Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Pramuka Bukan Kopi, Tapi Tetap Bikin Melek!”

“Pramuka Bukan Kopi, Tapi Tetap Bikin Melek!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 3.008
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYAK orang kalau dengar kata “Pramuka”, langsung kebayang seragam cokelat, topi lebar, dan tali-temali yang entah buat simpul apa. Ada juga yang refleks bilang, “Oh…., itu yang suka baris di lapangan sambil teriak ‘Siap, Kak!’ kan?”

Padahal, hei… Pramuka itu bukan sekadar pasukan cokelat yang jago simpul, mereka ini pasukan semangat, yang kalau disuruh bangun pagi dan tidur di tenda, wajahnya tetap cerah kayak habis disponsori skincare.

Dan pemandangan itu kerasa banget di Bumi Perkemahan Cadika, Palembang, Jumat (31/10/2025). Di situ, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Palembang, Putri Azizah, membuka Perkemahan Wirakarya sambil melantik Badan Kelengkapan Kwarcab.

Tema acaranya “Membentuk Pramuka yang Mandiri dan Inspiratif Melalui Aksi Nyata untuk Masyarakat”. Kedengarannya berat, tapi pas lihat di lapangan semuanya cair. Serius tapi santai, disiplin tapi tetap banyak ketawa.

Perkemahan Wirakarya ini bukan sekadar acara ngumpul-ngumpul, bakar jagung, atau lomba masak pakai kompor batu bata. Ini ajang lima tahunan yang isinya aksi nyata dari kerja bakti di masyarakat, pelatihan keterampilan, sampai kegiatan sosial yang bikin hati adem.

Putri Azizah bilang dengan nada penuh semangat. “Harapan kami, Pramuka Palembang bisa kembali menjadi percontohan, tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di Tingkat Nasional”

Kata percontohan ini bukan sembarang kata. Karena dulu, Palembang memang jadi kiblat kepanduan di Sumsel. Ibaratnya, kalau Pramuka daerah lain butuh inspirasi, arahnya ke Musi. Sekarang, semangat itu coba dibangkitkan lagi  lewat tenda, pelatihan, dan keringat para peserta yang jumlahnya bejibun 22 gugus depan dan 44 kwartir ranting!

Yang namanya perkemahan, ya pasti ada tantangan. Mulai dari tenda yang miring kayak menara Pisa, sampai kasur angin yang bocor entah di mana. Tapi di situlah seni ber-Pramuka ngeluh dilarang, ngakalin wajib.

Ada satu peserta, sebut saja Dika, yang dengan bangganya bilang, “Kak, tali rafia saya bisa buat jemuran, bisa juga buat jebakan tikus!” Nah, kalau bukan kreatif, apa namanya?

Di tengah tenda-tenda itu, suasananya mirip film Survivor versi lokal. Bedanya, yang satu rebutan imunity idol, yang ini rebutan gayung mandi.

Tapi meski begitu, semangat mereka nggak luntur. Karena di balik lumpur dan peluh itu, mereka lagi belajar hal yang nggak diajarin di kelas tanggung jawab, kebersamaan, dan kemandirian.

Momen pelantikan Badan Kelengkapan Kwarcab juga jadi babak penting. Di bawah terik matahari, Putri Azizah menegaskan “Kita ingin pengurus yang baru bisa benar-benar menjalankan Dasa Darma Pramuka, bukan sekadar hafal teksnya”.

Nah, ini penting. Karena hafal “takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa” itu gampang, tapi menjalankan dengan konsisten? Itu yang kadang lebih susah dari buka simpul jangkar.

Azizah juga mengingatkan agar Pramuka Palembang jangan cuma aktif di acara, tapi juga aktif di masyarakat. Karena sejatinya, Pramuka itu bukan organisasi seremonial, tapi gerakan pengabdian.

Dari Cadika inilah, semangat baru itu disulut. Perkemahan ini jadi ruang latihan, bukan hanya buat fisik, tapi juga buat mental. Di dunia yang serba digital ini, Pramuka tetap mengajarkan hal yang sering dilupakan manusia itu butuh sesama, bukan cuma sinyal Wi-Fi.

Mereka belajar menolong tanpa pamrih, memimpin dengan hati, dan menghadapi tantangan tanpa drama. Di tengah dunia yang makin “scroll-scroll-an”, Pramuka datang mengingatkan hidup itu bukan tentang siapa yang paling viral, tapi siapa yang paling berguna.

Jadi, Pramuka mungkin identik dengan seragam cokelat, tapi semangatnya? Warna-warni! Dari disiplin, empati, hingga kreativitas- semuanya diramu jadi satu paket siap pakai untuk masa depan.

Kegiatan di Cadika ini bukan cuma nostalgia baris-berbaris, tapi juga pengingat bahwa semangat kepanduan harus terus hidup. Karena di tengah dunia yang sibuk mengejar like dan followers, masih ada anak-anak muda yang mengejar arti dari mengabdi.

Dan seperti pepatah lama bilang, “Kayu yang dibakar bersama, apinya lebih besar”

Begitu juga Pramuka, kalau bersatu, mereka bukan cuma bikin tenda berdiri, tapi juga masa depan yang lebih tegak.

Oleh karena itu, Pramuka bukan sekadar kegiatan, tapi cara hidup tentang belajar ikhlas, disiplin, dan peduli. Di dunia yang makin egois, semangat Pramuka adalah pengingat menolong orang lain itu bukan kelemahan, tapi kekuatan yang sesungguhnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Mediasi Masyarakat Eks Marga Bayat – PT BPP

    Pemkab Muba Mediasi Masyarakat Eks Marga Bayat – PT BPP

    • calendar_month Jumat, 14 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.660
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali menggelar Rapat Fasilitasi Terkait Permasalahan antara Masyarakat Warga dari Eks Marga Bayat Kecamatan Bayung Lencir dengan PT. Bumi Persada Permai (BPP), di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba, Kamis (16/12/2018). Rapat mediasi dipimpin Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba […]

  • Ingatkan Peserta PKN Jangan Hanya Kejar Sertifikat

    Ingatkan Peserta PKN Jangan Hanya Kejar Sertifikat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru dengan tegas mengingatkan agar para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2020 jangan hanya mengejar syarat dan sertifikat. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat mendapat ilmu baru dan menempa diri menjadi pemimpin yang membawa perubahan. “Menjadi kepala lembaga, institusi atau apapun itu bukan berarti kita sudah sempurna. Justru […]

  • Jaga Higienitas, Pelajar Diminta Bawa Bekal Dari Rumah, Saat Belajar Tatap Muka

    Jaga Higienitas, Pelajar Diminta Bawa Bekal Dari Rumah, Saat Belajar Tatap Muka

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Batang mengharapkan para pelajar yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap menerapkan disiplin Protokol kesehatan (Prokes), termasuk membawa bekal dari rumah, demi menjaga higienitas dan kesehatan. “Pokoknya Prokesnya harus kuat, kalau tidak saya tutup. Siswa juga tidak boleh keluar dari sekolah dan pedagang pun tidak boleh ada di lingkungan sekolah,” kata Bupati Batang […]

  • 4 Fungsi Posko Jaga Desa/Kelurahan Saat PPKM Mikro

    4 Fungsi Posko Jaga Desa/Kelurahan Saat PPKM Mikro

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    POS Komando (Posko) tingkat Desa/Kelurahan dibentuk untuk melakukan mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro. Posko ini memiliki 4 fungsi, yakni untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 di tingkat Desa atau Kelurahan. PPKM Mikro sendiri diperpanjang dengan cakupan 123 Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali, hingga 8 Maret […]

  • Kolaborasi Ekraf-LSF, Misi Selamatkan Film dari Nasib Jadi Pajangan Festival

    Kolaborasi Ekraf-LSF, Misi Selamatkan Film dari Nasib Jadi Pajangan Festival

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    INDUSTRI  perfilman Indonesia itu ibarat jodoh, maka nasib 177 film yang belum tayang bisa dibilang kayak naksir tapi ga di-acc orang tua, sudah lulus sensor, sudah siap tampil, eh… malah nganggur gara-gara layar bioskopnya terbatas. Total layar cuma 2.145, padahal film yang antre tayang lebih panjang dari utang warung yang belum dilunasi saat Lebaran. Audiensi […]

  • “Rumah Tapak Pak Tapek: Ketika Kredit Perumahan Membuat Tapir Ikut Nabung”

    “Rumah Tapak Pak Tapek: Ketika Kredit Perumahan Membuat Tapir Ikut Nabung”

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    (Kisah Kredit, Keripik, dan Kejutan Renovasi Bersubsidi) DI sebuah kelurahan yang belum ada di Google Maps, Kelurahan Girang-Garung, tinggallah seorang tokoh legendaris bernama Pak Tapek. Ia adalah mantan pemain bola tarkam yang kini banting setir jadi calon penghuni rumah subsidi. “Sudah waktunya saya punya rumah, bukan numpang di pojok warung kopi terus,” ujar Pak Tapek […]

expand_less
WordPress Archive Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme Lilium – Beauty and Skincare WordPress & WooCommerce Theme liMarquee – Horizontal and Vertical Scrolling of Text or Image or HTML Code Limerick – A Colorful and Modern Multipurpose Portfolio Theme Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL