Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Antara Green Jobs & Green Tea, Mahasiswa Harus Pilih yang Mana?”

“Antara Green Jobs & Green Tea, Mahasiswa Harus Pilih yang Mana?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 615
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU mahasiswa dikenal sebagai agent of change, maka hari ini gelarnya bisa di-upgrade jadi agent of compost karena bukan cuma bisa bikin perubahan, tapi juga bisa bikin pupuk organik dari sisa makan siang di kantin.

Serius!, di tangan mahasiswa kreatif, nasi basi pun bisa berubah jadi startup yang dapat pendanaan dari investor Singapura. Luar biasa? Jelas. Lucu? Apalagi. Tapi justru di sinilah letak harapan bangsa pada anak-anak muda yang bisa berpikir hijau di tengah dunia yang makin panas, baik suhu maupun situasinya.

Nah, itulah semangat yang dibawa Kementerian Perindustrian lewat acara AIGIS Goes to Campus, bagian dari The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS 2025).

Kali ini acaranya digelar di Universitas Trisakti kemarin, bukan sekadar seminar yang isinya ngetik sambil ngantuk, tapi ajang serius nan santai untuk memompa semangat greenpreneurship di dada mahasiswa biar nanti yang ditanam bukan cuma harapan dan cinta, tapi juga ide bisnis ramah lingkungan yang tahan krisis.

Menurut Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), kampus itu bukan cuma tempat cinta bersemi dan skripsi ditolak dosen pembimbing. Kampus adalah inkubator ide, tempat kreativitas dan idealisme bisa berkembang biak seperti mikroba baik di yoghurt. Mahasiswa punya potensi luar biasa bisa jadi influencer perubahan, bukan cuma influencer diskon skincare.

Makanya AIGIS Goes to Campus hadir bukan untuk pamer totebag atau minta foto bareng menteri, tapi untuk mendorong mahasiswa jadi motor penggerak industri hijau. Sebab kata pepatah, “Orang bijak tanam pohon, orang cerdas tanam ide, dan orang sukses tanam saham di startup daur ulang”.

Kalau kamu kira masa depan itu cuma soal robot, AI, dan mobil terbang, ya itu lumayan benar. Tapi jangan lupakan satu hal dunia juga butuh green jobs. Pekerjaan yang bukan cuma mengisi dompet, tapi juga mengisi ulang harapan bumi.

Contohnya? Jadi insinyur energi terbarukan, konsultan lingkungan, ahli pengelolaan limbah, bahkan pengembang pertanian urban dari rooftop rumah susun. Ini bukan mimpi. Ini peluang nyata. Bahkan menurut laporan International Labour Organization (ILO), transisi ke ekonomi hijau bisa menciptakan 24 juta pekerjaan baru secara global pada 2030.

Dan seperti kata Prof. Jeffrey Sachs, ekonom dunia dan penulis buku The Age of Sustainable Development (2015), “Sustainable development is not a luxury, it is a necessity”. Artinya, pembangunan berkelanjutan bukan barang mewah yang hanya boleh dibahas di seminar elite, tapi kebutuhan mendesak agar kita tidak jatuh bangkrut secara ekologis dan moral.

Negara-negara seperti Jerman sudah sejak lama menjalankan Energiewende, yakni transisi energi ke sumber terbarukan. Jepang, bahkan sudah mengolah limbah makanan kantin jadi bioenergi dan pupuk dengan efisien. Sementara kita di sini, sisa makanan kadang masih dijadikan alat barter antar teman kos. “Nih, ambil nasinya, tapi gantiin tugas Etika ya!”.

Tapi bukan berarti kita kalah, kita punya kampus, punya mahasiswa cerdas, punya pelaku industri, dan punya pemerintah yang mulai sadar bahwa masa depan harus hijau. Yang dibutuhkan cuma satu sinergi. Karena kalau jalan sendiri-sendiri, ya kayak lomba panjat pinang tanpa minyak nggak lucu, dan nggak akan naik.

3 inovasi penting

Andi Rizaldi menekankan pentingnya tiga hal inovasi, greenpreneurship, dan komunikasi keberlanjutan, kayak trio mas-mas jago ngedit video, desain, dan presentasi.

Inovasi jadi mesinnya, kewirausahaan hijau jadi jalurnya, dan komunikasi keberlanjutan jadi klaksonnya. Biar orang lain tahu bahwa gerakan ini sedang melaju, dan siapa saja boleh ikut.

Kalau ketiganya digabung, jadilah ekosistem yang bukan cuma hijau, tapi juga kompetitif, bukan hanya bisa bersaing di kancah lokal, tapi juga global. Seperti pepatah Sunda versi modern “Hirup mah kudu manfaat, lain ngan saukur eksis di story WhatsApp”.

Anak muda Indonesia punya potensi tak terbatas. Tugas kita bukan cuma menghadiri seminar lalu pulang bawa sertifikat, tapi menciptakan ide-ide solutif yang bisa direplikasi, bahkan dikomersialisasi. Dari proyek daur ulang di kampus, bisa lahir bisnis berkelanjutan. Dari kebiasaan hemat listrik di kosan, bisa jadi kampanye nasional.

Kalau dulu demonstrasi mahasiswa bisa guncang Orde Baru, sekarang waktunya mahasiswa mengguncang industri yang ketinggalan zaman. Dan seperti kata pepatah Jawa “Urip iku urup” .Hidup itu menyala harus memberi cahaya dan manfaat, salah satu caranya, ya dengan jadi greenpreneur sejati.

Bukan saatnya lagi mahasiswa cuma jadi penonton tren,  mahasiswa harus jadi pelaku perubahan. Mulai dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya, hemat listrik, sampai ikut kompetisi AIGIS Green Scientific Competition. Syukur-syukur menang, dapet hadiah dan dilirik industri.

Jangan lupa juga hadir di Youth Green Forum dan acara puncak AIGIS 2025 bulan Agustus nanti. Ini bukan acara biasa. Ini peluang emas. Karena seperti kata mamak kos “Kalau kamu nggak bisa sukses hari ini, jangan jadi beban bumi juga ya, Nak”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zero Tolerance Narkoba, Polda Sumsel Bersih dari Dalam

    Zero Tolerance Narkoba, Polda Sumsel Bersih dari Dalam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    POLDA Sumatera Selatan menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap penyalahgunaan narkoba di internal institusi, kemarin. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho memimpin langsung tes urine mendadak terhadap seluruh pejabat utama, Wakapolda, hingga personel di Lantai 2 Gedung Presisi. “Sebelum menindak masyarakat, Polda Sumsel memastikan rumah sendiri bersih. Kebijakan zero tolerance berlaku tanpa pandang bulu,” kata Kabid […]

  • Palembang Kota History sebut Menpora

    Palembang Kota History sebut Menpora

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.570
    • 0Komentar

    ACARA opening Festival Olahraha Rekreasi Nasional (Fornas) ke-VI Sumatera Selatan (Sumsel) resmi dibuka di Arena Dayung Jakabaring, Palembang, Jumat 1 Juli 2022 Malam. Tak tanggung dalam acara yang diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali ini turut dimeriahkan beberapa penyanyi papan atas serta Tarian Nusantara. Terlihat penyanyi Maharani dan Pasha Ungu menggucang panggung pengunjung […]

  • Babak Baru Pasar 16 & BKB 

    Babak Baru Pasar 16 & BKB 

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada kalanya kota itu seperti artis senior kalau udah lama gak didandanin, penonton mulai komentar, “Lho, ini Palembang kok makin kusut?” Nah, menjawab keresahan ini, Pemerintah Kota Palembang memutuskan  sudah saatnya Pasar 16 Ilir dan Benteng Kuto Besak (BKB) naik panggung dengan versi terbaru. Bukan sekadar ganti lipstik atau poles cat dinding, tapi […]

  • XSTAR, Surat Sakti & Subsidi BBM, “Jangan Sampai Kucing Lapar, Harimau Kenyang”

    XSTAR, Surat Sakti & Subsidi BBM, “Jangan Sampai Kucing Lapar, Harimau Kenyang”

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang menarik dari Hotel Swarna Dwipa kemarin. Bukan karena sarapan lontong sayurnya yang lezat atau kopi robusta-nya yang menggoda iman, tapi karena ruangan itu dipenuhi harapan: agar BBM subsidi tak lagi tersesat ke mobil-mobil yang lebih pantas pakai Pertamax Turbo. Sang Sekda Sumsel, Pak Edward Candra, membuka acara sosialisasi aplikasi XSTAR, sebuah […]

  • Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    Kalau Migas Mau Lestari, SDM Jangan Cuma Modal Seragam Safari!

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau ada pepatah lama yang patut direnungkan oleh para pejabat dan pelaku industri migas hari ini, mungkin bunyinya begini. “Takkan tumbuh sumur emas di ladang orang, bila sekop dan cangkul sendiri masih dipinjam dari tetangga”. Pepatah itu tepat betul menggambarkan kondisi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di sektor migas terutama di daerah kaya sumber […]

  • Pj Bupati Apriyadi Minta LDII Terus Andil Jaga Kondusifitas di Muba

    Pj Bupati Apriyadi Minta LDII Terus Andil Jaga Kondusifitas di Muba

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Kondusifitas wilayah terus menjadi konsen utama Pj Bupati Apriyadi Mahmud untuk di jaga. Tidak hanya melibatkan stakeholder dan elemen di Muba saja melainkan seluruh pihak di Sumsel juga dilibatkan secara langsung. “Saya minta agar LDII terus terus berperan turut menjaga kondusifitas di Muba ini,” ucap Pj Bupati Apriyadi Mahmud saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress Mailrelay MemberPress Mailster MemberPress PDF Invoice MemberPress Sendy MemberPress WooCommerce MemberPress Pro WordPress Plugin MemberPress WP Simple Pay Pro Membership Manager Pro MeMeMe – The Meme Generator | WP Plugin Memento – Photography & Blog Elementor Template Kit