Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Disertasi Dodi Ungkap Solusi Pengembangan KEK TAA

Disertasi Dodi Ungkap Solusi Pengembangan KEK TAA

  • account_circle Yosep Indra Praja
  • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
  • visibility 1.104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RATUSAN karangan bunga berjejer rapi di halaman Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung-Jawa Barat, Selasa (28/1/2020) pagi. Silih berganti ratusan tamu undangan mulai dari pejabat pemerintahan dan non pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah memasuki aula megah kampus bergengsi tersebut.

Bukan kegiatan wisuda, melainkan tamu undangan tersebut untuk menghadiri rangkaian Sidang Promosi Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex.

Turut hadir Ketua Ombudsman RI Prof Amzhulian Rifai SH LLM PhD Mantan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, Wakil Ketua KADIN Indonesia, Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati, Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki, Narasumber Disertasi H Gofar, Direktur PT Tanjung Carat Putra, Regina, Presiden of Sampoerna University Marshall School, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Bupati dan Wali Kota di Sumsel, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota di Sumsel, serta Pimpinan Perusahaan/BUMN/BUMD di Sumsel. Kemudian, Forkopimda Muba dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba.

Di tengah kesibukan Dodi Reza Alex menjadi kepala daerah hingga menahkodai banyaknya organisasi berkompeten mulai dari Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel hingga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia dan organisasi-organisasi lainnya tidak menyurutkan langkah dirinya menyelesaikan pendidikan ke tingkat Program Doktor.

Pada pendidikan Program Doktor ini, Dodi Reza yang juga alumni Universite Libre de Bruxelles, Belgia tersebut mengambil judul Disertasi Jejaring Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (TAA) Sumsel.

Lancar dan lugas, paparan hingga pertanyaan-pertanyaan ‘disapu bersih’ peraih penghargaan BBL Prize Award (Tesis yang ditulis dalam Bahasa Prancis) tersebut ketika menghadapi delapan tim penguji yang terdiri dari Dekan FISIP Unpad yakni Dr Raden Widya Setiabudi Sumadinata, SIP SSi MT MSi, kemudian bertindak sebagai Tim Promotor Prof Dr Drs H Budiman Rusli MS, Prof H Syamsurijal AK MSc PhD, Ida Widianingsih SIP MA PhD. Kemudian, Tim Oponen Ahli Prof Armida Salsiah Alisjahbana SE MA PhD, Dr Drs H Entang Adhy Muhtar MS, Dr Drs H Heru Nurasa MA, dan Tim Representasi Guru Besar Prof Dr Drs H Sam’un Jaja Raharja MSi.

“Hasil penilaian kami Tim Penguji bahwa hasil Disertasi Promovendus Dodi Reza Alex sangat memuaskan dan yang bersangkutan berhak menyandang gelar Doktor,” tegas Ketua Tim Promotor Prof Dr Drs H Budiman Rusli MS usai memberikan penilaian pada rangkaian Sidang Promosi Doktor Dodi Reza Alex.

Sementara itu, Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak khususnya keluarga besar dan masyarakat Muba yang hingga ke fase ini selalu memberikan support kepada dirinya.

“Semoga capaian hingga saat ini membuat saya selalu berbuat baik untuk umat dan bangsa khususnya masyarakat Muba,” ujar mantan Ketua Umum, Perhimpunan Pelajar/Mahasiswa Indonesia (PPI), Belgia, 1994 – 1996.

Dikatakan Dodi, berdasarkan analisa, bahwa ada delapan karakteristik primer yang menentukan Jejaring Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di KEK Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan), yaitu : a) Network management targets yang terdiri dari: 1) Decision making; 2) Trust; 3) Power; 4) Knowledge creation and management, dan b) Management behaviors and competences yang terdiri dari: 1) Activation; 2) Framing; 3) Mobilizing; 4) Synthesizing.

“Oleh karena itu Jejaring Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di KEK Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan) masih belum optimal dilaksanakan sebab secara teoritis sebagaimana yang dikemukakan oleh McGuire bahwa 8 karakteristik tersebut seharusnya ada dan terintegrasi, namun dalam penelitian ini dari 8 karakteristik jejaring kebijakan, masih ada yang belum menjadi karakter jejaring kebijakan,” tegasnya.

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini menambahkan, berdasarkan kesimpulan penelitian ini dihasilkan pemahaman baru yang berkaitan dengan karakteristik Jejaring Kebijakan selain Network management targets yang terdiri dari: 1) Decision making; 2) Trust; 3) Power; 4) Knowledge creation and management, dan b) Management behaviors and competences yang terdiri dari: 1) Activation; 2) Framing; 3) Mobilizing; 4) Synthesizing yaitu “Authority (kewenangan)”.

“Artinya di dalam Jejaring Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di KEK Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan) terdapat aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu “Authority (kewenangan)”, dalam konsep jejaring kebijakan setiap stakeholder yang terkait dalam jejaring kebijakan di Kawasan Ekonomi Khusus “setara” terkait kewenangannya, namun yang terjadi kewenangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin lebih kecil, sedangkan kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan sebaliknya lebih besar dalam pengelolaan KEK Tanjung Api-Api,” imbuhnya.

“Dalam konteks otonomi daerah idealnya Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota memiliki kewenangan yang besar untuk mengurus dan mengatur potensi yang ada didaerahnya sehingga sifatnya Desentralisasi, sedangkan Pemerintah Daerah Provinsi merupakan perwakilan dari pemerintah pusat yang memiliki asas Dekonsentrasi. Secara khusus analisis pemahaman baru yaitu Authority perlu mendapatkan penekanan dalam bentuk kewenangan yang lebih luas,” tambahnya.

Menurut Dodi, jika kawasan KEK terbentuk tentu akan memberikan multiplayer pembangunan di Sumsel, 13 ribu hektar lahan yang telah disediakan dan sarana prasarana lainnya. “Ini akan menjadi industri hilirisasi di Sumsel, saya optimis apabila ini terealisasi dengan baik tentu sangat berkontribusi positif untuk berbagai sektor industri di Sumsel, ini akan menjadi pintu gerbong ekspor impor yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Lanjutnya, sesuai dengan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Jejaring Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di KEK Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan), peneliti menyampaikan beberapa saran yakni diantaranya dalam upaya pengembangan Ilmu Administrasi, perlu melibatkan pendekatan ilmu-ilmu sosial lainnya dalam rangka aplikasi Ilmu Administrasi Publik itu sendiri. Dalam konteks penelitian ini ternyata pendekatan Ilmu Administrasi Publik tidak bisa begitu saja diterapkan, karena dalam Administrasi itu syarat dengan; jejaring kebijakan. Oleh karena itu, untuk memperkaya Ilmu Administrasi perlu melibatkan ilmu-ilmu sosial lainnya seperti Ilmu Ekonomi.

“Kemudian, saran Praktik yakni Mekanisme kerja, harus dipertegas kembali pembagian peran dan kewenangan dalam pengelolaan KEK Tanjung Api-Api untuk mempertegas dalam proses pengambilan keputusan, Penguatan Kapasitas SDM di Administrator KEK Tanjung Api-Api ke level SDM Standar Internasional, Dukungan kebijakan terkait legalitas KEK TAA dalam pemberian insentif bagi investor sehingga keuntungan yang dihasilkan memenuhi harapan, “Deregulation” dan “Debureaucratization” dalam Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Studi Kasus di KEK Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan) dengan melakukan Deregulasi yang berkaitan dengan insentif pajak bagi investor, sehingga investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dan melakukan Debirokratisasi dimana dalam struktur organisasi kedudukan Administrator KEK ditempatkan diatas Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (PT. Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan) yang selama ini Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api lebih dominan meskipun posisi dalam struktur organisasi sejajar dengan Administrator KEK Tanjung Api-Api,” jelas Dodi.

“Selain itu, Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api harus lebih aktif lagi mencari investor lokal maupun asing yang mau menanamkan modalnya di KEK Tanjung Api-Api dengan cara berkeliling membuka stan pameran-pameran produknya ke setiap daerah dan keluar negeri sehingga membuat investor tertarik serta berdampak positif dalam menumbuhkan ekonomi makro di Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya. [***]

  • Penulis: Yosep Indra Praja

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • He..he, Gagal Perkosa IRT, Pemuda Dusun II Jirak Digelandang Polisi

    He..he, Gagal Perkosa IRT, Pemuda Dusun II Jirak Digelandang Polisi

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Andi Syaputra pelaku percobaan pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga [IRT], Tumini [30],  Warga Dusun II, Desa Jirak, Kecamatan Jirak, Kabupaten Muba terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sungai Keruh Muba, kemarin. Peristiwa itu terjadi di Dusun II,  Desa Jirak di rumahnya korban, pelaku dan korban merupakan warga dusun yang sama. Kapolres […]

  • Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to School dan Goes to Office

    Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to School dan Goes to Office

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Goes to School & Goes to Office ini bertujuan untuk merubah mindset dari dari pembeli menjadi produsen, pada Minggu, (25/02) di Jakabaring Sport City.Pj Bupati OKI, Asmar Wijaya mengaku akan turut mendukung serta mensukseskan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan ini. “Pada prinsipnya kita […]

  • PINGGIR JALAN : Tukang Parkir & Filosofi Hidup Menunggu Peluang

    PINGGIR JALAN : Tukang Parkir & Filosofi Hidup Menunggu Peluang

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 598
    • 0Komentar

    SABTU santai, saat di pinggiran Kota Palembang, tepatnya di Jalan Sei -Selayur depan Bank Mandiri Pusri, di salah satu kedai pempek, pelan-pelan melepaskan beban seminggu kerja. Di sudut minimarket, berdirilah sosok legendaristopi miring 27 derajat, rompi oranye pudar, dan peluit yang tidak pernah kalah dari suara klakson. Namanya  Cemcem [bukan nama aslinya].Profesi Tukang parkir.Tapi bagi […]

  • “Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

    “Pasar Malem Narasi dan Rindu yang Dijual di Bawah Lampu Merah Jambu”

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.946
    • 0Komentar

    DULU, waktu saya kecil, hiburan paling mewah bukan konser Coldplay, bukan pula healing ke Bali. Hiburan ini paling wah ya… pasar malem, yang datangnya cuma setahun sekali, tapi meninggalkan kenangan yang bisa diangsur sampai sekarang. Ada bianglala yang berderit pelan, kora-kora yang bisa bikin jantung pindah ke tenggorokan, dan lampu warna-warni yang bikin suasana lebih […]

  • Jaga Sinergitas Pemprov-PWI

    Jaga Sinergitas Pemprov-PWI

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru Menerima Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera  Selatan (Sumsel), dalam rangka silaturahmi sekaligus mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Pekan Olahraga Daerah (Porwada) tingkat provinsi Sumsel di Kota Lubuklinggau 7-9 April mendatang. Pada acara tersebut nantinya juga akan berlangsung seminar jurnalistik, Pekan olahraga wartawan, bakti sosial, malam […]

  • Gubernur Launching Literasi Bahasa Isyarat, Grafik Literasi di Sumsel Meningkat Lampaui Target Nasional

    Gubernur Launching Literasi Bahasa Isyarat, Grafik Literasi di Sumsel Meningkat Lampaui Target Nasional

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    MASIFNYA upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menumbuhkan minat baca atau literasi menuai sukses. Dimana   hasilnya sangat membanggakan terjadi grafik pertumbuhan literasi yang signifikan  pada awal tahun 2022 ini capaian grafik peningkatan literasi di Sumsel meningkat 14,57 persen atau  melampaui target nasional sebanyak 13,53 persen. Peningkatan literasi tersebut diyakini akan terus meningkat dengan adanya […]

expand_less
WordPress Archive Muana – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mudik – Moving & Transportation Services Elementor Template Kit MudRace – A Single Event Fundraiser WordPress Theme Muffle – Roofing Company WordPress Theme Muji | Beauty Shop & Spa Salon WordPress Theme Multi Currency Pro for WooCommerce Multi Dealer and Real Estate Agent/Agency WordPress Plugin Multi Hospital – Hospital Management System Multi Host | WHMCS Hosting Multi Language Add-on for BookPro Plugin