Hari Anak Nasional Palembang, Perkuat Perlindungan Anak Lewat Literasi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Momen Hari Anak Nasional Palembang 2026 menjadi pengingat pentingnya memperkuat perlindungan anak melalui ruang edukasi yang aman dan positif. Salah satunya lewat Kampung Literasi 26 Ilir terus dikembangkan sebagai wadah belajar, meningkatkan kreativitas, serta membangun karakter generasi muda di Kota Palembang.
Penguatan perlindungan anak tersebut menjadi bagian dari momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 digelar di Kampung Literasi 26 Ilir, Jalan Brigjen H.M. Dhani Effendi, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Rabu (22/7/2026).
Pemerintah Kota Palembang menilai perlindungan dan pendidikan anak tidak dapat berjalan sendiri, pasalnya dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga berbagai komunitas, agar anak mendapatkan ruang tumbuh yang aman dan berkualitas.
Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan, Sadrudin Hajar, menyampaikan anak-anak perlu mendapatkan dukungan, sehingga bisa berkembang menjadi generasi sehat, cerdas, kreatif, serta memiliki karakter kuat menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, keberadaan Kampung Literasi 26 Ilir menjadi contoh bagaimana ruang masyarakat dapat berperan dalam mendukung pendidikan anak.
Tempat tersebut tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga wadah pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan potensi anak.
“Kampung Literasi memiliki peran strategis sebagai ruang belajar sekaligus wadah untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan potensi anak,” ujar Sadrudin saat membacakan sambutan Wali Kota Palembang.
Ia mengatakan, mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 membutuhkan perhatian terhadap pendidikan yang layak serta perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.
Anak-anak, lanjutnya, harus mendapatkan lingkungan yang sehat, nyaman, aman, dan penuh kasih sayang agar dapat tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan.
Ketua Kampung Literasi 26 Ilir, Ocha Teresia, menambahkan kawasan ini telah berkembang selama lima tahun sebagai pusat edukasi dan pembinaan anak-anak di lingkungan sekitar.
Dalam perjalanannya, Kampung Literasi 26 Ilir juga mendapat dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Pertamina dalam tiga tahun terakhir.
Dukungan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan anak.
“Kami berharap Kampung Literasi terus berkembang menjadi ruang edukasi yang mampu menciptakan lingkungan inovatif, kreatif, dan ramah anak,” kata Ocha.
Selain dukungan masyarakat, mahasiswa juga ikut terlibat dalam pendampingan dan kegiatan belajar bersama anak-anak binaan.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun budaya literasi di lingkungan masyarakat.
Melalui penguatan ruang edukasi seperti Kampung Literasi 26 Ilir, Pemerintah Kota Palembang berharap semakin banyak pihak terlibat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung masa depan anak.
langka ini menjadi penting dalam membangun generasi Palembang yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.(***)/qil
- Penulis: Irwan Wahyudi
