Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Kampanye Anti Kekerasan di Kampus, UI Jadi Start PPKPT 2025, Jangan Cat Calling Lagi, Bro!”

“Kampanye Anti Kekerasan di Kampus, UI Jadi Start PPKPT 2025, Jangan Cat Calling Lagi, Bro!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 664
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALAIRUNG Universitas Indonesia (UI) yang biasanya jadi tempat wisuda dan pamer jaket almamater mendadak berubah jadi arena Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT UI 2025).

Tanggal 5 Agustus 2025, ribuan mahasiswa baru UI tumplek-blek di sana, nyambut program edukatif ini yang diluncurkan langsung  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Kampus UI jadi titik awal kampanye anti kekerasan kampus secara estafet ke 11 perguruan tinggi lain. Di tengah suasana hangat, hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rektor, guru besar, dan tentu saja Satgas PPKS yang tampil seperti superhero kampus tapi tanpa jubah. Suasananya? Serius tapi tetap santai. Kayak makan nasi Padang sambil diskusi skripsi padat, pedas, dan penuh isi.

Sambil berdiri anggun di depan mahasiswa yang baru bisa bedain dosen dan satpam, Pak Menteri bilang lantang, “Ini last call!. Jangan ada kekerasan lagi di kampus!”. Wah, kalimatnya nendang, kayak pesan terakhir kondektur sebelum bus berangkat.

Semua tepuk tangan, bahkan kucing kampus pun manggut-manggut (meski mungkin karena ngantuk). Beliau menekankan bahwa lingkungan kampus harus steril dari kekerasan, diskriminasi, hingga perundungan, baik secara fisik, psikis, maupun online. Ibarat kata pepatah, “Di kampus bukan tempat gladiator gladi-gladiatoran, tapi tempat orang cari ilmu, bukan cari ribut!”

Dalam Permendikbud No. 55 Tahun 2024, disebut jelas bahwa cat calling, body shaming, cyber bullying, bahkan minta-minta PaP (post a picture) udah masuk ranah kekerasan. Jadi, kalau ada yang tiba-tiba DM bilang “PaP dong, beb…”, jangan ragu buat lapor, buat info lengkap, dan kalau mau lapor langsung, mampir ke aduanitjen.kemdiktisaintek.go.id.

Gak perlu malu, gak perlu takut, karena Satgas PPKS udah disiapin jadi superhero kampus yang gak pakai jubah tapi siap pasang badan.

Bu Menteri Arifatul juga tampil kece dengan pesan tegas namun penuh kasih sayang melawan kekerasan itu kerja bareng, bukan kerja individu. Kayak main Mobile Legends gak bisa cuma ngandelin satu hero, semua harus kerja tim. Kampus, katanya, harus jadi tempat aman buat semua gender, semua ras, semua ukuran tubuh, bahkan semua status ekonomi. Pokoknya, jangan ada yang merasa paling “alpha” dan bisa bertindak semena-mena. Kekerasan bukan tradisi, bro… itu penyakit warisan masa lalu yang udah expired.

Kalau kampus diibaratkan rumah kos, maka mahasiswa baru adalah anak-anak baru yang masih belajar masak mie instan. Nah, kekerasan itu ibarat kompor gas bocor kalau dibiarkan, bisa meledak dan ngerusak semuanya. Maka dari itu, kampanye ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngingetin bahwa jadi mahasiswa itu bukan cuma soal IPK dan skripsi, tapi juga soal empati dan menghargai sesama.

Kampanye PPKPT yang dimulai dari UI ini ibarat peluit pertama dalam pertandingan panjang melawan kekerasan kampus. Tapi jangan khawatir, karena kita gak sendiri. Ada menteri, ada rektor, ada Satgas, bahkan kucing kampus pun siap dukung kalau kita semua bergerak bareng.

Maka, jangan ragu buat speak up, bantu teman, dan saling jaga. Karena di kampus, teman sejati bukan yang ngajak tawuran, tapi yang ngajak kamu healing ke perpustakaan.

“STOP Kekerasan di Kampus! Jangan Sampai Judul Skripsimu Diganti Jadi ‘Trauma Berkedok Tugas Akhir’!”
Yuk, jadi generasi kampus yang gak cuma pintar teori, tapi juga ahli menjaga hati. Karena sejatinya, kampus adalah ladang ilmu, bukan ring tinju.

Kalau kamu siap jadi bagian dari perubahan, jangan tunggu viral baru bertindak. Mulai dari diri sendiri. Mulai hari ini. Di kampusmu. Di hatimu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • blibli bigpayday

    Takut Beli Baju Online? Intip 10 Tips Berikut!

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 2.462
    • 0Komentar

    Tips beli baju online penting diketahui oleh para online shopper agar tidak salah pilih barang atau kehilangan uang.

  • “PUSRI & PLN, Kisah Cinta Bertegangan Tinggi”

    “PUSRI & PLN, Kisah Cinta Bertegangan Tinggi”

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.309
    • 0Komentar

    MoU Pusri-PLN Layak Dipandang Lebih dari Sekadar Seremoni BEGITU kaki melangkah ke Wisma Melati, suasananya langsung terasa hangat, bukan hangat seperti oven pabrik, tapi hangat ala Palembang, ada canda kecil, tegukan air mineral, dan senyum tipis yang bikin siapapun merasa “oke, hari ini bakal ada sesuatu yang manis tapi serius” Di tengah kesederhanaan itu, Pusri […]

  • Pemkab Muba Verifikasi Izin Perkebunan Sawit

    Pemkab Muba Verifikasi Izin Perkebunan Sawit

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mulai memfokuskan penataan izin perkebunan sawit sebagai bagian dari upaya memperkuat kepatuhan pelaku usaha sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan dokumen perizinan terhadap kondisi sebenarnya di lapangan. Langkah tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Kerja Tim Optimalisasi PAD Pokja Legalitas Pelaku […]

  • Gub Sumsel Raih BKPRMI Award 2019

    Gub Sumsel Raih BKPRMI Award 2019

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    “Berdasarkan kriteria di atas maka DPP BKPRMI memberikan Anugerah BKPRMI Award kepada Gubernur Sumsel H.Herman Deru,”

  • Panen Cabai di Lubuk Linggau

    Panen Cabai di Lubuk Linggau

    • calendar_month Rabu, 2 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.881
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru secara terang-terangan mengapresiasi Pemkot Lubuklinggau atas inovasinya memanfaatkan lahan eks Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi lahan pertanian pangan seperti jagung, kedelai dan cabai. Iapun berharap inovasi Pemkot Lubuklinggau ini dapat menginspirasi kab/kota lain sehingga dapat meningkatkan produktivitas pangan di Sumsel. “Bertani itu adalah identitas kita. Tidak perlu bersaing kuantitas yang penting […]

  • Hindari Risiko,Ini Empat Arahan Presiden untuk BMKG

    Hindari Risiko,Ini Empat Arahan Presiden untuk BMKG

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    INDONESIA merupakan negara yang memiliki risiko bencana geo-hidrometeorologi yang tinggi. Frekuensi, durasi, dan intensitas kejadian bencana tersebut meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan dalam waktu bersamaan dapat terjadi multi bencana. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. “Dengan tantangan yang semakin meningkat, maka kita harus meningkatkan ketangguhan kita dalam menghadapi bencana, menguatkan […]

expand_less
WordPress Archive Photas – Email Marketing Company Elementor Template Kit Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery Photography WordPress Photoluke – Photography Elementor Template Kit PhotoMe | Photography Portfolio WordPress PhotoMosaic for WordPress