Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Antara Green Jobs & Green Tea, Mahasiswa Harus Pilih yang Mana?”

“Antara Green Jobs & Green Tea, Mahasiswa Harus Pilih yang Mana?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 620
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU mahasiswa dikenal sebagai agent of change, maka hari ini gelarnya bisa di-upgrade jadi agent of compost karena bukan cuma bisa bikin perubahan, tapi juga bisa bikin pupuk organik dari sisa makan siang di kantin.

Serius!, di tangan mahasiswa kreatif, nasi basi pun bisa berubah jadi startup yang dapat pendanaan dari investor Singapura. Luar biasa? Jelas. Lucu? Apalagi. Tapi justru di sinilah letak harapan bangsa pada anak-anak muda yang bisa berpikir hijau di tengah dunia yang makin panas, baik suhu maupun situasinya.

Nah, itulah semangat yang dibawa Kementerian Perindustrian lewat acara AIGIS Goes to Campus, bagian dari The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS 2025).

Kali ini acaranya digelar di Universitas Trisakti kemarin, bukan sekadar seminar yang isinya ngetik sambil ngantuk, tapi ajang serius nan santai untuk memompa semangat greenpreneurship di dada mahasiswa biar nanti yang ditanam bukan cuma harapan dan cinta, tapi juga ide bisnis ramah lingkungan yang tahan krisis.

Menurut Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), kampus itu bukan cuma tempat cinta bersemi dan skripsi ditolak dosen pembimbing. Kampus adalah inkubator ide, tempat kreativitas dan idealisme bisa berkembang biak seperti mikroba baik di yoghurt. Mahasiswa punya potensi luar biasa bisa jadi influencer perubahan, bukan cuma influencer diskon skincare.

Makanya AIGIS Goes to Campus hadir bukan untuk pamer totebag atau minta foto bareng menteri, tapi untuk mendorong mahasiswa jadi motor penggerak industri hijau. Sebab kata pepatah, “Orang bijak tanam pohon, orang cerdas tanam ide, dan orang sukses tanam saham di startup daur ulang”.

Kalau kamu kira masa depan itu cuma soal robot, AI, dan mobil terbang, ya itu lumayan benar. Tapi jangan lupakan satu hal dunia juga butuh green jobs. Pekerjaan yang bukan cuma mengisi dompet, tapi juga mengisi ulang harapan bumi.

Contohnya? Jadi insinyur energi terbarukan, konsultan lingkungan, ahli pengelolaan limbah, bahkan pengembang pertanian urban dari rooftop rumah susun. Ini bukan mimpi. Ini peluang nyata. Bahkan menurut laporan International Labour Organization (ILO), transisi ke ekonomi hijau bisa menciptakan 24 juta pekerjaan baru secara global pada 2030.

Dan seperti kata Prof. Jeffrey Sachs, ekonom dunia dan penulis buku The Age of Sustainable Development (2015), “Sustainable development is not a luxury, it is a necessity”. Artinya, pembangunan berkelanjutan bukan barang mewah yang hanya boleh dibahas di seminar elite, tapi kebutuhan mendesak agar kita tidak jatuh bangkrut secara ekologis dan moral.

Negara-negara seperti Jerman sudah sejak lama menjalankan Energiewende, yakni transisi energi ke sumber terbarukan. Jepang, bahkan sudah mengolah limbah makanan kantin jadi bioenergi dan pupuk dengan efisien. Sementara kita di sini, sisa makanan kadang masih dijadikan alat barter antar teman kos. “Nih, ambil nasinya, tapi gantiin tugas Etika ya!”.

Tapi bukan berarti kita kalah, kita punya kampus, punya mahasiswa cerdas, punya pelaku industri, dan punya pemerintah yang mulai sadar bahwa masa depan harus hijau. Yang dibutuhkan cuma satu sinergi. Karena kalau jalan sendiri-sendiri, ya kayak lomba panjat pinang tanpa minyak nggak lucu, dan nggak akan naik.

3 inovasi penting

Andi Rizaldi menekankan pentingnya tiga hal inovasi, greenpreneurship, dan komunikasi keberlanjutan, kayak trio mas-mas jago ngedit video, desain, dan presentasi.

Inovasi jadi mesinnya, kewirausahaan hijau jadi jalurnya, dan komunikasi keberlanjutan jadi klaksonnya. Biar orang lain tahu bahwa gerakan ini sedang melaju, dan siapa saja boleh ikut.

Kalau ketiganya digabung, jadilah ekosistem yang bukan cuma hijau, tapi juga kompetitif, bukan hanya bisa bersaing di kancah lokal, tapi juga global. Seperti pepatah Sunda versi modern “Hirup mah kudu manfaat, lain ngan saukur eksis di story WhatsApp”.

Anak muda Indonesia punya potensi tak terbatas. Tugas kita bukan cuma menghadiri seminar lalu pulang bawa sertifikat, tapi menciptakan ide-ide solutif yang bisa direplikasi, bahkan dikomersialisasi. Dari proyek daur ulang di kampus, bisa lahir bisnis berkelanjutan. Dari kebiasaan hemat listrik di kosan, bisa jadi kampanye nasional.

Kalau dulu demonstrasi mahasiswa bisa guncang Orde Baru, sekarang waktunya mahasiswa mengguncang industri yang ketinggalan zaman. Dan seperti kata pepatah Jawa “Urip iku urup” .Hidup itu menyala harus memberi cahaya dan manfaat, salah satu caranya, ya dengan jadi greenpreneur sejati.

Bukan saatnya lagi mahasiswa cuma jadi penonton tren,  mahasiswa harus jadi pelaku perubahan. Mulai dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya, hemat listrik, sampai ikut kompetisi AIGIS Green Scientific Competition. Syukur-syukur menang, dapet hadiah dan dilirik industri.

Jangan lupa juga hadir di Youth Green Forum dan acara puncak AIGIS 2025 bulan Agustus nanti. Ini bukan acara biasa. Ini peluang emas. Karena seperti kata mamak kos “Kalau kamu nggak bisa sukses hari ini, jangan jadi beban bumi juga ya, Nak”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Tanam, Pusri Palembang Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman

    Musim Tanam, Pusri Palembang Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.691
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja [Palembang] memastikan penyaluran pupuk bersubsidi saat musim tanam aman. Bahkan, anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Pusri berpedoman dengan aturan – aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah yaitu untuk kegiatan distribusi atau pengadaan berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15 […]

  • Dukung Replanting Perkebunan Karet dan Sawit, Pusri Pasok Produk Inovasi ke Muba

    Dukung Replanting Perkebunan Karet dan Sawit, Pusri Pasok Produk Inovasi ke Muba

    • calendar_month Selasa, 13 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Turut serta aktif Bersama PPL setempat dalam melakukan kawalan teknologi kepada petani melalui Mantri Tani dan Klinik Tani.

  • Cegah Penyebaran Covid, Menag Minta Jajarannya Intensifkan Sosialisasi Panduan Ibadah Ramadhan

    Cegah Penyebaran Covid, Menag Minta Jajarannya Intensifkan Sosialisasi Panduan Ibadah Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    MUNCULNYA dua klaster baru Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang diduga berasal dari kegiatan Salat Tarawih membuat banyak pihak prihatin. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, klaster ini muncul bisa jadi dipicu ketidaktaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) sebagaimana yang telah dibuat pemerintah. “Kasus di Banyumas ini menjadi pelajaran berharga bagi kita […]

  • Guru Honor dari OKI Ini Sukses Bikin Berbagai Inovasi

    Guru Honor dari OKI Ini Sukses Bikin Berbagai Inovasi

    • calendar_month Sabtu, 9 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Tidak ada yang tak mungkin di dunia selama masih ada keinginan dan usaha disana pasti ada jalan. Kata-kata bijak yang pegang teguh Yudi Pratama pria asal Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel. Bermodal kemauan dan kerja keras, Guru honorer salah satu SMK Negeri di Kabupaten OKI ini menjemput mimpinya dan berhasil membuat berbagai […]

  • ka'bah-mekkah-masjidil-haram

    Hati-hati, Calon Haji Kloter II Berisiko Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.768
    • 0Komentar

    Petugas kesehatan dan Ketua Kloter II embarkasi Palembang harus bekerja esktra. Pasalnya

  • Tim U-20 Indonesia Terus Alami Peningkatan, Ditunggu Lagi Laga ke -2 Oleh Moldova

    Tim U-20 Indonesia Terus Alami Peningkatan, Ditunggu Lagi Laga ke -2 Oleh Moldova

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.577
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Turki- Tim U-20 Indonesia meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Moldova pada laga uji coba internasional di Stadion Manavgat Ataturk, Antalya, Turki, Selasa (1/10). Tiga gol kemenangan Garuda Nusantara dicetak oleh Rabbani Tasnim menit ke-58′, Muhammad Ferarri menit 73′, dan Marselino Ferdinan menit 79′. Sebelumnya anak asuh Shin Tae-yong ini tertinggal 0-1 terlebih dahulu […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress Mailrelay MemberPress Mailster MemberPress PDF Invoice MemberPress Sendy MemberPress WooCommerce MemberPress Pro WordPress Plugin MemberPress WP Simple Pay Pro Membership Manager Pro MeMeMe – The Meme Generator | WP Plugin Memento – Photography & Blog Elementor Template Kit