Di UIN RF, Ratu Dewa Bongkar Kunci Pemimpin, Bukan Hanya Bicara
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratu Dewa mengingatkan calon pemimpin agar tidak terjebak pada anggapan bahwa kepemimpinan cukup dibangun dengan kemampuan berbicara. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah pesan disampaikan dengan tepat, jujur, akurat dan benar-benar mengenai sasaran.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (9/9/2026).
Bagi Ratu Dewa, komunikasi bukan hanya urusan memilih kata. Ketika seseorang membawa pesan kepada masyarakat, ada tanggung jawab yang ikut melekat di dalamnya. Oleh sebab itu, pesan disampaikan tidak boleh asal terdengar bagus, tetapi harus memiliki ketepatan dan kejelasan.
“Baik itu sebagai seorang komunikator, pesan yang disampaikan harus sesuai, baik pesan syiar maupun pesan dakwah. Berkata harus tepat, jujur, akurat serta tepat sasaran,” ujar Ratu Dewa.
Pandangan tersebut menjadi penting ketika dikaitkan dengan generasi muda. Mahasiswa yang hari ini duduk di bangku kuliah, menurut Ratu Dewa, memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam perjalanan Kota Palembang ke depan.
Peran itu tidak berhenti pada kemampuan akademik. Anak muda juga perlu mampu membaca persoalan di sekitarnya, menyampaikan gagasan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Ratu Dewa kemudian mengaitkan peran itu dengan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai pembangunan kota tidak bisa hanya dilihat dari satu sektor, sebab berbagai persoalan masyarakat saling berhubungan.
Ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga lingkungan, kata dia, merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan jika Palembang ingin tumbuh secara berkelanjutan.
“Substansi pembangunan berkelanjutan itu berbicara tentang ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga lingkungan. Semua memiliki peran dan saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pesan Ratu Dewa kepada mahasiswa menjadi lebih luas, sebab generasi muda bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi penerus, tetapi juga perlu mulai mengambil bagian dalam persoalan yang dihadapi kota.
Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal untuk membawa gagasan tersebut keluar dari ruang akademik dan masuk ke tengah masyarakat.
Kuliah Iftitah Mahasiswa Baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu berlangsung di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Kampus Sudirman Palembang.
Pertemuan itu, juga membuka peluang penguatan hubungan antara lingkungan akademik dan Pemerintah Kota Palembang.
Ratu Dewa berharap kerja sama yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih nyata.
“Semoga ini menjadi awal dan penguatan kolaborasi, sinergi serta kerja sama antara institusi UIN Raden Fatah, khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dengan Pemerintah Kota Palembang,” tutupnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
