Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Pramuka Bukan Kopi, Tapi Tetap Bikin Melek!”

“Pramuka Bukan Kopi, Tapi Tetap Bikin Melek!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 3.026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYAK orang kalau dengar kata “Pramuka”, langsung kebayang seragam cokelat, topi lebar, dan tali-temali yang entah buat simpul apa. Ada juga yang refleks bilang, “Oh…., itu yang suka baris di lapangan sambil teriak ‘Siap, Kak!’ kan?”

Padahal, hei… Pramuka itu bukan sekadar pasukan cokelat yang jago simpul, mereka ini pasukan semangat, yang kalau disuruh bangun pagi dan tidur di tenda, wajahnya tetap cerah kayak habis disponsori skincare.

Dan pemandangan itu kerasa banget di Bumi Perkemahan Cadika, Palembang, Jumat (31/10/2025). Di situ, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Palembang, Putri Azizah, membuka Perkemahan Wirakarya sambil melantik Badan Kelengkapan Kwarcab.

Tema acaranya “Membentuk Pramuka yang Mandiri dan Inspiratif Melalui Aksi Nyata untuk Masyarakat”. Kedengarannya berat, tapi pas lihat di lapangan semuanya cair. Serius tapi santai, disiplin tapi tetap banyak ketawa.

Perkemahan Wirakarya ini bukan sekadar acara ngumpul-ngumpul, bakar jagung, atau lomba masak pakai kompor batu bata. Ini ajang lima tahunan yang isinya aksi nyata dari kerja bakti di masyarakat, pelatihan keterampilan, sampai kegiatan sosial yang bikin hati adem.

Putri Azizah bilang dengan nada penuh semangat. “Harapan kami, Pramuka Palembang bisa kembali menjadi percontohan, tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di Tingkat Nasional”

Kata percontohan ini bukan sembarang kata. Karena dulu, Palembang memang jadi kiblat kepanduan di Sumsel. Ibaratnya, kalau Pramuka daerah lain butuh inspirasi, arahnya ke Musi. Sekarang, semangat itu coba dibangkitkan lagi  lewat tenda, pelatihan, dan keringat para peserta yang jumlahnya bejibun 22 gugus depan dan 44 kwartir ranting!

Yang namanya perkemahan, ya pasti ada tantangan. Mulai dari tenda yang miring kayak menara Pisa, sampai kasur angin yang bocor entah di mana. Tapi di situlah seni ber-Pramuka ngeluh dilarang, ngakalin wajib.

Ada satu peserta, sebut saja Dika, yang dengan bangganya bilang, “Kak, tali rafia saya bisa buat jemuran, bisa juga buat jebakan tikus!” Nah, kalau bukan kreatif, apa namanya?

Di tengah tenda-tenda itu, suasananya mirip film Survivor versi lokal. Bedanya, yang satu rebutan imunity idol, yang ini rebutan gayung mandi.

Tapi meski begitu, semangat mereka nggak luntur. Karena di balik lumpur dan peluh itu, mereka lagi belajar hal yang nggak diajarin di kelas tanggung jawab, kebersamaan, dan kemandirian.

Momen pelantikan Badan Kelengkapan Kwarcab juga jadi babak penting. Di bawah terik matahari, Putri Azizah menegaskan “Kita ingin pengurus yang baru bisa benar-benar menjalankan Dasa Darma Pramuka, bukan sekadar hafal teksnya”.

Nah, ini penting. Karena hafal “takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa” itu gampang, tapi menjalankan dengan konsisten? Itu yang kadang lebih susah dari buka simpul jangkar.

Azizah juga mengingatkan agar Pramuka Palembang jangan cuma aktif di acara, tapi juga aktif di masyarakat. Karena sejatinya, Pramuka itu bukan organisasi seremonial, tapi gerakan pengabdian.

Dari Cadika inilah, semangat baru itu disulut. Perkemahan ini jadi ruang latihan, bukan hanya buat fisik, tapi juga buat mental. Di dunia yang serba digital ini, Pramuka tetap mengajarkan hal yang sering dilupakan manusia itu butuh sesama, bukan cuma sinyal Wi-Fi.

Mereka belajar menolong tanpa pamrih, memimpin dengan hati, dan menghadapi tantangan tanpa drama. Di tengah dunia yang makin “scroll-scroll-an”, Pramuka datang mengingatkan hidup itu bukan tentang siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling berguna.

Jadi, Pramuka mungkin identik dengan seragam cokelat, tapi semangatnya? Warna-warni! Dari disiplin, empati, hingga kreativitas- semuanya diramu jadi satu paket siap pakai untuk masa depan.

Kegiatan di Cadika ini bukan cuma nostalgia baris-berbaris, tapi juga pengingat bahwa semangat kepanduan harus terus hidup. Karena di tengah dunia yang sibuk mengejar like dan followers, masih ada anak-anak muda yang mengejar arti dari mengabdi.

Dan seperti pepatah lama bilang, “Kayu yang dibakar bersama, apinya lebih besar”

Begitu juga Pramuka, kalau bersatu, mereka bukan cuma bikin tenda berdiri, tapi juga masa depan yang lebih tegak.

Oleh karena itu, Pramuka bukan sekadar kegiatan, tapi cara hidup tentang belajar ikhlas, disiplin, dan peduli. Di dunia yang makin egois, semangat Pramuka adalah pengingat menolong orang lain itu bukan kelemahan, tapi kekuatan yang sesungguhnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anugerah Inovator Sumsel 2023, Muba Borong Tiga Kategori Juara Terbaik I

    Anugerah Inovator Sumsel 2023, Muba Borong Tiga Kategori Juara Terbaik I

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kabupaten Musi Banyuasin kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, Kabupaten Muna borong tiga kategori juara terbaik I sekaligus pada ajang Anugerah Inovator Provinsi Sumatera Selatan 2023 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam ajang ini, Kabupaten Muba berhasil meraih juara terbaik 1 Katagori […]

  • Tertibkan Penataan Ruang, Kementerian ATR/BPN Terapkan Prinsip Restorative Justice

    Tertibkan Penataan Ruang, Kementerian ATR/BPN Terapkan Prinsip Restorative Justice

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), melalui Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang mengedepankan prinsip Restorative Justice dalam menjalankan tugas Penertiban Tanah dan Ruang. Konsep tata ruang yang dinamis senantiasa melibatkan beberapa aspek yang saling terhubung yakni aspek sosial, aspek ekonomi, aspek lingkungan, aspek budaya dan teknologi. Demi memperkuat sinergi tata […]

  • Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bayangkan anda lagi santai di ruang tamu, menonton sinetron sambil ngemil marshmallow rasa cokelat, eh tiba-tiba baca berita  label halal, tapi isinya babi, pasti kaget, pikiran juga gak karuan-karuan khusus muslim, ibarat seperti dikhianati mantan dua kali. Sakitnya itu bukan cuma di hati, tapi juga di kerongkongan yang baru saja menelan si empuk manis […]

  • [Kisah ViewFinity S9] Rahasia DEVSISTERS untuk Hidupkan Karakter 3D

    [Kisah ViewFinity S9] Rahasia DEVSISTERS untuk Hidupkan Karakter 3D

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Ketika teknologi terus maju dan menjadi lebih penting untuk proses kreatif, batas-batas seni telah berkembang untuk mencakup ilustrasi digital, animasi, grafik gerak, dan banyak lagi. Dengan memadukan kemampuan teknologi dengan keindahan dan keragaman seni, para profesional kreatif memanfaatkan kekuatan untuk membuat kreasi mereka lebih hidup daripada sebelumnya. ViewFinity S9 dari Samsung Electronics, monitor 5K […]

  • Selesaikan Aset, Pertamina Siap Berkerjasama Dengan BUMD

    Selesaikan Aset, Pertamina Siap Berkerjasama Dengan BUMD

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    DIREKTUR Penunjang Bisnis PT Pertamina M Haryo Yunianto mengatakan, pihaknya pun sepakat untuk penyelesaian aset ini. Terlebih sinergitas antara pihaknya dan Pemprov Sumsel terjalin dengan baik. “Bagi kami dalam pengelolaan aset, kami melakukan program bersama. Sinergitas kami juga terjalin baik. Kami sepakat optimalisasi aset salah satunya dengan bekerjasama dengan BUMD setempat,” pungkasnya, kemarin.[***]   Ril […]

  • Ibis Dinilai Langgar Aturan, Legistatif Palembang Serukan OPD Tindak Tegas

    Ibis Dinilai Langgar Aturan, Legistatif Palembang Serukan OPD Tindak Tegas

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.006
    • 0Komentar

    Pihaknya menunggu sampai 19 Oktober 2017 agar OPD terkait mengeluarkan SP III untuk Hotel Ibis, sebagai dasar untuk pencabutan IMB.

expand_less
WordPress Archive Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme Lilium – Beauty and Skincare WordPress & WooCommerce Theme liMarquee – Horizontal and Vertical Scrolling of Text or Image or HTML Code Limerick – A Colorful and Modern Multipurpose Portfolio Theme Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL