini Pesan Kapolda Sumsel kepada Anggotanya

    Hari Lalu Lintas ke -66, Polri Siap Menuju Perubahan 5.0,Begini Pesan Kapolda Sumsel kepada Anggotanya

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI hari lalu lintas ke -66 Kapolda Sumatra Selatan, Irjen Pol. Toni Harmanto mengimbau kepada anggota yang bertugas sebagai Polisi Lalu Lintas untuk mengembangkan komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara Kepolisian dan masyarakat. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Sumsel saat menghadiri syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 Tahun 2021 […]

  • Gali Potensi Daerah, Muba Libatkan Organisasi Internasional dan Lembaga Asing

    Gali Potensi Daerah, Muba Libatkan Organisasi Internasional dan Lembaga Asing

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Beni Hernedi tidak hanya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan kualitas SDM saja, namun keduanya terus bekerja dalam upaya menggalih potensi daerah. Tak jarang, Muba sebagai Kabupaten yang kaya akan SDA selalu menjadi lirikan berbagai pihak […]

expand_less
WordPress Archive Arcik – Architecture WordPress Theme Arden | A Sharp & Modern Multipurpose WordPress Theme Arden – A Sharp & Modern Multipurpose WordPress Theme Area WordPress plugin – Real Estate CMS with 60 WPbakery page builder addons Areia – Portfolio and Agency WordPress Theme Arena Products Store | WordPress Plugin Arf | Architecture & Interior Design WordPress Theme ARG Multistep Checkout for WooCommerce Argenta – Creative Multipurpose WordPress Theme Argo – Training Course WordPress Landing Page Theme