Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Kolaborasi Ekraf-LSF, Misi Selamatkan Film dari Nasib Jadi Pajangan Festival

Kolaborasi Ekraf-LSF, Misi Selamatkan Film dari Nasib Jadi Pajangan Festival

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 787
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDUSTRI  perfilman Indonesia itu ibarat jodoh, maka nasib 177 film yang belum tayang bisa dibilang kayak naksir tapi ga di-acc orang tua, sudah lulus sensor, sudah siap tampil, eh… malah nganggur gara-gara layar bioskopnya terbatas. Total layar cuma 2.145, padahal film yang antre tayang lebih panjang dari utang warung yang belum dilunasi saat Lebaran.

Audiensi antara Menteri Ekraf Teuku Riefky dan Ketua LSF Naswardi ini sebenarnya bisa digambarkan sebagai pertemuan dua sahabat lama yang akhirnya sadar “Bro, kita ngurus rumah perfilman ini bareng-bareng yuk, jangan saling ngandelin doang.”Seperti pepatah, sebatang lidi mudah dipatahkan, tapi kalau seratus batang bisa jadi sapu lidi buat nyapu sampah-sampah bajakan dan drama penayangan yang tertunda.

Menteri Riefky mengusulkan kerja sama hexahelix. Waduh, istilahnya canggih. Tapi kalau dijabarkan, intinya sih film Indonesia butuh gotong royong, bukan cuma gotong honor, biar film lokal nggak cuma numpang lewat di bioskop sebelum digeser film horor dengan hantu CGI atau superhero impor bersayap jet.

LSF sendiri kayak satpam galak tapi bijaksana, mereka sudah menyensor 42 ribuan karya, tapi tetap santuy ngajak semua kalangan belajar budaya sensor mandiri, seolah berkata “Sensor bukan buat nyensor imajinasi, tapi buat ngejaga akal sehat penonton dari adegan yang bisa bikin emak-emak ngebakar layar bioskop”. Mereka juga gercep digitalisasi sensor, agar proses gak kayak zaman kaset Betamax.

Permasalahan rumah produksi pun tak kalah mengenaskan, hanya segelintir yang kuat bikin film banyak. Yang lain? Ya kayak usaha tahu bulat produksi semangat, modal mepet, dan sering digoreng dadakan. Tapi LSF dan Kemenekraf sepakat solusi bukan saling menyalahkan, tapi saling menyalakan semangat.

Ibarat lampu bioskop, harus kompak dinyalakan biar penonton bisa duduk manis nonton tanpa diganggu lampu mati atau suara tetangga.

Kesimpulannya, ekosistem film kita ini ibarat warung soto yang punya resep juara, tapi mangkoknya kurang dan sendoknya patah-patah.

Pemerintah, LSF, dan pelaku industri harus duduk satu meja bukan untuk makan soto, tapi bikin skenario besar agar film nasional tidak cuma bangga pas Festival Film, tapi juga laku keras di lapangan. Sambil menjaga HKI dan menghormati karya, mari kita ingat satu pesan penting film bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan, asal nggak ditayangkan jam 11 malam dan isinya cuma drama nangis-nangisan.

Film kita banyak, penonton haus hiburan, tapi layarnya terbatas, sensor jalan, kreativitas ngebut, tapi promosi kadang kayak motor mogok di tanjakan.

Saatnya industri film jangan cuma jago akting di panggung seminar, tapi juga tegas dalam aksi nyata, karena seperti kata pepatah biarpun layar cuma segitu, asal kerja sama erat, film bisa tembus hati penonton  dan dompet produser.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Sumsel Terima Bantuan APD dan Hand Sanitizer

    PMI Sumsel Terima Bantuan APD dan Hand Sanitizer

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    PALANG Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari Satgas Bencana BUMN Wilayah Provinsi Sumsel, Bantuan diterima langsung oleh Kepala PMI Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru di Griya Agung Selasa (19/5/2020) Kepala PMI Provinsi Sumsel Febrita Lustia mengapresiasi penuh atas kepedulian dari Satgas Bencana BUMN Wilayah Provinsi Sumsel, […]

  • PK-186 Jenggala Samudra LPDP RI latih masyarakat tingkatkan nilai sampah organik & optimalisasi produk olahan ikan

    PK-186 Jenggala Samudra LPDP RI latih masyarakat tingkatkan nilai sampah organik & optimalisasi produk olahan ikan

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.446
    • 0Komentar

    PK-186 Jenggala Samudra LPDP RI melaksanakan kegiatan proyek sosial dengan tema “Pengembangan Desa Wisata Dusun Samberembe berbasis Sustainable Tourism melalui Peningkatan Nilai Sampah Organik dan Optimalisasi Produk Olahan Ikan”. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wisata Mina Padi Dusun Samberembe, Candibinangun, Sleman, Yogyakarta pada hari Sabtu (11/06/2022).   Rizky Hadi Novianto, A.Md., pemateri pada workshop Budidaya Maggot […]

  • Meski Pertumbuhan Ekonomi Palembang ‘Rebound’, Walkot Minta OJK Tidak Bersikap Lemah

    Meski Pertumbuhan Ekonomi Palembang ‘Rebound’, Walkot Minta OJK Tidak Bersikap Lemah

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.523
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel memang tertatat memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik dibanding provinsi lain di Indonesia, bahkan pertumbuhan ekonomi  ‘Rebound’ di atas rata-rata ini sejak beberapa tahun belakangan. Bahkan adanya Sea Games dan Asean Games dan event besar baik nasional maupun Internasional di Kota Palembang sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan sebagai Ibu Kota Provinsi sangat […]

  • Menteri Kunjungi Produksi Sepatu Milik BUMDES, Dimana Ya ?

    Menteri Kunjungi Produksi Sepatu Milik BUMDES, Dimana Ya ?

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.751
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, belum lama ini. Ia meninjau produksi sepatu yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera di Desa tersebut. Produksi sepatu dengan merk Baker’s ini baru berjalan sekitar dua tahun terakhir. Dengan memberdayakan tiga pekerja, BUMDes Sejahtera mampu memproduksi […]

  • HYROX Makin Diminati Perempuan, Kenapa Olahraga Ini Jadi Tren Baru?

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Kenapa Olahraga Ini Jadi Tren Baru?

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – HYROX mulai menarik perhatian perempuan yang mencari tantangan baru dalam berolahraga. Perpaduan lari dan latihan fungsional membuat olahraga hybrid ini tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kekuatan dan daya tahan. Sekilas, konsepnya memang terlihat cukup berat. Peserta harus berlari sekaligus menyelesaikan berbagai latihan fungsional dalam satu rangkaian. Namun, kombinasi itulah yang membuat HYROX […]

  • Kepda  Jangan ‘Emosional’ Gunakan Anggaran

    Kepda  Jangan ‘Emosional’ Gunakan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengingatkan agar Kepala Daerah [Kepda] tidak ‘emosional gunakan anggaran dalam penanganan COVID-19 agar target pembangunan tetap tercapai. Selain itu, jangan panik dalam membuat kebijakan guna menghadapi pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir. Karena itupula Ia tak bosan mengingatkan agar Kepala Daerah terus mengedukasi masyarakat bahwa benteng terkuat menghadapi Corona ini […]

expand_less
WordPress Archive Fierce – Finance Elementor Template Kit Figura – Creative Agency Elementor Template Kit Fijar – Plumbing Service Elementor Template Kit Fika – Wedding & Wedding Planner Elementor Template Kit Fildisi - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme File Manager Plugin For WordPress File Sharing module for Perfex CRM FileBird – WordPress Media Library Folders Filebob – File Sharing And Storage Platform (SAAS) Fillo – Shoes & Sneakers Store WooCommerce Elementor Template Kit